NovelToon NovelToon
Tabib Rahasia Sang CEO

Tabib Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.

​Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 五

Pagi itu, Desa Daun Layu tidak sesunyi biasanya. Matahari baru saja naik sepenggalah, menyinari jalanan tanah yang berdebu, namun suasana di depan gubuk reyot milik keluarga Lin mendadak berubah mencekam. Bukan karena ada berita duka, melainkan karena suara deru mesin yang sangat halus namun berwibawa memecah ketenangan desa yang biasanya hanya diisi suara ayam berkokok dan teriakan para petani.

​Tiga buah mobil hitam mengkilap, yang harganya mungkin bisa membeli seluruh tanah di desa itu termasuk seisinya, perlahan merayap melewati jalanan berbatu yang sempit. Debu beterbangan di belakang ban-ban besar mobil itu, namun kemilau cat hitamnya tetap tak tertutup sedikit pun, seolah-olah kemiskinan desa ini tidak berhak mengotori kemewahan tersebut. Para penduduk desa, mulai dari anak-anak yang bertelanjang kaki hingga Nyonya Wang yang masih memegang sapu lidi di depan rumahnya, keluar dengan mulut ternganga.

​"Siapa mereka? Apa ada pejabat besar yang tersesat ke tempat terkutuk ini?" bisik salah satu tetangga dengan nada penuh ketakutan sekaligus penasaran.

​"Lihat! Lihatlah! Mobil-mobil itu berhenti tepat di depan gubuk si gadis pembawa sial Xiaoxi!" seru Nyonya Wang dengan mata melotot. Sapu lidinya hampir jatuh saat ia melihat pria-pria berpakaian jas hitam turun dari mobil. "Pasti gadis pencuri itu akhirnya tertangkap. Aku sudah bilang, mana mungkin orang miskin sepertinya punya beras putih seindah mutiara kalau bukan hasil merampok atau menipu!"

​Di dalam gubuk yang pengap, Chu Yue sedang membantu A-Chen mengenakan pakaian yang lebih bersih meski sudah penuh dengan tambalan di sana-sini. Ia sudah mendengar deru mesin itu sejak mereka masih berada di ujung desa. Indra pendengarannya yang tajam, hasil dari latihan meditasi bertahun-tahun di Kerajaan Ling-Yue, tidak bisa dibohongi. Ia menghela napas panjang, sedikit merasa kesal karena ketenangannya untuk memulihkan tubuh ini terusik lebih cepat dari yang ia perkirakan.

​“Pria kaku dari hutan itu... dia benar-benar tipe penguasa yang tidak tahu arti kata 'nanti',” batin Chu Yue sinis sambil merapikan sisa-sisa nasi di sudut bibir A-Chen.

​Tiba-tiba, pintu gubuk yang sudah reyot itu digetuk dengan pelan namun mantap. Ketukan ini sangat berbeda dengan gedoran kasar Nyonya Wang yang seolah ingin merubuhkan pintu. Ini adalah ketukan yang menunjukkan etika dan rasa hormat yang tinggi. Chu Yue berdiri, merapikan baju lusuhnya seolah itu adalah gaun sutra kekaisaran, lalu membuka pintu dengan gerakan yang sangat tenang.

​Di hadapannya, berdiri Zuo Fan. Pria itu kini mengenakan setelan jas yang jauh lebih rapi daripada saat di hutan kemarin, lengkap dengan kacamata hitam yang segera ia lepaskan begitu melihat wajah jernih Chu Yue.

​"Nona Lin Xiaoxi," ucap Zuo Fan sambil membungkuk dalam, sebuah gerakan yang membuat penduduk desa yang menonton dari kejauhan hampir jatuh pingsan karena terkejut. "Saya Zuo Fan, asisten pribadi Tuan Mo Yan. Kedatangan saya ke sini adalah untuk menjemput Anda secara resmi atas perintah langsung dari Tuan saya."

​Chu Yue melipat tangannya di dada, matanya yang tajam dan tak gentar menatap langsung ke manik mata Zuo Fan. "Sudah kukatakan kemarin di hutan, aku benci keributan. Mengapa kau membawa iring-iringan kereta besi ini ke depan rumahku yang kecil? Kau ingin membuat seluruh orang di desa ini mengira aku adalah buronan?"

​Zuo Fan berdehem, merasa sedikit canggung. Sebagai asisten seorang CEO paling berpengaruh, ia terbiasa membuat orang gemetar ketakutan, namun di depan gadis remaja yang kurus ini, justru ia yang merasa tertekan oleh aura kewibawaannya.

​"Mohon maafkan ketidaksopanan kami Nona. Tuan Mo meminum ramuan yang Anda berikan. Hasilnya memang luar biasa, namun semalam tubuh beliau mengalami reaksi yang sangat kuat. Detak jantungnya menjadi sangat cepat dan suhu tubuhnya naik drastis melampaui batas normal. Beliau merasa bahwa hanya Anda yang memahami apa yang terjadi di dalam pembuluh darahnya. Tuan Mo ingin mengontrak Anda sebagai Konsultan Medis Pribadi dengan kompensasi yang tidak terbatas."

​Mendengar kata "kompensasi tidak terbatas", Nyonya Wang yang sedang menguping di balik pohon mangga hampir saja terjungkal. Otaknya mulai menghitung-hitung berapa banyak tumpukan uang yang dimaksud.

​Chu Yue mendengus kecil, sebuah senyuman meremehkan muncul di sudut bibirnya. "Itu hanya reaksi detoksifikasi. Racun dingin yang sudah bertahun-tahun mengerak di tubuhnya sedang berperang dengan energi hangat dari herba dariku. Dia tidak akan mati, dia hanya merasa seperti dibakar dari dalam karena selama ini dia hidup seperti balok es."

​"Meskipun begitu, Tuan Mo tidak mau mengambil risiko apa pun" lanjut Zuo Fan dengan nada memohon yang sangat halus. "Tuan Mo menawarkan Anda tempat tinggal di pusat kota, pendidikan terbaik untuk adik Anda, dan segala fasilitas mewah yang Anda inginkan. Sebagai gantinya, Anda hanya perlu memastikan kesehatan Tuan Mo stabil dan berada di bawah pengawasan Anda secara langsung."

​Chu Yue melirik A-Chen yang memegang tangannya dengan sangat erat. Ia bisa merasakan telapak tangan adiknya itu berkeringat karena cemas. Chu Yue tahu benar, ini adalah kesempatan yang diberikan takdir. Di dunia modern yang asing ini, ia butuh "pelindung" yang memiliki kekuasaan besar agar ia bisa menggunakan kekuatannya dan mengeksplorasi Ruang Dimensi tanpa dicurigai sebagai penyihir atau orang gila. Menjadi orang kepercayaan Mo Yan adalah tameng paling sempurna yang bisa ia miliki.

​"Baiklah" ucap Chu Yue. Ia sengaja mengeraskan suaranya agar setiap kata yang ia ucapkan terbawa angin sampai ke telinga para tetangga yang masih berbisik-bisik jahat. "Karena Tuan Mo Yan dari Mo Group yang terhormat sangat memohon bantuanku untuk mengobati penyakit langkanya, penyakit yang bahkan dokter-dokter hebat di kota pun tidak sanggup menyentuhnya maka aku, atas dasar rasa kemanusiaan, akan menerimanya."

​Ia berhenti sejenak, memberikan penekanan pada kalimat berikutnya. "Tapi ingat satu hal, Zuo Fan. Adikku Lin Chen, harus ikut bersamaku. Dia harus mendapatkan perawatan kesehatan terbaik, makanan terbaik, dan tidak boleh ada satu orang pun yang berani menyentuh sehelai rambutnya tanpa seizinku."

​"Tentu saja Nona Lin. Semuanya sudah kami siapkan di dalam mobil. Pakaian, makanan, dan segala kebutuhan adik Anda sudah tersedia." jawab Zuo Fan dengan napas lega.

​Zuo Fan kemudian memberi isyarat kepada beberapa pengawalnya yang berbadan tegap. Dengan sigap, mereka mengeluarkan beberapa kotak besar yang terlihat sangat mahal dari bagasi mobil. Di hadapan mata penduduk desa yang melotot, mereka membawa kotak-kotak itu masuk. Ada pakaian dari kain yang terlihat sangat lembut, tumpukan makanan kaleng kualitas tinggi, dan yang paling mengejutkan adalah beberapa gepok uang tunai yang diletakkan begitu saja di atas meja kayu reot milik keluarga Lin.

​"Ini adalah tanda terima kasih awal untuk kesediaan Anda berangkat hari ini." ucap Zuo Fan.

​Chu Yue menoleh ke arah Nyonya Wang yang berdiri tak jauh dari sana. Wanita paruh baya itu kini tampak gemetar, wajahnya pucat pasi seolah baru saja melihat hantu. Chu Yue berjalan mendekat ke arah pintu, menatap Nyonya Wang dengan pandangan yang begitu dingin dan merendahkan, khas seorang putri yang sedang menatap rakyat jelata yang tidak tahu aturan.

​"Nyonya Wang" panggil Chu Yue dengan suara yang tenang namun menusuk. "Tolong jaga gubuk lamaku ini baik-baik selama aku pergi. Seperti yang kau lihat, aku ada urusan yang sangat penting dengan keluarga Mo yang kau sebut 'orang kota' itu. Oh, dan tentang 'beras bagus' yang kau bicarakan kemarin? Mulai hari ini, aku mungkin akan bosan memakannya setiap hari."

​Nyonya Wang hanya bisa melongo, mulutnya terbuka tapi tidak ada satu kata pun yang bisa keluar. Seluruh keangkuhan dan fitnah yang ia siapkan sejak pagi hancur berkeping-keping saat melihat para pengawal Mo Yan membukakan pintu mobil mewah itu untuk Lin Xiaoxi dengan sangat hormat.

​Chu Yue membimbing A-Chen masuk ke dalam mobil. Interior kulit yang sangat mewah dan aroma parfum mahal yang menenangkan di dalam mobil sama sekali tidak membuatnya takjub. Ia duduk dengan punggung tegak, dagu sedikit terangkat, dan tatapan mata yang lurus ke depan, sebuah gestur yang secara alami menunjukkan bahwa ia memang terlahir untuk berada di tempat seperti ini.

​A-Chen duduk di sampingnya, matanya berbinar-binar menatap dashboard mobil yang penuh dengan lampu-lampu canggih. "Jie-jie, apakah kita benar-benar akan pergi ke kota yang besar itu? Apakah di sana tidak akan ada lagi orang yang mengejek kita?"

​Chu Yue mengusap rambut adiknya dengan lembut. "Iya A-Chen. Mulai hari ini, tidak akan ada lagi yang berani menyebutmu anak miskin. Kita akan mendapatkan semua yang seharusnya menjadi milik kita."

​Mobil-mobil itu perlahan mulai bergerak, meninggalkan debu yang mengepul di jalanan desa yang sunyi. Dari jendela kaca film yang gelap, Chu Yue menatap pemandangan desa yang perlahan menjauh. Ia tahu, perjalanan menuju kota ini bukan sekadar pindah tempat tinggal, melainkan langkah awal menuju medan pertempuran baru yang dipenuhi dengan gedung pencakar langit, teknologi canggih, dan hati manusia yang mungkin jauh lebih beku dan licik daripada penyakit Mo Yan.

​“Mo Yan... kau telah memberiku panggung yang mewah.” batin Chu Yue sambil tersenyum tipis yang penuh misteri. “Tapi kau harus ingat, berurusan dengan seorang Putri Tabib berarti kau telah menyerahkan sebagian dari hidupmu untuk aku kendalikan.”

​Iring-iringan mobil mewah itu pun melesat, membawa sang Putri Tabib yang menyamar sebagai gadis desa menuju takdir baru yang akan mengguncang seluruh tatanan dunia modern.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas kau bilang aku dah lama ngga baca novel mu/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahaha sku gk ngeh🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
elehhh mulut mu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 buhahahaha
total 1 replies
mery harwati
Mo aq kasih bunga online agar hatimu tetap berbunga bunga selalu dengan Xi'er😄
mery harwati
Untung jaman modern, klo jaman masih kerajaan & Mo Yan modus pengen dipeluk Xi'er, bisa dipenggal kepalanya oleh prajurit 😛
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Zou Fan langsung balik badan doong /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Keyeenn Xi'er 👏👏🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alahhhh bilang dong kalau mau di peluk, hai saya dasar tuaaa👀👀
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tua gak thu😭😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waaww teyeennn 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti bau banget itu 🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan balik badan Zou Fan, bukankah kelakuan mereka lebih seru untuk ditonton dari drama manapun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Biar gantian, Zou Fan yg blingsatan nyari ayang🤣🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Maaf ya Xi'er aku udah sejojon sama kamu, aku pikir pesta ini akan porak poranda oleh tingkah ajaibmu🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yakkk kenapa kau sangat jahat kepadaku yg imut ini😑 kenapaaaaa😑
total 1 replies
mery harwati
Xi'er tunjukan pesonamu pada dunia bersama Mo Yan 💪
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Xi'er: siapa yg mau di cintai oleh tuan kaku rasanya hidupku akan hambar ketika aku dicintai oleh dia😑🤣 (masih malu malu kucing dia mah)🤣
total 3 replies
Mila Sari
aku tidak sabar dengan ceritanya,, kira2 apakaah mereka saling hatuh cinta,, Thor semangat
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ahhh terimakasih 🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo Xi'er, keluarkan bubuk² ajaibmu/Determined/
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mantap terimakasih 🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
What, tiga jam?🤣🤣 aku aja waktu nikah didandani cuma sejam aja udah pegel plus ngantuk🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nama juga mua internasional 🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bayangkan, seberapa baunya ramuanmu Xi'er/Gosh/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jgn dibayangkan plis😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngga kenalan ma Dugong Xi? kenalan lahhh biar bisa di ajak nyari mutiara
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dugong nda thu🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu takjub dengan kesabaran Mo Yan, entahlah kalo aku🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: harus bisa sabar kl sama Xi'er tktnya kl gk sabar kuping nya mp yan makin panas krn denger omelan Xi'er
total 1 replies
Mila Sari
Thor tolong donk up nya yg banyak, biar tambah greget bacanya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: besok ya🤣🤣🤣 hari ini blm bisa berpikir🫣🫣🫣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Besok2 ajak Xi'er naik2 kepuncak gunung Mo 💃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Dih 🤣🤣 /Facepalm/
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!