NovelToon NovelToon
Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: SyaSyi

AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA adalah ungkapan kata yang tepat untuk Melisa. Kebaikan yang selama ini Jihan lakukan kepada sahabatnya, justru dibalas perselingkuhan antara Melisa dan Wildan suaminya.

Jihan Anandita dan Wildan Prayudi sudah menikah selama lima tahun. Keduanya saling mencintai dan hidup dengan harmonis meski belum dikarunia seorang anak.

Namun, enam bulan belakangan Wildan berubah menjadi suami yang dingin dan kasar. Jihan yang penasaran mulai mencari tahu dan alangkah terkejutnya, saat dirinya mengetahui kalau suaminya selingkuh. Bahkan sahabatnya yang menjadi selingkuhan suaminya, dan keduanya telah menikah secara siri.

Apakah Jihan akan mempertahankan pernikahannya dan merebut kembali suaminya dari Melisa? Ataukah memilih bercerai dari Wildan? Ikuti Kisahnya dalam cerita "Sahabatku, Penggoda Suamiku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan Wildan dengan Sang Mama

Ternyata Wildan tak tahan untuk menunggu sang istri selesai memasak. Tanpa rasa malu di berjalan mendekati sang istri, berniat menggodanya. Padahal, di sana ada sang ART yang sedang membantu sang istri memasak.

"Ya ampun Mas, bikin kaget saja!" Ungkap Jihan, saat tangan suaminya sudah melingkar dari belakang.

Wildan langsung meletakkan dagunya di pundak istrinya. Wildan tak malu menunjukkan kemesraannya di depan sang ART.

"Mas ..., aku susah masaknya kalau Mas seperti ini! Mas tunggu dulu ya di meja makan, ini aku sebentar lagi! Biar cepat selesai," protes Jihan.

"Ya sudah, Bi Sumi saja yang menyelesaikan masaknya. Kamu temani mas saja menonton televisi," sahut Wildan.

Hingga akhirnya Jihan menghentikan memasaknya, dan meminta Bi Sumi untuk melanjutkannya.

"Kamu itu, selalu saja tak mau kalah. Padahal, sebentar lagi juga selesai," gerutu Jihan sambil melepas celemek yang dia kenakan. Kemudian berjalan mengikuti suaminya menuju ruang keluarga, menemani sang suami.

"Mas, geli!" protes Jihan, saat sang suami mendusel ketiaknya. Bukannya menghentikannya, Wildan justru menaikkan Jihan ke pangkuannya. Mereka bercanda, Jihan pun cekikikan.

Becanda mereka harus terhenti, saat Bi Sumi menghampiri mereka, dan mengatakan kalau makanan sudah tersedia di meja makan. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk makan. Mereka berjalan ke meja makan. Wildan langsung duduk di kursi meja makan, sedangkan Jihan tampak sedang mengambilkan makanan untuk suaminya.

Mereka tampak menikmati sarapan pagi mereka. Jihan juga sudah menyiapkan minuman air putih untuk suaminya. Kelak, Melisa akan melihat kebersamaan sahabatnya dengan suaminya. Mereka kini sudah selesai makan, dan memutuskan untuk bersantai lagi.

"Yang, satu ronde dulu yuk sebelum mandi dan berangkat. Mumpung baru jam 08.00 WIB," bisik Wildan di telinga Jihan. Jihan sangat tahu, kalau nap*su suaminya itu sangat besar. Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Wildan langsung menggendong sang istri ke kamarnya. Wildan langsung membaringkan tubuh istrinya ke ranjang.

Pergulatan panas di pagi hari pun terjadi. Keduanya sudah sama-sama dalam keadaan polos. Suara-suara indah pun terdengar dari kamarnya. Bi Sumi sang pembantu, sudah merasa tak aneh dengan apa yang terjadi dengan majikannya itu. Akankah hal ini tetap terjadi, saat sang sahabat tinggal di rumah mereka?

Jihan tampak terkulai lemas tak berdaya di ranjang, akibat ulah suaminya itu. Sedangkan Wildan justru tersenyum puas.

"Kalau masih lemas, tiduran saja dulu! Aku mandi duluan ya," ucap Wildan dan Jihan tampak menganggukkan kepalanya. Wildan langsung beranjak turun dari ranjang, dan menutupi tubuh istrinya dengan selimut.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, mereka tampak sudah bersiap-siap. Rencananya, Wildan ingin mengajak sang istri main dulu ke Mall. Wildan turun lebih dulu, untuk memanasi mesin mobilnya. Tak lama kemudian, Jihan pun turun dari kamarnya menghampiri sang ART yang sedang membersihkan ruang tamu.

"Bi, Ibu sama bapak berangkat dulu ya! Oh ya, nanti teman ibu mau datang, dan sementara mau menginap dulu di sini selama satu bulan. Tolong bibi bersihkan ya kamar tamu, untuk kamarnya!" Jelas Jihan kepada sang ART.

Setelah selesai bicara dengan sang ART, Jihan langsung berjalan menghampiri suaminya yang saat itu membersihkan debu di mobilnya dengan kemoceng.

"Sudah? Mau jalan sekarang?" Tanya Wildan kepada sang istri, dan Jihan mengiyakan. Jihan pun akhirnya naik ke dalam mobil, dan mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Mall.

"Memangnya sahabat kamu itu mau kerja dimana?" Tanya Wildan.

"Aku sih belum tahu pasti. Yang aku tahu dia mau bekerja menjadi SPG kosmetik," sahut Jihan.

"Penampilannya seksi dong? Tolong sampaikan ke dia, kalau di rumah tolong jangan berpakaian seksi! Aku risih, kecuali istri aku. Menjaga juga! Aku 'kan laki-laki, dia wanita bukan mahram aku," ucap Wildan tegas dan Jihan mengiyakan.

Wildan memang memperbolehkan sahabat istrinya tinggal di rumahnya, tetapi dia ingin sahabat istrinya itu tahu aturan, dan tak mengganggu privasinya bersama sang istri.

Mereka baru saja sampai di Mall. Wildan memarkirkan mobilnya di parkiran Mall, setelah itu mereka masuk ke Mall. Langkah mereka terhenti, karena ponsel Wildan berbunyi.

"Sebentar aku angkat telepon dulu," ucap Wildan. Wildan langsung melepaskan genggaman tangan istrinya untuk menerima panggilan telepon. Ternyata sang mama yang menghubungi dirinya. Wildan langsung menerima panggilan telepon dari sang mama.

"Assalamualaikum. Iya, Ma. Ada apa?" Tanya Wildan mengawali pembicaraan dengan sang mama.

"Waalaikumsalam. Kamu lagi dimana, Wil?" sahut sang mama.

Wildan mengatakan kalau dirinya, saat ini sedang di Mall bersama Jihan. Mendengar nama menantunya itu, Mama Risma langsung tak suka. Entah mengapa, dia menjadi tak suka dengan menantunya itu. Dia mengecap sang menantu wanita mandul, bahkan dia secara terang-terangan menyuruh Wildan untuk menikah kembali, dan meninggalkan Jihan. Namun, Wildan tetap bersikukuh mempertahankan rumah tangganya dengan Jihan.

"Masih saja belain istri mandul kamu itu," sindir Mama Risma. Tentu saja hal itu membuat Wildan merasa kesal, dia tak suka mendengar sang mama menyebut Jihan wanita mandul. Karena di luaran sana banyak yang seperti dirinya. Lagi pula Wildan yakin, kalau suatu saat nanti cepat atau lambat dirinya dan Jihan akan diberikan keturunan.

"Kalau mama menghubungi aku hanya untuk berdebat yang tak jelas. Lebih baik kita akhiri. Assalamualaikum," ucap Wildan. Wildan memilih langsung mengakhiri panggilan telepon dengan sang mama.

Sudah satu tahun belakangan ini, hubungan Wildan dengan sang mama menjadi renggang. Karena dia tak ingin sang mama terlalu mencampuri urusan rumah tangganya dengan Jihan. Yang menjalani rumah tangganya, dia dan Jihan. Pahit dan manis kehidupan, mereka yang akan merasakan. Wildan pun sangat mencintai Jihan.

Jihan memperhatikan raut wajah suaminya yang berubah. Dia yakin, suaminya pasti seperti itu karena berdebat kembali dengan sang mama. Jihan menjadi tak enak hati, karena semua ini terjadi karena sang suami membela dirinya.

"Kamu mau makan apa?" Tanya Wildan kepada sang istri. Wildan tampak merangkul tubuh Jihan, dia tak ingin membahas tentang ucapan sang mama. Wildan memilih menutupinya dari sang istri, meskipun sang istri sudah mengetahuinya.

Wildan berusaha untuk bersikap biasa kepada istrinya, meskipun hatinya masih merasa kesal dengan sang mama.

"Aku ingin makan ramen. Kayanya segar makan yang pedes-pedes," ujar Jihan dan Wildan mengiyakan. Tentu saja Wildan menuruti keinginan istrinya, mereka langsung berjalan ke restoran itu.

Kini mereka sudah berada di restoran go*kana tepan. Jihan langsung memesan makanan yang dia inginkan dan juga jus strawberry. Sedangkan Wildan memilih memesan paket bento dengan tambahan beef teriyaki.

1
chika aprilia
dosa ibunya jihan juga, mendzolimi orang yg sedang kesusahan
chika aprilia
harusnya jgn disebutin nominal harganya, jk rumah mewah gak segitu harganya kak, diatas 5 M
Ais NSP
kisahnya puanjang banget beranak pinak mulai dari JihanWildan sampai akhirnya semua bahagia dari keturunan JihanAffan makasih kak othor ceritanya ringan tapi nyaman banget dibacanya semoga makin sukses dengan semua karyamu/Rose//Heart//Good/
Dewi Dama
pengen baca tapi episode nnya terlalu banyak..
Isna Vania
Arjuna sosok yg cuek , dingin seperti kulkas 2 pintu, apakah Fira bisa menaklukan hatinya Arjuna , semoga Arjuna nd Fira berjodoh /Kiss/
Isna Vania
Arjuna keen, sosok yg sederhana, walaupun keturunan orang tua kaya, tp Gk gengsi mkan diwarung nasi Padang 😚
Isna Vania
Hadeh Sarah masih ajj terobsesi dgn mantan suaminya Adi, Gk ada kapoknya berniat jahat nd menghancurkan keluarga baru suaminya Adi 🙄
Isna Vania
adi benar-benar mantu yg bertanggung jawab, bukan hanya kepada istri tp juga mertuanya , semoga rumah tangga Adi nd mawar bahagia selalu dijauhkan dr orang yg jahat nd pelakor ☺️
Isna Vania
mantan istri Adi yg berusaha untuk mengganggu rumah tangga Adi, Sarah hanya ingin kembali karena dya mngincar kekayaan semata , dasar pelakor yg Gk pernah jera, untuk merebut milik orang lain😏
Isna Vania
adel frustasi, niat menghancurkan hidup Affan, malah berbalik senjata makan tuan 😉
Isna Vania
Wildan oh Wildan jadi pusing deh, mikirin Mellisa , blom Jihan istrinya , kl sampai minta pisah 😏
Isna Vania
serapi-rapi nya Wildan menutupi perselingkuhan nya dgn Melisa, tp nnti juga ketauan Sm Jihan , tunggu ajj tanggal mainnya wildan nd Melisa, Kl sampai Jihan tw kebusukan mereka berdua /CoolGuy/
Isna Vania
lama-lama Wildan akhirnya melupakan Jihan , malah asyik selingkuh dan berbuat maksiat dgn Melisa, Wildan tidak takut Lg berbuat dosa, nd kehilangan Jihan 😔
Isna Vania
mertua salah kaprah, membuang istri berlian, hanya untuk mendapatkan kerikil /CoolGuy/
Isna Vania
kl mamah nya Wildan tw , gaji nya besaran istrinya Wildan , Jihan , mungkin mama Wildan bakalan malu, secara dya sering menghina nd merendahkan mantu nya 🙄
Isna Vania
mertua kolot, kl ngomong langsung ceplos, Gk mw tw orang tersinggung apa gk nya, padahal dr Sm dr kampung, tp sombong nya selangit 😏
Isna Vania
ipar adalah maut, apalgi sahabat atau orang lain 😏
Isna Vania
mampir Thor
awal cerita yg bikin penasaran 😊
SyaSyi: Siap kak. Semoga suka😘
total 1 replies
Alanna Th
lk" mandul, apalagi yg dharapkn darimu; lbh baik km adopsi tu anak
Alanna Th
aq juga ga tega, tapi sejarah masa lalu memang tak bisa dhapus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!