NovelToon NovelToon
Guzheng of The Moon

Guzheng of The Moon

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:532.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jengke Rin

Menjadi selir? Apa mau dikata. Seberapapun Yue menolak, ia tetap ditakdirkan untuk itu. Jadi percuma saja lari atau mengakhiri hidupnya hanya untuk terbebas.

Yang bisa Yue lakukan hanya berusaha untuk menjadi selir terbaik sepanjang sejarah Kerajaan Yuhan. Ia akan menakhlukkan hati sang kaisar apapun yang terjadi. Itulah sumpahnya saat menginjakkan kaki untuk kedua kalinya ke dalam istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jengke Rin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

V

Yue berdiri kaku di tempatnya. Ia gemetar, takut dan malu. Sedangkan Sang Kaisar sama sekali tidak terusik dengan kehadirannya.

“S-saya akan kembali setelah Anda mengenakan pakaian,” kata Yue.

Kepalanya semakin tertunduk. Entah semerah apa wajahnya sekarang. Yang ia rasakan hanya rasa panas yang mulai menjalar dari ujung kepalanya sampai kaki.

Sang Kaisar terkekeh geli pada saat itu juga. Membuat Yue semakin salah tingkah. Kini ia bahkan bisa merasakan hembusan nafas membelai rambutnya. Ia merasakan Sang Kaisar berdiri di belakangnya.

“Yue, berbaliklah.”

“Apakah Anda sudah berpakaian?”

“Lihatlah sendiri,” balas Sang Kaisar dengan nada pelan dan menggoda.

Ragu. Perlahan Yue membalikkan tubuhnya namun dengan mata yang masih tertutup. Sebelah mata ia buka perlahan. Lalu yang satunya lagi. Terkesiap saat wajah Sang Kaisar yang menyambut di hadapannya.

Begitu dekat, batinnya.

Reaksi pertama Yue adalah mundur dan dengan bodohnya tanpa sengaja menginjak ujung gaunnya sendiri hingga terjungkal kebelakang, mendarat dengan pantat terlebih dulu.

Diliriknya Sang Kaisar yang menggelengkan kepalanya.

“Yang Mulia, tangkap!”

Seakan belum cukup kesialan yang ia hadapi, untuk sepersekian detik kesialan lainnya menghampiri Yue.

Ah, harusnya sekarang ini ia melayani para pelanggannya di kedai, pikirnya. Mungkin ini hanya mimpi. Ya, mungkin karena itu juga sekarang ini kepalanya terasa sakit dan berat. 

Nyaman sekali. Yue memimpikan belaian hangat tangan ibunya. Ia tidak ingin terbangun dari mimpi ini.

“... Bu, bawa aku. Aku tidakau sendiri ...,” gumam Yue dalam tidurnya.

“Aku sudah membawamu ke istanaku.”

“... Bu.”

Tunggu.

Ibunya tidak memiliki suara berat seperti suara yang menjawabnya tadi. Perlahan Yue membuka matanya. Pertama kali ia melihat kelopak bunga plum berterbangan memasuki jendela bersama sinar rembulan. Indah sekali, batinnya.

Ia pasti masih bermimpi. Kelambu tipis berterbangan lembut di setiap sisi jendela. Semakin menegaskan kalau ini mimpi, putus Yue.

“Apa kau hendak tidur kembali?”

Yue memutar kepalanya dan kini ia bisa melihat seorang pria yang terlalu tampan untuk disebut manusia. “Ini ... mimpi yang sangat indah ...,” gumamnya lagi.

Pria tampan itu tersenyum lembut sembari membelai pipi Yue perlahan. “Aku yakin tabib istana telah memberimu obat yang cukup keras atau mungkin kepalamu yang terbentur cukup keras.”

Istana? pikirnya. Astaga, istana! Kaisar!

Sontak Yue bangun dan menjauhi pria di depannya. Tapi tindakannya langsung terhenti saat selimut melorot perlahan dari tubuhnya. Serta memperlihatkan sesuatu yang tidak seharusnya.

"Kyaaaaa!!!"

Dengan tergopoh Yue menarik selimut sebisanya untuk menutupi tubuh telanjangnya. Ia juga bergerak semakin menjauh dari sang Kaisar hingga punggungnya membentur dinding. Sayangnya ia tidak akan bisa lolos dengan mudah karena Sang Kaisar membaringkan tubuh kekarnya di sisi tempat tidur, seakan sengaja untuk menghalangi Yue turun dari tempat tidur itu.

Ia malu. Sangat malu. Bahkan rasa dingin dari semilir angin yang membelai punggungnya seakan tidak mampu meredam rasa panas yang kini menjalari setiap inci tubuhnya.

“Apa yang Anda lakukan di sini?”

“Kalau kau masih belum sadar, ini adalah kediamanku.”

Benar. Ini bukanlah kamar Yue. Kamar ini didominasi oleh warna emas dan bukannya warna lembayung.

“Izinkan saya untuk kembali ke kamar saya,” pinta Yue dengan suara parau, ia bahkan hampir menangis karena malu teramat sangat.

“Kau yakin? Masih ada yang perlu kita urus. Kurasa tidak untuk malam ini, Yue.”

1
Fakhrur Razi
itulah wanita yang di ciptakan untuk drama
⁂❄︎❤︎Liya Nina❤︎❄︎⁂
bagus
Rieny Sartika
mudah amat berpaling 1 bulan nikah lg dasar..........kirain anak guzeng....najis amat iiiih
Rieny Sartika
iblis jg ada yg cinta terlalu....
Erna Ernawati
bukankah awalnya yue memng tdk minat ya jd selir?? knp skrg yue jd merasa takut kalah??
Erna Ernawati
alurnya sedikit kacau...mungkin hrs di ksh tanda utk pindah alur
Erna Ernawati
gaya bhsa dan penataan kalimat ok bngt..keyen
Sitti Asyiah naeni
😄😄😄😄😄kukira cuma aku yang pusing pertama kalinya banyak novel bikin pusing
im3ld4
Mmm .. mc cewek... ga ada kelebihan.. cm naif doang lebihnya.. bakal kayak sinetron di +62
im3ld4
Yawlaaah baik banget nian🤭
im3ld4
sip
im3ld4
oo
mejik tutik
nangis aku bacanya
Sulati Cus
itu ayahmu
Sulati Cus
nasib2
Sulati Cus
ah ikut nyesek
Sulati Cus
kasian yue
Sulati Cus
jgn blg klu ghu Zheng bls dendam demi kk nya
Sulati Cus
hadeeeh ada apa lg ini, kasian klu g jd
zie_o_c ✔: MISI NUMPANG PROMOSI KAK😀
Sambil nunggu update jan lupa mampir ke novel
pertama ku yg judulnya

"SNOW FLOWER"

Genre

-Romantis
-Time travel

Mohon saran dan kritiknya :")
total 1 replies
Lia Anggraini
suka...suka.. 🥰💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!