NovelToon NovelToon
Setelah Kita Berpisah

Setelah Kita Berpisah

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kebangkitan pecundang / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Ariel tak menyangka pernikahannya dengan Luna, wanita yang sangat dicintainya, hanya seumur jagung.

Segalanya berubah kala Luna mengetahui bahwa adiknya dipersunting oleh pria kaya raya. Sejak saat itu ia menjelma menjadi sosok yang penuh tuntutan, abai pada kemampuan Ariel.

Rasa iri dengki dan tak mau tersaingi seolah membutakan hati Luna. Ariel lelah, cinta terkikis oleh materialisme. Rumah tangga yang diimpikan retak, tergerus ambisi Luna.

Mampukah Ariel bertahan ataukah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;👇

"Setelah Kita Berpisah" karya Moms TZ bukan yang lain.

WARNING!!!
cerita ini buat yang mau-mau aja ya, gaes.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5#. Gara-gara tas

Dengan penuh semangat, Ita langsung menghubungi distributor tas branded tersebut. Memesan tas yang diinginkan Luna dengan menggunakan kartu kredit miliknya. Sementara Luna dan Runi menunggu dengan harap-harap cemas.

"Alhamdulillah," Luna merasa sangat bahagia dan puas, ketika Ita memberitahunya bahwa tas yang di maksud masih tersisa satu buah. Akhirnya, ia bisa memiliki tas yang diimpikannya, tanpa harus menunggu berbulan-bulan.

Beberapa hari kemudian, Luna mendapat notifikasi dari aplikasi jasa pengiriman. Paket tasnya akan tiba hari ini. Ia merasa sangat senang dan tidak sabar untuk segera melihat tas tersebut. Ia berencana akan langsung memamerkannya kepada teman-temannya di kantor besok.

Sore itu, Ariel pulang lebih cepat dari biasanya karena timnya berhasil memenuhi target yang ditentukan. Dia begitu gembira dan akan mengajak istrinya makan bersama karena mendapatkan bonus dari kantor.

Namun, saat tiba di rumah, dia melihat seorang kurir sedang berdiri di depan pintu sambil memegang sebuah paket.

"Paket untuk Ibu Luna, Pak." kata kurir itu.

Ariel mengernyitkan dahi. Dia tidak tahu bahwa Luna sedang memesan sesuatu. "Saya suaminya. Biar saya saja yang terima," jawab Ariel.

Setelah menerima paket itu, Ariel masuk ke dalam rumah. Dia meletakkan paket itu di atas meja ruang tamu dan memerhatikannya dengan seksama. Dia melihat logo sebuah merek tas mewah yang sangat familiar di kotak itu.

Jantung Ariel berdegup kencang. Dia mulai merasa curiga lalu mengambil pisau dan membuka paket itu dengan hati-hati.

Betapa terkejutnya saat melihat sebuah tas mewah yang sangat dia kenali. Tas yang selama ini diinginkan oleh Luna.

"Jadi, Luna diam-diam nekad membeli tas ini?" Rahang Ariel mengeras. Dia merasa sangat marah dan kecewa karena telah dibohongi dan dikhianati oleh istrinya sendiri.

Tak lama kemudian, Luna pulang dari kantor. Ia masuk ke dalam rumah dengan senyum lebar di wajahnya. Ia sudah tidak sabar untuk melihat tasnya. Namun, senyum itu langsung luntur saat melihat Ariel berdiri di ruang tamu dengan wajah datar sambil memegang tas mewah itu.

"Kamu... kamu sudah terima paketnya ya, Mas?" tanya Luna, dengan nada gugup.

Ariel tetap diam. Dia menatap Luna dengan sorot mata yang datar.

"Bisa kamu jelaskan semua ini?" tanya Ariel dingin, sambil mengangkat tas itu.

Luna tersentak. Ia tidak bisa lagi mengelak. "Itu... itu tas yang aku pengin," jawab Luna, dengan nada lirih.

"Aku tahu," jawab Ariel, dengan nada dingin. "Yang aku mau tahu, kamu dapat uang dari mana untuk beli tas ini?" tanyanya dengan sengit.

"Itu...aku dipinjami kartu kredit milik Ita...."

"Apa...?" Ariel terperangah. "Luna sebenarnya kamu ini bodoh atau naif, sih? Kenapa kamu selalu nggak sabaran begini? Bukankah kita sudah sepakat untuk menabung?"

"Kalau nunggu nabung tiga bulan, keburu tasnya habis, Mas! Ini pun tinggal satu-satunya," kata Luna tak mau kalah.

"Kamu itu kenapa sih, Mas? Nggak suka banget ya, lihat istrinya tampil keren?" kata Luna nyolot.

"Suami mana yang tidak suka istrinya tampil keren?" Ariel menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Tapi bukan berarti kamu harus berbohong dan mengambil keputusan sendiri di belakangku!" balas Ariel, dengan nada yang semakin tinggi.

"Kamu tahu nggak, berapa bunga kartu kredit itu? Dan kita harus bayar berapa setiap bulannya? Kenapa kamu nggak mikir panjang sama sekali sebelum bertindak!"

"Ya terus kenapa kalau bunganya tinggi? Kan, bisa dicicil!" jawab Luna, dengan nada enteng. "Lagian, aku kan, kerja juga. Aku bisa bayar sendiri, kok. Kamu nggak usah khawatir!"

"Jelas aku khawatir!" bentak Ariel. "Ini bukan cuma masalah kamu, tapi masalah kita berdua! Kita ini suami istri, Luna! Kita harus saling terbuka dan jujur satu sama lain!"

"Udah deh, Mas! Nggak usah lebay!" kata Luna, dengan nada meremehkan. "Cuma gara-gara tas doang, segitunya marah. Kamu itu kayak nggak senang lihat aku bahagia!"

"Ini bukan masalah senang atau tidak senang, Luna. Aku hanya tidak suka dengan sikapmu yang selalu bertindak sendiri tanpa berpikir akibatnya!" kata Ariel merasa frustasi.

"Habisnya kalau aku ngomong dulu sama kamu pasti tidak akan mengijinkan. Dan aku nggak suka dikekang, Mas!" kata Luna.

"Lalu, apa selama ini kamu nggak bahagia dan menyesal hidup sama aku, Luna?" tanya Ariel dengan suara tercekat.

Luna terkesiap mendengar ucapan Ariel. Ia terdiam sejenak lalu memandang suaminya dengan tatapan kecewa dan kesal.

"Ya, aku menyesal karena kamu ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Menikah denganmu adalah kesalahan dalam hidupku!" ucap Luna dengan marah.

"Aku capek setiap kali menginginkan sesuatu aku harus berdebat dulu sama kamu, Mas," kata Luna dengan nada lirih.

"Aku lelah dengan semua aturanmu yang mengekangku untuk melakukan sesuatu yang aku sukai."

Ariel tersentak, dia menatap Luna dengan perasaan bergemuruh, antara marah juga kecewa. Tanpa sepatah kata pun, ia melangkah menuju pintu dan membukanya lalu keluar pergi dari rumah.

Luna menatap kepergian Ariel tanpa rasa bersalah, sedih, atau khawatir. Ia hanya merasa kesal karena merasa Ariel selalu membatasi ruang geraknya.

"Biar saja dia pergi," gumam Luna, sambil mengangkat bahunya. "Nanti juga balik sendiri. Lagian, siapa suruh nikah sama aku kalau nggak kuat mental."

Luna kemudian masuk ke dalam kamar dan mulai memilah-milah pakaiannya. Ia akan pergi ke acara gathering yang diadakan kantornya bersama teman-temannya. Ia tidak mau membuang-buang waktu hanya untuk memikirkan Ariel.

 *

Sementara itu, Ariel berjalan gontai menyusuri jalanan. Dia merasa sangat bingung dan kecewa. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa rumah tangganya berada di ambang kehancuran.

Akhirnya, dia tiba di sebuah warung kopi sederhana yang buka hingga larut malam. Dia memesan secangkir kopi hitam panas dan duduk di salah satu kursi yang kosong. Dia memandangi jalanan yang ramai dengan tatapan hampa.

Pikirannya berkecamuk, dia memikirkan Luna, sikapnya yang keras kepala, keegoisannya, dan ketidakpeduliannya. Dia juga memikirkan masa depan rumah tangganya. Apakah masih ada harapan untuk memperbaikinya? Ataukah harus menyerah dan mengakhiri semuanya?

Ariel menghela napas panjang. Dia menyesap kopinya perlahan-lahan. Rasa pahit kopi itu seolah mewakili pahitnya kenyataan yang sedang dihadapinya.

"Sendirian saja, Mas?" tanya seseorang seraya menepuk pundaknya.

.

.

.

Jangan lupa like dan komennya ya, gaes 🤗

1
Patrick Khan
trimakasih ceritanya bu..q tunggu karya br nya😍😍😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kan udah ada karya baru darrel
total 1 replies
Patrick Khan
orang tua luna agak lain ternyata anak nya salah masih aja di elem ..
.apa dengan begitu luna tobat gk ya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak tahu, mungkin tobat kali🤭
total 1 replies
Sunaryati
Terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kembali, 🫰🫶
total 1 replies
Sunaryati
Semoga penjara membuat sadar dan jera untuk berbuat salah
ora
Semangat selalu untuk cerita satunya ibu💪💪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu🫰🫶
total 1 replies
ora
Udah tamat aja.
Padahal Ariel nya masih jadi duda😭😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gak papa, gak harus semua cerita hapy ending🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
cepat sekali tamatnya
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aditya hp/ bunda Lia
weeh, ... tamat yah kirain masih lanjut dengan kisah cinta Ariel dan Dian ... 🤭
tapi Ariel dan Dian emang cuma partner kerja kan yah ... makasih Moms kita fokus ke Darrel dan anak kembarnya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 💪💪💪💪💪
total 3 replies
Nar Sih
kok udah end momz ,😭pdhl blm puas bca nya ,tpi ending yg bagus 👍💪🥰momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dipaksakan tamat🤭
total 1 replies
Esther Lestari
lho sudah tamat.
aku pikir akan ada cerita Ariel dan Dian menemukan pasangan hidup atau malah mereka berdua jadi pasangan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah gak ada ide lagi, ini pun dipaksakan jd ditamatkan saja, sudah garing🤭
total 1 replies
Darmawansah
terima kasih atas ksryamu ini thor ...wassalam 🙏🙏🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih udah mau baca cerita abal abal ini🫰
total 1 replies
Darmawansah
tapi jujur thor klu babnya yang di lihat karyamu pendek.tpi klu dibaca setiap bab agak panjang
Darmawansah
yang aku tunggu itu ariel dan Dian memiliki pasangan masing2
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kelamaan, ibu mau fokus sm cerita darrel nancy
total 1 replies
Darmawansah
aduh...kenapa cepat sekali tamat..👍👍👍
harusnya Luna tau klu Ariel dan Dian tdk ada hubungan selain partner kerja.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kenapa dilama lamain, wong cuma dpt hikmahnya doang ini, pembaca dikit, retensipun ambyar, boro boro dpt bonus🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 🤲🤲🤲
total 5 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... tamat ... ciyussss😳😳😳
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apaan itu?
total 9 replies
ora
Yakin sadar kah dia/CoolGuy/
ora
Keadilan apa?😳😳
Kalau anakmu bebas, itu sangat nggak adil buat Ariel dan Dian lah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
ora
Memang nggak ada manusia yang sempurna, bu. Tapi apa yang telah Luna perbuat keterlaluan. Andai posisinya di balik dan Luna yang di fitnah begiti, ibu yakin akan diam aja?😌
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: enggaklah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!