NovelToon NovelToon
Mawar Beracun Sang Menantu

Mawar Beracun Sang Menantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Warning!!

***
Mawar datang ke keluarga terpandang itu sebagai menantu yang sempurna.

Cantik, lembut, dan tampak penuh bakti.

Namun di balik senyumnya yang manis, tersimpan dendam yang telah ia rawat selama bertahun-tahun.

Pernikahannya bukan tentang cinta.

Melainkan jalan untuk menghancurkan keluarga Black dari dalam.

Semua berjalan sesuai rencana… hingga satu hal mulai menggoyahkan tekadnya.

Suaminya.

Arestio Black mencintainya dengan tulus. Tanpa curiga. Tanpa syarat.

Tetapi ketika kebenaran akhirnya terungkap, cinta berubah menjadi luka paling dalam.

***

“Apa selama ini… kamu hanya memanfaatkan ku, sayang ?” bisik Arestio, suaranya retak.

Mawar tersenyum tipis, mata-nya berkabut. “Jika iya… apa kamu masih ingin memeluk ku, suamiku ?”

Di antara hasrat, tipu daya, dan rahasia masa lalu,
balas dendam berubah menjadi permainan perasaan yang mematikan.

Karena terkadang… racun paling berbahaya bukanlah kebencian. Melainkan cinta yang tumbuh di tempat yang sala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Selangkah lebih maju

0o0__0o0

Dresto membeku sesaat. Rahangnya mengeras, napasnya memburu menahan emosi yang tiba-tiba tersendat.

"Siapa ?" geramnya rendah, kesal karena momen panasnya itu terputus.

Namun Mawar justru semakin santai. Ia memiringkan kepala, menatap Dresto dengan senyum tipis penuh kemenangan.

"Kamu pikir aku datang tanpa rencana ?" bisiknya pelan, menusuk.

TOK!

TOK!

TOK!

Ketukan itu kembali terdengar, kali ini lebih keras. Disertai suara seseorang di luar yang memanggil nama Dresto dengan nada mendesak.

Dresto mengumpat kasar. Tangan-nya yang tadi mencengkeram paha Mawar kini terlepas perlahan, meski sorot matanya masih menyala penuh hasrat dan amarah.

"Ini belum selesai, Rose" ucapnya dingin, nyaris seperti ancaman.

Mawar tertawa kecil, lalu merapikan pakaian-nya dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

"Oh, aku justru berharap ini belum selesai," balasnya lembut, namun sarat tantangan. "Karena permainan ini... baru saja di mulai, Kakak Ipar."

Ketukan di pintu berubah menjadi gedoran.

Dresto menatap Mawar tajam beberapa detik lagi, lalu berbalik dengan langkah berat menuju pintu.

Sementara itu, Mawar berdiri di belakang-nya, matanya menyipit penuh perhitungan.

Senyum-nya perlahan memudar… berganti dengan tatapan dingin.

Karena bagi Mawar—ini bukan sekadar permainan. Ini adalah awal dari dendam yang ia rancang.

0o0__0o0

Klek!

Pintu terbuka kasar.

Dresto berdiri di ambang pintu yang terbuka seperempat, tubuhnya bersandar santai namun tatapan-nya tajam menelusuri sosok di depan-nya—adiknya sendiri.

"Ada apa ?" tanyanya datar, nyaris tanpa emosi.

"Di mana istriku, Kakb?" tanya Ares cepat, tanpa basa-basi.

Alis Dresto sedikit terangkat. "Kenapa kau menanyakan-nya padaku ?"

Ares mengangkat ponselnya, menunjukkan layar chat. "Karena dia bilang ada di kamar kamu."

Di layar itu, nama kontak bertuliskan My Beautiful Wife terpampang jelas.

Nama kontak kecil itu seperti tamparan tak kasat mata bagi Dresto.

Rahang-nya mengeras.

Ada sesuatu yang bergejolak di dadanya—bukan sekadar kesal.

Cemburu.

"Sial…" geramnya dalam hati. "Seharusnya aku yang jadi suaminya, bukan Ares."

Namun wajahnya tetap tenang. Terlalu tenang.

"Kalau dia bilang begitu… mungkin dia salah kamar." ucapnya ringan, nyaris meremehkan.

Ares mengernyit. "Mawar gak mungkin salah." Belum sempat ia melanjutkan—

Bugh!

Suara benda jatuh terdengar dari dalam kamar.

Keduanya langsung terdiam.

"Itu suara apa ?" tanya Ares tajam.

Dresto refleks menggeser tubuhnya, menutup sebagian pintu. Tak ingin memberi cela.

"Gak ada apa-apa. Kamu hanya salah dengar, Res."

Gerakan-nya terlalu cepat.

Terlalu mencurigakan.

"Menjauh, Kak." suara Ares berubah dingin.

Dresto tidak bergerak.

Sepersekian detik, mereka saling tatap. Tegang. Penuh tekanan.

"Jangan paksa aku masuk dengan cara jasar." ucap Ares pelan, tapi jelas mengancam.

Dresto menyeringai tipis. "Kau pikir kau bisa ?"

Tak ada jawaban.

Ares langsung mendorong pintu itu dengan keras.

BRAK!

Pintu terbuka lebar.

Dan di sana—

Mawar berdiri di tengah kamar. Napasnya tak beraturan. Rambutnya sedikit berantakan. Tatapan-nya… sulit di baca.

"Ares…" suaranya pelan.

Ares membeku. Matanya bergerak cepat, menangkap setiap detail.

Ada yang tidak beres.

Sangat tidak beres.

"Apa yang terjadi di sini ?" tanyanya rendah.

Dresto melangkah masuk santai, seolah semua ini bukan apa-apa.

"Menurutmu ?" ucapnya ringan, namun sudut bibirnya menyimpan sesuatu.

Mawar menelan ludah. Tatapan-nya beralih dari Ares… ke Dresto… lalu kembali lagi.

"Aku… memang ke sini, Yank." ucapnya pelan.

Ares mengepalkan tangan. "Untuk apa, Sayang ?"

Mawar menarik napas. "Karena Kak Dresto yang minta."

Dresto langsung menoleh tajam. "Jaga ucapan mu."

Nada suaranya rendah. Mengancam.

Mawar sedikit tersentak. Bahunya menegang. "A-aku cuma ambil berkas…" lanjutnya pelan. "Tapi…"

"Tapi apa ?" potong Dresto cepat.

Mawar terdiam. Jari-jarinya saling mencengkeram. Ia melirik Ares—sekilas, seolah meminta perlindungan.

"Aku sudah bilang mau pergi…" suaranya melemah. "Tapi Kak Dresto… nahan aku."

Suasana langsung berubah.

Ares menatap Dresto perlahan. "Apa maksudnya itu, Kak ?"

Dresto terkekeh pelan, mencoba menguasai keadaan. "Dia melebih-lebihkan."

Namun Mawar kembali bicara—

"Aku gak bohong, Yank."

Kalimat itu pelan… tapi menghantam.

"Dia kunci pintu. Bilang aku harus dengerin dia dulu…" lanjutnya, suaranya bergetar.

Ares mencengkeram kuat kerah Dresto. "Apa yang lo lakukan ke istri gue ?" Tanyanya.

Bahkan nada suaranya berubah lebih dingin. Tak ada lagi nada menghormati seperti sebelumnya.

Dresto menyeringai, meski sorot matanya mulai berubah. "Kenapa ? Takut kehilangan ?" Tatapan-nya sengaja melirik Mawar. "Dia cantik. Siapa pun pasti—"

BRAK!

Ares mendorong kasar Dresto menghantam ke dinding.

"Jaga mulut lo!" geramnya. "Mawar istri ku." Tekan-nya.

Dresto terkekeh, meski napasnya sedikit tertahan. "Kalau lo yakin dia milik lo… harusnya lo gak segampang ini kepancing."

"Diam!"

"Kecuali…" lanjut Dresto pelan, menusuk, "…lo sendiri ragu."

BUGH!

BUGH!

Tinju Ares mendarat keras di wajah sang kakak.

Darah tipis mengalir di sudut bibir Dresto.

Namun sebelum semuanya makin liar—

"Dan… dia bilang…"

Suara Mawar kembali menghentikan segalanya.

Keduanya menoleh.

Mawar menatap Dresto.

Lama.

Dalam.

"Kalau aku gak nurut… dia bakal bikin masalah buat rumah tanggaku."

Hening.

Kalimat itu seperti vonis.

Ares menatap kakaknya dengan sorot yang kini gelap.

"Lo… ngancem istri gue ?"

Untuk pertama kalinya, Dresto kehilangan kata.

Dan di balik ketegangan itu—

Mawar menunduk pelan. Menyembunyikan senyum tipisnya.

0o0__0o0

Ares menatap Dresto dengan sorot dingin yang belum pernah terlihat selama mereka hidup serumah sedari kecil.

Bukan sekadar marah.

Tapi penuh peringatan.

"Mulai sekarang," ucapnya pelan, namun tegas, "jangan pernah panggil atau dekati istri gue lagi."

Suasana hening. Mencekam.

Dresto menyeka darah di sudut bibirnya, lalu tertawa pendek. "Lo pikir lo bisa ngatur gue ?" Ucapnya tenang. "Dari dulu sampai sekarang status lo tetap di bawah gue, Adikku."

Ares tidak terpancing.

Ia justru berbalik, mendekati Mawar.

Tangan-nya terulur, meng-genggam pergelangan tangan istrinya dengan hati-hati. Berbeda jauh dari caranya memperlakukan Dresto.

"Ada yang luka, Yank ?" tanyanya khawatir. Memeriksa tubuh Mawar dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Mawar menggeleng pelan.

Tatapan-nya sedikit melunak. Namun ia tetap memainkan perannya dengan sempurna—terlihat rapuh, seolah butuh di lindungi.

Ares meng-hembuskan nafas'nya lega, menatap Mawar penuh dengan cinta.

"Lain kali, kalau dia manggil, gak usah datang." ucapnya tegas. "Langsung bilang ke aku aja. Paham ?"

Mawar mengangguk kecil. "Iya…"

Ares kemudian menariknya mendekat, memposisikan tubuhnya sedikit di depan Mawar—seakan menjadi tameng hidup antara dia dan Dresto.

Gestur itu jelas.

Protektif. Posesif.

Dresto memperhatikan semua itu dengan rahang mengeras. Ada sesuatu yang semakin terbakar di dalam dirinya.

Ares menatap-nya sekali lagi. Sorot matanya tajam. "Kalau gue sampai lihat lo ganggu Istri gue lagi…"

Ia tidak melanjutkan.

Namun ancaman-nya terasa nyata di udara.

Tanpa menunggu respon, Ares langsung menggandeng Mawar keluar dari kamar.

Langkah mereka mantap.

Namun tepat sebelum benar-benar melewati ambang pintu—

Mawar berhenti.

Ares menoleh. "Kenapa ?"

Mawar tidak langsung menjawab.

Perlahan… ia menoleh ke belakang.

Menatap Dresto.

Tatapan yang tadi terlihat rapuh—

Kini berubah.

Dingin.

Licik.

Dan tanpa peringatan. Ia mengangkat tangannya. Menunjukkan jari tengah tepat ke arah Dresto.

Senyum-nya menyeringai tipis.

Mengejek. Menantang.

Seolah berkata: aku yang menang.

Mata Dresto langsung menggelap. Tubuhnya menegang, tangannya mengepal kuat. Namun sebelum ia sempat bereaksi—

Mawar sudah berbalik lagi. Wajahnya kembali berubah lembut saat menghadap Ares.

"Ayo pergi, Suamiku…" ucapnya pelan.

Ares mengangguk, tak menyadari apa yang baru saja terjadi di belakangnya. Ia meng-genggam tangan Mawar lebih erat.

Lalu membawa istrinya pergi.

Meninggalkan Dresto sendirian di dalam kamar, dengan amarah yang kini membara tanpa kendali.

0o0__0o0

✨ Selamat Hari Raya ✨

Untuk kalian, para pembaca setia yang selalu menemani setiap kata, setiap konflik, dan setiap emosi dalam cerita Author..

Terima kasih telah bertahan, merasakan, dan mencintai kisah yang aku tulis. Tanpa kalian, cerita ini hanyalah rangkaian kata tanpa makna.

Di hari yang penuh berkah ini, semoga hati kita kembali bersih, luka-luka terobati, dan kebahagiaan selalu menyertai langkah kalian. 🤍

Mohon maaf lahir dan batin, jika dalam setiap tulisan ada kata yang kurang berkenan.

Semoga kebahagiaan, cinta, dan harapan baru selalu hadir di hidup kalian—seindah ending hidup yang kita semua impikan.

Love sekebon 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak.

1
Jojo Marjoko
ngesot gak tuh 🤭🤭🤭🤭 othornya melawak di tengah ketegangan 🤭🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
si presto mintak di sleding otaknya tuh 🤣🤣🤣🤣 jahat bet dah mah Ares
mrahboy Hboy
bagus ares😍😍😍😍 jadi laki jangan lembek...apalagi istrimu banyak yang ngincer👍👍👍
Selindia Morenas
Anjai, Ares mengerikan sekali epribady 🤣🤣🤣🤣 tapi gue suka 😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
antara tegang dan pengen ngakak bayangin LC ngesot kayak suster🤣Aresmu setia Mawar gak akan tergoda selain dengan mu Dreso lebih jahat dari iblis dan binatang emang
Selindia Morenas
gas.. update nya Thor 💪💪💪
mrahboy Hboy
ayo rose....cepat selamatkan suamimu😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
kasihan Ares tak tau apa-apa malah jadi korban
Selindia Morenas: gue heran, mereka adik kakak tapi kayak musuh bebuyutan 🤭🤭🤭
total 1 replies
Qorey
lanjut thor
Selindia Morenas
siapakah itu ?
Selindia Morenas
mangkanya jaga suaminya yang bener....entar di gondol perempuan lain ... ngamok 🤣🤣🤣
Selindia Morenas
mawar benar-benar pemain 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
lanjutkan Thor.....💪💪💪💪 semakipenasaran akoh🙏 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
Mawar memang pintar 😍😍😍😍
mrahboy Hboy
menyala mawar 😍😍😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
salfok sama Mawar apa sudah pakai celana dalam 🤭🤭🤭
soalnya diumpetin sama papa mertua 🤣🤣🤣🤣
Jojo Marjoko
Terkadang perhatian kecil yang di abaikan justru nampak sangat berarti 😄😄😄😄 dan mawar pintar mencari cela itu 😍😍💪💪
Mita Paramita
🔥🔥🔥
sasip
sama seperti kejahatan, perselingkuhan pun bisa terjadi karena ada kesempatan.. 😉🤭😅
Qorey
bermain cantik kau mawar😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!