NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Buruk Rupa

Transmigrasi Ke Tubuh Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Transmigrasi / Fantasi Wanita
Popularitas:53k
Nilai: 5
Nama Author: cute women

Dikhianati oleh sahabatnya sendiri dalam misi rahasia, Xiao Su tewas dengan satu pertanyaan yang tak pernah terjawab.

“Kenapa…?”

“Karena kau menghalangi jalanku.”

Ia mengira kematian adalah akhir.
Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan yang dihina semua orang — Xiao Mei.

Wajah buruk rupa. Tubuh lemah. Keluarga penuh kepalsuan.
Saudari tiri yang menginginkan kematiannya. Tunangan yang memandangnya dengan jijik. Dunia kuno yang kejam dan penuh intrik.
Tapi mereka tidak tahu…

Jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi Xiao Mei yang lemah.

Ia adalah Xiao Su. Seorang wanita modern yang tak akan membiarkan dirinya diinjak dua kali.

Kali ini, ia tidak hanya akan bertahan hidup — Ia akan mengubah takdir. Menghancurkan mereka yang meremehkannya.
Dan membuktikan bahwa bahkan wanita yang disebut “buruk rupa” pun bisa menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuhnya.
Karena untuk kedua kalinya… Ia tidak akan mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cute women, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU Wang Jin chen

“Kadang pertemuan yang tak disengaja, mengubah arah hidupmu selamanya.”

Happy reading >.<......

.

“Ketika kedai sudah ramai, hidup baru pun mulai terasa… tapi siapa sangka kehidupan bisa membawaku ke pertemuan yang tak terduga,” pikir Xiao Mei dalam hati.

Satu bulan setelah Restoran Mawar dibuka, tempat itu semakin ramai oleh pengunjung. Dari lantai satu hingga lantai tiga, tawa, aroma masakan, dan percakapan memenuhi setiap sudut. Xiao Mei merasa bangga sekaligus lega—impian kedainya perlahan menjadi nyata.

Hari ini, ia memutuskan pergi ke pasar bersama Fu Xian. Tujuannya bukan untuk belanja bahan makanan, melainkan mencari lokasi strategis untuk membuka toko baru. Ada rencana membuka toko pakaian dan juga toko sabun—sabun mandi cair, sabun cuci pakaian, dan sampo—untuk memperluas usaha.

Pasar pagi itu sangat ramai. Pedagang menawarkan dagangan mereka dengan suara lantang, aroma rempah, roti panggang, dan sayuran segar memenuhi udara. Orang-orang berlalu-lalang, menawar harga, dan anak-anak berlarian di antara kerumunan. Xiao Mei berjalan di samping Fu Xian, matanya tajam mengamati setiap toko, setiap sudut jalan, sambil mencatat lokasi yang potensial di kepala.

Namun tiba-tiba, saat sibuk melihat-lihat toko, ia tidak sengaja menabrak seseorang.

“A… aduh, maaf, Tuan! Saya tidak sengaja menabrak Anda,” ucap Xiao Mei cepat sambil menunduk sopan.

“Tidak apa-apa, Nona,” jawab pria itu dengan senyum tipis.

Xiao Mei mengangkat kepala dan terkejut. Pria itu menatapnya dengan tatapan yang seakan akrab.

“Xiao Mei, kamu Xiao Mei kan?” tanya pria itu perlahan.

Xiao Mei menatapnya, ragu. “Iya benar… apakah kita saling kenal, Tuan?”

“Tidak mengingatku, Xiao Mei?” jawab pria itu, nada suaranya sedikit kecewa tapi hangat.

Xiao Mei mengernyit. “Aku… aku mengalami hilang ingatan kemarin saat terjatuh ke danau. Jadi maaf kalau tidak mengingatmu,” jawabnya jujur.

Pria itu menunduk sebentar, tampak terkejut—antara sedih dan lega. Ternyata, Wang Jin Chen, orang yang ada di depannya, adalah seseorang yang sangat dekat dengan Xiao

Mei sebelum kecelakaan itu.

“Ah… maaf, aku tidak tahu jika dirimu mengalami kecelakaan selama lima bulan ini. Aku ada di medan perang, jadi tidak tahu,” ujar Wang Jin Chen dengan nada sesal.

Xiao Mei tersenyum tipis. “Ah, tidak apa-apa. Lagi pula sekarang aku baik-baik saja, meski ingatanku hilang,” katanya, mencoba menenangkan suasana.

“Ngomong-ngomong, dulu kita dekat, kan?” tanya Xiao Mei, rasa penasaran mulai muncul.

Wang Jin Chen menatapnya lama, lalu berkata, “Iya… dulu kita dekat, sebelum aku pergi ke medan perang selama lima bulan. Aku baru kembali kemarin. Sebenarnya hari ini aku mau mengunjungimu, eh… malah ketemu di sini.”

Xiao Mei merasa ada sesuatu yang aneh. Hatinya sedikit ragu, tapi ia tersenyum sopan.

“Apa kita… sahabat? Atau… apa?” tanya Xiao Mei, ingin tahu lebih banyak.

Wang Jin Chen menelan ludah. “Em… sebenarnya… tadinya aku ingin melamarmu, tapi karena pergi ke medan perang, niat itu tertunda…” katanya, nada suaranya meyakinkan tapi jelas ada kebohongan di dalamnya.

Duke Wang menelan ludah, hatinya bergetar sedikit. dulu Xiao mei , tidak pernah ingin dekat dengan Wang Jin Chen. Bahkan sebelumnya, ia merasa jijik dengan pria itu. Namun sekarang, karena ingatannya hilang, ia berdiri dan berbicara sedekat ini dengan gadis yang dia cintai dalam diam.

Tiba-tiba, ajudan Wang Jin Chen mendekat dan berbisik, “Tuan, kita harus segera kembali.”

Wang Jin Chen menatap Xiao Mei sebentar, lalu tersenyum. “Sayang sekali, pembicaraan kita harus terhenti. Sampai jumpa, Xiao Mei.”

Dengan itu, ia pergi bersama ajudannya, meninggalkan Xiao Mei di tengah pasar.

Xiao Mei menoleh ke Fu Xian dan berkata pelan, “Ayo, kita juga pulang.” Ia melupakan sementara tujuan awalnya ke pasar.

Di perjalanan pulang, Xiao Mei termenung.

“Kenapa sampai sekarang Xiao Mei asli tidak pernah muncul di mimpiku? Aku jadi bingung siapa musuhku… dan siapa yang mencintainya,” pikirnya dalam hati, rasa penasaran dan sedikit gelisah menguasai pikirannya.

Karena asik melamun, Xiao Mei hampir tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di kediamannya.

“Nona, kita sudah sampai,” ucap Fu Xian sambil menepuk bahunya.

Xiao Mei tersentak, baru sadar. Fu Xian mulai panik karena nona-nya tidak merespon. Ia segera masuk ke kereta untuk memastikan

keadaan Xiao Mei.

“Nona, nona, nona!” panggil Fu Xian beberapa kali dengan cemas.

“ASTAGA! Pelan-pelan dong, kenapa harus berteriak!” teriak Xiao Mei, kaget dan kesal.

“M-maaf, Nona. Nubi sudah memanggil Anda dari tadi, namun Nona tidak menyahut, jadi Nubi berteriak. Kami kira Nona kesurupan karena diam terlalu lama,” jelas Fu Xian sambil gemetar.

Xiao Mei mengerutkan alisnya. “Kamu menuduh aku kesurupan? Enak aja… aku baik-baik saja!”

Fu Xian menunduk, malu. “Maaf, Nona.”

“Sudahlah… ada apa sampai memanggilku dari tadi dan berteriak seperti itu?” tanya Xiao Mei, masih agak kesal.

“Kita sudah sampai di kediaman Nona,” jawab Fu Xian.

“Yasudah, ayo turun kalau begitu,” ajak Xiao Mei. Mereka pun keluar dari kereta dan berjalan menuju Paviliun Mawar, kediaman Xiao Mei yang cantik, dikelilingi taman mawar yang harum.

Di sepanjang jalan menuju paviliun, Xiao Mei tetap termenung, pikirannya sibuk memikirkan Wang Jin Chen dan misteri siapa yang benar-benar peduli padanya.

Fu Xian tetap berjalan di sampingnya, setia dan penuh perhatian, menunggu kapan Xiao Mei akan tersenyum lagi.

Bersambung…

____________________________________

Maaf sedikit lama update, hp author lagi rusak jadi sekarang pakai hp sepupu. Terima kasih sudah sabar menunggu. Sampai jumpa di bab selanjutnya!

1
Nurlaila Hidayah
ya terlalu byak berfikir, kta'a agen tpi kok ga ada tndakan apa2 mlah cma byk berdikir
Anjani Manurung
mampir
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm 🤔 apaa yaa ceritana kaya bertumpuk-tumpuk, ga runtut, padahal bacana pelan 🤧
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmmm
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
ini ceritana jaman kerajaan cina apa barat sih 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Rencana jahatmu ga akan berhasil
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mantuul 😊
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mayan lah
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm 🤔 apa ga dikasih bekel gitu itu setelah transmigrasi
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lanjuutt
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Okeh nyimak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Cakeepp
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mampir
Retno Palupi
kata kata nya d ulang apa babnya diulang? jd tambah pusing
evi carolin
terlalu banyak bermonolog dalam hati n pikiran ,ga ada strategi sama sekali
Retno Palupi
permainan blm selesai kok terus, kata katanya banyak yg diulang
Retno Palupi
ini bab nya d ulang g sih
Retno Palupi
MC nya terlalu banyak mikir tp g ada solusi
Meeraa Biyyu
MC mleyot
Andira
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!