***
Nadhira Grizelle Ayudia tak perna menyangka keputusan nya membawa pulang seorang anak kecil yang di temui nya saat pulang bekerja ,membawa nya pada takdir yang tak perna terduga
Aksa Damian Axelle merupakan CEO kejam dan dingin.Pria yang tidak percaya akan cinta setelah kepergian wanita yang begitu di cintai nya setelah melahirkan buah cinta mereka.
Tentang perjuangan, perubahan, keluarga, bercampur menyertai dan berbaur dengan kisah mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
Nadhira baru bisa bernapas dengan lega setelah sampai di rumahnya, syukur tadi setelah mengobati tangan nya yang merah Prince mengizinkan pulang sekalipun harus di antar oleh anak buah Aksa .
Ceklek
Nadhira yang masih mengatur napas di kagetkan dengan pintu yang tiba-tiba saja terbuka .
" Astaga kakak " Nadhira sampai meninggikan suaranya karena kaget .
" Kamu kenapa ? " Tanya Karen heran .
" Tidak papa " Jawab Nadhira lemah .
" Prince di mana Nadhira ? " Karen baru tersadar jika prince tidak bersama wanita itu .
" Dia ...itu ...."
" Kamu tidak meninggalkan dia di pasar kan ? " Karen belum tahu jika Nadhira tidak membawa prince ke pasar melainkan ke mall ,namun naas nya kedua nya belum sampai di mall malah terjadi sesuatu di jalanan hingga dia nya berakhir di rumah besar itu .
" Bukan begitu Kak , lebih baik masuk dulu " Karen mengikuti Nadhira masuk dalam rumah " Terus prince di mana ? Kenapa dia tidak bersama kamu " Nadhira membuang tubuhnya di kursi kayu begitu juga Karen.
" Tadi di perjalan ke mall ,kami tidak sengaja bertemu dengan orang tuanya " Terang Nadhira pelan .
" Mall ? Bukannya kamu mau bawah Prince ke pasar ? " Tanya Karen bingung.
" Ya rencana nya gitu tapi setelah aku pikir-pikir takut nanti kulit prince tidak cocok dengan pakaian yang di pasar seperti ucapan kakak semalam " Gumamnya pelan .
" Kamu yakin itu orang tua nya ? Bukan penculik lagi kan " Tanya Karen khawatir.
" Iya Kak, Prince sendiri yang mengatakan jika itu orang tua nya " Jawab Nadhira.
" Tapi bagaimana ceritanya kalian bertemu di jalan ? Memang kalian naik pakai apa ? Go-Jek? " Tanya Karen penasaran.
" Iya Kakak, kebetulan kami berpapasan " Nadhira memilih tidak menceritakan yang sebenarnya pada Karen dan memilih menyimpan sendiri nya .
" Hm ,padahal Kakak sudah senang prince tinggal di sini " Nadhira menatap wajah lesu Karen " ya mau gimana lagi kita tidak mungkin menahan anak orang kak " Jawab Nadhira.
Sama hal nya dengan Karen, Nadhira juga merasakan kesepian setelah tidak ada prince padahal pria kecil itu baru semalam bersama mereka. Tapi entah kenapa mereka begitu dekat .
" Apa kita masih bisa bertemu lagi dengan nya Nadhira " Nadhira menggeleng kepalanya " Seperti nya tidak seperti ucapan kakak jika mereka itu bukan orang sembarangan " Jawab Nadhira lirih.
" Tahu dari mana kalau mereka bukan orang sembarangan ? Kamu di ajak ke rumah nya " Selidik Karen .
" Tidak " Jawab Nadhira cepat .
" Dari mobil yang mereka tumpangi tadi " Elaknya memberi alasan pada Karen .
Ya aku ke rumah mereka kak , bahkan halaman rumah nya tidak sebanding dengan rumah kita Batin Nadhira tersenyum kecut .
" Lalu apa kamu akan bekerja,masih ada waktu " Nadhira menatap jam dinding " Besok saja " Nadhira berdiri dari duduknya berjalan ke arah kamarnya .
" Tumben, biasanya jika masih ada waktu langsung masuk kerja " Gumam Karen .
Sesampainya di kamar Nadhira langsung membuang tubuhnya di atas tempat tidur .
" Aakkhh " Nadhira langsung bangun saat merasakan seperti menindis sesuatu" Apa ini " Gumam Nadhira pelan .
" Kalung" Nadhira mengerutkan keningnya menatap benda yang kini ada di tangan nya " Punya siapa ? Aku tidak pernah memiliki kalung ini ? " Lanjut nya .
" Apa punya Kakak Karen ? Tapi sejak kapan kakak Karen membeli kalung ? Ini pasti mahal " Lanjut nya menatap lekat benda itu .
" PRINCE " Nadhira langsung menutup tangan nya menggunakan tangannya saat melihat nama pria itu di belakang mainan kalung yang berbentuk peluru .
" Ini gimana " Nadhira langsung panik sambil memegang erat kalung milik Prince.
🌹
🌹
🌹
" Apa kamu sudah tahu siapa yang mengirim mereka ? " Tanya Aksa tanpa menatap lawan bicaranya , matanya menatap lurus ke arah luar jendela perusahaan nya .
" Sudah tuan " Aaron memberikan Ipad-nya pada Aksa "Jadi mereka suruhan Hugo " Gumam Aksa tersenyum miring.
" Ternyata kamu belum paham juga " Cicit Aksa pelan .
"Apa ...."
" Tidak untuk sekarang Aaron " Aksa memejamkan mata pelan " Aku tidak ingin mengkhianati paman Sam " Lanjut nya dengan helaan nafas panjang.
" Lalu bagaimana dengan tuan muda ? " Tanya Aaron membuat Aksa terdiam.
" Hugo tidak akan berhenti sebelum Anda hancur atau mati tuan,karena itu yang dia inginkan " Ucap Aaron.
" Aku tahu Aaron,tapi jika aku membunuhnya itu sama saja aku mengkhianati paman Sam " Aksa mengucap wajahnya kasar .
" Tuan tidak perlu membunuh nya tapi sedikit pelajaran saya rasa itu cukup " Aksa hanya diam saja .
" Kalau begitu saya permisi tuan " Selepas kepergian Aaron ,Aksa memejamkan matanya perlahan
Flashback On
" Paman " Aksa kecil langsung berlari ke arah pria yang di panggil paman .
Hap
" Kamu semakin berat ,paman takut tidak bisa lagi menggendong mu " Ujar paman Sam menggoda Aksa .
" Kalau paman tidak bisa menggendong ku ,aku yang akan menggendong paman " Ujarnya sungguh-sungguh namun di tanggapi tawa kecil oleh paman Sam .
" Aksa " Aksa yang masih berada di gendongan paman Sam langsung menatap pria itu " Jika suatu saat nanti paman pergi jauh paman titip Hugo ya " Raut wajah pria itu begitu serius .
" Memang paman akan ke mana ? Aksa akan ikut bersama paman " Paman Sam mengulum senyum tipis .
" Kalau kamu ikut maka Hugo akan sendirian " Ujar paman Sam .
" Kalau begitu bawah kami berdua ' Ujar Aksa namun pria itu hanya tertawa .
" Hugo juga tidak begitu menyukai ku " Lanjut nya serius.
" Bukan tidak menyukaimu dia hanya belum mengenal mu saja " Jawab Paman Sam .
Flashback off
Sore harinya Aksa pulang ke masion di mana kepulangan nya sudah di tunggu oleh Prince .
" Daddy "Panggil prince.
" Hebm "
" Apa aku bisa bertemu lagi dengan Kakak Nadhira " Langkah Aksa langsung berhenti lalu menatap putra nya .
" Tidak " Jawab Aksa tegas lalu kembali melanjutkan langkahnya.
" Tapi kenapa Daddy ? " Tanya Prince mengejar langkah Aksa .
" Aaron " Langka Prince langsung terhenti karena Aaron menghalangi " Uncle minggir " Ujar Prince galak .
" Bukan kah ini waktunya tuan muda latihan " Ujar Aaron datar menatap Prince
" Aku tidak mau latihan " Sentak Prince keras .
" Apa tuan muda ingin di hukum lagi ? " Tanya Aksa .
" Aku ingin bertemu Kakak Nadhira Uncle " Bentak Prince emosi .
" Jika tuan muda latihan nya bagus Uncle akan membawa wanita itu ke sini " Prince menatap Aaron serius .
" Tapi jika tuan muda tidak bisa melakukan nya dengan baik itu artinya tuan muda harus melupakan wanita itu " Lanjut nya tersenyum miring .
" Kelvin " Panggil Aaron keras .
" Bawah tuan muda di belakang " Titahnya lalu melanjutkan langkahnya mengusul Aksa .
" Mari tuan muda " Dengan langkah enggan Prince berjalan ke arah belakang masion itu diikuti Kelvin .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
suka banget sama ceritanya
semangat up nyaa.. ☺
benar nad periksa ke dokter biar lebih jelas
atau aska yg memakai kontrasepsi 🤭