Memiliki ibu yang selalu sinis terhadap hidup membuat masa kecil Kikan tidak bahagia. Banyak orang memandang hina dirinya. Namun ketika Rey Stinson yang populer dan tampan menjadi pacarnya, Kikan akhirnya punya sesuatu untuk dibanggakan.
Ia pun berusaha keras agar tidak kehilangan Rey, apalagi begitu sadar dirinya hamil. Ketika Rey mencampakkannya, Kikan bersifat agresif. Meski begitu, bukan ia yang menabrak pacar baru Rey. Sayang Kikan tidak bisa membuktikannya.
Belasan tahun mendekam di penjara, Kikan akhir ya dibebaskan. Ia pun kembali ke Kota kecilnya untuk mengenal lebih dekat anaknya yang dibesarkan Rey.
Sebenarnya Rey tidak memercayai Kikan, tapi tekad dan ketegaran hati Kikan perlahan meruntuhkan tembok Rey.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sartikai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
Memang sakit, tapi rasa sakit itu bukan yang terburuk. Para napi perusuh itu dengan bantuan para penjaga selalu menunjukkan sikap bermusuhan terhadap nya, dengan sengaja menjebaknya. Kikan selalu disalahkan karena memulai perkelahian, membuat hukumannya di tambah setahun, itulah sebabnya Jason bertanya dengan hati hati. Pemuda itu pasti diberi tahukan bahwa Kikan membuat masalah ketika tidak keluar penjara sesuai jadwal.
Meskipun itu merupakan salah satu hari terkelam dalam hidupnya, Kikan berusaha bersikap tak acuh sehingga Jason tidak mengetahuinya.
"Bolehkah aku datang ke pertandingan mu jason, kapan kapan... . Aku Ingin melihat mu bermain kalau kau tak keberatan." Kikan berkata dengan sangat gugup. Ia mengibaskan tangan sebelum anak itu menjawab, "Aku akan duduk disisi penonton paling pojok, jadi jangan khawatir."
Jason mengerutkan kening karena bingung. "Kenapa Ingin duduk disisi pojok penonton.?"
Karena Kikan tidak dapat membayangkan Jason menginginkan ibunya yang pernah di penjara atas pembunuhan muncul. Dan orang Kota ini akan mengenali dirinya dan menghubung hubungkan mereka. "Aku lebih suka tidak menyebabkan keributan."
Kikan memandang Rey untuk penegasan. Rey menggunakan stigma kejahatan Kikan sebagai salah satu alasan Jason lebih baik hidup tanpa dirinya, sehingga Kikan berharap dapat meyakinkan pria itu bahwa ia tidak akan mempersulit segala hal. Tetapi Rey tak berkomentar apa - apa, tak mengatakan Kikan tak boleh datang seperti yang dikhawatirkan nya. Rey menutup mulut sejenak, mengusap rahang, lalu meluruskan sendok garpu di depannya. Jason lah yang bersikeras bahwa Kikan boleh duduk dimana pun ia mau. Tetapi anak yang sopan memang seharusnya berkata begitu.
"Oke, hanya saja.... beritahu kapan kau akan bertanding." jika nanti Jason tidak menginformasikan tentang pertandinga, itu adalah jawaban bahwa anak itu lebih suka mereka tidak dekat dekat ketika di depan Umum.
"Bagaimana aku bisa memberitahumu?". Tanya Jason. "Adakah nomor yang bisa kuhubungi?"
Kikan tidak punya ponsel, ia tak sanggup membelinya. Terlalu banyak kebutuhan yang lebih mendesak dari pada membeli sebuah ponsel. "Belum, tapi aku punya laptop usang, dan aku bisa menggunakan wifi gratis di black coffee. Aku bisa membuat akun Facebook, dan kau bisa mengirim pesan padaku lewat itu.... Dengan izin ayahmu." sebenarnya Jason bisa menghubungi nya di sebuah trailer terpisah, dekat rumah kecil ibunya bu lis. Namun Kikan ragu menyatakan itu mengingat kebiasaan buruk ibunya menimbun barang.
" kau punya laptop? " Tanya Jason.
" Ya. Hadiah dari Salah satu petugas lapas ketika aku dibebaskan. Laptop lama, tapi masih berfungsi."
Kikan menyesap kopi nya lagi. Kafein yang mengisi perutnya yang kosong membuat ya agak gugup. Tapi meminum kopi itu membantu tangannya tetap sibuk. "Aku ikut kursus komputer ketika aku... Aku ikut beberapa kursus."
"oh"
"Apa rencanamu setelah pulang?" Tanya Rey. "Apakah kau mencari kerja atau...?"
"Belum." sahut Kikan. "Aku harus menyelesaikan bersih bersih trailer tempat tinggal ku dulu sebelum melakukan hal lain." Kikan nyaris menjelaskan secara rinci betapa buruk dan tidak sehat keadaan tempat tinggalnya, kecendrungan ibunya menumpuk barang semakin menjadi jadi. Tetapi Kikan menahan diri, kalau Tujuan utamanya adalah menyediakan kamar layak yang akan di anggap aman oleh Rey untuk Jason... Seadainya anak itu setuju untuk menginap satu dua malam bersamanya. Tidak bijaksana menyuguhi Ayah anak itu dengan detail detail manakutkan. Awalnya trailer Kikan bahkan tak layak ditempati. Meskipun keadaannya sekarang jauh lebih baik, tempat itu akan tampak lebih bersih sempurna setelah Kikan membersihkannya.
"Kau akan melamar kemana setelah itu?"
"Kemana saja yang membuka lowongan." Rey juga telah mengisyaratkan betapa sulitnya bagi Kikan untuk mencari nafkah dikota kecil, tempat tinggal mereka ini.
ininakan membebaskan trauma kamu
kan kuat banget elu
tidak ada waktu untuk bersedih
semua harus dikuat kuatin yaass