NovelToon NovelToon
Istri Kecil Tuan Devano

Istri Kecil Tuan Devano

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: adawiya

Alana Wijaya tidak pernah menduga hidupnya akan berubah menjadi neraka dalam semalam. Demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang diambang kehancuran, ia dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Devano Adhitama—seorang CEO arogan yang dikenal sebagai monster berdarah dingin dan harus duduk di kursi roda akibat kecelakaan misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adawiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Bayang-Bayang Masa Lalu

Bunyi getar singkat dari ponsel di atas nakas memutus keheningan intim yang baru saja mengunci ruang gerak mereka. Devano tidak segera melepaskan cengkeramannya pada rahang Alana. Sepasang mata elangnya perlahan melirik ke arah layar gawai yang menyala, menampilkan sebaris kalimat pesan misterius dari nomor yang tidak dikenal.

“Halo, Devano. Pengantin penggantimu sangat cantik. Apakah kau siap menyerahkannya kembali kepadaku? — Mantan Kekasih Alana.”

Atmosfer di dalam kamar utama seketika mendingin secara drastis. Seringai tipis di wajah tampan Devano lenyap, digantikan oleh pembekuan ekspresi yang jauh lebih mengerikan daripada saat ia menghadapi Herman Wijaya di ruang bawah tanah tadi. Aura tirani yang pekat meluap dari tubuh kekarnya, membuat Alana refeks menahan napasnya karena cengkeraman di rahangnya mendadak mengeras.

"T-Tuan Devano... ada apa?" cicit Alana, matanya bergerak gelisah menatap perubahan drastis pada raut wajah suaminya.

Devano tidak menjawab. Pria itu melepaskan cengkeramannya dari tubuh Alana dengan satu sentakan pelan, lalu berbalik dan kembali menduduki kursi roda elektriknya. Dengan gerakan yang sangat tenang namun sarat akan ancaman mematikan, ia meraih ponsel tersebut dan membaca ulang pesan itu hingga buku-buku jarinya memutih.

"Jefri, lacak nomor ini sekarang juga," perintah Devano melalui interkom nirkabelnya. Suaranya rendah, serak, dan mengalun sangat berbahaya. "Cari tahu siapa bajingan yang berani mengirimkan sampah ini ke ponsel pribadiku."

Alana berdiri mematung di dekat dinding kaca, meremas kedua tangannya yang mendadak mendingin. Monolog batinnya bergolak hebat, mencoba mengingat siapa sosok dari masa lalu yang berani menyebut dirinya sebagai "mantan kekasih".

Selama hidup di bawah tekanan keluarga Wijaya, Alana tidak pernah diberikan kebebasan untuk menjalin hubungan romantis. Satu-satunya pria yang pernah mendekatinya sebelum pernikahan paksa ini adalah Rendy—seorang pemuda dari masa kuliahnya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak lima tahun lalu setelah diancam oleh Siska.

Apakah Rendy kembali? Mengapa dia muncul di saat seluruh keluarga Wijaya baru saja runtuh? Pertanyaan-pertanyaan itu menumpuk di kepala Alana, memicu kecemasan baru yang terasa menyesakkan dada.

Tok, tok.

Pintu ganda kamar diketuk dengan ritme cepat. Jefri melangkah masuk dengan wajah yang lebih tegang dari biasanya. Di tangannya, ia membawa sebuah laporan digital yang layarnya berkedip menampilkan koordinat sinyal.

"Tuan Besar, pelacakan nomor tersebut selesai," lapor Jefri dengan nada suara yang sangat teratur namun menahan ketegangan. "Sinyal pesan dikirim dari sebuah kawasan hotel kapsul di dekat pelabuhan lama. Dan berdasarkan manifes penerbangan internasional yang baru kami retas... Rendy surya baru saja mendarat di ibu kota enam jam yang lalu menggunakan paspor palsu."

Mendengar nama surya disebut, rahang Devano mengeras sempurna. Seringai kejam kembali muncul di sudut bibirnya, memancarkan kilat kegilaan obsesi yang sangat pekat ekstrem. "surya... Jadi sisa-sisa tikus dari keluarga rival lama kita masih berani merangkak keluar dari persembunyiannya."

Devano memutar kursi rodanya lambat, mengunci pandangannya pada Alana yang kini berdiri dengan tubuh yang mulai gemetar. "Kau mengenalnya, Alana?"

"Saya... kami hanya teman masa kuliah, Tuan Devano! Saya bersumpah tidak pernah berhubungan lagi dengannya sejak dia pergi lima tahun lalu!" Alana melangkah maju, mencoba membela diri di hadapan tatapan membunuh suaminya. Air mata kecemasan mulai menggenang di sudut matanya. "Saya tidak tahu mengapa dia mengirimkan pesan seperti itu kepada Anda."

Devano tidak membalas pembelaan Alana dengan bentakan. Pria itu perlahan bangkit berdiri dari kursi roda elektriknya, postur tubuh tingginya yang tegap melangkah dengan pasti, memotong seluruh jarak yang tersisa hingga tubuh kekarnya kembali menyudutkan Alana di tepi ranjang besar mereka.

Brak!

Devano mendorong bahu Alana dengan lembut namun penuh penekanan dominan, membuat wanita itu jatuh terduduk di atas sprei sutra abu-abu yang dingin. Devano merangkak naik, memosisikan tubuh besarnya di atas tubuh Alana, mengunci pergerakan pinggang wanita itu di antara kedua lututnya yang kokoh.

Tangan kanan Devano bergerak menjalar ke tengkuk Alana, mencengkeram rambut panjangnya dengan tekanan yang pas untuk memaksa wajah cantik itu mendongak mutlak menatap langsung ke dalam manik mata obsidiannya. Tidak ada ciuman berulang kali ini; ketegangan psikologis (power-play touch) dari tatapannya yang menguliti kesadaran Alana terasa jauh lebih mengintimidasi.

"Aku tidak peduli apa hubunganmu dengannya di masa lalu, Alana," desis Devano dengan suara serak yang sangat rendah dan seksi tepat di depan bibir mungil Alana yang bergetar hebat.

"Kau harus ingat satu hal: seluruh jiwa, raga, dan takdirmu telah kubeli lunas. Siapa pun pria yang berani mengklaim kepemilikan atas dirimu... akan berakhir di dasar jurang yang sama dengan keluarga Wijaya. Kau hanya boleh tunduk pada perintahku, seumur hidupmu," lanjut Devano penuh nada posesif yang mutlak.

Alana hanya bisa mengangguk pasrah, merasakan tarikan napas Devano yang berembus hangat di keningnya saat pria itu mengunci tubuhnya dalam dekapan erat yang tak menyisakan celah untuk melarikan diri di tengah keheningan malam yang sunyi.

Namun, di balik dinding kamar yang kedap suara, sebuah pergerakan rahasia telah dimulai di pelabuhan lama. Rendy surya tidak datang sendirian; ia membawa sebuah dokumen rahasia mengenai asal-usul kelahiran Alana yang sesungguhnya—sebuah rahasia besar yang siap meledakkan sisa-sisa kedamaian di dalam mansion Adhitama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!