NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mafia

Terjebak Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Bad Boy / Gadis nakal
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: lirien

"Mulai malam ini kamu milikku, aku suka 45imu yang manis itu." ujar Kael sambil tersenyum miring.

"Hey kamu bilang anakmu tapi ini apa? Kau berbohong padaku om jelek!" jawab Vanya dengan raut wajah kesalnya.

"Sssttt! diam dan jangan banyak bicara, elus kepalaku!" titah Kael mengusap lembut pipi gemoy Vanya.


>>Mau tau kelanjutannya? simak terus dan jangan skip bab, karna di setiap bab ada kejutannya💥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lirien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukumnya bikin Debay?

Kael tersenyum miring, matanya berkilat dengan tekad yang tak terbendung. Dengan tatapan tajamnya Kael langsung menarik tubuh Vanya untuk berdiri dan menggendongnya seperti karung beras.

"Kamu harus dihukum, sayang.

Mulai saat ini, kamu milikku," ucap Kael dengan suara yang mendalam, seolah-olah setiap katanya adalah sebuah keputusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Vanya, yang terkejut dengan pernyataan tiba-tiba itu, mengerutkan keningnya dalam ketidakpercayaan.

"Gak mau, gue bukan barang yang bisa diklaim seenaknya. Diri gue ya milik gue sendiri!" balasnya keras, matanya memancarkan api keberanian.

Namun, Kael tidak terpengaruh. Dengan gerakan cepat, dia bangkit dan menggendong tubuh Vanya yang mungil namun berisi itu.

Gadis itu meronta-ronta dalam gendongan Kael, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman yang kuat.

"Lepasin gue om, gue mual huwek... huwek...mau muntah lepas aarghh....!" pekik Vanya sambil membungkam bibirnya agar tak muntah.

"Diam! Jangan banyak gerak atau aku lempar kamu," ancam Kael, suaranya dingin dan tanpa emosi.

"Gue gak peduli, turunin gue!" teriak Vanya, suaranya meninggi karena kepanikan. Namun, teriakannya hanya membuat Kael semakin tak peduli.

Dengan langkah yang tegap, Kael membawa Vanya menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mereka.

Dia membuka pintu mobil dan dengan kasar memasukkan Vanya ke dalamnya. Gadis itu mencoba untuk melawan, tetapi kekuatan Kael terlalu besar baginya.

"LEPASIN GUE, OM JELEK!" teriak Vanya, suaranya penuh dengan amarah dan keputusasaan.

Namun, pintu mobil ditutup dengan keras, dan Kael menguncinya, memastikan bahwa Vanya tidak bisa melarikan diri.

Mobil itu kemudian melaju meninggalkan gedung besar itu, meninggalkan malam yang hanya dipenuhi keheningan.

Vanya, terperangkap di dalam mobil bersama Kael, hanya bisa memandang keluar jendela dengan perasaan takut dan marah yang memuncak, bertanya-tanya apa yang akan terjadi padanya selanjutnya.

"LO ITU SIAPA SIH, KITA GAK SALING KENAL YA OM TURUNIN GUE SEKARANG...!" teriak Vanya dengan marahnya.

Sedangkan Zan yang ditinggal Kael pun mengumpat pelan, "Sialan terus gue pulang sama siapa." ujarnya dengan raut wajah kesalnya.

Zan langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia menatap ada motor CRF merah dan langsung mendekatinya.

"Pucuk di cinta pertolongan pun tiba." ujarnya sambil terkekeh sinis.

Zan langsung mencoba mengoyak ati kabel motor itu agar bisa nyala, tentu saja kemampuannya tak bisa diragukan lagi. Anak buah Kael harus bisa dalam segala hal apapun.

"DIAM!" bentak Kael dengan nada sedikit keras.

"Lo...lo bentak gue? Dasar semua laki laki sama aja dasar sialan bisanya cuma nyakitin perempuan aja." ujar Vanya sambil menjambak rambut Kael.

CHITTTTT......!

Kael langsung mengerem mobilnya secara mendadak, sungguh kepalanya sakit karna jambakan Vanya gak main-main.

"Lepas atau aku buat kamu hamil anakku saat ini juga." ujar Kael dengan nada seriusnya.

"Anak? Gue gak peduli, lo lebih baik mati aja daripada ganggu hidup gue." jawab Vanya dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

Sungguh kini hatinya sangat sakit, ia seolah melihat kekejaman Papanya padanya.

"Hey...hey kenapa nangis...apa tangan kamu sakit sayang..." ujar Kael yang mulai panik sekarang.

Tentu saja Vanya langsung mengusap air matanya, "bukan urusan lo, buka pintu mobilnya gue mau pulang om, kita gak saling kenal jangan ganggu gue lagi." ujar Vanya sambil menatap tajam mata Kael.

"Oke listen to me, namaku Kaelion Garamosador panggil aku honey atau sayang. Karna mulai hari ini kamu milikku." sahut Kael tanpa mau dibantah lagi.

"What the hell jangan ngaco! gue gak suka sama om om kaya lo, dasar gil....emhh...." pekik Vanya saat bibirnya tak terselamatkan lagi dari lumatan Kael.

Tentu saja Vanya langsung berontak keras, Kael pun segera melepaskannya, ia menatap tajam gadis di depannya ini.

"Jangan berani membantahku, kesabaranku hanya setipis tisu." ucap Kael dan langsung menekan pedas gasnya lagi.

Vanya mengusap bibirnya yang masih ada jejak saliva bekas lelaki di sampingnya ini.

"Dasar cowok gak beradab, jijik banget gue." ujar Vanya di dalam hatinya.

Sungguh ia merasa marah dengan dirinya sendiri karna tak bisa menjaga kesucian bibirnya, bahkan ia tak kenal sama sekali dengan lelaki yang menggenggam erat tangannya ini.

Sampai di gerbang mansion yang berdiri megah, Kael dengan cepat keluar dari mobil mewahnya dan berjalan menuju sisi lain untuk membuka pintu bagi Vanya.

Tangan Kael yang besar menggenggam lengan Vanya dengan lembut namun penuh kekuasaan.

"Ayo masuk," ujarnya dengan nada yang dingin namun terdengar menenangkan.

"Lepasin gue brengsek! gue mau pulang di sini bukan rumah gue. Lepas!" bisik Vanya dengan marahnya.

"Diam, tau akan apa hukumannya." jawab Kael sambil tersenyum miring.

Ketika mereka berjalan melewati anak buah Kael yang berdiri tegak menjaga mansion, suasana menjadi tegang.

Mata mereka melebar kaget saat melihat bos mereka yang biasanya sendirian, kali ini membawa seorang gadis cantik.

Tapi sebelum salah satu dari mereka berani untuk lebih lama memandangi Vanya, Kael menegur mereka dengan suara keras dan tajam.

"Jangan tatap milikku atau ku congkel mata kalian semua!" ancamannya langsung membuat mereka menundukkan kepala, tak berani lagi menatap Vanya.

Vanya merasakan bulu kuduknya berdiri mendengar ancaman Kael dan merasakan tatapan tajam dari anak buahnya. Di dalam hatinya, ia berkata.

"Gue harus hati-hati, nih. Cowok ini bukan orang sembarangan." Kekuatan dan aura kekuasaan Kael membuatnya menyadari bahwa ia berada dalam situasi yang tidak biasa.

Mereka berdua akhirnya sampai di depan pintu kamar yang besar. Kael membukakan pintu dan memandang Vanya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Masuk kamarku," katanya dengan suara rendah namun memerintah.

Vanya, yang merasakan ketidaknyamanan yang semakin mendalam, menggigit bibirnya dan mengambil napas dalam-dalam.

Meski takut, ia mengumpulkan keberanian untuk berkata, "Gak mau!" tolakannya tegas namun suaranya bergetar, menandakan ketakutan yang ia rasakan.

Kael mengeram marah, tidak terbiasa ditolak. Ia melangkah lebih dekat, menatap Vanya dengan intensitas yang membuat jantung gadis itu berdetak kencang.

Namun, sebelum situasi bisa menjadi lebih buruk, seorang pelayan tua datang menghampiri dan berkata, "Tuan Kaelion, makan malam sudah siap disajikan di ruang makan."

Mendengar itu, Kael menarik napas dan memalingkan wajahnya dari Vanya. "Kita bicara nanti," ucapnya dingin sebelum berbalik dan berjalan menuju ruang makan.

Vanya melepaskan napas yang ditahannya, merasakan lega sementara karena mendapat waktu untuk memikirkan situasi yang sedang dihadapinya.

"Gue harus pergi dari sini, gila aja gue mau di kurung, gak mau lah ya." ujar Vanya sambil mencoba lari mendahului Kael.

Kael langsung menangkapnya dan menggendongnya seperti karung beras lagi, ia membawa Vanya masuk ke dalam kamarnya.

"Kali ini kau tak akan selamat, akan ku buat kamu hamil anakku sayang." ujar Kael sambil menepuk keras paha Vanya hanya dibalut celana pendek tandingnya tadi.

"AAARGHH LEPASIN DASAR COWOK GILA GAK TAU DIRI....!!" teriak Vanya dengan suara kerasnya, sungguh ia marah.

"Siapa gadis yang dibawa Tuan Kaelion itu, tak bisa ku biarkan harusnya anakku Kaila yang bersanding dengan Tuan Kaelion. Tunggu kematianmu gadis kecil...!" ujar sang pelayan tua itu sambil tersenyum licik.

1
Leeeelyyy
Pelajaran banget ni guys, Real banget menurut aku, kalo sebagai cewek terlalu mur*h tu kadang emang atau malah gak di lirik/gak memikat.... tapi kalo cewek punya prinsip kaya Vanya ini yang "gak ya gak", justru laki-laki malah lebih tertarik atau tertantang buat deketin... jadi cewek" di luar sana kalian harus punya value ya, biar kalian punya daya tarik tersendiri 🙂‍↕️🍓
Leeeelyyy
Pelajaran banget ni guys, Real banget menurut aku, kalo sebagai cewek terlalu mur*h tu kadang emang atau malah gak di lirik/gak memikat.... tapi kalo cewek punya prinsip kaya Vanya ini yang "gak ya gak", justru laki-laki malah lebih tertarik atau tertantang buat deketin... jadi cewek" di luar sana kalian harus punya value ya, biar kalian punya daya tarik tersendiri 🙂‍↕️
Arin
🤣🤣🤣🤣🤣
Syriii.kzza
Behh emang yang begini harus di kasih tahu siapa yang berkuasa!!!!
Syriii.kzza
apa karna ini juga ya si Kael itu jomblo Mulu, karna kalo ada yang Deket sama dia musuhnya auto di mana-mana
Syriii.kzza
ini kayaknya si Kael punya masa lalu yang kelam deh? apa cuma aku yang mikir gitu???
Syriii.kzza
Thorr, thanks udah ngasih judul begitu, ini langsung ku skip kok😭😭😭
Syriii.kzza
takut banget sama ancamannya😭😭😭
Syriii.kzza
serius Thor? ini di dunia nyata ada yang sakitnya begini? serius nanya✨😭....
Syriii.kzza
Judul nya cacing Alaska terbangun ku kira apaan ternyata😭😭😭😭😭, untung bahasanya gak terlalu eksplisit, jadi mikir 3-4 kali baru ngehhhhh
Syriii.kzza
pantesan Vanya ngatain di orang nek lampir, emang kelakuannya parah banget ihhhhh.....
Syriii.kzza
ihhh gereget nya sama ni orang
Syriii.kzza
Ceritanya bagus Banget ✨... alurnya juga gak ketebak heheheeee
Lego le
Padahal baru Upload tapi serius ini, Plotnya bagus banget bikin nagih... Semangat Ya Thor🌷💓🥹🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!