Sambungan dari novel Anak genius : Ayah ku CEO Sombong
Joy Aderald putra mahkota Vero dan Shila , yang memiliki bakat luar biasa yang ahli di bidang IT sejak kecil . Bahkan Joy ahli dalam meretas akun dan situs - situs tertentu .Karena keahlian nya itu Joy di rekrut oleh pihak berwajib untuk membantu menemukan seorang mafia narkoba .
Namun pekerjaan nya itu malah membuat hidup nya terancam bahkan membuat keluarga nya terlibat . Apakah Joy bisa melindungi keluarga nya dari sang mafia?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manusia Es
Suara bisikan - bisikan bergemuruh memenuhi ruangan , mereka semua berbisik membicarakan ada apa yang terjadi pada bos nya ? kenapa ada banyak orang berseragam di dalam ruangan bos nya itu , bahkan wajah mereka begitu menyeramkan .
Seorang wanita berjalan gontai memasuki JA Technologies tempat bekerja. Tatapan nya tertuju pada beberapa karyawan yang sedang berbisik seperti membicarakan sesuatu . Lalu ekor mata nya beralih pada dua orang berseragam yang berdiri di depan pintu ruangan bos nya , seketika mata nya membulat sempurna .
Ada apa ini ? kenapa banyak sekali polisi di sini ?
Itu yang menjadi pertanyaan dalam pikiran wanita itu , yang mempunyai pikiran negatif pada bos nya . Tak lama kemudian beberapa pria bertubuh tegak keluar dari ruangan itu yang tak lain ruangan Joy pemilik JA Technologies.
Pria itu berjalan tegak , dengan tampang serius melewati beberapa karyawan juga diri nya , setelah para pria bertubuh tegak itu keluar , wanita itu langsung berlari memasuki ruangan bos nya .
"Joy , siapa mereka? kenapa ada polisi disini ? apa kau melakukan kesalahan ? tindak kriminal kah ? atau .." belum sempat melanjutkan ucapan nya Joy sudah menyanggah nya .
"Stella .. bisa kah kau diam ." ucap Joy datar tanpa menoleh ke arah wanita yang di panggil nya Stella.
Rasa nya tidak asing dengan nama Stella , apa itu Stella yang sama teman masa kecil nya ? Ya.. benar Stella Agruellya teman masa kecil nya , penggemar Joy dari dulu yang kini menjadi sekretaris nya .
Stella memang pengagum Joy dari kecil , namun seiring nya waktu dan usia yang semakin dewasa rasa kagum itu menjadi suka , lalu menjadi cinta , yah .. Stella memang mencintai Joy hanya Joy tidak pernah peka terhadap perasaan nya .Karena begitu mencintai dan mengagumi Joy Stella selalu ingin dekat dengan Joy , sampai - sampai rela bekerja di perusahaan Joy menjadi sekretaris nya , padahal diri nya berasal dari keluarga ningrat dan papa nya juga memiliki perusahaan besar , namun Stella menolak untuk bekerja di perusahaan papa nya sendiri , Stella lebih memilih menjadi sekretaris Joy dari pada bekerja di perusahaan papa nya hanya demi bisa bersama Joy setiap hari.
"Joy , kenapa kau begitu tenang ? apa kau melakukan tindak kriminal ? apa kau akan di penjara ?" Stella masih takut dengan kedatangan pihak berwajib ke kantor nya bekerja , dia takut kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Joy .
"Stella bisa kah kau tidak cerewet , siapa juga yang melakukan tindak kriminal , siapa juga yang akan di penjara, aku hanya membantu mereka ." ucap Joy santai .
"Membantu? membantu apa" Stella sudah duduk di hadapan Joy sekarang mata nya fokus menatap Joy , berharap mendapat penjelasan .
"Kenapa kau menatap ku begitu ." Joy merasa risih di tatap Stella seperti itu , walau pun bukan untuk pertama kali sih .
"Aku menunggu jawaban mu , kau belum menjawab pertanyaan ku ."
"Pertanyaan yang mana ?
" Aku serius Joy , aku takut kamu kenapa - kenapa ." kini tatapan Stella menjadi sedih , Stella tidak bisa membohongi perasaan nya kalau dia begitu khawatir saat ini .
"Jangan khawatir , aku tidak terlibat apapun , aku hanya membantu mencari sebuah akun itu saja , aku juga sudah sering melakukan ini , sudah jangan khawatir ."
"Bagaimana aku tidak khawatir , aku begitu terkejut melihat ada polisi yang berjaga di depan pintu ruangan mu , aku pikir kamu kenapa - kenapa ."
"Baru kali ini aku melihat seorang sekretaris yang begitu mengkhawatirkan bos nya , begitu perhatian , aku tidak salah menerima mu menjadi sekretaris ku ." ucap Joy tersenyum tipis .
"Joy.."
"Bercanda ." Joy kembali fokus pada kerjaan nya mata nya kini kembali tertuju pada layar laptop nya .
Stella terlihat kesal , bisa - bisa nya Joy bercanda di saat diri nya benar - benar mengkhawatirkan nya . Namun hati Stella sedikit teriris saat mendengar ucapan Joy tadi yang memanggil sekretaris .
Hanya sekretaris Joy , apa hanya itu posisi ku di mata mu , apa tidak ada nama ku di dalam hati mu , lagi - lagi Stella membatin karena Stella tidak berani mengungkapkan nya termasuk isi hati nya , sampai sekarang Joy tidak tahu perasaan Stella sebenar nya , bagaimana Joy akan tahu kalau Stella tidak mengungkapkan nya , namun apa daya Stella tidak berani akan hal itu , lebih baik dia menunggu Joy menyadari semua perhatian nya itu adalah cinta .
"Stella kenapa melamun , ayo kita harus meeting sekarang ." Karena melamun Stella tidak menyadari bahwa Joy sedari tadi memanggil - manggil nya dan Joy sudah menunggu di depan pintu .
****
Joanna turun dari taksi , dia terlihat tergesa - gesa , berlari memasuki resto karena akan meeting bersama klien nya dari jepang , sesampai nya di dalam Joanna celingak - celinguk mencari dimana klien nya itu ? Bodoh nya Joanna kenapa bisa lupa menanyakan pada paman Alvin dimana ruangan VIP nya, Joanna langsung mengutuki diri nya sendiri .
Disaat Anna sedang kebingungan ada seorang pelayan resto yang menghampiri nya , lalu bertanya " Ada yang bisa saya bantu ?" tanya pelayan yang berseragam itu .
"Saya akan meeting bersama klien saya , dia sudah memesan ruang VIP di sini ."
"Atas nama siapa ?" tanya pelayan itu lagi
"Tuan Akihiro ."
"Mari saya antar , ruangan nya ada di sebelah sana ." tunjuk si pelayan dengan ramah , lalu melangkah ke ruangan yang di maksud di ikuti Anna dari belakang .
"Silahkan nona ini ruangan nya , saya permisi." ucap pelayan itu
"Terima kasih ." pelayan itu kembali ke tempat nya semula , Joanna langsung membuka pintu itu .
Cklek,,
Terlihat dua pemuda yang duduk di dalam sana , pemuda yang sangat dingin , kaku , seperti apa yang di katakan paman nya , namun ada satu pemuda yang berdiri menyambut nya dan tersenyum ramah .
"Selamat datang nona Anna , saya Akio asisten nya Tuan Akihiro ." ucap pemuda itu yang mengaku sebagai asisten Akihiro.
"Ah.. iya , maaf saya terlambat ." ucap Anna gugup . Lalu pandangan nya teralihkan pada pemuda yang tengah duduk di sofa , pemuda itu fokus memainkan ponsel nya tanpa melirik ke arah Anna ,
Sombong , satu kata dari Anna untuk pemuda itu .
Apa ini tuan Akihiro , masih muda tidak beda jauh dengan ku , tapi .. apa begini sikap nya bahkan dia tidak menyambut ku sama sekali , benar apa kata paman dingin , jutek , kaku , "batin Anna karena Anna tidak berani mengucapkan hal itu di depan nya .
" Oh iya , nona Anna perkenalkan ini Tuan Akihiro , CEO dari group M ." Akio memperkenalkan Anna pada pemuda yang duduk di depan nya , namun pemuda itu masih tidak bergeming dari ponsel nya .
"Tuan ini nona Anna dari wallandou group ." ucap Akio kembali .
"Aku tidak suka menunggu , anda sudah membuat ku menunggu nona Anna ." kini Akihiro berbicara sembari mendongakan kepala nya membuat pandangan mereka saling bertemu .
"Maaf kan saya Tuan tadi ada sedikit masalah d jalan , kenalkan nama saya Anna " pandangan Akihiro tidak berpaling , tatapan nya menatap fokus pada mata indah milik Anna , wajah nya tidak ada ekspresi sama sekali , Anna yang sedari tadi sudah pegal mengangkat tangan nya untuk berjabat dengan pemuda di depan nya , namun tidak ada balasan hangat dari pemuda itu.
Ya ..tuhan , pemuda macam apa ini , menjabat tangan ku saja dia tidak mau , apa aku harus bekerja sama dengan nya ? kalau bukan demi tender aku tidak akan melakukan ini , sabar Anna sabar .." Lagi - lagi Anna bicara dalam hati , anak mencoba tersenyum ramah pada Akihiro , namun senyuman nya membuat Akihiro teringat seseorang di masa lalu nya .
Halo aku Joanna siapa nama mu ?
Hai.. kau belum jawab pertanyaan ku ..
Tuan..
Tuan..
Seketika Akihiro tersadar dari lamunan nya , ternyata Akihiro teringat teman masa kecil nya , suara nya senyuman nya sama mirip dengan nona di depan nya .
Hey , bicaralah pada bos mu , tangan ku sudah pegal , apa dia tidak mau menjabat tangan ku hah ." bisik Anna sembari menatap tajam Akio , agar memberi isyarat pada bos nya itu .
"Tuan , nona Anna begitu ramah memperkenalkan diri , apa Tuan tidak akan menjabat tangan nya ?" bisik Akio. pandangan Akihiro pun tertuju pada tangan Anna lalu membalas jabatan tangan nya sambil berkata " Akihiro ." ucap nya singkat .
Anna menghela nafas panjang , akhir nya pemuda ini menjabat tangan nya juga Anna sudah sangat pegal sekali , pria ini begitu dingin dan kaku.
Akio mempersilahkan Anna untuk duduk , Anna pun menurut dan duduk di depan Akihiro kini mereka berdua saling berhadapan , lagi - lagi Akihiro menatap nya kembali dengan tatapan yang sulit di artikan , Anna yang kembali di tatap seperti itu terpaksa memberikan senyuman nya membuat Akihiro langsung memalingkan pandangan nya .
Anna yang melihat perubahan sikap Akihiro merasa kesal .
Dasar manusia Es, orang senyum bukan nya di balas malah memalingkan wajah nya , huh sabar Anna sabar, batin Anna.
**Yang dari kemarin nunggu Visual nya Kemi nih sekarang othor kasih
AKEMI AKIHIRO MASHASI**
Udah jangan di liatin terus , lihat tatapan nya tajam banget nya 😊😊