Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Ujian Para Jenius
Tujuh hari berlalu dengan cepat.
Pagi itu Goo Yoon berdiri di depan sebuah gunung besar yang menjulang tinggi ke langit. Kabut tipis menyelimuti puncaknya, sementara jalan batu panjang mengarah menuju gerbang besar di atas.
Di atas gerbang itu terdapat tulisan besar:
Sekte Naga Perak.
Di depan gerbang sudah berkumpul puluhan orang muda dari berbagai tempat. Mereka semua datang dengan tujuan yang sama—mengikuti ujian masuk Sekte Naga Perak.
Beberapa dari mereka membawa pedang mahal. Beberapa memakai pakaian murid dari sekte kecil. Ada juga yang datang bersama pengawal keluarga mereka.
Goo Yoon hanya berdiri dengan pakaian sederhana dan pedang kayu di pinggangnya.
Beberapa orang langsung meliriknya dengan tatapan aneh.
“Lihat itu... pedang kayu?”
“Dia datang untuk ikut ujian sekte?”
“Sepertinya hanya anak desa.”
Bisikan kecil mulai terdengar di antara para peserta.
Namun Goo Yoon tidak mempedulikannya. Tatapannya hanya tertuju pada gerbang besar di depannya.
Tidak lama kemudian, pintu gerbang perlahan terbuka.
Beberapa murid Sekte Naga Perak keluar dan berdiri berbaris.
Di belakang mereka muncul seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah hitam dengan lambang naga perak di dadanya.
Itu adalah Han Jiseok.
Matanya menyapu seluruh peserta.
“Hari ini kalian akan mengikuti ujian masuk Sekte Naga Perak,” katanya dengan suara tegas.
“Namun hanya sepuluh orang yang akan diterima.”
Beberapa peserta langsung terlihat tegang.
Han Jiseok melanjutkan.
“Ujian pertama adalah ujian kekuatan.”
Di belakangnya, para murid sekte membawa keluar sebuah batu besar berwarna hitam.
Batu itu terlihat sangat berat.
“Pukul batu ini dengan kekuatan kalian,” kata Han Jiseok.
“Siapa pun yang bisa meninggalkan bekas pukulan akan lolos ke tahap berikutnya.”
Para peserta mulai maju satu per satu.
Seorang pemuda tinggi dengan pakaian mewah melangkah maju lebih dulu.
“Aku dari keluarga pendekar Hwang!”
Ia mengangkat pedangnya lalu menebas batu itu dengan keras.
CLANG!
Sebuah goresan kecil muncul di permukaan batu.
Beberapa orang langsung bertepuk tangan.
“Bagus,” kata salah satu murid sekte.
Pemuda itu lolos ke tahap berikutnya.
Peserta lain mulai mencoba.
Beberapa berhasil meninggalkan bekas kecil.
Namun lebih banyak yang gagal.
Ada yang pedangnya terpental.
Ada yang bahkan hampir menjatuhkan dirinya sendiri karena kekuatan batu itu.
Ketika giliran Goo Yoon tiba, beberapa orang kembali berbisik.
“Itu anak pedang kayu.”
“Dia pasti gagal.”
Goo Yoon berjalan maju dengan tenang.
Han Jiseok memperhatikannya dengan tatapan penuh minat.
Goo Yoon berdiri di depan batu hitam itu.
Ia tidak langsung menyerang.
Ia memejamkan mata sejenak.
Mengatur napas.
Mengingat kembali latihan di pegunungan.
Lalu perlahan ia mengangkat pedang kayunya.
Beberapa peserta tertawa kecil.
Namun detik berikutnya—
WHOOSH!
Pedang kayu itu bergerak cepat.
TOK!
Suara pukulan terdengar jelas.
Semua orang langsung menatap batu itu.
Awalnya tidak ada yang terjadi.
Namun beberapa detik kemudian—
Retakan tipis mulai muncul di permukaan batu hitam itu.
Retakan itu semakin panjang hingga membelah sebagian permukaan batu.
Seluruh tempat itu langsung sunyi.
Para peserta menatap Goo Yoon dengan mata lebar.
“Tidak mungkin...”
“Dia memakai pedang kayu!”
Han Jiseok juga sedikit terkejut.
Ia tahu Goo Yoon berbakat, tetapi bahkan ia tidak menyangka hasil seperti itu.
Salah satu murid sekte segera berkata dengan gugup.
“Lulus!”
Goo Yoon hanya mengangguk lalu berjalan kembali.
Namun di antara para peserta, seorang pemuda dengan pakaian merah menatap Goo Yoon dengan tatapan tajam.
Pemuda itu memiliki aura kuat yang berbeda dari yang lain.
Ia tersenyum dingin.
“Menarik.”
“Sepertinya ujian ini tidak akan membosankan.”
Ujian pertama baru saja selesai.
Namun Goo Yoon tidak tahu bahwa mulai saat ini, ia telah menarik perhatian banyak orang.
Baik teman...
Maupun musuh.
yg bner mn nih?
Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/