NovelToon NovelToon
Jadi Ayahku Ya Om!

Jadi Ayahku Ya Om!

Status: tamat
Genre:Single Mom / Trauma masa lalu / Anak Genius / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:666.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

" Om om, mau jadi ayah Aga ndak. Aga ndak punya ayah. Ibu Aga tantik lho Om."
" Hahaha, anak ini lucu bener."
Seorang bocah kecil tiba-tiba bicara seperti itu kepada pria asing. Wajah polosnya tersebut tidak bisa membuat si pria marah meskipun dia dipinang dadakan oleh bocah itu.
Tapi siapa sangka anak kecil itu datang bersama dengan seseorang yang ia kenal.
" Kamu, ini anakmu?"
" Maaf, kami permisi."
Wanita itu langsung pergi membuat si pria penasaran.
Siapa sebenarnya mereka dan apa yang terjadi? Dan mengapa Aga mengatakan bahwa tidak punya ayah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JAYO 05: Om Tadi Cocok Lho

Sesampainya di rumah, Aga berubah menjadi lebih ceria. Anak itu tidak lagi murung seperti tadi pagi ataupun saat dijemput dari sekolah.

Aga langung menghampiri kakeknya yang berada di dapur dan bercerita bahwa tadi dia bertemu om ganteng. Tidak hanya itu, Aga dengan antusiasnya berkata bahwa pm itu mau jadi ayahnya.

Tentu saja Pramono langung mengerutkan alisnya sambil melihat ke arah putrinya. Meminta penjelasan dari cerita panjang nan penuh semangat dari Aga.

" Sayang, ayok ganti baju dulu abis itu makan ya. Ughh belepotan sekali anak ibu habis makan ice cream."

" Tapi Aga belum selesai celitanya sama Tatek."

Dara tersenyum, tampaknya Aga memang berantusias akan hal yang baru ia temui. Dara berpikir itu hanya sementara saja, tapi siapa sangka kalau kejadian itu akan terus teringat di kepala Aga nantinya.

" Nanti lagi ya, sekarang cucu kakek bau keringet nih. Jad ceritanya dilanjutin nanti kalau udah bersih dan wangi ya."

Aga mengangguk dengan antusias, ia lalu pergi ke kamar dengan patuh untuk mengganti pakaiannya. Bayangan wajah pria tadi terus menempel pada mata Aga. Dan lagi-lagi dia menanyakan tentang siapa pria itu kepada Dara.

Dara sungguh tidak ingin Aga tahu lebih banyak perihal Kaivan, sehingga dia hanya mengatakan bahwa Kaivan itu adalah teman lamanya. Teman semasa SMA nya dulu.

" Ooo jadi Om ganteng tadi temen Ibu?"

" Iya dan om itu rumahnya jauuuh, jadi tadi Aga hanya kebetulan saja bertemu." Dara mencoba menjelaskan kepada Aga tentang keberadaan Kaivan.

" Yaah, nda bisa jadi ayah Aga dong." Aga berucap dengan nada lesu. Padahal ia tadi sangat bersemangat, tapi Dara tidak ingin membiarkan hal itu. Ia jelas tidak mau jika Aga berharap.

Dengan ini Dara mencoba memikirkan kembali untuk menghubungi Davka. Bagaimanapun pria itu adalah ayah biologisnya Aga, meskipun hingga saat ini Davka sama sekali tidak pernah berperan sebagai ayah barang seujung kuku pun.

Sebagai suami, dia mengabaikan istrinya sejak mengandung, DNA puncaknya membiarkan istrinya melahirkan sendirian tanpa pendampingan. Dan sebagai seorang ayah, dia mengabaikan Aga selama dalam kandungan hingga dilahirkan ke dunia ini. Bahkan yang mengadzani Aga adalah Pram dan bukannya Davka.

Hancur lebur hati Dara saat mengetahui bahwa selama ini dia dan Aga diabaikan itu karena Devka memiliki wanita lain. Semua cerita itu terbuka ketika teman-teman Dara yang bekerja di tempat yang sama membukanya.

" Huuhft."

Dara mengusap wajahnya kasar. Rasanya sungguh enggan untuk kembali berhubungan dengan pria itu, tapi melihat Aga yang begitu menginginkan sosok ayah membuat membuatnya harus berpikir ulang. Tapi, sebuah pertanyaan muncul dalam kepala Dara, akankah pria itu mau menemui Aga. Atau sementok-mentoknya menelpon dan berkata " Hay Aga, ini ayah!", sepertinya itu pun akan sulit.

" Ibu, ibu tenapa?"

" Eeh, Ndak kok. Ndak kenapa-kenapa, ya udah yuk keluar, kakek pasti udah nunggu Aga buat makan siang."

Aga berlari lebih dulu menuju ke luar kamar. Pra, sudah menyambut Aga lalu menaikkan cucunya itu di atas kursi. Mereka makan siang bertiga dengan pemikiran masing-masing. Terlebih Pram, dia masih membutuhkan penjelasan dari apa yang cucunya katakan tadi.

" Apa kamu ketemu mantan suamimu?" Pram langung bertanya saat Dara membereskan piring-piring yang sudah selesai digunakan. Ia juga segera mencucinya agar sang ayah tidak lagi mengerjakan sesuatu setelah makan.

" Nggak Pak, aku nggak ketemu dia."

" Lalu yang diceritakan Aga tadi siapa?"

" Kaivan, Kaivan Sandy Abinawa. Kami ketemu nggak sengaja di mini market. Tadi Aga sedikit murung, gurunya cerita kalau dia nggak mau main dan selalu sendirian. Jadi aku izin pulang cepet dan jemput dia. Kami mampir di mini market untuk membeli es, tapi siapa sangka malah ketemu Kaivan. Dan Aga tiba-tiba bilang ke Kaivan untuk jadi ayahnya. Haaah, pusing aku Pak."

Pram tidak bisa berkata-kata, ia terlalu terkejut dengan cerita yang disampaikan oleh putrinya. Ditambah ucapan cucunya tadi yang berkata om ganteng mau jadi ayahku, itu langung membuat kepalanya berdenyut.

Ia tentu tahu mengapa Dara menjauhkan diri dari keluarga Abinawa. Bahkan Pram rela menjual rumahnya yang ada di Jakarta dan pindah ke Malang. Semua alasan yang Dara ucapkan sangat masuk akal sehingga ia juga setuju akan ide Dara untuk meninggalkan kota dimana ia dilahirkan dan dibesarkan itu.

" Udah Pak jangan dibahas dan kalau Aga cerita nggak usah ditanggapi, nanti pasti lupa sendiri."

Agaknya Dara benar-benar tidak tahu bahwa putranya itu memiliki daya ingat yang bagus. Aga tidak akan lupa hanya karena tidak pernah membahas suatu peristiwa. Anak itu bahkan akan mengingat jauh lebih baik dari pada anak-anak lainnya. Maka dari itu perihal pertemuannya dengan Kaivan pasti akan terus terngiang di benaknya.

" Tatek, talau Om ganteng tadi temen Ibu, belalti Tatek tenal dong?"

Nah baru saja tadi dibicarakan, sekarang Aga sudah menanyakan kembali perihal Kaivan. Ini sungguh akan jadi hal yang tidak mudah dilewatkan begitu saja oleh Aga.

" Eh, ehmm kenal sih. Tapi Kakek udah lupa Ga, soalnya udah lama anggap ketemu," jawab Pram penuh dengan pengalihan.

" Ooh begitu, om itu ganteng lho Tek, pasti talau jadi ayah Aga coco. Ibu kan tantik jadi pas talau sama om ganteng itu. Tasihan tan nggak punya temen. Semua temen Aga, ibunya pasti ada temennya. Temalin pas piknik juga semua ada ayahnya, aga doang yang ndak ada ayahnya. Dan cuma Ibu yang ndak punya temen."

Mendengar semua ucapan Aga membuat Pram trenyuh juga. Yang dimaksud teman ibu itu adalah suami. Tidak ada sosok ayah di dalam rumah, Aga menyebut pria yang ia lihat bersama ibu-ibu dari rekan sekelasnya itu 'teman', rasanya Pram ingin menangis.

Aga, cucunya yang baru berusia 4 tahun itu jelas masih sangat membutuhkan sosok ayah. Aga hanyalah sepeti anak kecil lainnya yang ingin bermain dengan ayahnya.

Terkadang Pram mengeluh dan mempertanyakan, mengapa putrinya harus mengalami nasib pernikahan yang sama seperti dirinya. Dara yang sejak remaja kehilangan kasih sayang ibunya karena ibunya memilih pergi disaat Pram terpuruk, kini ia harus ditinggal suaminya saat Aga bahkan masih sangat kecil.

" Ya Allah, kesalahan apa yang sudah hamba perbuat sehingga putri hamba harus mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Sudah dari muda dia berusaha keras, mengapa hingga saat ini dia juga masih terus bekerja keras bahkan dengan hati dan mental yang jatuh. Apa mungkin jika dulu kami tidak meninggalkan Jakarta ... nggak, nggak boleh begitu. Nggak boleh berandai-andai. Semua memang sudah terjadi. Nasi telah jadi bubur, yang perlu dilakukan adalah membuat bubur itu menjadi enak untuk dimakan."

Pram hanya mengusap kepala cucunya karena dia tidak bisa menanggapi ucapan Aga. Biarlah semuanya bejalan seperti ini saja. Mungkin benar kata Dara, nanti Aga akan lupa sendiri semua yang dikatakan.

TBC

1
A R
😍
ayu cantik
bagus
ayu cantik
suka
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺 𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗅𝗂𝖼𝗂𝗄 𝖺𝗃𝖺, 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝖻𝗎𝗍 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋 𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋, 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗌𝖾𝗅𝖾𝗏𝖾𝗅 𝖺-𝖽𝗂𝗌 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗋𝗒𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀? 𝖻𝖾𝖻𝖺𝗌 𝖻𝖾𝖻𝖺𝗌 "𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝗅𝗅𝗒" 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖼𝖼𝗍𝗏 𝖽𝗂 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗆𝖺𝗇𝖺?
Memyr 67
𝗐𝖺𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖽𝖺𝗏𝗄𝖺. 𝖽𝗂𝖺 𝗒𝗀 𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝖽𝖺𝗋𝖺, 𝖽𝗂𝖺 𝗒𝗀 𝗇𝖺𝗆𝗉𝖺𝗋 𝖽𝖺𝗋𝖺
Nurlaila Hasan
mantaaaaaap 👍👍👍
Nurlaila Hasan
bagus kok ceritanya, suka..👍
LENY
KEREN CERITA THOR HAPPY ENDING
LENY
PASANGAN SAMPAH BUSUK COCOK DAVJA & ERIKA SAMA2 JALANG 😡
LENY
HA HA KEREN KAMU AGA TOP BGT DEH RASAKAN DAVKA MAK JLEB BANGET 😅😅
UCAOAN NYA AGA BENAR SEMUA ❤
LENY
MANTAP KAIVAN, ERIKA MALU BESAR TUH TAPI KL WANITA BEBAL GAK TAHU MALU SIH 😡😅
LENY
BAGUS BARU TAHU RASA KAMU FINNA TERIMALAH HUKUMANMU😅
LENY
URUS SUAMI BRENGSEKMU DAVKA ITU LAKI2 GAK TAHU MALU & GAK PUNYA HARGA DIRI.
LENY
AYO TERIMA DARA DAN BIKIN FINNA KAPOK GAK BERANI LG BULLY KAMU😡
LENY
DASAR WANITA GOBLOK ERIKA PELAKOR. DAVKA GAK TAHU MALU
LENY
DASAR LAKI2 GAK TAHU MALU BILANG KAIVAN BUKAN ORANG BAIK NAH LU IBLIS MOKONDO GAK TANGGUNG JAWAB. JAUH LAH DIBANDING KAIVAN KAMU GAK ADA APA2NYA DAVKA 😡
LENY
DASAR LAKI2 GAK TAHU MALU GAK PUNYA HARGA DIRI JIJIK BANGET LIGAT DAVKA INI🤮🤮
LENY
ERIKA INI SELALU ANGGAP REMEH ORANG SOK BELUM TAHU SIAPA RYDER 😡
LENY
DASAR MULUT WANITA JULID SIRIK 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!