NovelToon NovelToon
Suamiku Kau Rebut, Kudapatkan Papamu

Suamiku Kau Rebut, Kudapatkan Papamu

Status: tamat
Genre:Duda / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Sebuah kisah tentang seorang istri yang dikhianati suami juga sahabat baiknya sendiri. Yuk mampir biar karya ini ramai kayak pasar global.

Karya ini merupakan karya Author di akun lain, yang gagal retensi. Dan kini Author alihkan di akun Hasna_Ramarta. Jadi, jika kalian pernah membaca dan merasa kisahnya sama, mungkin itu karya saya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Bima Mencari Sauza

     Subuh menjelang, adzan Subuh pun terdengar di mana-mana, sehingga membuat Bima terbangun. Saat tubuhnya mulai tersadar, Bima meraba sisi sampingnya yang ternyata sudah kosong. Sauza tidak ada dan menghilang.

     Bima bangkit lalu memeriksa lemari baju Sauza yang masih penuh. Tapi sepertinya ada sebagian yang sudah tidak di dalamnya.

     "Sauzaaa, kamu di mana, kamu jangan pergi," teriak Bima sembari mencari Sauza ke seluruh ruangan. Tapi Sauza sudah benar-benar tidak ada. Bima kembali ke kamarnya dan termenung di ranjang.

     Sauza pergi dan hanya membawa barang-barang pribadinya. Ia membawa sebagian bajunya dan perhiasan emas pemberian mahar saat menikah dengan Bima.

    "Sauza, kamu berani pergi. Lihat saja, aku pasti menemukanmu." Bima kesal dan melempar semua benda yang berada di meja rias.

     Sebelum mama dan papanya datang, Bima segera beranjak dari kamar. Dia bermaksud mencari Sauza.

     "Pokoknya aku harus menemukanmu, Za. Kenapa kamu pergi, Za?" gumamnya sambil meraih jaket dan mengenakannya, lalu bergegas keluar kamar dan menuruni tangga.

     Bima segera mengayun langkah menuju mobilnya. Mobil itu pun melaju membelah jalanan kota yang kira-kira dilewati Sauza.

     "Akan ke manakah dia? Sejauh ini Sauza hanya menghabiskan hari-hari di sekitar kota ini. Mana mungkin dia bisa keluar kota, dan itu sangat tidak mungkin. Tapi, Suaza dulu pernah ke terminal bus. Ahkk, jangan-jangan dia ke sana," duga Bima baru kepikiran. Dan firasatnya kini justru menduga kalau Sauza sedang menuju terminal antar kota antar provinsi.

     "Aku harus segera ke sana, mudah-mudahan saja Sauza masih di sekitaran terminal. Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini jadinya? Kenapa Sauza bisa memergoki aku dan Mira di hotel, dan kenapa Sauza bisa membuntuti mobilku?" Bima meremat rambutnya kasar dengan sebelah tangannya, dan tangan sebelah kanan tetap fokus dengan setir.

     "Ayolah, Za, perlihatkan dirimu. Kamu tidak mungkin pergi jauh, kamu jarang bepergian keluar kota. Aku yakin kamu masih di dalam kota ini," harap Bima masih melajukan mobilnya di jalanan kota Bandung yang masih lancar karena masih pagi.

     Satu jam kemudian, Bima sudah tiba di terminal Leuwipanjang, terminal yang bisa menghubungkan antar kota antar provinsi. Bima tahu bis-bis AKAP di terminal ini, hanyalah mengantarkan penumpang ke kota-kota bagian barat dari provinsi Jawa Barat. Dan jika dugaan Bima benar, Sauza pasti akan pergi yang paling jauh hanyalah ke kota-kota wilayah barat provinsi Jawa Barat saja.

     "Apakah bis MGI itu?" duganya menunjuk bis berwarna biru tua dengan tulisan MGI italik besar berwarna putih yang khusus mengantar penumpang ke kota Sukabumi. "Atau Prima Jassa yang mengantar penumpang ke kota Bekasi, Cikarang dan sekitarnya. Atau Arimbi, yang mengantarkan penumpang khusus ke pelabuhan Merak dan sekitarnya?"

      Bima melajukan mobilnya melewati lajur angkot yang mulai dilewati angkot-angkot. Matanya fokus ke sebelah kiri memperhatikan setiap bis yang mulai berjalan menuju pintu keluar.

     Setelah lajur angkot habis, Bima menepikan mobilnya tepat di samping kiri pintu keluar bis. Lalu ia keluar dan berdiri di atas trotoar mengamati satu per satu bis yang akan melewati jalur itu, berharap Sauza ada dalam salah satu bis yang lewat itu.

     Bis yang diduga dinaiki Sauza, mulai diamati Bima satu persatu. Dengan berdiri mendongak seperti itu, ia bisa mengenali Sauza dari luar meskipun hanya terlihat kepalanya saja.

     "Ya ampun sudah beberapa bis AKAP yang aku amati, tapi Sauza belum terlihat kepalanya, bagaimana ini. Harus ke mana aku mencari dia?" gumamnya frustasi.

     Sementara Sauza, yang kini masih berada di dalam area terminal, baru saja memasuki satu bis yang arah tujuannya menuju terminal kampung rambutan. Sebelum menaiki bis, Sauza sempat mampir ke WC dan warung kecil untuk membeli minuman mineral dan makanan kecil untuk cemilan di dalam bis.

     "Bismillah," ucapnya sembari memasuki bis dengan kaki kanannya. Bis mulai melaju perlahan. Penumpangnya masih hitungan jari dan hanya ada delapan. Biasanya bis ini akan dapat penumpang di jalan-jalan yang dilewatinya.

     "Rambutan-rambutan." Seorang Kernet berpakaian awak bis meneriaki calon penumpang tepat bis sudah berada di pintu keluar bis. Bis sengaja menepi dan beberapa saat ngetem di sana.

     "Mas Bima!!!" kejutnya, disertai degupan jantung yang tiba-tiba kencang ketika matanya melihat mobil dan Bima berada di pinggir kiri jalan. Sauza segera merunduk menghindari dari penglihatan Bima. Sementara bis mulai melewati mobil Bima dan jarak tiga meter di depan Bima, bis berhenti untuk menunggu penumpang di sana.

     "Rambutan-rambutan, Cililitan-litan-litan," teriaknya lagi tidak patah semangat. Sauza terus merunduk dan berharap bis yang ia tumpangi segera pergi dari situ.

     Beberapa pedagang asongan mulai menaiki bis.

     "Bang rokoknya dua batang, ya ampun sudah saya teriaki malah tidak noleh," protes suara yang sangat Sauza kenal yang saat ini seakan begitu dekat, karena Bima memang menaiki bis itu untuk menyusul pedagang asongan penjual rokok dan minuman.

     "Maafkan Mas, saya tidak kedengaran tadi. Dengan kopinya?" Pedagang itu mulai menawarkan dagangan lainnya.

     "Tidak, rokok saja." Bima menjawab, lagi-lagi suaranya sangat dekat. Sauza sudah bergetar takutnya Bima berjalan ke lorong depan dan sengaja mencari dirinya. Kalau Bima berjalan ke depan kursi bis, jelas dia akan ketahuan.

     "Ya Allah jangan sampai Mas Bima ke depan dan mencari aku. Kalau sampai terjadi, aku pasti akan ketemu," harap Sauza.

     Untungnya Bima sepertinya tidak ke depan, dia mulai turun dan menyalakan rokoknya di luar bis.

     "Apakah Mas Bima sudah keluar dari bis ini?" Sauza cemas dan masih merunduk, sebab Bima masih berada di sekitar situ. Beberapa penumpang mulai memasuki bis, dan hampir setengahnya kursi bis itu penuh. Bis pun mulai berjalan meninggalkan simpang tiga pintu keluar terminal.

     "Selamat tinggal Mas, aku terpaksa pergi, karena sudah tidak kamu inginkan lagi." Sauza menangis sembari perlahan menaikkan kembali tubuhnya dan duduk dengan benar seperti tadi.

     Bis semakin jauh dan jauh, Sauza lega, kini ia bisa bebas duduk di kursi bis tanpa takut harus ketahuan Bima.

     Sementara itu, Bima kini mulai bosan dan lelah mencari dan mengamati satu per satu bis yang melewati simpang tiga pintu keluar terminal. Hatinya kalang kabut karena tidak bisa menemukan Sauza. Terpaksa dia kembali dan memutar balik mobilnya dan kembali pulang seraya berharap di jalan ia bisa menemukan Sauza.

     "Ya ampun Za, ke mana kamu pergi? Kenapa kamu harus nekad? Coba aktifkan sekali saja Hp mu Za, biar aku bisa melacak keberadaanmu," doanya, tidak terasa air matanya turun dari sudut mata. Mungkin Bima baru sadar bahwa kepergian Sauza baru terasa semenyakitkan ini. Belum lagi nanti di rumah tentu saja akan mendapat interogasi dari kedua orang tuanya. Dan yang paling Bima takutkan adalah kemarahan sang papa.

1
Iskurnia
rumah tangga biasa
Nasir: Lanjut ya Kaj....
total 1 replies
Yenisia Afila
ceraikan saja suami pengecut dan bodoh seperti itu
Umi Maryam
semoga ga sauza langsung yamil daoet kembar sepasang.🙏🤲🏻🤲🏻
Umi Maryam
kenapa atih pa kendra bikin drama nya keterlaluan kalau begitumah bohong mencintai sauza teh
Nasir: Iya. Banyak drama...
total 1 replies
Umi Maryam
harus nya kamu bilang gara2 anak gadis oamu pa yg gatel yg udah ngerbit suami saya gitu dong bahwa bima itu mantan kamu dan cewe mantan sahabat kamu itu anak bapa ...
Umi Maryam
bagus neng jadi perempuan jangan menye2 harus badas bila perlu libas tuh suami tukang selingkuh dan pelakor nya ....
Nasir: Sipp... lanjut sampai tamat Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Ana Akhwat
Laki lakinya terlalu ketuaan
Nasir: Hehhe... iya Kak, kan Papanya si pelakor... 🙏🙏
total 1 replies
Alta Kenz
bener bgt sauza hrs gitu ceritakan semua kelakuan nya biar tau rasa itu di bima n Mira
evi pusparini trianti
disini aja kak
Tutik Sekawan
Luar biasa
Nasir: Trmksh.
total 1 replies
Soraya
mksh thor karyanya👍
Nasir: Sama2 Kak...
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Nasir: Silahkan Kak. Smg betah ya.
total 1 replies
Lina Mei
bagus...
Nasir: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
moral hazard
makasih thor..keren
Nasir: Masya Allah mksh byk Kak sudah hadir. 🥰🥰🥰. Hadir juga di kisah lain ya. Masih byk judul lain kak di profil saya.
total 1 replies
Katherina Ajawaila
sepertinya seru juga y Thour, poligami atau pelakor berkeliaran/Tongue/
Katherina Ajawaila: oke, mks outhour
total 2 replies
Katherina Ajawaila
Akhirnya yg di. nanti " dtng juga , ngk ada lg bahasa mandul" . sukses mas Kendra dan Sauzasemoga baby nya kembar aja ya Thour 😘
Katherina Ajawaila: aku suka cerita nya outhour, jgn tersinggung ya thour kalau mulut ku asal nyablak gemes liat para pelakor yg kampungan ngk punya attitude😘
total 2 replies
Katherina Ajawaila
keren Mira buat kejutan tapi pas sadar bikin ulah lg lompat aja dr Apartemen biar lewat kalau pendek ya pling patah" doank /Skull/
Katherina Ajawaila
Mantap biar sadar diri pelacur jgn arogan, sombong pada hal ngk tau anak siapa /Toasted/
Katherina Ajawaila
Mira edan, untung Jamal. di mandat sm Bpk, jadi ada yg bisa di andalkan, di dwpirtasi aja tuh mira ke mana ke /Skull/
Katherina Ajawaila
ngk pakai tunggu lg mmg udh msk prodeo krn melakukan kruminal /Skull/, lumayan hitung brp tahun lah biar tau Adab keluarnya😖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!