NovelToon NovelToon
Panggil Aku Bunda

Panggil Aku Bunda

Status: tamat
Genre:Obsesi / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda manik

Arya dan Rania dipaksa menikah oleh kedua orang tua masing masing karena tidak ingin wanita lain yang merawat bayi yang dilahirkan oleh Ayumi yang tidak lain dari kakak dari Rania sendiri. Arumi meninggal dunia tak lama setelah melahirkan anak keduanya.

Ternyata menjadi ibu sambung untuk anak yang terbiasa memanggil dirinya Tante dan menjadi istri dari laki laki yang terbiasa dia panggil kakak ipar adalah hal yang paling sulit dalam hidupnya. Sofia, putri pertama Arya dan Arumi yang sudah berusia sepuluh tahun tidak menerima Rania sebagai ibu sambung. Kata kata hinaan dan kata kata tuduhan dari Sofia menjadi santapan Rania di awal pernikahannya dengan Arya. Bukan hanya Sofia yang menolak kehadirannya. Arya yang seharusnya memberikan perlindungan kepada Rania. Laki laki itu juga sangat jelas menunjukkan kebenciannya pada Rania.

Lalu, sanggupkah Rania bertahan. Apakah Rania tega meninggalkan Rio yang mengenal dirinya sebagai ibunya sendiri?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah karena Mimpi?.

Rania berbaring di pinggir ranjang dan memunggungi Arya. Tidur bersama dengan suami memang hal biasa dan keharusan. Tapi bagi Rania. Tidur bersama dengan Arya adalah pemaksaan. Ya, Rania terpaksa. Lihat saja jika kedua orangtuanya dan mertuanya sudah pulang. Rania tidak akan mau tidur di kamar itu. Dia akan tidur di kamar Rio. Karena menurut Rania. Rio yang lebih butuh dirinya dibandingkan Arya apalagi Sofia.

Sepertinya mata Rania juga tidak bisa diajak kompromi. Rania berharap matanya cepat terlelap untuk menghindari kecanggungan itu. Yang terjadi bukannya terlelap bahkan Rania tidak merasakan kantuk sama sekali. Berbeda dengan Arya yang sudah mengeluarkan dengkuran halus dari mulutnya.

Rania bisa merasa lega. Karena kegalauannya tidak terlihat oleh Arya. Bukan hanya pernikahannya yang dipikirkan. Tapi Rania juga memikirkan Randy. Sejak tadi laki laki itu mengirimkan pesan. Randy mengungkapkan cintanya dan juga harapannya di masa depan.

Laki laki itu tadi mengirimkan pesan jika gaji pertamanya akan dibagi tiga. Untuk orangtuanya, untuk Randy dan untuk Rania. Sungguh, Rania merasa sangat berharga di mata laki laki itu. Tapi kemudian, Rania merasa sedih. Meskipun dirinya belum memutuskan hubungannya dengan Randy. Bagi Rania. Pernikahannya dengan Arya adalah akhir dari hubungannya dengan Randy. Tinggal bagaimana caranya Rania memutuskan Randy dengan alasan yang masuk akal.

Rania menggelengkan kepalanya. Sungguh, tidak ada alasan dari diri Randy untuk membuat dirinya berpaling. Randy mendekati sempurna sebagai kekasih. Laki laki itu selalu menjaga perasaannya. Bisa memahami dirinya dan yang pasti, sikap Randy menunjukkan jika laki laki itu benar benar mencintai Rania.

Rania sadar akan statusnya. Sebanyak apapun Randy mengirimkan pesan. Tak satupun pesan itu berbalas. Rania bahkan menonaktifkan ponselnya. Takut, jika laki laki itu menghubunginya.

Berpikir tentang Randy membuat Rania terlelap larut malam.

Setelah beberapa jam tertidur. Rania terbangun. Dia terkejut dengan sesuatu yang bergerak gerak di tubuhnya. Rania membuka matanya. Yang bergerak di tubuhnya itu tak juga berhenti. Sarah menoleh ke sampingnya dan sangat terkejut dengan posisi Arya yang menghadap dirinya.

Bukan hanya menghadap. Tangan Arya bergerak aktif di kedua gunung kembar miliknya. Anehnya, Arya melakukan itu dengan mata yang terpejam.

Risih, malu dan muak. Rania merasakan itu. Dia menangkap tangan Arya dan menghempaskan tangan itu dengan kasar.

"Apa apaan kamu?" tanya Arya. Laki laki itu juga tersentak dengan tangannya yang terhempas.

"Kamu yang apa apa kak. Tanganmu sangat sopan."

Rania melompat dari tempat tidur. Dia merasa lega karena masih berpakaian lengkap. Dia sangat yakin jika Arya sengaja melakukan hal itu. Arya dengan libido yang sangat tinggi dan sudah hampir dua Minggu tak menyentuh wanita. Tentu saja menginginkan kehangatan. Apalagi sedang tidur dengan seorang wanita. Rania menduga duga sendiri.

"Apa maksud mu?" tanya Arya. Laki laki itu mengucek matanya.

"Masih pura pura tidak tahu?" tanya Rania sinis.

"Katanya akan membiarkan aku suci. Hanya di mulut. Masih hitungan jam. Tanganmu sudah merayap mencari kehangatan."

"Tanganku merayap?. Rania tak menjawab.

Arya menyugar rambutnya. Menatap Rania yang memalingkan mukanya. Sepertinya, Rania tidak memfitnah dirinya. Tadi, dirinya memang menikmati masa masa indah dengan Ayumi. Tapi sayang hanya dalam mimpi.

Arya bermimpi satu ranjang dengan Ayumi. Di dalam mimpi itu Ayumi mengijinkan dirinya untuk mendapatkan haknya sebagai istri. Mimpi seperti nyata. Tapi sayang, raga yang dia belai bukan Ayumi melainkan Rania.

Mengingat apa yang dikatakan tidak sejalan dengan apa yang diperbuatnya tadi. Arya merasa malu. Arya merasa dirinya seperti pembohong. Dan dia tidak mau dicap sebagai pembohong.

"Maaf Ran. Aku tidak sengaja tadi. Itu terjadi karena kebawa mimpi. Tadi aku bermimpi di ranjang ini dengan Ayumi."

Arya berkata pelan. Masih tersisa kesedihan di gerak geriknya.

"Alasan."

Rania tertawa sinis. Dia tidak percaya jika kakak iparnya itu bermimpi. Kata katanya pasti hanya modus untuk menyembunyikan perbuatannya yang tidak sesuai dengan perkataan.

Sikap Rania menggores harga diri Arya sebagai laki laki. Dia merasa sudah jujur karena begitu kenyataannya. Andaikan dirinya memaksa Rania menjalankan kewajibannya sebagai istri, tentu saja sah sah saja. Mereka sudah resmi sebagai suami istri. Meskipun pernikahan mereka belum go publik tapi mahar pernikahan yang diterima Rania sangat besar dibandingkan yang terima Ayumi sepuluh tahun yang lalu.

Uang seratus juga dan sebuah rumah mewah yang awalnya atas nama Ayumi menjadi mahar pernikahan untuk Rania. Rumah yang dibeli sebagai kado pernikahan yang kesembilan untuk Ayumi sekarang dalam proses pengalihan nama. Rumah yang masih berada satu kompleks dengan rumah yang mereka tempati saat ini.

Sedangkan mahar yang diterima Ayumi saat itu hanya satu set perhiasan yang ditaksir sepuluh juta. Sangat wajar, karena saat itu posisi Arya masih karyawan biasa. Ayumi yang menemani dirinya mulai nol hingga bisa sesukses ini. Mungkin, itu juga salah satu alasan kedua orang tua Rania menikahkan mereka. Mungkin mereka tidak rela jika wanita lain yang menikmati semua keberhasilan Arya.

Mengingat mahar pernikahan yang diberikan untuk Rania. Sebenarnya, rugi jika Arya tidak memanfaatkan tubuh istrinya itu. Tapi Arya tidak seperti itu. Sama seperti Rania. Perubahan status ini juga terlalu mendadak baginya. Saat ini, Arya masih melihat Rania sebagai adik iparnya.

"Kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan?" tanya Arya. Rania menggelengkan kepalanya.

"Oke. Kalau kamu tidak percaya. Bagaimana kalau aku menginginkan hak ku sebagai suami malam ini. Kamu baru percaya kan?. Sini, biar kita menunaikan tugas suami istri."

Rania mendadak menggigil mendengar perkataan Arya. Apalagi laki laki itu langsung membuka kaos yang melekat di tubuhnya dan membuang ke sembarang arah. Dada telanjang Arya terlihat dengan jelas.

Tak ingin terjadi apa apa diantara mereka malam ini. Rania cepat cepat melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Wanita itu mengunci kamar mandi. Dia takut, libido Arya tidak terbendung dan menariknya dari kamar mandi.

Mengingat perkataan Arya barusan. Rania semakin yakin jika Arya memang sengaja membelai dirinya. Mengingat sentuhan Arya membuat Rania bergidik ngeri.

Rania semakin yakin jika laki laki itu bisa bercinta tanpa dilandasi cinta. Bukankah di luar sana banyak laki laki hidung belang yang memakai jasa wanita komersial. Tak tertutup bagi Arya bisa bercinta dengan dirinya tanpa cinta. Apalagi mereka sudah sah dan halal.

Di ranjang, Arya mengacak rambutnya. Bisa bisanya dia bermimpi dan membelai Rania.

1
Rubiyanti
Luar biasa
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mungkin byk yg berpikir Rania lah yg egois harus nya ttp mengalah tpi benar kata Rania mengalah bagaimana lagi semua sudah di lakukan tpi ttp aja sia2, perempuan itu punya kehormatan yg tinggi tidak selamanya perempuan atau istri harus mengalah dan menurut mereka jg manusia dan punya perasaan punya batas emosi tdk selamanya seorang perempuan harus menundukkan kepala pd laki2, mereka jg punya hak untuk memilih hidup bagaimana klu perempuan selalu mengalah itu artinya perempuan akan selalu di anggap rendah...
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
hahahah pd banget Lo emang Lo dong laki di dunia sampai2 Rania harus bersikap rendahan kek gitu....lawak
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
heh pdhl hanya di suruh ganti pempers bkn di suruh melahirkan dan merawat 24 jam ...
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
miris yh orang yang ngk kita kenal justru se sayang itu dgn kita orng asing yg jdi tmn kerna kebersamaan tpi mereka se baik itu , justru keluarga dan orang terdekat yg suka menorehkan luka dan air mata pd kita
Sky Blue
Kapn up lg kx🥺🥺🥺
Uthie
lanjut 💪🤗
Fuji Harjanti Pawestri
up...up...up ....
Fuji Harjanti Pawestri
up donk kak....
Fuji Harjanti Pawestri
ditunggu upnya kakak...
Shuhairi Nafsir
Biarkan Arya kapok sama Usi.
Fuji Harjanti Pawestri
makin seru..../Good//Good//Good/
Elena Sirregar
lanjut thor tak tunggu cerita mu thor
Elena Sirregar
anak² harus di ajar untuk bersikap baik apalagi dengan tantenya sekaligus mama sambung Sofia
Jelita S
bah gitu dong thor, ingat banyak yg nungguin karyamu
Inthi Meilani
asekkkk......
pantes dr kmrn cek riceknko gk update 😁
Fuji Harjanti Pawestri
/Good//Good//Good/
Fuji Harjanti Pawestri
ditunggu upnya kok Ndak up2 ya.../Frown/
🌻🌹Wathyýyy🌹🌻
Wahh bener2 yaaa si Nining itu,,dasar pembantu gak tw diri,,bisa2nya meracuni pikiran anak kecil
Fuji Harjanti Pawestri
ayo kak author... semangat up...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!