NovelToon NovelToon
Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tsabita

Arabella, dibesarkan oleh orangtua angkatnya yang cukup kaya raya, namun tidak pernah memberikannya kasih sayang. Hingga suatu hari, perusahaan orangtuanya terancam gulung tikar. Dan yang paling mengejutkan, bahwa dirinyalah yang menjadi jaminan atas semua hutang-hutang yang ada.
Elvan Aristides, seorang CEO dari sebuah perusahaan terbesar dan ternama. Status itu hanyalah peralihan dari kedudukannya, sebagai leader dunia bawah yang merupakan seorang psycopath dengan kekejamannya. Darinya tidak ada kata kasihan dan kesempatan kedua, bahkan dalam hidupnya tidak ada makhluk yang bernama wanita.
Dipertemukan oleh takdir, membawa mereka kedalam ikatan percintaan. Dipenuhi dengan berbagai halangan dan rintangan yang cukup berat, membuat ikatan tersebut semakin kokoh.
Sanggupkah Arabella untuk menghadapi dan menerima takdir tersebut?
Akankah seorang psycopath dan kejam mendapatkan cintanya?

Mohon dukungan like dan hadiahnya ya dan jangan lupa untuk tanggapannya, agar outhor menjadi semangat dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tsabita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5.

Mengendarai laju mobil dengan perlahan, menelusuri setiap tempat untuk melakukan kebiasaannya dalam menyalurkan bakat terpendam yang dimiliki. Kini, ia telah menemukan tempat tersebut. Menunggu mangsanya dengan berdiam diri didalam mobil, menghembuskan asap tebal yang berasal dari benda kecil dimulutnya.

Tak berselang lama, tiga orang pria dalam keadaan setengah sadar. Berjalan dengan sempoyongan melewati keberadaan dirinya, masih dalam masa pengamatan mata elang milik sang pemburu.

" Wah, botolku sudah habis. Padahal kerongkongan ini masih ingin dialiri minuman yang sangat enak ini, aku minta punyamu saja." Pria berjaket cokelat itu merampas botol minuman milik temannya dan meneguknya tanpa izin.

" Hei! Itu punyaku, kau ini selalu saja. Ayo kita cari mangsa saja, siapa tahu bisa dijadikan cuan." Pria berkumis tipis memberikan saran kepada kedua temannya, karena mereka sudah tidak mempunyai uang lagi untuk membeli minuman yang menurutnya sangat enak.

" Benar, ayo kita cari saja."

Ketiga pria tersebut berjalan mendekati mobil mewah yang terparkir begitu saja dijalanan yang begitu sepi, salah satu dari mereka mengintip dan mengetuk-ngetuk kaca mobil.

" Sepertinya, ini mobil mahal. Kita curi saja, lumayan uangnya."

" Benar juga, eh..."

Ketiga pria itu terkejut, saat pintu mobil dibagian kemudi terbuka. Memperlihatkan seorang pria yang baru saja keluar dari mobil tersebut, penuh senyuman mematikan telah diberikan.

" Hei, kau siapa? Kenapa tiba-tiba bisa keluar dari mobil ini, wah rupanya kau pesulap ya?" Pria berkumis tipis berceloteh tanpa sadar, jika dirinya dalam keadaan mabuk.

" Ah, biarkan pria ini pergi. Ayo cepat ambil mobilnya dan kita jual. Minggir!" Pria berjaket cokelat sedikit mendorong tubuh Elvan untuk menyingkir dari sisi mobil tersebut.

Belum saja pria tersebut memasuki mobil yang di inginkan, sebuah tangan menggunakan sarung hitam. Menarik bahu pria tersebut hingga membentur badan mobil.

" Mau apa kau, hah?!"

" Aku hanya ingin mencari teman untuk bermain saja, maukah kau menjadi teman bermainku?" Menggunakan senyuman termanis yang bisa memikat seseorang, Elvan merasa senang.

" Minggir kau, seperti anak kecil saja ingin bermain."

Melihat salah satu temannya belum masuk ke dalam mobil, kedua pria lainnya ikut menghampiri.

" Kalian sedang apa? Ayo masuk, nanti keburu pemilik mobilnya datang. Dan kau pergilah dari sini, menganggu saja."

" Kalian boleh memiliki mobil ini, tapi dengan satu syarat."

" Kami tidak butuh nasihatmu, menyingkirlah!"

Bruk!

Tubuh Elvan mendapatkan dorongan yang cukup kuat, membuat dirinya mundur beberapa langkah. Seringai penuh amarah, melekat pada wajahnya.

" Arrgh! Lepaskan tanganmu!" Teriak pria berkumis tipis, setelah kerah bajunya terkena tarikan.

" Mari kita bermain, tuan-tuan."

Ketiga pria tersebut menjadi tercengang, melihat salah satu dari mereka ditarik dan dijadikan sebagai bahan untuk bermain.

Sret!! Sret!!...

Sebuah mata pisau kecil yang menempel pada salah satu cincin yang digunakan oleh Elvan, menari dengan cukup sempurna pada kulit wajah pria tersebut.

" Argh, tidak! Kau gila!" Ucap pria tersebut memeganggi wajahnya yang sudah menjadi ukiran.

Kedua teman dari pria itu segera menghampiri, betapa terkejutnya mereka saat melihat apa yang sudah terjadi. Kondisi dari temannya, sungguh sangat tragis. Muka yang dipenuhi oleh cairan berwarna merah dan juga berbau amis, mengalir begitu banyaknya hingga mewarnai telapak tangan dan juga baju yang digunakan.

" Bagaimana, apakah kalian juga ingin ikut bermain? Jika kalian bersedia, kunci ini akan menjadi milik kalian." Jemari Elvan memainkan sebuah kunci mobil untuk berputar-putar pada jemarinya.

" Pria gila, kau sudah melukai teman kami. Seharusnya kau memberikan ganti rugi kepadanya, bukan malah mengajak kami bermain dengan permaianan gilamu ini."

" Lebih baik kita pergi saja, pria itu memang gila. Sepertinya dia sedang mabuk, ayo pergi."

" Tunggu! Kalian pikir, akan bisa pergi begitu saja. Setuju atau tidak, kalian akan tetap bermain bersamaku."

" Arrgh! Tidak!"

Belum sempat kedua pria tersebut melarikan diri, kecepatan tangan Elvan sudah menjangkau mereka dan menarikanya. Tanpa menunggu, benda yang sebelumnya ia gunakan itu kembali mengukir pada tubuh keduanya.

Sret! Sret! Sret!...

Suara teriakan dan jeritan yang begitu memilukan, terdengar begitu jelas. Dengan begitu lincah, jemari Elvan memberikan kesan yang begitu indah pada tubuh ketiga pria itu. Ketika mereka memberontak, itu merupakan bagian dari kesukaan dirinya. Dimana ia bisa memberikan gerakan-gerakan yang melumpuhkan lawannya, semakin mereka memberontak. Maka, semakin leluasa pula Elvan menyalurkan bakatnya.

" To long, ampuni kami."

" Lepaskan kami."

Tubuh ketiga pria tersebut sudah menjadi tidak beraturan, keadaan wajah yang sudah tidak utuh. Mata mereka sudah berpindah tempat ke aspal, kulit wajah mengelupas dan telingga yang tidak utuh. Dan kini, nyawa ketiganya sudah lenyap dari muka bumi ini. Salah satu diantara ketiga pria tersebut, tubuhnya sudah menjadi bahan percobaan yang baru saja ia lakukan.

" Ternyata, lebih mudah menyiapkan sashimi salmon dari pada sashimi pemabuk."

Setelah puas bermain-main, dengan tanpa beban. Elvan melempar kumpalan daging yang berada ditangannya begitu saja, bagi orang yang tidak terbiasa melihatnya. Serangan jantung sudah pasti menghinggapinya, namun tidak bagi dirinya.

" Kalian bereskan semuanya tanpa jejak."

Berbicara melalui earphone di telingganya, memberika perintah kepada anak buahnya untuk membereskan sisa-sisa dari permainan yang sudah ia lakukan. Berjalan dengan tegap, menghampiri sebuah mobil yang sudah menunggunya di ujung jalan.

" Berikan mobil itu untuk mereka, anggap saja sebagai hadiah bagi mereka." Ucapnya kepada pria yang menjadi orang kedua setelah Hugo.

" Baik tuan. " Sedikit menundukkan tubuhnya, menerima perintah langsung dari tuannya.

Liam, bertemu dengan sosok Elvan yang begitu kharismatik. Disaat dirinya menjadi sampah bagi masyarakat, dimana tidak ada satupun dari orang-orang yang merasa iba dengan keadaannya. Hampir mati kelaparan dan kehausan, bahkan keluarganya dengan sangat senang membuang dirinya dari rumahnya sendiri. Setelah kematian kedua orangtuanya dan saudaranya, dengan maksud untuk menguasai harta yang ada. Mereka sengaja membuangnya dan menganggap dirinya telah mati. Liam bingung harus pergi kemana, dimana usianya saat itu masih remaja. Hidup dijalanan, beradu nasib dan nyawa untuk bertahan hidup.

Ketika nyawanya sudah terasa akan lenyap, sebuah tangan menarik dan membawa dirinya. Saat membuka mata, wajah pria itulah yang pertama kali ia lihat. Sosok dewa penolong dirinya dari kematian, dengan setulus hati. Liam mengikrarkan dirinya untuk mengabdi kepada Elvan, hidup dan matinya akan selalu melindungi orang yang sudah menyelamatkan hidupnya.

Kini, mobil yang digunakan oleh tuannya telah hilang dari pandangannya. Menatap hasil karya didepan matanya, membuat dirinya menghembuskan nafas dengan kasar.

" Oh tuan, kau selalu saja membuatku berinteraksi dengan hasil karyamu ini. Bocar-bacir kayak gini, huh. Kapan hasil karyamu ini utuh, tuan. Coba saja kalau karyanya itu makanan yang sangat enak. Dengan sangat senang hati, aku akan mengurusnya, lah ini. Hidup segan mati tak mau, nasib-nasib."

Menggerutu dan menepuk keningnya, itulah yang selalu Liam berikan setiap kali harus membereskan hasil karya dari tuannya yang membuat sebagian orang bergidik merinding.

1
Anjelli
keren banget cerita nyh thor, the best pokok nyh
Dewi Yanti
klo kt aku karakter ara tdk cocok memiliku keluarga mafia yg setiap hr bkln dlm bhy dn bayak musuh.. terlalu lemah dn tdk bs menempatkan posisi mn yg perlu di kasihani atau tdk,kurag tegas pdhl dia jg keturunan mafia dr ayahnya. baik boleh tp bodoh jangan
Dewi Fajar
benar benar psyco
Dewi Fajar
mampir tor
nunnaJ
hahhaa monster
nunnaJ
baguslah mulai akur semoga anaknya kembar
nunnaJ
mungkinkah ara hamidun thor?
Qaisaa Nazarudin
Di kerjain anaknya 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Ezra tau ya kalo daddy nya pura2 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ara bisa mengandung lagi,dr prideksi dokter terdahulu bilang Ara sudah gak bisa hamil lagi,karena keadaan nya yg mengenaskan saat dia melahirkan Ezra dulu..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Namanya AraBella, Bella itu adalah nama ibunya..
Qaisaa Nazarudin
Elvan pasti sudah melihat bekas tamparan di pipi Ezra kan,,
Qaisaa Nazarudin
OMG ini Arion,rasanya bawahan Elvan tdk mengenali Arion,makanya bisa lepas gitu saja 😅
Qaisaa Nazarudin
Udah tau dia manusia berhati iblis madih saja kau tantang dan lawan,Bodoh,,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Akui saja kekalahan mu Xavier,2 kelompok besar sudah bersatu utk menghancurkan kelompok mu..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 tolong belikan sekalian utk aku satu..😜😜
Qaisaa Nazarudin
#Di tuduh Elvan menculik Ara
Qaisaa Nazarudin
Apa pun kadih tau Jack terlebih dahulu,Kalo gak kalian yg akan dituduh Rlva menculik Ara..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG😱😱😱Ara…Ara di culik..
Qaisaa Nazarudin
Aduuh Arion tolong amankan baby Ezra tuh,udah deh Ara udah ada tim medis yg menanganinya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!