NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM PERTAMA YANG DINGIN

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Pesta resepsi usai sudah. Musik riang, tawa para tamu, dan gemerincing gelas kristal yang terdengar sepanjang siang dan sore itu kini perlahan menghilang, digantikan oleh keheningan malam yang menyelimuti kediaman besar keluarga Valtieri. Para tamu undangan sudah pulang satu per satu setelah memberi ucapan selamat dan doa, meninggalkan sisa-sisa kemegahan pesta yang kini terasa sepi dan kosong.

Bagi Elara, hari itu terasa seperti mimpi buruk yang panjang dan melelahkan. Sejak keluar dari kapel tadi siang, ia harus tersenyum, menyapa, dan bersalaman dengan ratusan orang asing yang sebagian besar adalah rekan bisnis atau kolega Dante. Wajahnya terasa kaku karena terlalu lama memaksakan senyum, dan kakinya terasa pegal karena harus berdiri dan berjalan seharian dalam gaun pengantin yang berat serta sepatu high heels tinggi yang runcing. Namun yang paling melelahkan justru batinnya. Sepanjang hari itu, ia merasa seperti patung pajangan yang dipamerkan Dante kepada para tamu untuk menunjukkan betapa sempurnanya transaksi pernikahan ini.

Sekarang, Elara sedang duduk di tepi tempat tidur di kamar pribadinya, atau tepatnya kamar yang kini ia bagi bersama Dante. Ia sudah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun tidur berbahan sutra tipis berwarna putih polos yang disiapkan oleh Bianca. Rambut pirangnya yang tadi disanggul rapi kini sudah terurai tergerai lembut menutupi punggungnya. Ia menunduk diam, memainkan ujung gaunnya dengan jari-jarinya yang dingin, menunggu kehadiran suaminya itu dengan perasaan yang berkecamuk antara takut, cemas, dan bingung.

Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka dari luar, membuat tubuh Elara menegang seketika. Ia mendongak dan melihat sosok Dante berdiri di ambang pintu. Pria itu sudah tidak mengenakan jas hitamnya lagi, kemeja putihnya kini kancing atasnya sudah dibuka dan lengan bajunya digulung hingga siku, memperlihatkan kulitnya yang putih bersih namun penuh guratan otot yang keras. Wajahnya yang tampan itu terlihat sedikit lelah, namun tatapan matanya yang tajam itu masih sama menyala dan tidak ada tanda-tanda kelemahan sedikit pun.

Dante masuk ke dalam kamar itu, lalu menutup pintu di belakangnya rapat-rapat. Ia berjalan perlahan mendekati arah Elara dengan langkah yang tenang namun berat, seolah membawa beban besar di pundaknya. Elara menelan salivanya, hatinya berdegup semakin kencang seiring dengan mendekatnya jarak di antara mereka.

Dante berhenti tepat di depan Elara, menatap wanita itu dari atas dengan tatapan yang sulit diartikan. "Sudah siap?" tanyanya singkat, suaranya terdengar serak namun tetap tegas.

Elara mengangkat wajahnya menatap Dante, matanya menatap balik tatapan pria itu dengan ragu. "Siap untuk apa?" tanyanya balik dengan suara yang sedikit bergetar.

Dante tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke matanya. Ia lalu duduk di samping Elara di tepi tempat tidur itu, membuat Elara otomatis bergeser sedikit menjauh.

"Untuk memulai peran barumu sebagai Nyonya Valtieri, tentu saja," jawab Dante santai, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kepala tempat tidur itu. "Mulai hari ini, kau bukan lagi putri manja dari Tuan Sterling yang bisa melakukan sesuka hati. Kau adalah istriku, dan kau harus bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di sini. Kau harus belajar cara bersikap, cara bicara, dan cara berpakaian sesuai dengan standarku. Aku tidak ingin ada satu pun orang yang meremehkanmu, karena itu sama saja dengan meremehkanku."

Elara mendengarkan kata-kata Dante itu dengan perasaan yang makin sesak di dadanya. Jadi baginya, peran istri hanyalah soal penampilan dan gengsi semata? "Jadi selama aku bisa menutup mulutku rapat-rapat dan tampil sempurna di depan umum, maka aku dianggap istri yang baik bagimu? Apakah begitu, Dante?" tanyanya dengan nada yang sedikit meninggi, menahan amarah yang mulai naik.

Dante menoleh ke arah Elara, menatap wanita itu dengan tatapan yang semakin tajam. "Jangan salah paham, Elara. Aku tidak memintamu menjadi boneka bisu. Tapi ingatlah posisimu. Dunia tempat kita tinggal ini sangatlah kejam dan penuh tipu daya. Satu kesalahan kecil saja yang kau buat, bisa menjadi bumerang yang menghancurkan kita berdua. Terutama dirimu. Aku melakukan ini bukan semata-mata karena ingin mengaturmu, tapi demi keamanan dan keselamatanmu juga."

"Keamanan? Keselamatan?" Elara tertawa kecil dengan nada sinis. "Apakah memaksaku menikah dengan orang asing yang bahkan tidak peduli perasaanku itu namanya menjaga keselamatan, Dante? Bagimu aku ini apa? Barang dagangan yang sudah kau bayar lunas sehingga sekarang bisa kau miliki sepenuhnya?"

Wajah Dante berubah menjadi dingin seketika. Ia bangkit berdiri dari tempat duduknya, lalu menatap Elara dengan tatapan yang menekan. "Berhati-hatilah dengan ucapanmu, Elara. Kau tahu betul kenapa kita ada di posisi ini sekarang. Ini adalah perjanjian yang sudah disepakati oleh ayahmu dan aku. Kau menyelamatkan ayahmu dan keluargamu dari kehancuran, sedangkan aku mendapatkan pasangan yang pantas untuk menduduki posisi sebagai Nyonya Valtieri. Tidak ada yang namanya pemaksaan di sini. Semuanya sudah atas dasar persetujuan bersama."

"Persetujuan bersama katamu?" potong Elara cepat, air mata mulai menetes di sudut matanya. "Kalau begitu, bagaimana dengan persetujuanku? Apakah kau pernah bertanya padaku apa aku menginginkan pernikahan ini? Apa aku menginginkan hidup seperti ini? Tidak, kan? Kalian semua memutuskan semuanya di belakangku, seolah aku ini barang yang tidak punya perasaan dan keinginan!"

Suara Elara itu terdengar lantang dan bergetar menahan tangis. Ia sudah tidak peduli lagi apakah ucapannya itu akan membuat Dante marah atau tidak. Rasanya beban di dadanya sudah terlalu berat untuk ia tahan sendirian. Ia butuh tempat untuk meluapkan emosinya.

Ruangan itu menjadi hening seketika setelah suara Elara menghilang. Dante menatap wanita itu lekat-lekat, melihat air mata yang mulai mengalir di pipi putihnya. Untuk sesaat, sorot mata hijau gelap pria itu tampak sedikit melembut, seolah ada rasa bersalah yang samar terselip di sana. Namun seketika itu juga, tatapan itu kembali berubah menjadi dingin dan tertutup rapat.

Dante menghela napas panjang, lalu kembali duduk di samping Elara. Ia tidak menghapus air mata di pipi wanita itu, namun suaranya terdengar sedikit lebih tenang dari sebelumnya saat ia bicara.

"Aku tahu ini berat bagimu, Elara. Dan aku tahu kau tidak menginginkan semua ini terjadi," ucap Dante perlahan, nadanya terdengar lebih rendah dari biasanya. "Tapi percayalah, di dunia ini, tidak ada satu pun hal yang benar-benar berjalan sesuai dengan keinginan kita. Kadang kita harus mengorbankan satu hal untuk mendapatkan hal lain yang lebih penting. Ayahmu memilih untuk mengorbankan kebebasanmu demi menyelamatkan keluargamu, dan kau memilih untuk menyetujuinya demi ayahmu. Begitu pula denganku. Aku juga harus melakukan banyak hal yang tidak aku inginkan demi mencapai tujuanku."

Dante berhenti sejenak, menatap lurus ke depan seolah sedang mengingat sesuatu yang jauh di masa lalu. "Dunia yang aku tinggali ini, Elara... sangatlah kotor, gelap, dan berbahaya. Banyak orang yang ingin menjatuhkanku, banyak orang yang ingin melihatku hancur lebur. Dan dengan menjadi istriku, kau juga otomatis menjadi sasaran empuk bagi musuh-musuhku. Makanya aku bersikap tegas dan membuat aturan-aturan ketat. Bukan untuk mengekangmu, tapi untuk melindungimu agar tidak menjadi korban dari pertarungan kekuasaanku ini."

Elara diam saja mendengar penjelasan Dante itu. Ia menoleh ke samping, mencoba mencari kebenaran di balik kata-katanya. Apakah benar Dante melakukan semua ini demi melindunginya? Atau itu hanya alasan manis yang diucapkan pria itu agar ia mau menurutinya? Elara sama sekali tidak tahu. Yang ia tahu hanyalah bahwa di balik kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki Dante itu, tersembunyi bahaya besar yang mengintai di mana-mana. Dan sekarang, ia harus menghadapi bahaya itu bersama pria misterius ini.

Dante menoleh kembali ke arah Elara, lalu mengulurkan tangannya perlahan, menyeka sisa air mata di pipi wanita itu dengan jari-jarinya yang kasar namun hangat. Gerakannya itu tiba-tiba membuat napas Elara tertahan. Ia menatap mata Dante yang kini menatapnya lekat-lekat dengan sorot mata yang sulit diartikan.

"Mulai besok, kehidupan barumu akan benar-benar dimulai. Aku akan mengajarimu segala hal yang harus kau ketahui tentang dunia ini, cara bersikap, cara bicara, dan cara melindungi dirimu sendiri. Tapi untuk malam ini... istirahatlah. Kau pasti lelah sekali hari ini," ucap Dante pelan, lalu menarik tangannya kembali dan bangkit berdiri.

Elara menatap Dante dengan bingung saat melihat pria itu berjalan menuju sofa besar yang ada di sudut kamar itu dan mulai bersiap untuk tidur di sana.

"Kau... tidak tidur di sini?" tanya Elara tanpa sadar bertanya, suaranya terdengar samar di udara.

Dante menoleh ke arahnya, lalu menggelengkan kepalanya sedikit. "Untuk saat ini, lebih baik kita tidur terpisah. Sampai kau benar-benar siap untuk menerima keberadaan ku di sisimu," jawabnya tenang, lalu berbaring di sofa itu dan memejamkan matanya.

Elara terdiam kaku di tempatnya. Entah kenapa, di satu sisi ia merasa lega karena tidak harus berbagi tempat tidur yang sama dengan Dante malam ini. Namun di sisi lain, ada rasa aneh yang tidak bisa ia jelaskan di dalam hatinya saat melihat Dante tidur di sofa yang sempit itu.

Malam itu berlalu dalam keheningan yang panjang. Elara berbaring di atas tempat tidurnya menatap langit-langit kamar yang gelap itu, pikirannya terus berkecamuk memikirkan nasibnya di masa depan. Ia sadar bahwa perjalanan panjang dan sulit masih menantinya ke depan. Dan untuk bisa bertahan hidup di dunia milik Dante yang keras dan berbahaya ini, ia harus menjadi wanita yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih cerdas dari sebelumnya. Ia tidak boleh terus-menerus terpuruk dalam kesedihan dan keputusasaan. Ia harus bangkit dan berjuang demi dirinya sendiri maupun orang-orang yang dicintainya.

Di sudut ruangan itu, Dante terbaring diam di atas sofa dengan mata terpejam. Namun pikirannya tidak sepenuhnya tenang. Di dalam hatinya yang terdalam, pria itu juga menyadari bahwa pernikahan ini membawa konsekuensi besar bagi hidupnya maupun Elara. Dan entah kenapa, wanita itu perlahan namun pasti mulai membuat hatinya yang beku itu bergetar dengan cara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!