NovelToon NovelToon
Lost Love In Bloom Again

Lost Love In Bloom Again

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:136.7k
Nilai: 5
Nama Author: Khairiana

Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.

Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.

Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.

Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertama

Bel baru saja berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba.

Satu persatu terlihat siswa dan siswi keluar dari ruangan kelas mereka masing-masing, dan memulai aktivitas mereka seperti biasanya.

Kebanyakan dari mereka memilih menghabiskan waktu bersama di kantin atau di perpustakaan yang ada di sekolah tersebut. Dan sisanya lebih memilih menikmati waktu tersebut dengan gaya hidup mereka masing-masing.

Salah satunya adalah Rangga, yang sejak SMP gemar bermain basket hingga sampai saat ini. Beberapa kali ia mendapat tawaran dari pelatih basket untuk bergabung menjadi salah satu anggota tim basket di sekolah mereka, namun ia terus menolaknya.

Menurutnya bermain basket hanyalah salah satu dari hobinya, bukan cita-citanya. Dan kini ia sedang menikmati hobinya tersebut bersama kedua sahabatnya.

Sedangkan Rena, ia baru saja keluar dari ruang perpustakaan bersama kedua sahabatnya. Mereka terus berjalan melewati beberapa koridor sekolah sembari membaca buku yang baru saja di pinjamnya dari perpustakaan tersebut.

Rena yang begitu serius membaca dan membuka halaman selanjutnya tidak menyadari akan bahaya yang akan menimpanya.

Buuuk..

Sebuah bola mendarat dengan keras di kepalanya, hingga membuatnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Bruuukh..

Anggi dan Tika yang juga tidak menyadari hal tersebut merasa terkejut dengan apa yang menimpa Rena.

"Rena..!" Seru keduanya sembari duduk dan mencoba membangunkannya.

"Ren,bangun Ren.. !!" Ucap Anggi menepuk-nepuk pelan wajah Rena.

"Ren, jangan bercanda dong !"Imbuh Tika sembari mengguncang tubuh sahabatnya tersebut.

Rangga dan kedua sahabatnya yang masih tertawa dengan apa yang ia lakukan tiba-tiba terdiam saat melihat Tika dan Anggi yang mulai panik mencoba membangunkan Rena.

Dirinya tidak menyangka kalau perbuatannya itu akan membuat Rena jatuh pingsan. Dengan cepat ia berlari menghampiri kerumunan siswa yang tengah penasaran dengan apa yang terjadi dan menyusup di antara kerumunan tersebut.

"Rena.. !" Serunya panik dan merangkul tubuh Rena dengan cepat.

"Kau sengaja bukan ?!" Tunjuk Anggi menatap tajam ke arah Rangga.

Mendengar pertanyaan itu, Rangga refleks mengangkat wajahnya menatap Anggi dengan tatapan yang di penuhi rasa bersalah. Iya tidak bermaksud untuk mencelakai Rena.

"Ren, Rena. Aku hanya bercanda." Ia dengan cemas menepuk pelan pipi Rena.

Melihat tak ada reaksi apapun dari Rena, ia segera berdiri dan mengangkatnya kemudian bergegas berlari membawanya ke ruang UKS.

Monica yang juga melihat kejadian tersebut mengikuti mereka dan berakhir berhenti di depan pintu ruangan tersebut.

Unit Kesehatan Sekolah.

Rangga membaringkan tubuh Rena di atas brankar secara perlahan dan kembali mencoba untuk membangunkannya.

"Ren, Rena, sadarlah.. !" Ia masih menepuk pelan wajah Rena dengan cemas.

Monica yang sedari tadi berdiri di depan pintu yang sedikit dibiarkan terbuka terus memperhatikan Rangga yang terlihat begitu mencemaskan Rena. Hal itu membuatnya kembali merasa kesal dan terbakar api cemburu.

("Kau bohong Rangga. Kau menyukai gadis itu.")

Ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat kemudian pergi meninggalkan pemandangan yang terus membuatnya sakit hati.

Rangga yang tidak menyadari hal itu, dengan panik terus berusaha membangunkan Rena.

Beberapa kali ia terlihat memberikan aroma therapy,berharap gadis itu segera sadar. Namun tetap saja tak kunjung membuahkan hasil, membuatnya kehabisan cara dan terduduk lemah menatap Rena dalam diam. Hingga ia terpikirkan sesuatu yang kemungkinan akan berhasil.

Ia dengan cepat berdiri kemudian perlahan membungkuk menatap Rena dalam diam, ada keraguan yang tercetak jelas di wajahnya.

"Maafkan aku." Ucapnya lirih kemudian memejamkan matanya bersiap memberikan nafas buatan.

Ia sebenarnya ragu apakah ini adalah keputusan yang tepat untuk memberikan Rena nafas buatan atau tidak. Jika ia melakukannya, maka secara tidak langsung mereka telah berciuman dan ini akan menjadi ciuman pertamanya pada seorang wanita.

Rangga menggelengkan kepalanya pelan.

("Tidak.Ini bukan waktunya memikirkan hal-hal yang seperti itu, untuk sekarang aku harus fokus menolongnya.") Batinnya dan semakin membungkukkan tubuhnya dengan mata terpejam.

Tanpa ia sadari Rena sedari tadi telah menatapnya dalam diam. Ketika Rangga membuka matanya secara perlahan, betapa malunya dia saat mendapati Rena yang menatapnya sembari memasang ekspresi mengejek di wajahnya.

Dengan cepat Rangga menegakkan tubuhnya.

"Kau !"

"Ya.. apa dari tadi kau hanya mempermainkan_ku ?!" Serunya kesal.

"Bagaimana menurutmu ?!!" Ucap Rena kemudian tertawa puas karna sukses telah mengerjai Rangga.

"Lagipula apa kau pikir setiap orang yang tidak sadarkan diri harus di beri nafas buatan ?!" Tanya Rena segera duduk dan beranjak berdiri.

Rangga yang tidak terima di permainkan seperti itu dengan cepat mencekal tangan Rena dan mendorongnya kembali ke tempat tidur kemudian menindihnya.

"Bukankah kau sengaja ?" Tanyanya geram. Sudah berapa kali Rena merusak harga dirinya ? Jika dipikirkan kembali itu sudah beberapa kali dan itu menambah kekesalan Rangga.

"Menurutmu ? bukankah kau juga dengan sengaja melempari bola itu padaku ? anggap saja kali ini kita impas." Ucap Rena mencoba mendorong Rangga

"Oh, satu lagi masalah permen karet aku belum menghitungnya!!" Rena mengingatkan, menutupi kecanggungan nya dengan posisi intim mereka saat ini.

Rangga bukan tidak suka Rena mempermainkannya. Hanya saja,dia paling tidak suka kalau Rena mulai mempermainkan harga dirinya.

Dengan tatapan penuh kebencian Rangga menegakkan tubuhnya meninggalkan ruangan itu dengan kesal.

Namun ia tidak menyangka kedua sahabat Rena sudah berdiri di depan pintu yang entah kapan mereka berada di tempat itu. Tanpa mengucapkan apapun Rangga melewati kedua gadis tersebut dan pergi.

Tika dan Anggi saling melempar pandang satu sama lain setelah menyaksikan betapa menyeramkan nya Rangga saat marah. Kemudian keduanya dengan cepat masuk dan menghampiri Rena yang masih tersenyum puas.

"Ren, apa kau baik-baik saja ?"

"Emmm" Rena bergumam dan tersenyum menganggukkan kepalanya.

"Syukurlah, lalu yang tadi ?"

"Apa ? aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran." Jawab Rena seolah mengerti dengan pertanyaan Anggi.

Anggi menyilangkan tangannya dan duduk di samping Rena "Tapi kali ini kau sedikit kelewatan Ren."

"Kelewatan ? Menurutku tidak,aku malah berpikir kalau kita perlu merayakan hal ini karna telah sukses membuat pria menyebalkan itu benar-benar tertipu." Ucap Tika menyela ucapan Anggi.

Rena menganggukkan kepalanya merasa setuju dengan apa yang di katakan Tika.

"Ren, aku tahu kau melakukan semua ini karna ingin membalasnya, tapi kali ini kau bukan hanya sukses membalasnya, tapi juga sukses mempermainkan perasaan dan juga harga dirinya." Anggi mencoba mengingatkan.

"Salah sendiri, siapa suruh dia suka mengerjai Rena. Apa kau tidak ingat ? terakhir kali pria itu menaruh permen karet di rambut Rena dan membuat Rena harus memotong pendek rambutnya seperti ini." Jawab Tika tidak terima dengan cara berpikir Anggi.

Dan bukankah tadi kau dengar sendiri dia bilang apa ? "Maaf Ren, aku hanya bercanda" seriously ?! apa pun itu what ever. Aku rasa semuanya impas." Imbuhnya dengan menirukan gaya bicara Rangga.Membuat Rena tertawa geli melihatnya. Sedangkan Anggi hanya bisa diam tanpa memberikan komentar.

"Sudah, sudah, mengapa kita yang jadi ribut ?!" Rena mencoba melerai keduanya.

"Aku berjanji, lain kali tidak akan mengulanginya lagi." Imbuhnya menatap Anggi dengan senyum.

"Kau berjanji ?" Tanya Anggi.

Rena mengangguk dengan tulus.

"Kenapa harus berjanji ?" Seru Tika.

"Tika..." Seru Anggi dan Rena secara bersamaan.

"Iya, iya.." Ucap Tika tak berdaya. Ketiganya akhirnya tertawa dan meninggalkan ruangan tersebut.

"Eh, apa tadi kau melihatnya ?" Tanya Tika pada Anggi.

"Apa ?"

"Ekspresi Rangga saat dia ingin memberi Rena nafas buatan.Sumpah, itu benar-benar lucu." Jawab Tika dengan tawa lepas.

"Tapi.. kalau aku perhatikan, sepertinya dia belum berpengalaman deh dengan ciuman." Imbuhnya dengan ekspresi wajah yang serius.

Rena yang mendengarnya akhirnya tertawa lepas.

Hahahaaa..

"Yang benar saja, kau bilang dia belum pengalaman ?! Hahaa kau lucu sekali. "Ucapnya sembari mencubit gemas pipi sahabatnya.

Tika menganggukkan kepalanya, membuat Rena kembali tertawa.

"Apanya yang lucu ?" Tanya Tika tidak mengerti.

"Anggi ayo katakan padaku, apa kau juga percaya kalau si otak mesum seperti dia belum berpengalaman ?" Tanya Rena menatap Anggi sembari menahan tawanya yang tidak ingin berhenti.

Anggi menggelengkan kepalanya pelan. Membuat Rena kembali tertawa.

"Apanya yang lucu ?" Bisik Tika ke telinga Anggi menatap heran ke arah Rena.

Tanpa keduanya ketahui, Rena hanya ingin menutupi perasaannya yang sebenarnya kalau dirinya masih merasa degdegan mengingat kejadian tadi.Dan diam-diam memegang dadanya yang merasa jantungnya tidak mau berhenti berdetak dengan cepat sejak tadi.

Ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika saja Rangga tidak membuka matanya dengan cepat.

Mereka bertiga terus berjalan dan hampir sampai di ruang kelas mereka. Namun tiba-tiba saja Monica keluar dari ruangan tersebut dan menabrak Rena dengan segelas minuman yang ada di tangannya tumpah begitu saja di seragam Rena.

"Uuppssss.. maaf, aku tidak sengaja !" Ucap Monica kemudian berlalu meninggalkan Rena dengan senyum liciknya.

Tika yang melihat jelas senyuman itu merasa sangat kesal dan ingin menjambak rambut kriting Monica, namun Anggi dengan cepat menariknya. Sedangkan Rena hanya bisa menghela nafasnya kasar.

"Kalian masuk saja, aku ke toilet sebentar." Ucapnya dan bergegas pergi.

"Jangan lama-lama !!"Seru Tika yang mendapat lambaian tangan dari Rena.

Toilet Sekolah.

Rena baru saja membersihkan bajunya segera keluar dan membuka pintu, namun ia tiba-tiba terpeleset membuatnya kehilangan keseimbangannya.

Di saat yang sama, Rangga yang ternyata berada di toilet pria baru saja keluar dan membuka pintu, mendapati Rena yang akan terjatuh membuatnya dengan cepat menangkap tubuh gadis itu.

Yang membuat Rena semakin terkejut, saat melihat pria yang membuat jantungnya dari tadi berdetak tak menentu kini berada di hadapannya dan merangkul pinggangnya tanpa permisi.

Hal itu membuat jantungnya serasa ingin lompat dari tempatnya, membuat dirinya semakin tidak bisa menahan keseimbangannya dan di tambah lagi dengan keadaan lantai yang begitu licin, membuat Rena menarik kerah baju Rangga dengan kuat hingga keduanya akhirnya terjatuh ke lantai secara bersamaan.

Sebelum kepala Rena benar-benar membentur lantai, Rangga dengan cepat memposisikan tangannya di bawah kepala Rena.

Bruuukh..

Keduanya jatuh membentur lantai dengan sangat keras. Dan yang membuat keduanya semakin terkejut saat tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan.

Rena membuka matanya perlahan dan menatap Rangga yang kini berbaring di atasnya yang kini juga menatapnya dengan tatapan yang sama.

Dengan cepat Rena mendorong tubuh Rangga ke samping kemudian bangun dan memperbaiki rambutnya.

Monica yang sebelumnya sudah merencanakan semua itu tidak menyangka kalau Rangga juga berada di toilet pria.

Rencana yang sudah ia siapkan sedemikian rupa benar-benar berantakan. Alih-alih ingin membuat Rena celaka, malah membuat Rena dan Rangga tak sengaja saling berciuman.

Ia menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian pergi dari tempat tersebut sebelum Rangga menyadari keberadaannya.

"Kau..!" Tunjuk Rena kesal.

"Dasar otak mesum !" Imbuhnya asal. Ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia katakan saat ini.

"Seharusnya kau berterima kasih padaku." Ucap Rangga sembari merapikan bajunya.

"Apa kau bilang ? terima kasih ? terima kasih karna kau telah menciumku ?!" Ucap Rena sedikit heboh.

Rangga sendiri tidak tahu mengapa gadis itu selalu saja membesar besarkan masalah.

"Apa kau pikir aku sangat suka menciummu ?aku juga tidak sengaja. Lagipula kau juga kan yang menarikku ?! " Jawab Rangga dengan kesal.

Rena terdiam, apa yang Rangga katakan memang ada benarnya, seandainya saja dia tidak menarik kerah baju pria itu,mungkin akan berbeda lagi ceritanya.

Walau bagaimana pun, kali ini dia memang harus berterima kasih. Namun ia sangat malu untuk mengatakannya.

Rangga yang sudah berdiri mengulurkan tangannya.

Rena yang melihat uluran tangan tersebut meraihnya dan kemudian berdiri dengan bantuan Rangga.

"Apa kau masih tidak ingin berterima kasih ?" Tanya Rangga yang melihat Rena terus diam sembari memperbaiki seragamnya. Namun jawaban Rena benar-benar di luar ekspektasinya.

"Dasar otak mesum !!" Ucap Rena kemudian pergi begitu saja meninggalkannya.

Rangga yang terus menatap kepergian Rena diam-diam memegang dadanya merasakan irama jantungnya dengan irama yang sama saat pertama kali mereka bertemu.

Ia perlahan meraba bibirnya mengingat bagaimana merahnya wajah Rena saat tanpa sengaja mereka saling berciuman.

Hingga akhirnya ia meninggalkan tempat tersebut dengan senyum yang mengembang.

1
Yeyet Agus
suka sekali dng novel ini, ada misteri² nya...seru. Tks thor..ttp semangat.
Nadhya
kereen
Sri Wahyuni
makasih thor
R: Terimakasih juga untukmu yang sudah setia mengikuti cerita author.. jumpa lagi di karya selanjutnya. 😘❤
total 3 replies
callmemamak
ya ampuuun.... dibikin melehoy sama rangga
ndhya: 🤭😂🤣 melehoy gk tuh
total 2 replies
R
Hahaa.. seminggu itu gak selama 10 tahun kok.. 😂😄
callmemamak
kasian rangga. udah 10 th bersabar begitu nikah masih harus bersabar pula... tabahkan hatimu rangga
callmemamak
yeayy.... semangat up nya kak
R: siiip.. 😊
total 1 replies
callmemamak
ya ampuun up jg akhirnya kak.. sering² dong up. nya
R: akan di usahakan ya..
total 1 replies
Sri Wahyuni
dibikin ruwet sendiri
callmemamak
udah nikah masih aja mikir sih rangga
R
Sekedar pengumuman.

Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉

See you all.. 😘🥰
callmemamak
ya ampuun... rangga bikin gemess gregeetttt
callmemamak
akhirnya up jg kak
R
Akan di usahakan, maaf kalo sy sering lambat up-nya, soalnya kadang harus ngurus rumah dan anak-anak, apalagi sekarang Ibu lagi sakit jadi kadang otaknya laload untuk bisa nyusun kata menjadi suatu kalimat.

Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
callmemamak
akhirnya up jg kak... ditunggu next part nya
Rohani
akhirnya Rangga & Rena menikah jg..
callmemamak
ya ampuuun gemes bgt ma rangga
callmemamak
ya ampuun ranggaa...... terhura bgt dirikuu 😢
callmemamak
aaa.... akhirnya... ayo beri jalan buat rena n rangga
ndhya
tika maanaaaaaaa nggk muncul lgi yh 🧐
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!