gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Balapan pun di mulai, dan yang memimpin adalah El juga William, tapi di balik itu semua ada satu peserta yang sedang tersenyum licik karena akan melancarkan aksi nya untuk mencelakai seseorang.
saat sampai di tikungan paling akhir peserta yang berniat licik itu berhasil mengejar William dan El.
William sendiri sadar dengan keadaan, jangan kalian pikir dia bodoh dan tidak tau jika akan ada insiden malam ini.
Dan El sendiri juga tau akan ada kecurangan, tapi selagi tidak menganggu nya maka dia tidak akan ambil pusing.
pria licik itu pun menambah laju motor nya tepat saat akan menendang motor William, justru El yang tidak tau apa-apa juga terkena imbas nya hingga motor nya terjatuh.
Sedangkan si pelaku malah terus menambah laju motor nya menuju garis finish, dan untuk William sendiri dia tidak terjatuh karena menghindar karena itu yang terkena malah El.
"Ckck malah gue yang kena. " gerutu El berusaha bangkit, tapi kaki nya terasa sedikit sakit.
"Queen lo oke.? " tanya Jack yang membantu El untuk bangun.
"Gue oke. " ucap El berjalan tertatih.
Bugh
Bugh
"apa mau lo, jangan lo pikir gue ga liat semua nya. " ucap Al dengan wajah memerah dan dada nain turun.
"Apa sih, ga ada urusan nya sama lo. " ucap pria itu tersenyum penuh ejekan.
"Lo mau bikin temen gue celaka. " ucap Al menatap dingin pria sialan ini.
"Bukti nya mana haa, temen lo baik-baik aja. " ucap pria itu yang semakin menantang ketua geng Venom itu.
Bugh
Bugh
Krekkk
Arrghhh
Pria itu telah salah mengusik geng Venom, jangan harap akan baik-baik saja setelah mengusik ketenangan mereka.
"Berhenti"
Ucap suara yang tak kalah dingin seperti suara Al tapi dalam versi cewek nya.
El mendekati kerumunan itu dan mata nya bersitatap dengan Al, walaupun El masih menggunakan hell fullface nya.
"Ga usah berbuat kekerasan di depan semua orang,, lo dan temen lo ga ada yang rugi, kalau mau balas dia ga usah stengah-stengah, di sini banyak saksi yang akan bikin lo dalam masalah. " ucap El membuat Al terdiam dan berhenti dengan aksi nya.
"Gue bukan belain lo atau pun dia, karena disini yang rugi gue, tempat sepi ga ada orang disana jauh lebih bagus. " ucap El segera pergi setelah motor nya di berdirikan oleh Jack.
"Gue cabut Jack. " ucap El segera melajukan motor nya menuju kediaman papa nya.
Sedangkan Al sendiri masih terdiam, bukan dia tak paham maksud gadis itu, Al sangat paham maksud gadis itu.
"anjir kagak paham gue maksud nya. " ucap Bagas yang memang tidak paham.
"bawa dia. " ucap Al kepada Ryan dan Nino agar membawa pria yang berniat mencelakai William.
Ryan dan Nino pun menurut, kedua nya membawa pria itu pergi, sedangkan si pria memberontak meminta di lepaskan.
"Cari tau kalau lo penasaran. " ucap William pada Al yang terdiam.
"maksud lo.? " tanya Al pada William.
"motornya, apa lo ngerasa ga asing dengan motor nya. " ucap William yang memang baru sadar jika motor yang di gunakan Queen itu sama dengan motor si anak baru.
Al terdiam cukup lama, setelah nya dia baru sadar dengan apa maksud dari William.
"Cabut." ucap Al meninggalkan tempat itu, setidaknya dia sudah tau siapa gadis yang di panggil Queen oleh Jack.
El sendiri sampai di rumah papa nya, dan keadaan rumah nampak sepi sekali.
"Non El. " ucap pelayan kepada El.
"itu non, semua nya sedang pergi ke rumah sakit karena Den Deon masuk rumah sakit. " ucap pelayan itu pada El.
"Hmm." jawab El dengan deheman, dan kembali melanjutkan langkah nya menuju kamarnya.
El sudah tau jika Deon pasti akan di bawa ke rumah sakit, karena pria yang di pukuli di area balapan adalah Deon.
Bisa saja ketua geng itu membawa Deon menjauh dari keramaian dan untuk saja hanya di pukuli tidak di bunuh.
El membersihkan diri dan setelah nya berbaring di tempat tidur, mata yang terlalu mengantuk membuat El cepat tertidur.
Pagi hari nya El bangun kesiangan, karena lelah sehabis jatuh semalam membuat dia tertidur lebih lama.
El memutuskan untuk tidak masuk sekolah, dia tak peduli jika di sebut murid baru tak tau aturan, lagi pula saat ini papa nya pasti sedang sibuk mengurus Deon, jadi mana sempat untuk memaki nya.
"Sarapan nya sudah siap non. " ucap pelayan kepada El yang baru saja keluar kamar.
"Iya." jawab El yang segera sarapan.
Setelah sarapan El pun memulai aksi nya, El sengaja tak masuk sekolah karena ingin mencari lebih banyak informasi mengenai ibu tiri nya itu dan selingkuhan nya.
Ceklek
El memasuki kamar papa nya dan ibu tiri nya.
"untung kamar nya engga di kunci. " gumam El yang segera masuk dan mulai mencari apa pun itu yang menunjukkan ibu tiri nya itu selingkuh.
"Ckck malah ga nemu apa-apa, gue pengen tau siapa selingkuhan nenek lampir itu. " ucap El yang kembali mencari.
"ketemu juga. " ucap El saat menemukan kertas nama.
"Daniel Handaru. "gumam El membaca nama di kartu itu.
"jangan jangan ini pacar dia. " ucap El yang segera mengambil kartu nama itu dan menyimpan nya di dalam kantong baju nya.
El segera keluar setelah memastikan kamar itu tetap rapi seperti pertama kali El masuk.
"Gue harus selidiki orang ini. " ucap El saat sudah sampai di dalam kamar nya.
"El keluar kamu. " teriakan itu membuat El segera menyimpan kartu nama yang dia temukan.
El segera keluar kamar menemui papa nya yang sedang memanggil nya itu.
plak
"Kenapa kamu bolos sekolah lagi El, baru satu hari masuk sekolah dan kamu sudah kembali membuat masalah. " murka tuan Arya yang menampar keras wajah El.
"El telah bangun. " jawab El yang memang ada nya begitu.
"Memang nya kemana kamu di malam hari,? apa pergi menjual diri. " sentak tuan Arya , dan El sendiri hanya diam saja dan tidak berani melawan.
"Pergi kamu dari rumah ini dan jangan kembali sebelum kamu sadar kesalahan mu. " ucap tuan Arya mengusir El dari rumah itu.
El sendiri segera pergi tanpa bantahan, justru bagus jika dia di usir, maka akan banyak waktu nya untuk mencari tau selingkuhan Hana nenek lampir itu.
"Rasakan itu anak sialan, lihat saja akan saya buat kamu keluar selama nya dari rumah ini. "batin Hana ibu tiri El yang memang sangat benci dengan El.
El sendiri sangat yakian jika dia ketahuan bolos sudah pasti ada nya campur Hana, kalau tidak mana mungkin papa nya meninggalkan Deon di rumah sakit sendiri saja.
"lihat saja Hana, dan tunggu bagaimana saya menghancurkan kamu dan anak kamu itu. " batin El yang bertekad akan menghancurkan ibu dan anak itu.
*****