NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Satu Minggu setelah kejadian itu Daisy tidak lagi bertemu dengan Jeny, entah kemana gadis itu yang jelas kediaman keluarga nya pun terlihat sepi dan penjaga rumah bilang bahwa mereka sedang berada di luar negeri.

Daisy pun hanya bisa berharap semoga semuanya baik-baik saja, dan dia pun kembali ke rumah nya dengan rasa hampa yang selama ini menyelimuti.

Sekarang bahkan kedua asisten rumah nya sudah tidak lagi bekerja di rumah nya, karena Daisy tidak mungkin membiarkan mereka tetap bekerja sementara Daisy belum memiliki penghasilan sendiri.

Daisy pun mengerjakan pekerjaan rumah nya sendiri, sepulang kuliah gadis itu akan lanjut membersihkan rumah dan halaman rumah, tidak hanya itu dia juga memasak sendiri dan berbelanja sendiri karena sekarang dia benar-benar tinggal sendiri.

Daisy tidak jadi mengembalikan kartu ATM dan juga mobil yang diberikan oleh ayah nya karena pria itu ternyata tidak ada di tempatnya melainkan pindah ke luar kota.

Daisy pun hanya bisa menghela nafas, bahkan pria itu tidak berpamitan padanya meski Daisy tidak pernah mengharapkan itu.

Tapi jika memang benar dia menganggap Daisy sebagai anaknya seharusnya dia tidak menyerah saat Daisy memberikan penolakan terhadap nya.

Kini Daisy mengerti kenapa sang Mama memilih mundur dari ikatan rumah tangga nya itu, karena pria itu tidak pernah punya pendirian.

Daisy yang kini sedang memasak di dapur nya pun dikejutkan dengan suara bel pintu yang begitu nyaring itu, dia pun buru-buru mengecilkan api kompor karena masakan nya belum matang.

Gadis cantik yang kini hanya menggunakan hotpants dan juga t-shirt longgar nya itu pun langsung mengintip di balik pintu, sebelum dia keluar untuk melihat siapa yang datang.

Daisy pun berjalan cepat menuju pintu pagar yang sedikit jauh dari pintu utama rumah mewah itu, sesampainya disana dia mengintip di balik pagar, seseorang terlihat berdiri tegap di balik pagar dan Daisy langsung membuka pintu pagar rumah karena dia mengenali siapa pria yang kini kembali masuk kedalam mobil dan kembali mengemudikan mobilnya dengan pelan hingga mobil masuk dengan sempurna melewati pintu pagar tersebut.

Daisy pun menutup kembali pintu pagar yang menjulang tinggi itu, kemudian dia berjalan menghampiri mobil tersebut.

"Apa kabar mu Dy."ucap pria yang tidak lain adalah Aksa.

"Baik kak, ada perlu apa ya?"tanya Daisy.

"Apa kita akan mengobrol disini?"ujar Aksa yang kini menatap lekat wajah cantik itu.

"Ah maaf silahkan masuk, saya duluan saya sedang masak."ucap Daisy yang kini mendahului Aksa.

Sementara Aksa mengeluarkan satu koper dan beberapa paper bag yang kini dia bawa masuk kedalam rumah yang pernah ia datangi bersama keluarga nya.

Saat dia masuk kedalam, tercium aroma masakan yang lezat dari aroma nya, dia pun meletakkan koper dan beberapa paper bag tersebut di samping sofa dan meja.

"Maaf saya sedang masak,"ucap Daisy yang kini membawa secangkir kopi di atas nampan.

"Hmm... kenapa masak sendiri, apa tidak ada asisten rumah lagi?"ujar Aksa.

"Hmm... Saya berhentikan mereka karena saya tidak mungkin mempekerjakan mereka disaat saya sendiri masih belum memiliki pekerjaan."ucap Daisy yang kini kembali pamit ke dapur karena SOP buntut yang dia buat sudah hampir matang.

Sementara Aksa langsung meraih cangkir kopi tersebut dan menyeruput nya perlahan hingga saat ia memejamkan mata untuk beberapa detik saat merasakan sensasi kopi buatan gadis yang sangat ia rindukan itu.

Sementara Daisy pun langsung menyajikan SOP dan sambal berikut sayuran rebus dan juga nasi putih yang hanya satu porsi, itupun tadi dia beli karena belum sempat membeli beras.

Daisy yang sudah selesai menghidangkan makanan tersebut pun kembali menghampiri Aksa."Maaf kak saya makan dulu boleh, soalnya tadi belum sempat makan siang."ucap Daisy.

"Hmm... Bagaimana bisa, apa setiap hari seperti ini?"ujar Aksa yang tadi mengira Daisy masak untuk makan malam.

"Tidak hanya sesekali, maklum tadi ada banyak kegiatan, kalau mau bergabung silahkan masih cukup kok."ucap Daisy.

Aksa tidak menjawab, pria itu langsung mengikuti langkah Daisy menuju ruang makan yang tidak jauh dari ruang keluarga.

"Duduk kak, saya ambil mangkuk baru lagi."ucap Daisy pelan.

"Tidak usah, saya tidak biasa makan di jam seperti ini."ucap Aksa yang kini duduk sambil melirik ke sekeliling ruangan.

Daisy pun meraih sendok dan garpu juga pisau makan, gadis itu mulai mencicipi makan siang yang sudah sangat terlambat dan sekaligus menjadi makan malam nya.

"Kamu kurusan Dy, apa kamu sangat kesepian disini?"ucap Aksa yang kini menatap kearah lain.

"Hmm... Mungkin karena terlalu sibuk belakangan ini, jika ditanya sepi saya memang kesepian setelah Mama tiada, tapi bisa apa saya tidak bisa protes pada tahun. "ucap Daisy yang kini kembali menyendok nasi dan kuah sup dan juga sambil terakhir sayur rebus nya.

"Tinggallah di rumah mommy, sekarang Jeny tidak di rumah lagi dia akan menetap di Paris."ucap Aksa yang kini membuat Daisy menghentikan kunyahan nya.

"Apa dia baik-baik saja, kenapa dia tidak menghubungi saya?"ucap Daisy.

"Daddy menutup akses komunikasi nya dan dia hanya boleh fokus pada kuliah nya. sekarang selesaikan makan mu dulu, nanti kita bicara."ucap Aksa.

Daisy pun hanya mengangguk pelan kemudian ia melanjutkan makan nya, hingga menghabiskan setengah porsi nasi yang hanya seukuran genggaman tangan Aksa.

"Apa begini cara mu makan setiap hari nya?"ujar Aksa yang kini membuat Daisy menatap sekilas kearah nya.

"Perut saya sudah kenyang duluan sebelum semua itu habis."balas Daisy.

"Besok pagi ikut saya ke rumah sakit, kamu harus diperiksa?"ucap Aksa yang kini membuat Daisy menatap heran kearah pria yang kini juga tengah menatap kearahnya.

"Tidak ada bantahan."ujar Aksa.

"Ada apa kak Aksa datang kemari?"ucap Daisy yang kini bangkit dari duduknya dan merapihkan meja bekas makan nya, kemudian menyimpan sup buntut tersebut ke dalam chiller berikut nasi dan juga sayur rebus yang masih tersisa itu.

Daisy pun mencuci mangkuk dan peralatan makan lainnya setelah itu mencuci tangan dengan mengeringkan nya dengan tissu.

"Dy, saya akan menikah dengan sahabat mu sebentar lagi, tapi jujur saya tidak menginginkan pernikahan ini, saya mencintai gadis lain,"ucap Aksa yang kini membuat Daisy terdiam mencerna ucapan pria tampan yang kini sudah berada di samping nya.

"Maksud kak Aksa teman saya?"ujar Daisy yang kini membuang tissue ke tong sampah.

"Kamu masih ingat dengan salah satu teman mu yang bernama Tiana bukan?"ujar Aksa yang kini membuat Daisy membulatkan matanya.

"Tiana! Ah maaf, maksud saya calon istri kak Aksa Tiana?"ucap Daisy.

"Ya Tiana, bukan kamu. Tapi kalau itu kamu aku tidak akan pernah menolak."ucap Aksa tiba-tiba membuat Daisy menatap datar.

"Aku serius Dy,"ucap Aksa.

"Kak Aksa bercanda anda keterlaluan, Tiana tidak buruk dia gadis yang sangat baik dan cerdas, dia punya segalanya. Menurut saya anda keterlaluan jika anda menolak nya."ucap Daisy yang kini berjalan sambil meraih gelas berisi jus miliknya yang belum habis.

"Tapi cinta tak bisa dipaksakan Dy,"ujar Aksa lirih.

"Lalu kenapa anda bicara dengan saya, kenapa tidak bicara dengan uncle atau aunty."ucap Daisy.

"Mereka tidak mau mendengar alasan saya Dy, saya hanya sedang butuh teman bicara apa tidak boleh?"ujar Aksa yang kini meraih gelas jus milik Daisy dan meneguk sisa jus yang ada di gelas tersebut hingga tandas.

"Kak itu,"ucapan Daisy terhenti saat melihat Aksa terlanjur menghabiskan jus miliknya.

"Maaf tapi itu sangat menggoda."ucap Aksa lagi.

"Hmm... Jadi kakak datang untuk bicara tentang itu?"tanya Daisy.

"Tentu saja tidak, untuk malam ini saja tolong biarkan saya menginap disini Dy, apartment saya belum dibersihkan, dan saya malas tidur di hotel."ucap Aksa beralasan.

"Tapi, kak disini hanya ada saya dan itu tidak mungkin, bisa-bisa kita di grebek warga."ucap Daisy yang kini memberikan penolakan secara halus.

"Biarkan saja, lagipula tidak ada salahnya jika kita dinikahkan lagipula aku lajang dan kamu juga lajang,"ucap Aksa yang kini tidak mau dibantah.

"Tidak kak saya mohon jangan lakukan itu, saya masih punya mimpi yang belum tercapai jadi lebih baik kakak urungkan niat kakak."ucap Daisy yang kini terlihat ketakutan dan menurut Aksa itu sungguh sangat menggemaskan.

"Dy kamu tega? Aku tidak ada siapapun saat ini karena mommy dan daddy juga belum kembali."ucap Aksa.

"Tapi rumah kakak banyak pelayan kakak bisa pulang meskipun tanpa aunty dan uncle."ujar Daisy lagi.

"Hmm...kamu ternyata pelit Dy, aku hanya satu malam menginap disini,"ucap Aksa.

"Maaf kak, bukanya pelit tapi saya benar-benar tidak bisa."ucap Daisy dengan pelan.

"Baiklah sekarang ikut saya."ucap Aksa yang kini meraih tangan Daisy yang langsung melepaskan tangan Aksa yang kini melirik kearah Daisy.

Aksa pun berjalan lebih dulu menuju ruang keluarga, dia merasa kesal karena Daisy bahkan menolak sentuhan tangan nya meskipun itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh gadis baik-baik seperti Daisy.

"Apa ini barang-barang kakak?"tanya Daisy yang kaget saat melihat satu koper besar dan juga beberapa paper bag diatas sofa.

"Itu untuk mu."ucap Aksa.

"Maksudnya?"ujar Daisy lagi.

"Itu untuk mu dariku dan itu dari Jeny." ujar Aksa yang kini menunjuk beberapa paper bag yang dia sebutkan darinya yang tentunya semua adalah barang branded.

"Jangan bingung, sebentar lagi saya akan menikah, dan dua hari lagi saya akan bertunangan dengan Tiana, kamu harus datang dan itu bisa kamu gunakan untuk di pesta nanti. Sementara koper itu entah apa isinya yang jelas Jeny yang menitipkan itu pada saya."ucap Aksa.

"Maaf kak dua hari lagi saya harus ke luar kota, dosen kelas saya meminta saya untuk ikut menghadiri seminar bersamanya."ucap Daisy.

"Dia pria atau wanita?"ujar Aksa yang kini terlihat tidak suka.

"Dia pria atau wanita sepertinya bukan urusan anda, lagipula disini saya hanya diperintahkan untuk mengikuti seminar bukan berbuat yang macam-macam."ucap Daisy tegas.

"Dy ingat kamu sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kami, dan aku tidak akan pernah membiarkan apa yang terjadi pada Jeny juga terjadi padamu. Apa kamu tau siapa pria yang telah menghamili Jeny?!"ujar Aksa yang tiba-tiba meninggikan suaranya dan terlihat menahan amarah.

"Jadi Jeny benar-benar ha,"Daisy langsung menutup mulut nya, dan dia terlihat benar-benar shock saat ini sama seperti hari itu.

"Ya Dy, dan pria bajingan itu tidak lain adalah pria yang sering mengejar mu, seharusnya aku menyalakan mu atas kejadian ini karena dia melakukan itu atas rasa dendam pada mu karena cintanya ditolak oleh mu. Tapi Jeny juga salah dia yang juga menyukai pria bajingan itu bahkan rela kehilangan mahkota nya."ucap Aksa.

Daisy yang kini terduduk di sofa sambil menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya itu pun terisak lirih tubuhnya bergetar dan saat itu Aksa langsung menariknya kedalam dekapannya.

"Aku tidak akan katakan tentang itu pada siapapun Dy, tapi kamu harus lakukan apa yang aku katakan saat ini kecuali jika kamu ingin celaka saat daddy mengetahui hal ini."ucap Aksa yang kini membuat Daisy melepaskan diri dari Aksa.

"Apa maksud anda?"ujar Daisy.

"Jadilah wanita ku, maka aku akan pastikan semuanya aman."ucap Aksa yang kini membuat Daisy bangkit lalu berkata.

"Anda mengancam saya atas apa yang tidak pernah saya lakukan tuan, anda fikir saya bodoh, bahkan jika Jeny hamil oleh pria itu pun itu bukan kesalahan saya, mencintai itu bukan sebuah kesalahan tapi mendapatkan balasan atau tidak tidak akan ada tuntutan hukum untuk itu, jika Jeny memang sangat mencintai nya lalu kenapa anda masih menyalahkan saya."ucap Daisy tegas.

"Dy saya serius, mungkin dimata hukum kamu tidak salah, tapi dimata seorang ayah yang telah kehilangan kehormatan dan harga dirinya kamu adalah tersangkanya."ucap Aksa tegas.

"Silahkan lakukan apa saja yang menurut anda benar, tapi saya juga tidak terima dengan tuduhan itu saya tidak bersalah jadi saya tidak akan mengikuti keinginan anda." ucap Daisy tegas.

"Kamu tidak punya pilihan Dy, sekarang juga tandatangani surat perjanjian ini."ucap Aksa yang kini mengeluarkan selembar kertas HVS yg sudah berisi sebuah perjanjian yang harus Daisy tanda tangan, tapi Daisy justru malah merobek nya dan membuang nya begitu saja.

"Sekarang juga pergi dari rumah ini, dan bawa seluruh barang itu, saya tidak ingin lagi bertemu dengan anda."ucap Daisy tegas.

"Dy kamu akan menyesal karena menolak tawaran ku,"ucap Aksa tegas.

"Saya bilang pergi tuan."ucap Daisy tegas.

Aksa pun akhirnya pergi tanpa membawa apapun yang sempat ia bawa tadi, dia merasa sangat frustasi saat ini, disaat dia tidak mungkin menerima perjodohan dengan wanita yang tidak dia sukai, sebenarnya dia juga tidak berniat untuk menjebak Daisy, tapi itu adalah sebuah fakta yang akan terjadi jika sang daddy tau apa motif dari pria yang kini sudah kehilangan masa depannya karena dia sudah mendekam di balik jeruji besi.

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Erny Su: Tentunya ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!