NovelToon NovelToon
Beautyful Hunter

Beautyful Hunter

Status: tamat
Genre:Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Demon Slayer / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kaa_Zee

Bagaimana jadinya jika sang penguasa kegelapan, pemimpin tertinggi klan Domique yang terkenal karena klan Vampire berdarah murni no satu jatuh cinta pada seorang gadis keturunan terakhir dari keluarga pemburu Vampire. Keluarga Bathory yang selama ini memburunya hanya untuk melenyapkannya, Paul jatuh Cinta pada Joan Bathory, sang keturunan terakhir setelah keluarganya mati terbunuh oleh Mathias, adiknya sendiri.
"Bunuhlah aku untuk menyelamatkan kaummu, karena aku sudah hidup 1500 tahun dan aku akan mati dengan bahagia di tanganmu." Paul Sancwres.
"Aku adalah keturunan terakhir, jika aku tidak membunuhmu sekarang, kau yang harus membunuhku lebih dulu untuk menyelamatkan klan Vampiremu." Joan Bathory.

Apa cinta berbeda dunia itu akan bertahan, atau salah satu dari mereka harus mengorbankan diri untuk orang yang di cintainya?
ikuti terus kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaa_Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.05(Senjata mulai muncul)

Joan terbangun di pagi hari dan merasa sakit diseluruh badan. Hawa panas menyeruak di dalam tubuhnya terutama tengkuknya, " Aaaah ... sepertinya aku benar-benar bermimpi sampai rasanya sanhat nyata." katanya saat sadar jika dia berada di dalam kamarnya sendiri.

Elena masuk dengan membawa berbagai pakaian bersih yang sudah rapi, "Joan kau sudah bangun?"

"Iya Bu, aku sudah bangun, apa yang terjadi. Apakah aku demam sepanjang malam?" tanya Joan pada sang Ibu yang meletakkan selimut bersih di atas meja.

"Tidak. Kau terlihat baik-baik saja semalam dan Ibu tidak sempat mengecekmu lagi, kau pasti tertidur sangat pulas tadi malam."

"Benarkah? Lalu ayah mana Bu?"

"Ayahmu sudah pergi sejak malam dan baru akan kembali nanti siang."

Sepertinya aku memang bermimpi, tapi dari sejak kapan mimpiku benar benar seperti nyata. Aku benar-benar bermimpi dan sepertinya ayah dan ibu tidak tahu kalau aku pergi semalam, jadi aku bermimpi atau tidak sebenarnya. Batin Joan yang semakin bingung dibuatnya.

"Benar-benar mimpi yang sangat aneh ...!" cicitnya pelan.

"Ayo bangun!" kata ibunya yang menghampirinya dan mengelus tangannya. "Astaga badanmu panas sekali Joan?"

"Iya Bu sepertinya aku sakit. Badanku panas sekali Ibu!" Joan kembali merebahkan dirinya.

Ibu terdiam seolah menyadari sesuatu yang akan terjadi.

"Tunggu di sini Ibu akan membawa obat untukmu."

Elena segera pergi keluar dan meninggalkan Joan, tak lama dia kembali masuk dengan membawa sebuah kotak.

"Apa itu Bu?"

"Ini obatmu Joan, bangunlah dulu."

Joan bangkit dan menegakkan tubuh, dia bersandar pada papan ranjang, merasakan haaa yang panas di tengkuknya lagi.

"Minumlah."

Elena menyodorkan dua butir pil hitam pada putrinya itu dan Joan menerimanya, begitu pula saat Elena memberikan sayu gelas air putuh padanya.

"Apa ini obat penurun demam?" Joan bertanya sebab tidak tahu.

"Ya ... Itu Pil menurun demam, minumlah!"

"Elena ... Elena ...!"

Suara David menggelegar di seluruh rumah, ia kembali dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah dan mencari Elena dan berulang kali memanggil nama istrinya.

"Suara ayah Bu?" tukas Joan.

Elena menoleh, saat mendengar langkah kaki suaminya semakin dekat dibelakangnya.

"Ada apa ayah?" Joan justru yang bertanya.

Sementara David hanya menatap Elena. Elena yang paham bangkit dan menyusul David yang melangkah keluar dari kamar,

"Apa ini sangat berbahaya?" Elene sudah lebih dulu bertanya padanya.

Davis mengangguk, "Kau harus melihatnya!"

Mereka berdua pun keluar dari rumah lalu melangkah dengan cepat ke salah satu kandang yang ada di ujung desa, terlihat hewan-hewan ternak sudah mati, bahkan hampir tidak lagi bersisa.

"Elenan, ada sesuatu yang terjadi malam tadi dan kita harus lebih waspada lagi." tukas David,

Pemilik ternak hanya bisa mengurut dada sambil menangis, bukan hanya satu orang melainkan hampir seluruh pemilik kandang, meskipun ada juga yang ternaknya yang tersisa.

Elena mencoba menenangkan mereka, namun mereka yang tidak tahu apa apa itu justru aneh dengan kejanggalan yang terjadi. Kota Barness yang terkenal aman dan nyaman sudah tidak berlaku lagi saat ini.

Keduanya pun kembali ke rumah mereka, Joan yang penasaran justru menyusul keluar dan menunggu kedua orang tuanya pulang, walaupun dirinya merasa demam tapi dia ingin tahu apa yang terjadi.

"Joan ... harusnya kau istirahat saja." Elena kaget saat melihat Joan yang berdiri di depan pintu. "Ayo masuk ke dalam kamar." tukasnya lagi.

"Ada apa Ayah ... Ibu?" tanyanya semakin penasaran saja.

"Masuklah Joan!"

"Tapi Ayah ....!"

"Diluar sangat berbahaya," David membuka pintu dan menyuruhnya masuk.

Jawaban David tentu saja semakin membuatnya semakin penasaran, dengan langah gontai Joan masuk.

"Tapi ada apa Ayah, aku ingin tahu?"

"Ayo sayang masuklah, lebih baik kau istirahat, kau kan sedsng demam Joan." sahut Elena yang jauh lebih lembut.

David pun menoleh ke arah putrinya yang masih berdiri dengan wajah yang terlihat pucat, dan baru dia sadari jika Joan tengah demam. Ayah Joan pun langsung menghampirinya dan menempelkan telapak tangan pada dahi sang putri.

"Elena?" katanya dengan menatap wajah Joan.

"Ya ... Dari semalam. Iya kan Joan?" Sahit Elena memberi keterangan.

David pun langsung menyibakkan rambut Joan dan menggulungnya ke atas, melihat tengkuknya yang kemerahan dengan gambar belati yang terlihat samar-samar, warna sedikit merah dan sedikit menonjol keluar.

"Apa kau merasa bagian ini panas?"

"Ya Ayah ... panas sekali seperti terbakar." jawab Joan jujur, dia masih belum mengerti apa apa.

"Sejak kapan?"

"Semalam Ayah!"

Sontak David terbeliak, dia menoleh pada istrinya namun tidak berkata kata. Setelahnya dia pergi begitu saja meninggalkan kedua wanita yang saling membisu. "Ayah ... Ada apa?" Seru Joan yang semakin tidak mengerti. "Ibu ... Sebenarnya ada apa ini? Apa yang terjadi?"

"Kita tunggu ayah saja ya." Jawab Elena yang merengkuh bahu Joan dan meninggalkannya juga.

Joan merasa aneh, rasa penasaran selama ini belum terjawan. Dia hanya melihat kedua orang tuanya yang pergi, lalu menyentuh tengkuknya yang terasa panas "Sebenarnya ada apa ini. Aku kenapa, dan apa semua ini saling berkaitan." gumamnya.

Joan pun masuk ke dalam kamar, samar-samar terdengar suara memanggil namanya.

"Joan ... Joan ...joan!"

Tiga kali terdengar namanya dipanggil, Joan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tapi tidak ada siapa-siapa di kamar itu, dia hanya seorang diri.

"Aneh aku merasa mendengar seseorang memanggil namaku. Tapi aku tidak melihat siapa siapa?" ujarnya dengan melihat ke arah jendela namun juga tidak menemukan siapa siapa di sana.

"Terserahlah mungkin aku demam dan berhalusinasi!" Juan pun naik kembali ke atas ranjang dan memilih beristirahat.

Sementara David menuju ke ruang bawah tanah rumahnya, dia berjalan dan menyeret koper usang yang sudah dikeluarkan Elena. Pria itu membukanya dan mengeluarkan satu kotak berukuran 2 jengkal tangannya, sebuah kotak berwarna coklat dengan ukiran emas diatasnya.

David membukanya dengan perlahan, terlihat sebuah Belati emas di dalamnya, Belati itu mengeluarkan cahaya merah yang redup dan David menutupnya kembali.

"David ...!"

Dia tersentak saat suara mengagetkannya, Elena berdiri dibelakangnya.

"Sudah waktunya dia keluar sekarang Elena." ujar David dengan mengeluarkan senjata miliknya, pasak dengan ujung seperti sebuah paku berukuran setengah meter.

"Para penduduk desa sudah mengkhawatirkan banyaknya serangan-serangan yang tidak terduga dari mereka yang tidak terlihat, sudah jelas mereka pasti berada dekat dengan kita. Kita harus benar-benar waspada." tukas David yang memasukkan Pasak yang berwarna perak itu dibalik bajunya.

"Lalu bagaimana dengan Joan?"

"Kita akan menjaganya semaksimal mungkin, jaga dia agar tidak keluar rumah hingga waktunya tiba Elena."

Elena terdiam sementara David mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Aku harus mencari mereka!"

"Tapi David?"

"Mereka sudah mulai menyerang ternak Elena. Kedepannya, para penduduk sendirilah yang akan di serang!"

1
Alsafia mom
nanggung ceritanya jd penasaran bagaimana kisah selanjutnya joan dan paul. lanjutiin lagi donkkk
Hilda Meryam Benyal
yahhh nanggunggg
starlaa
yaahh ga ada lanjutannya ini kak Thor?
Siti Rahmawati
kok ga diterusin
agetvir
bagus kak keren, mampir juga di karya aku jodoh atau tidak
nacl di Goodnovel
eh pampir modus 🤪
nacl di Goodnovel
aw aw aw Paul meskipun nama kamu susah nyebutnya bikin lidah kepelotek duh manis juga dia yah ❤️❤️❤️
nacl di Goodnovel
ngajak pampir ngupi kira kira di terima ga ?
pir nih ngupi dulu ☕
nacl di Goodnovel
mau liat pampir kazee 😎😎😎
Ara Aulia
vote 🌷🌷 buat kamu
lina
🤭🤭🤭 cinta biat bodoh joan
lina
calon laki mu ☺️☺️
lina
wiiih pangeran vampir
lina
waduh, bearti paul punya banyak bjni dong? pnya banyak anak dr wanita lain? alias vampur cewe gitu?
lina
paul kau menjebak ku 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️ aaaaah kabur ada vampir
lina
calon bininya itu 🤣
lina
wah mulai aroma berantem nih
lina
ada vampir tau
∆_•MiMih•_∆
kaa_zee i came to stop by
nih ...🤭 yuk ahh...ngopi ☕bareng sambil ngehalu ria
lina
ko tau rau udah d rumah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!