NovelToon NovelToon
Istri Pajangan

Istri Pajangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asih sunkar

Aku bukan pelakor! Aku hanya lah orang ketiga dalam hubungan kakaku dan calon suaminya.... lah bagaimana mana bisa?

Bagaimana jika suami mu dan suami kakak mu adalah orang yang sama?

Ini adalah kisah ku. Aku-Kania, Adam dan Najira, yang bukan lain adalah kakak tiri ku, terikat dalam satu hubungan yang bernama tali pernikahan.

Jika kalian tanya siapa istri pertamanya mas Adam. Aku, aku istri pertamanya. Tapi siapa wanita yang di cintanya, iya, Najira.

Aku tau betul kalau hati mu hanya milik Najira seorang. Tapi, aku juga istri mu. Tidak kah kau memikirkan perasaanku walau sedikit?

Jangan lupakan Chandra, Pria adi kuasa yang memegang tali merah di kehidupan Kania.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asih sunkar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5. Kejadian Malam itu

“Adam, apa yang terjadi, katakan!”

Suara Rahardian, ayah Adam, bergema di ruangan itu.

Tangannya mencengkeram kerah kemeja putranya begitu kuat, hingga benang di bagian leher hampir robek.

Adam diam. Bahunya gemetar. Jemarinya mengepal rapat, seolah sedang menahan sesuatu yang hendak meledak dari dalam dada.

Tatapan matanya terarah pada Najira — wanita yang kini duduk di ranjang rumah sakit dengan wajah pucat.

Namun Najira hanya memalingkan pandangan, dingin, seolah semua ini bukan urusannya.

“Adam...”

Suara lembut Yuni, ibunya, bergetar.

“Katakan pada Mama, Nak. Kesalahan apa yang sudah kamu perbuat?”

Air mata menggantung di pelupuk mata wanita itu, siap jatuh kapan saja.

Adam menunduk. Perlahan, ia merogoh saku celananya.

Dari sana, ia mengeluarkan ponsel milik Najira — ponsel dengan layar yang retak parah.

Ia menarik napas panjang, menatap benda itu dengan mata kosong, lalu menyerahkannya pada sang ayah.

Rahardian menerima ponsel itu, menatap layar beberapa detik.

Dan detik berikutnya, matanya membulat. Napasnya tersengal.

“Tidak mungkin…” gumamnya pelan sebelum,

BRAK!

Ponsel itu menghantam lantai dan pecah berkeping-keping.

“Apa itu, Adam?! Katakan! Itu benar, hah?!”

Rahardian berteriak, amarahnya meledak.

Tapi Adam hanya diam — lidahnya kelu, tenggorokannya kering.

“Adam tidak bersalah, Pa.”

Suara lembut tapi tajam itu keluar dari bibir Najira.

Ruangan hening. Semua mata kini menatapnya.

Dan kata-kata berikutnya mengubah arah segalanya.

“Yang bersalah itu Kania.”

Seketika udara di ruangan itu mengeras.

Semua kepala berbalik ke arah gadis yang berdiri di sisi tempat tidur — Kania.

Gadis itu terpaku, matanya membesar, bibirnya bergetar tanpa suara.

Rahardian memutar tubuh, menatap Kania tajam.

“Anakmu,” katanya ke arah Kusuma, ayah Kania.

“Anakmu berbuat serong dengan calon suami kakaknya sendiri.”

Semua terdiam.

Kusuma menatap putrinya tak percaya.

Lalu, tanpa pikir panjang, ia melangkah cepat dan mencengkeram lengan Kania.

“Pak... Pak, sakit…” rintih Kania, air mata mulai menetes.

“Jawab, Kania! Apa itu benar?!” bentak Kusuma, suaranya berat dan dingin.

“Bapak... Kania dijebak, Pak! Kania tidak—”

Tamparan keras memutuskan kalimatnya.

PLAK!

Suara itu menggema, meninggalkan jejak merah di pipi Kania.

Gadis itu jatuh berlutut di lantai, air matanya mengalir tanpa henti.

Mama Adam menunduk, menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Yuni hanya bisa menangis pelan. Kebencian timbul dihatinya.

Sedangkan Najira —

ia menunduk dengan tangan menggenggam selimut erat.

Namun di ujung bibirnya, ada sesuatu yang samar...

senyum tipis yang tak dilihat siapa pun.

“Terus, bagaimana kamu bisa dapat kartu kamar Adam, Kania?”

Suara Najira terdengar datar, tapi ada nada kemenangan di sana.

Kania menatap kakaknya, matanya basah, tubuhnya gemetar.

Namun yang menjawab bukan Kania — melainkan Adam.

“Malam itu... aku kira dia Najira,” kata Adam pelan.

“Lampu di kamar redup... hanya ada dua kartu kamar itu. Satu milikku, satu milik Jira. Jadi aku... aku benar-benar tak tahu.”

Kania menggeleng, putus asa.

“Bukan begitu... ada yang menaruh obat di minumanku... aku tidak sadar apa pun!”

“Cukup, Kania!” bentak Kusuma.

Tangannya kembali terangkat, tapi ibu Kania cepat menahan pergelangan tangannya.

“Pak, tolong jangan ambil keputusan sepihak.

Kita belum dengar semuanya,” ucap ibu, suaranya lembut tapi tegas. Mayang berusaha tenang, walau sebenarnya hatinya berantakan.

Namun suasana sudah hancur.

Tidak ada yang benar-benar mau mendengar.

Kecuali satu orang — yang diam-diam tertawa dalam hati.

---

Malam Sebelumnya...

Di kamar bernuansa lembut itu, Najira bersandar di balik pintu yang baru saja ia tutup rapat.

Ia menahan tawanya, tapi gagal. Suara tawa kecil lolos dari bibirnya, terdengar jahat di antara keheningan.

“Heh... Kania bodoh,” bisiknya sambil melangkah ke ranjang.

Tubuhnya jatuh ke atas kasur empuk, dan ia terkekeh kecil lagi.

“Maafkan aku, adikku.

Bukan aku yang salah — tapi kau yang terlalu mudah dipermainkan.”

Ia meraih ponsel di atas nakas.

Jemarinya menari cepat di layar, dan kali ini, tawa yang keluar lebih pelan, tapi jauh lebih menyeramkan.

“Dengan video ini... aku akan dapatkan semuanya.

Kau hanya bonekaku, Kania.

Dan aku... dalangnya.”

Najira menatap cermin di hadapannya.

Bayangannya tersenyum.

“Sebentar lagi... semuanya akan hancur — kecuali aku.”

---

Di dunia yang masih belum tahu kebenaran,

satu hal pasti:

Malam itu bukan sekadar kesalahan,

melainkan permulaan dari kehancuran yang disusun dengan indah oleh tangan seorang dalang. Yang terlalu jenius.

Bersambung...

1
Alivaaaa
aku mampir Thor
Marhaban ya Nur17
males ah wkwkw , ruwet cerita e pasti
Arni
Adi thor
Wulanda Ciiee Harahap
Bagus sekali
aku siapa
gak mudeng blas
hanefa aisyah
lumayam menaril
Enung Samsiah
pasti jere di kasih ke adi,,,,
Enung Samsiah
pasti jere
Enung Samsiah
siadam bodoh curiga pd kania,, pdhl njira yg hrs d curigai
Enung Samsiah
adam egois bngettt
Eka Shinkur
😍😘💪💪
Elok Pratiwi
tiap baca certa kok ending nya bersatu lagi terus bucinnn ... membosankan
Elok Pratiwi
paling juga adam n kania bersatu lagi terus jadi bucin seperti cerita yg lain sama dg cerita yg lain ... pengen baca yg ending nya pisah dan bahagia dg pasangan yg baru ada ga sihhh ...
Enovia Harnita
aku yakin Adi
Enovia Harnita
tania bodoh...
ridena tribawono
👍 ceritanya bagus banget kak
Rina
yeeeeyy... akhirnya ga balikan sama adam... aku terhura thor..
Rina
toxic nya adam nih lebih mematikan drpd arsenik.
Rina
kalau aku sih thor pinginnya sama jeremy... tp sama othor dimatiin tuh si jere.
karena saat bersama jere atau bahkan baca surat dari jere, kania bisa tertawa bahagia... othornim kejam...😌
Rina
nanti adam tau kania hamil nuduh yg engga² lagi.. mengingat dia punya sumbu teramat pendek....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!