NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 9 ( Hadiah dan Hati yang Goyah)

Pintu lift pribadi berdenting pelan, terbuka langsung menghadap ruang tengah penthouse yang senyap. Arini melangkah keluar lebih dulu, berusaha mengurai ketegangan pekat yang sempat mengunci mereka di dalam ruang sempit lift tadi. Belum sempat ia meletakkan tas kerjanya di atas meja marmer, bel pintu tawang itu berbunyi.

Adrian membuka pintu dan seorang pria berkacamata dengan setelan jas rapi serta memegang sebuah tablet kerja melangkah masuk. Dia adalah Yudha, sekretaris pribadi sekaligus tangan kanan kepercayaan Adrian yang selama ini mengurus seluruh jadwal operasional sang CEO. Yudha adalah satu-satunya orang di luar keluarga yang mengetahui rahasia pernikahan kontrak mereka.

"Selamat sore, Pak Adrian, Nona Arini," sapa Yudha dengan membungkuk hormat. "Saya datang untuk mengantarkan laporan perkembangan audit ulang divisi infrastruktur pasca-rapat tadi, sekaligus menyerahkan titipan dari Anda, Pak."

Yudha menyerahkan sebuah kotak beludru hitam kecil kepada Adrian, lalu melirik Arini dengan senyuman penuh arti. "Analisis Anda di ruang rapat tadi benar-benar luar biasa, Nona Arini. Baskoro langsung kelimpahan kerja keras malam ini berkat Anda."

"Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan, Pak Yudha," jawab Arini sopan.

"Kalau begitu, saya pamit undur diri untuk mengawal tim audit, Pak Adrian," ucap Yudha profesional sebelum berbalik dan meninggalkan penthouse.

Setelah pintu tertutup, keheningan kembali melanda. Adrian berjalan mendekati Arini yang masih berdiri di dekat meja marmer. Tanpa banyak bicara, ia mengulurkan kotak beludru hitam pemberian Yudha tadi ke hadapan Arini.

Arini mengernyitkan dahi, menatap kotak itu lalu beralih ke wajah datar suami kontraknya. "Apa ini?"

"Hadiah atas keberhasilanmu menjatuhkan Baskoro hari ini. Anggap saja ini bonus profesional di luar kontrak," jawab Adrian tenang, wajahnya kembali mengenakan topeng sedingin es, seolah interaksi intens mereka di dalam lift beberapa menit lalu tidak pernah terjadi.

Arini membuka kotak beludru tersebut perlahan. Di dalamnya, sebuah gelang emas putih berdesain minimalis namun sangat elegan tampak berkilau di bawah sorotan lampu gantung. Di tengah gelang tersebut, terdapat sebuah berlian kecil berbentuk potongan emerald yang sangat jernih. Sebagai wanita biasa, Arini tahu perhiasan seperti ini nilainya pasti sangat mahal.

"Ini terlalu mahal, Adrian. Saya tidak bisa menerimanya," tolak Arini halus sambil menyodorkan kembali kotak tersebut. "Membantu Anda mempertahankan posisi CEO sudah menjadi bagian dari kewajiban saya karena Anda telah melunasi biaya operasi ibu saya."

Adrian tidak menerima kembali kotak itu. Sebaliknya, ia melangkah maju, memotong jarak di antara mereka hingga aroma parfum kayu cendananya kembali menguasai indra penciuman Arini. Tanpa meminta izin, Adrian mengambil gelang itu dari kotaknya, lalu meraih pergelangan tangan kanan Arini.

Sentuhan kulit mereka yang mendadak membuat tubuh Arini refleks menegang. Jemari tangan Adrian yang besar dan hangat bergerak dengan sangat lembut, mengaitkan kunci gelang tersebut di pergelangan tangan Arini yang halus. Adrian menunduk, fokus memasangkan perhiasan itu, membuat Arini bisa melihat dengan jelas bulu mata pria itu yang lebat dan rahangnya yang tegas dari jarak sedekat ini.

"Gelang ini memiliki ukiran logo internal Wijaya Group di bagian dalamnya," bisik Adrian rendah, suaranya yang serak terdengar sangat dekat di telinga Arini. "Mulai besok, kamu akan sering menghadiri pertemuan bisnis bersamaku. Istri seorang CEO tidak boleh tampil dengan tangan kosong di depan para investor. Jadi, jangan membantah dan pakai ini."

Adrian mendongak setelah berhasil mengunci gelang tersebut. Jarak wajah mereka kini begitu dekat, hingga Arini bisa merasakan embusan napas hangat Adrian menerpa permukaan kulit wajahnya. Sepasang mata elang milik Adrian terkunci rapat pada manik mata Arini, memancarkan sebuah intensitas emosi yang sangat sulit dibaca oleh logika akuntansi mana pun.

Arini menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdentum begitu keras di dalam dada, menciptakan debaran menggila yang membuatnya takut jika Adrian bisa mendengarnya. Sisi rasionalnya berteriak mengingatkan Pasal 4 kontrak mereka tentang larangan melibatkan perasaan, namun kehangatan yang menjalar dari genggaman tangan Adrian di pergelangan tangannya membuat seluruh pertahanan egonya seolah meleleh perlahan.

"Terima kasih... Adrian," ucap Arini berbisik, suaranya terdengar sedikit bergetar.

Adrian tidak langsung melepaskan tangan Arini. Ibu jarinya bergerak secara intuitif, mengusap perlahan kulit pergelangan tangan Arini yang halus selama beberapa detik sebelum ia akhirnya berbalik arah dengan kaku.

“Bersihkan dirimu. Aku sudah meminta Yudha untuk mengatur makan malam kita di sini," ucap Adrian datar, kembali berjalan menuju ruang kerja pribadinya seolah-olah ingin melarikan diri dari atmosfer panas yang baru saja mereka ciptakan bersama.

Arini berdiri terpaku di tengah ruangan, menatap gelang berlian yang kini melingkar indah di tangannya. Ia mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan. Dinding es kutub utara itu memang sangat dingin, namun Arini mulai menyadari bahwa di balik lapisan es yang tebal itu, ada api tersembunyi yang perlahan-lahan mulai membakar seluruh ketenangan hidupnya.

1
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!