NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Dingin

Menikah Dengan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:733
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alya, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan mandiri, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di tengah tekanan keluarga yang ingin ia segera menikah. Tak disangka, dosen pembimbingnya yang terkenal dingin dan perfeksionis, Dr. Reihan Alfarezi, menawarkan solusi yang mengejutkan: sebuah pernikahan kontrak demi menolong satu sama lain.

Reihan butuh istri untuk menyelamatkan reputasinya dari ancaman perjodohan keluarga, sedangkan Alya butuh waktu agar bisa lulus tanpa terus diburu untuk menikah. Keduanya sepakat menjalani pernikahan semu dengan aturan ketat. Tapi apa jadinya ketika batas-batas profesional mulai terkikis oleh perasaan yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

“Mama cuma penasaran, kamu sama dosen itu…” Mama berhenti sejenak, menatap Alya.

Alya menahan napas. “Biasa aja, Ma.”

Mama mengangkat alis, seolah tidak yakin. “Hm… baiklah. Tapi mama rasa dia anak baik.”

Alya mengangguk pelan sambil menghindari tatapan mama. Di dalam hati, ia tahu—kebohongan kecil ini baru permulaan.

kepalanya penuh pikiran. Tatapan Reihan yang dingin, reaksi keluarganya, obrolan Nia dan Lala, bahkan pertemuan tak terduga dengan Farel—semuanya berputar seperti film yang diputar terlalu cepat.

Begitu sampai dikamar Alya melihat ada pesan dari Reihan.

Reihan

Besok sore jam 4, ikut saya ke butik.

Kita fitting baju.

Alya mengetik balasan cepat.

Kok mendadak? Saya belum....

Tiba-tiba notifikasi typing… muncul.

Nggak ada yang mendadak. Waktu kita memang sempit. Saya sudah booking, jadi pastikan kamu tidak terlambat..

Terus keluarga bapak udah tau belum

Sudah saya susah memberitahu orang tua saya. Besok malam kita bahas lagi di restoran bersama orangtuaku dan orangtuamu .

Alya mendengus. Ini orang nggak bisa ya ngomong tolong atau minta?

Tapi ya… mau bagaimana lagi? Dia yang butuh perlindungan dari perjodohan.

_______

Setelah dari kampus untuk mengurus beberapa hal Alya tiba di butik lima menit sebelum jam yang dijanjikan. Di luar, hujan gerimis kembali turun. Ia sempat berpikir Reihan belum datang, tapi begitu masuk, matanya langsung menangkap sosok pria itu di sudut ruangan. Duduk santai sambil membaca dokumen, wajahnya serius seperti sedang mengaudit keuangan negara.

“Kamu telat dua menit,” komentarnya tanpa mengangkat kepala.

Alya menatap jam di ponselnya. “Baru lewat dua menit juga lagian bapak yang kecepatan datangnya.”

“Dua menit bisa mengacaukan satu jadwal kerja,” jawabnya datar.

Astaga, ini orang memang lahir buat nyebelin kali ya? pikir Alya.

Seorang pegawai butik menghampiri, tersenyum ramah. “Selamat sore, silakan ikut saya. Gaun pengantin sudah siap untuk dicoba.”

“Gaun pengantin?” Alya menoleh tajam. “Saya pikir cuma dress sederhana buat foto keluarga?”

“Kita menikah secara hukum, jadi harus ada dokumentasi resmi. Gaun ini hanya untuk foto dan pencatatan sipil,” jelas Reihan sambil bangkit berdiri.

Alya ingin membantah, tapi pegawai itu sudah menggiringnya ke ruang ganti. Beberapa menit kemudian, ia keluar dengan gaun putih sederhana, bahu terbuka, dan potongan A-line yang membuatnya tampak lebih dewasa.

Reihan menatap sekilas… lalu berdiri lebih dekat.

“Pas,” ucapnya singkat.

“Pas? Itu aja komentarnya?” Alya mengangkat alis.

Reihan menatapnya tanpa ekspresi. “Saya tidak pandai memuji. Tapi kamu… terlihat pantas.”

Entah kenapa, kalimat itu membuat pipi Alya sedikit panas. Ia buru-buru membuang pandangan.

---

Selesai fitting, mereka duduk sebentar di ruang tunggu butik. Alya membuka tasnya, hendak mengambil ponsel, tapi sebuah pertanyaan Reihan membuatnya berhenti.

“Kamu kenal pria bernama Farel?”

Alya menoleh cepat. “Hah? Kok… tahu?”

“Lihat dari jendela perpustakaan kemarin. Kalian terlihat akrab.”

Alya memutar bola mata. “Dia cuma teman SMA. Lama nggak ketemu, jadi ngobrol.”

“Pastikan dia tidak tahu soal pernikahan kita,” ujar Reihan datar.

Alya mengernyit. “Bapak curiga atau apa?”

“Saya realistis. Semakin sedikit orang tahu, semakin aman.”

Alya menghela napas panjang. “Ya udah, tenang aja. Nggak ada yang bakal tahu.”

Setelah keluar dari butik, hujan sudah reda. Jalanan masih basah dan berbau tanah, lampu-lampu toko mulai menyala meski langit belum sepenuhnya gelap. Reihan melangkah lebih dulu, dan tanpa banyak bicara, alya pergi ke motor nya tadi dia pergi membawa motor.

"Kamu ngapain" tanya Reihan

"Yah mau pulang lah pak" 'ngga liat apa' sambungku dalam hati

"Ngga ada sekarang kamu masuk mobil"

"Loh mau ngapain pak, kan fitting bajunya udah selesai"

“Sekarang kita ke toko perhiasan,” ucapnya singkat,

"Terus motor saya "

"Udah kamu ngga usah khawatir, cepat masuk"

Alya menghela napas, memasang sabuk pengaman. “Bapak ini kayak punya daftar agenda di kepala, ya? Langsung lanjut ke tahap berikutnya terus ngga ada ngomong apa-apa lagi .”

Reihan menyalakan mesin, tatapannya lurus ke jalan. “Memang. Kalau kita mau menikah minggu depan, semua harus selesai secepatnya.”

Perjalanan menuju pusat perbelanjaan terasa hening. Sesekali Alya melirik pria di sebelahnya itu—sikapnya terlalu serius, nyaris seperti sedang memimpin rapat penting, bukan perjalanan memilih cincin kawin.

Sesampainya di toko perhiasan, mereka disambut pegawai yang langsung mengenali Reihan.

“Selamat datang, Pak Reihan. Semua model yang Anda minta sudah kami siapkan.”

Alya spontan melirik. “Bapak udah pesan duluan?”

“Mempercepat proses,” jawabnya singkat.

Mereka dibawa ke sebuah meja kaca berisi deretan cincin dengan desain berbeda—dari yang sederhana sampai yang penuh berlian berkilau. Pegawai itu menjelaskan tiap detail, tapi mata Alya malah sibuk menilai harga yang… sepertinya bisa untuk DP rumah.

Pegawai toko menyerahkan cincin untuk dicoba. Saat Reihan menyematkan cincin ke jari Alya, jarinya hangat, genggamannya mantap. Alya menahan napas tanpa sadar.

“Pas,” katanya lagi, seperti tadi di butik.

Alya tersenyum tipis. “Bapak cuma punya satu kosakata buat semua momen, ya?”

Reihan hanya menatap sekilas, lalu memasang cincin di jarinya sendiri. “Kalau sudah pas, tidak perlu banyak komentar.”

Setelah selesai melihat-lihat cincin dan memilih model yang disepakati, mereka keluar dari toko. Mobil melaju tenang di jalan yang mulai sepi. Alya duduk bersandar sambil memainkan ponselnya, mencoba tidak terlalu memikirkan tatapan Reihan saat fitting tadi.

Begitu sampai di depan rumahnya, Alya melepas sabuk pengaman. “Makasih udah nganter.”

Reihan tidak langsung membalas. Ia menatap ke depan, lalu berkata, “Besok jangan lupamakan malam katakan pada orang tuamu, nanti saya kirim lokasinya "

Alya menghela napas. “Iya, iya… Bapak ini kalau ngomong kayak checklist jalan tol.”

Reihan menoleh sebentar, matanya tajam tapi tenang. “Lebih baik saya cerewet sekarang daripada kita ribet nanti.”

Alya mendengus kecil, membuka pintu mobil. “Oke, Pak. Saya ngerti. Selamat malam.”

Namun sebelum ia keluar, Reihan kembali bicara, kali ini suaranya sedikit lebih pelan. “Jangan lupa istirahat. Kamu kelihatan lelah.”

Alya menoleh, sedikit kaget. “Itu… barusan kalimat perhatian ya?”

Reihan hanya mengangkat alis tipis, lalu memalingkan wajah. “Jangan dibesar-besarkan. Saya cuma tidak mau calon istri saya terlihat lesu di foto pernikahan.”

Alya tersenyum tipis sambil menggeleng. “Dasar… dingin tapi nyebelin.”

Ia turun dari mobil, dan sebelum masuk ke rumah, sempat melirik lagi ke arah Reihan. Mobil itu segera melaju pergi, meninggalkan Alya dengan jantung yang berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

1
Nurhikma Arzam
semangat thor next nya. 😁
Nurhikma Arzam
saran aja ini, please thor aku agak bingung povnya yg awalnya sudut pandang orang ketiga jadi sudut pandang orang pertama. kalau bisa kasih peringatan untuk peralihan pov ha
Erwinda: ihh makasih banget kak sarannya 🥰
total 1 replies
Nurhikma Arzam
awas jatuh cinta Al
Nurhikma Arzam
bagus semangat thor semoga kamu bisa menyelesaikan tulisan ini dan jadi penulis yang keren kelak. jangan menyerah
Nurhikma Arzam
Farel calon calon sad boy haha
Nurhikma Arzam
roman-romannya Reihan ini naksir duluan keknya sama Alya hmm
Nurhikma Arzam
semangat, saran aja ya kak ujung percakapannya jangan lupa pakai tanda titik biar lebih enak di baca☺
Nurhikma Arzam
Halo thor semangat upnya ya. jangan lupa mampir di cerita aku juga 😁
Pandaherooes
Ceritanya seru banget, semangat terus thor!
Gấu bông
Gila seru abis!
Arisu75
Alur ceritanya keren banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!