NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tamu

"Tan..."

"Tania..."

Tania yang sedang menyiram tanaman dibelakang dikagetkan dengan suara teriakan ibu mertua nya.

Tania buru-buru merapikan kembali selang yang tadi dia pakai buat nyiram tanaman, lalu bergegas kedepan menghadap mertuanya.

"Iya Bu."

"Dari mana aja sih kamu, dipanggil kok lama banget datang nya." Omel Dinda menggerutu kesal melihat Tania yang berdiri dihadapannya.

"Ini siapa Jeng?" Tanya teman sosialita Dinda yang melihat kedatangan Tania.

Di ruang tamu duduk 4 orang wanita yang seumuran dengan mertuanya Tania, penampilan mereka terlihat mewah dengan banyak perhiasan menempel ditangan serta dileher mereka.

"Ooh, ini pembantu saya Jeng....Tania, cepetan kebelakang bikinin minuman buat teman saya, buruan." Titah nya seolah-olah Tania memang pembantu dirumah itu.

Tania sudah kebal dia tidak mengambil hati ucapan mertua nya lagi, toh memang dia kan tidak di anggap sama sekali.

Tania mengangguk sopan, lalu bergegas kebelakang.

"Saya mikir nya tadi itu menantu kamu, istri nya Raka. Soalnya kalau diperhatikan wajah nya kayak mirip istri nya Raka, kan kita waktu itu juga datang ke pernikahan nya putra kamu itu." Timpal wanita satu nya terlihat penasaran.

Dinda tersenyum kaku, dia takut kalau teman nya tau Tania itu menantu nya. Pasti dia bakalan jadi bahan ejekan teman-temannya nanti.

"Lagian Mana mungkin istrinya Raka ber penampilan seperti itu, memang agak mirip sih, tapi aku ingat waktu itu walau makeup nya terlihat sederhana tapi wajah nya tetap kelihatan cantik kok. Iya kan Jeng?" Sela salah satu teman Dinda yang lain.

"Yang pasti istri nya Raka itu cantik dan bersih, masak pembantu disama kan sama menantu saya Jeng. Nanti lah saya kenalkan kalau dia udah pulang." Elak Dinda berbohong di sertai tawa yang terkesan di buat-buat.

"Kenalin lah sesekali, kayak Farah istri nya Davin, bahkan Farah kerap kamu ajak saat kita kumpul-kumpul. Lah, masak istri nya Raka nggak pernah kamu ajak." Celetuk wanita itu lagi.

Meski samar-samar Tania masih bisa mendengar kalau dirinya tengah diperbincangkan kan oleh mertua dan teman-temannya.

Tania memasang wajah setenang mungkin dihadapan tamu mertua nya itu saat dia mengantar air minum kedepan mereka, walau sebenarnya hati nya tetap sakit mendengar setiap hinaan yang keluar dari mulut mertuanya.

"Mari diminum Bu." Ucap Tania ramah sembari menyusun satu persatu gelas berisi teh itu kehadapan para tamu.

***

Setelah melaksanakan sholat magrib, Tania berniat keluar sebentar mau makan malam. Karena dia tau kalau gak ada Raka dirumah pasti dia tidak di izinkan untuk bergabung makan bersama mereka dimeja makan.

Sesampainya didapur Tania mulai membuka kulkas dan mengambil satu telur yang ada di kulkas, karena hanya itu yang tersisa. Sedangkan lauk pauk sudah pasti habis tak tersisa untuk keluarga mertuanya makan.

"Gak papa, dari pada lapar, telur juga nggak papa deh." Gumam Tania sembari meraih wajan dan menuang sedikit minyak kedalam wajan.

Setelah selesai menggoreng, ia menyendok nasi yang hanya tinggal sedikit didalam megic com lalu mengisi perutnya yang sudah sejak tadi meronta minta dikasih makan.

Setelah makan Tania mencuci semua piring bekas makan yang berada di wastafel, yang pasti bekas makan mertua serta adik-adik ipar nya.

"Mbak.... Mbak Tania, bukain pintu, ada yang datang." Baru aja Tania selesai beberes, sudah terdengar suara teriakan dari depan.

Mau tak mau Tania melangkah keruang tamu, disana ada Farah, Sindi, Davin serta Dinda duduk dengan santai nya. Padahal jarak pintu dengan ruang tamu tidak lah jauh, tapi mereka begitu malas hanya sekedar buat bangun bukain pintu.

Tania menghela nafas kecil melihat kelakuan mereka semua.

krek....

Tania terpaku sejenak begitu melihat seorang gadis berparas cantik dengan dress selutut berwarna navy dan rambut terurai lembut sebatas bahu sedang berdiri didepan pintu.

"Hallo...." Sapa nya mengagetkan Tania

"Eh, maaf....Siapa ya?" Tanya Tania reflek

tampak gadis itu memicingkan mata nya menatap Tania.

"Kamu nggak kenal saya? Oh atau kamu ini pembantu baru dirumah ini ya? Oh, pantes kalau kamu belum mengenal saya." Ucap gadis itu membuat mata Tania sedikit membesar dirinya di sangka pembantu oleh gadis itu.

"Bukan, saya bukan pem__

"Mbak Bella....." Teriak Sindi langsung memeluk gadis itu dengan penuh semangat, membuat ucapan Tania terpotong.

Entah sejak kapan gadis itu sudah berdiri dibelakang Tania.

Sindi menarik gadis itu masuk kedalam rumah, mengabaikan Tania yang masih membeku ditempat.

"Ooh, gadis itu namanya Bella, mungkin teman Sindi." Batin Tania menebak.

"Ya ampun Bella, kenapa nggak ngabarin dulu kalau mau datang?" Dinda ikut berdiri menyambut gadis itu.

Hanya Farah yang terlihat biasa saja, bahkan wajah Farah yang tadi nya ceria sekarang terlihat seperti di tekuk.

Tania memilih masuk kedalam kamar nya, Rasanya, tubuh nya yang letih karena bekerja seharian tanpa jeda itu butuh istirahat di atas kasur empuk milik nya.

Namun, tiba-tiba saja langkah nya terhenti ketika telinga nya tidak sengaja mendengar nama suami nya di sebut.

"Mas Raka mana ya Tan? Bella kangen banget sama Mas Raka."

Deg...

Deg...

Jantung Tania berdetak berkali-kali lipat lebih cepat saat mendengar nama suami nya disebut sama wanita secantik Bella.

Batin Tania terus bertanya-tanya, siapa gadis itu? Apa hubungan nya sama Raka?.

"Itu sudah pasti Mbak Bella, Mas Raka pasti senang kalau tau Mbak udah pulang dari luar negeri. Apalagi kalau lihat penampilan Mbak yang sekarang, sumpah cantik banget." Puji Sindi pada gadis yang bernama Bella itu.

"Tapi, tadi Bella sempat nelpon ke nomor nya Mas Raka, tapi nggak diangkat sama sekali." Keluh Bella dengan wajah murung

"Mungkin Raka sedang sibuk, maklum Raka sekarang sedang sibuk mengurus pabrik gula almarhum ayah nya." Dinda merangkul Bella duduk di atas sofa.

Tania tersenyum kecil mendengar suami nya tidak mau mengangkat telpon dari Bella, hati Tania jadi sedikit lebih lega. Dia yakin dan percaya sama suami nya.

Seperti nya akan ada gelombang baru dalam kehidupan Tania berikut nya, bahkan kali ini mungkin akan terlihat lebih dahsyat.

"Kejutan apa lagi ini." Batin Tania merasa resah.

Bagi Tania, apapun rintangan dan halangan akan dia hadapi semampunya. Asalkan bahu suami nya akan tetap kuat dan ada untuk dirinya bersandar dan berlindung.

Tania berniat mau menelpon suami nya dan melihat apakah Raka memang benar-benar sibuk sehingga tidak melihat telpon dari Bella, atau memang sengaja tidak diangkat.

Tut....

Tut....

"Hallo dek...." Sapa Raka begitu cepat mengangkat telpon dari istri nya.

"Mas, kenapa belum pulang?" Tania begitu lega mendengar suara suaminya di seberang sana.

"Sebentar lagi mas pulang kok, ini Mas ada tamu dari luar kota. Makanya Mas telat pulang nya, Kamu nggak papa kan dek?" Dari nada bicara Raka tersirat rasa cemas terhadap istri nya.

"Aku nggak papa kok Mas, tadi aku cuma khawatir saja sama Mas Raka."

"Maaf ya sayang. Mas tadi lupa ngabarin, ini bentar lagi Mas pulang kok."

"Iya Mas, hati-hati ya,"

Perasaan Tania menjadi sedikit lega setelah Raka mengangkat telpon darinya, yang artinya Raka memang sengaja mengabaikan panggilan dari Bella.

Tidak ada yang perlu dia khawatir kan lagi , tugas dia hanya satu, dia harus percaya 100 % sama suaminya.

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!