NovelToon NovelToon
TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Kriminal / CEO / Tamat
Popularitas:801.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kang Haji RIS'

Harsya adalah lelaki dengan usia 20 tahun
lebih
pemuda tampan dengan propesi sebagai tukang ojeg tampan di kampung nya
karna kehidupan yang serba kekurangan dan tidak jelas asal usul nya Harsya pun terasa minder dan enggan berdekatan dengan yang namanya wanita
kesehariannya dia habiskan hanya di tempat pangkalan Ojeg tempat mengais rejeki

Siapa sangka takdir berkata lain bahwa Harsya adalah tuan muda yang di buru oleh musuh musuh kakek dari pihak ayah nya
Pewaris tunggal perusahaan milik kakek dan ayah nya ketika berusaha untuk mencari jati diri dan sosok kedua orang tua kandung
berbekal rasa tekad dan keyakinan dalam dirinya Harsya pun pergi bersama teman yang di utus oleh guru nya yang berada di padepokan macan putih tempat dimana Harsya belajar bela diri dan ilmu agama
Jalan yang berbeda harapan yang seharusnya bahagia di temukan nya sosok ayah dan ibu yang di rindukan selama 10 tahun lebih menjadi duka yang amat dalam, yang di rasakan oleh Harsya setelah mengetahui kenyataan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obrolan Umi dan Abah

Obrolan Umi dan Abah

Siang itu pukul 13:20 cuaca sangat cerah dan sang sinar begitu panas. Tampak matahari menunjukkan kuasanya di hari yang begitu cerah seperti cerahnya wajah pemuda tampan yang banyak di kejar kejar oleh gadis gadis di desa tempat pemuda itu tinggal.

Gerah berkeringat itu yang di rasakan oleh pemuda yang berprofesi sebagai tukang ojeg saat ini, karna cuaca yang begitu panas di tambah dengan memakai jaket di tubuhnya.

Setelah pulang dari pangkalan ojeg Harsya lalu masuk ke halaman rumah dan mengambil kunci yang di simpan di bawah pot bunga seperti biasa bila mau keluar dari rumah.

"Kreat.........!.....! Pintu rumah pun di buka dan Harsya langsung menuju kamar nya membawa peralatan untuk menunaikan kewajiban seorang muslim yang sangat taat.

Tak lama kemudian pakaian, sarung dan peci sudah di bawa pemuda itu langsung berjalan keluar rumah dan menuju Masjid Jami yang tidak jauh dari rumah Abah dan Umi nya.

Setelah sampai di halaman masjid bergegas ke arah tempat wudhu, dengan halaman yang tak begitu luas dan ukuran masjid yang tak begitu besar hanya memuat 10 jajaran barisan untuk berjamaah.

Beres dengan membersihkan muka dengan cara Berwudhu dan bergegas kearah pintu masuk masjid untuk membawa peci sama sarung yang biasa pemuda t itu gantung kan di gagang pintu masjid seperti yang sudah di lakukan sebelum belum nya.

Hampir tiga puluh menit aktivitas pemuda itu melakukan kewajiban dan tak lupa apa yang telah di ajarkan oleh guru guru dan kedua Orang Tua angkatnya, setelah selesai beribadah jangan lupa untuk berdoa dan meminta petunjuk jalan yang lurus. Kebiasaan yang di lakukan oleh Harsya menjadikan hobi bagi dirinya.

Harsya melangkah keluar dengan tujuan pulang ke rumah lalu memulai aktivitas kembali di pangkalan ojeg mencari penumpang mudah mudahan dapat 2 atau 3 penumpang hari ini kata nya dalam hati. Pemuda itu pun keluar dari halaman masjid menuju pagar halaman masjid.

"Cuih......" Kata lelaki setengah baya, meludah saat melihat pemuda itu keluar dari masjid tersebut.

Menyadari bahwa lelaki yang meludah itu di tujukan kepada dirinya... Harsya hanya membalas dengan senyuman dan berkata.

"Punten.." Ucap Harsya seraya berjalan membungkuk melewati lelaki yang berdiri di teras rumahnya.

Lelaki tua itu tak menjawab nya dan hanya tersenyum sinis kepada Harsya...

Harsya tidak ambil pusing dan mengacuhkan nya lalu meneruskan langkah kaki menuju rumahnya.

Sesampainya di halaman rumah Harsya yang tadi pintu nya tertutup kini melihat keadaan pintu depan terbuka,? "Mungkin Abah dan Umi sudah pulang dari hutan." Gumam pemuda itu.

Hati dan pikirannya pemuda itu di benarkan setelah melihat sandal dan sepatu boot milik pasangan paruh baya yang telah merawatnya tersimpan di teras rumah.

Harsya pun langsung masuk ke dalam rumah nya, dan melangkah menuju kamar untuk berganti pakaiannya. Akan tetapi tampa di sengaja Harsya mendengar obrolan Umi dan Abah yang sedang berada di dalam kamar mereka.

Karna bentuk rumahnya Abah dan Umi segi panjang dan kamar Harsya ada di ujung jadi sebelum ke kamarnya Ia harus melewati kamar Kedua Orang Tua nya dulu.

"Abah.......!." Ucap Umi Aminah terdengar jelas di telinga pemuda itu yang sedang menguping.

"Ada apa Umi.?" Tanya Abah pelan.

"Tadi pagi Harsya sakit kepala nya kambuh lagi mungkin anak itu mengingat ngingat tentang siapa diri nya.? Serta dari mana asal nya?" Dan siapa kedua orang tua nya? Atau kah Harsya di buang.?" Mungkin kah di culik?" Lalu di buang ke dalam hutan.?" Tanya Umi berhenti sejenak lalu dia meneruskan nya lagi.

Kemungkinan ada maksud lain di dalam keluarga anak yang kita temukan sepuluh tahun itu.?" Terka Umi berkata kepada suaminya. Wanita paruh baya itu panjang lebar.

Jantung pemuda itu seketika berdetak kencang.. Lutut nya bergetar dan seluruh tubuh nya menggigil, jelas telinga nya menangkap setiap inci apa yang di ucapkan oleh Umi kepada suami nya.

"Apa motiv dari semua ini.. Kenapa dengan perjalanan hidup saya. Harsya larut dalam pemikiran dan lamunan nya di sela mendengarkan obrolan mereka berdua yang mengurus dan membesarkan nya.

"Apakah bener saya ini di buang?" Apakah bener Ayah dan Ibu ku tidak menginginkan kehadiran ku di dunia ini.?" Atau apakah aku Ini di culik ? Tetapi kalau aku di culik kenapa orang tua kandung ku tidak mencari keberadaan diriku." Batin hati Harsya bergejolak dengan seribu pertanyaan.

Terus menerus pemuda tampan larut dalam dunia khayalan dan pikiran yang kadang-kadang membuat kepala akan sakit bila terus menerus di ingatnya.

Tapi dia tahan sakit hari ini karna mau tahu seberapa jauh Umi dan Abah mengetahui dan menyimpan rahasia tentang jati diri Harsya.

Lalu dengan seksama mendengar kan lagi obrolan Umi dan Abah nya di samping tirai kamar orang tua nya tersebut. Pas suara itu terdengar lagi dari dalam kamar Umi dan Abah nya memanggil pemuda itu dari dalam kamar nya.

Kaget itu yang di rasakan oleh Harsya karna ketahuan lagi menguping obrolan Umi dan Abah nya.

"Harsya, sini masuk Nak tidak baik menguping obrolan Orang Tua." Ucap pria yang sudah berumur 50 tahun dari dalam kamar.

Harsya pun langsung melangkah dan masuk menuju kamar Abah dan Umi seraya meminta maaf terlebih dahulu sebelum duduk di samping wanita paruh baya itu.

"Umi.. Abah... Mohon maapkan Harsya.. Tadi sepulang dari masjid mendengar obrolan kalian berdua." Ucap Harsya.

"Tidak apa apa Nak.." Jawab Umi tersenyum manis.

Sesaat mereka bertiga pun terdiam sejenak suasana siang itu terasa canggung bagi Harsya yang berada di kamar dengan Abah dan Umi setelah di dapatkan pemuda itu menguping.

Abah Jalaludin pun langsung menarik napas dalam-dalam sebelum di hentakan dengan keras dan mulai berkata untuk mencairkan suasana yang canggung.

"Anakku.. Sudah waktunya kamu tahu jati diri mu Nak yang sebenernya?" Abah dan Umi bukan orang tua kandung mu..! Lelaki paruh baya terdiam Ia menatap terlebih dahulu kepada istri nya setelah anggukan kepala dari Umi Aminah langsung melanjutkan lagi pembicaraan nya.

Harsya hanya menatap tidak berani bersuara karna jawaban itu sudah Harsya tahu sebelum nya dari sahabat sahabat dan tetangga tetangga serta dari obrolan Umi dan Abah waktu tak sengaja mendengar kan nya pembicaraan waktu itu. Tapi Harsya enggan bertanya ke Abah dan Umi nya, takut mereka bersedih

"Abah menemukan mu di Hutan saat itu,dengan keadaan pingsan dan wajah penuh dengan luka-luka. Lalu Abah membawa mu ke Puskesmas yang ada di sebelah kampung kita. Alhamdulillah kamu hanya pingsan dan tidak sampai di rawat.

Bersambung.

Jangan lupa like dan komentar nya! Suka dengan novel ini favorit kan dan klik vote serta hadiah nya.

1
putra jaya
tanda baca nya berantakan... diperbaiki bos
putra jaya
susunan kalimat nya berantakan bener... banyak kalimat yg gak perlu di ulang2
Okto Mulya D.
koq berhenti di sini, Othor belum update lagi yaa
Okto Mulya D.
sikat Semuanya jangan pandang bulu Harsya..
Okto Mulya D.
Ngeri kann Jhon, jangan coba-coba melawan.. memusuhi Harsya
Okto Mulya D.
Boss aneh, bener itu senang banget menyusahkan orang lain dan menyiksa diri sendiri hehehehe
Okto Mulya D.
Hani harus disumpal mulutnya kayaknya...
Okto Mulya D.
hmm anak2 penjahat kumpul juga n balas dendam...mpai kapan??
Okto Mulya D.
Yahhh si Joni puasa donk Harsya..
Okto Mulya D.
Hani ternyata sudah rusak moralnya, bahkan berani kumpul kebo sama Azis..
Okto Mulya D.
Azis..parah banget malah enak2 belum sah juga...dosa!
Okto Mulya D.
Udah tidak usah ke Jakarta, kuliah di kota lain aja..nanti malah jadi target musuh..
Okto Mulya D.
Mantab..rasakan tuhh dampak pengkhianat an
Okto Mulya D.
Nah harus disemprot perempuan tak tahu diri ituuu
Okto Mulya D.
Wahhhh kacau ini Azis lupa sama teman seperjuangan dan perguruan padahal termasuk murid kesayangan Kyai lhoo
Okto Mulya D.
yee balas dendam aja terus itu kan risiko pekerjaan ayahmu..
Okto Mulya D.
Lho pertarungan di Jepang, koq segera dibereskan oleh penegak hukum anak buah Anton Sideka.. hehehehe. Ngaco ahhh Author
Okto Mulya D.
Yahhh semoga bukan bang Ucok
Okto Mulya D.
Siapa yang bocorin kalau Riyan ada di Jepang.?
Okto Mulya D.
Itu konsekuensi kalian telah berkhianat, dan musuhpun akan menganggap sama bahwa suatu saat nanti kalian juga akan berkhianat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!