Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
"mama sama papa dukung keputusan kamu. Kalau butuh bantuan, bilang saja ya," Ucap Pratiwi, mama-nya Llyn.
"Makasihhhh," Llyn memeluk lengan mama-nya dengan manja.
"Om sama tante nggak usah khawatir, Kalea yang bakal mantau Llyn biar nggak salah jalan lagi," Ujar Kalea dengan tatapan tajamnya
Llyn hanya memutar bola matanya lalu semakin mengeratkan pelukannya.
"Nak, kalau kamu mau papa bisa langsung tarik investasi papa di perusahaan suami kamu itu."
"calon mantan suami paa."
"iyaa iyaa itulah terserah apapun sebutannya."
"baiknya papa aja gimana, yang penting jangan sampai dia sadar. Aku mau selesaikan urusanku dulu sama dia, kasih aku waktu satu minggu."
"siapp putri cantik papa."
.
Ray kini sudah berada di bandara, ia sudah menunggu cukup lama tapi wanita itu tidak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.
"ck di mana sih, katanya di cafe," gerutunya.
Moodnya sejak pagi sudah buruk malah disuruh menunggu tidak jelas, membuatnya semakin emosi. Panggilan telfon untuk yang ke sekian kali, akhirnya diangkat dan wanita itu bilang baru saja makan di resto seberang bandara.
Mau tidak mau, ia harus menjemput ke sana. Ray tidak turun dari mobil dan membiarkan wanita itu yang menghampirinya sambil menyeret koper besar yang terlihat berat itu.
Dalam benaknya, ia pikir rasa bahagia akan memenuhi hatinya saat melihat kembali wajah yang ia rindukan. Tapi ternyata semakin dilihat malah membuatnya semakin kesal.
"Ini pasti gara-gara Llyn, moodku jadi berantakan sial."
Tok tok tok
Wanita itu mengetuk kaca mobilnya dengan kepala yang berusaha melihat ke dalam mobil karena kaca satu arah membuatnya tidak bisa melihat siapa di dalamnya.
Ray menurunkan kaca mobil dan langsung disambut senyuman wanita itu.
"Ray!!!" Pekiknya dan langsung memeluk leher Ray dari luar mobil.
"Lilian, lepaskan!"
"Ray, kamu kenapa?"
"Aku sudah menunda waktu meeting untuk menjemputmu. Sudah tidak bisa ditunda lagi, jadi aku harus segera kembali."
"oh baiklah, antar aku ke hotel dekat kantormu saja biar dekat."
Tanpa pikir panjang, Ray menganggukkan kepalanya karena ia pikir itu lebih efisien waktu.
Di tempat lain, Pram menerima sebuah foto dari anak buahnya. Wajahnya langsung muram saat itu juga.
"papa ke ruang kerja dulu ya."
Di dalam ruang kerja, Pram langsung menelfon asistennya.
"Tunda semua investasi dan proyek baru untuk perusahaan William."
"apa? tapi kerugiannya."
"tidak masalah, gunakan bukti yang sudah terkumpul agar kerugian mereka yang tanggung."
"tapi bagaimana kalau nona."
"anakku sudah pulang, dia sudah kembali. Sekarang saatnya pria itu membayar hutangnya satu per satu."
"Baik tuan."
Tuuutt (sambungan telepon terputus)
"jangan pikir karena aku sudah tua lalu kamu semakin berani," gumamnya sambil memandang foto yang baru saja masuk ponselnya.
Di dalam foto itu, ada seorang wanita yang tidak asing tengah memeluk leher menantunya. Lalu di foto selanjutnya terlihat mereka memasuki area hotel dan berjalan sambil bergandengan tangan mesra.
Lima tahun lalu, dia sudah merebut putrinya secara paksa. Tidak masalah jika ia memperlakukannya dengan baik, tapi nyatanya putrinya pulang dengan keadaan berantakan. Dan sekarang terbukti memiliki hubungan liar dengan wanita lain.
Ayah mana yang tahan melihat putri semata wayangnya diperlakukan seperti ini oleh lelaki lain. Sampai ujung dunia pun, Pram bertekad tidak akan melepaskan pria itu.