setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi lebih kuat
Tasya berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Ifan yang berjalan di belakangnya
Ifan terus memanggil nama Tasya sambil mencoba untuk berbicara padanya, namun Tasya tak bergeming menanggapi Ifan. Dia seperti tak memperdulikan Ifan sedikit pun
"Aku ingin bertanya kenapa kau sampai masuk rumah sakit" ucap Ifan
Tasya tak masih menjawab pertanyaan nya, dia terus diam dan tak memperdulikan keberadaan Ifan di sampingnya
Ifan menghela nafas panjang, menatap Tasya yang tengah menyibukkan diri
"Berhentilah bersikap dingin padaku" ucap Ifan
Tasya meletakan gelas yang ia pegang, dia segera berbalik dan menatap ke arah Ifan dengan tatapan yang dingin
Terpancar cahaya kebencian dari matanya ketika dia menatap ke arah Ifan
"Pulang lah, kau tidak di butuhkan di sini" ucap Tasya sambil melihat dingin pada Ifan
Ifan tersentak, dia terdiam mendengar ucapaan Tasya yang begitu dingin sampai rasanya menusuk di hati
Ifan tersenyum miring lalu memegang dahinya dan tertawa di depan Tasya
"Percuma saja kau bersikap seperti itu, aku tidak akan melepaskan mu. walaupun kau memohon sampai mencium kaki ku pun, tidak akan aku lepaskan" ucap Ifan
Tasya hanya terdiam menatapnya dengan tatapan kosong, dia tak bergeming sedikitpun akan ucapaan Ifan tadi
Melihat reaksi Tasya yang biasa saja, Ifan semakin geram dan akhirnya pergi meninggalkan rumah
Setelah Ifan pergi, Tasya menghela nafas nya lalu air matanya pun kembali mengalir membasahi pipinya
"Benar. Aku harus kuat seperti ini, aku harus bisa terlepas dari nya" gumam Tasya
**************************
1 Minggu berlalu, kini Tasya sudah mulai terbiasa hidup seorang diri, walaupun terkadang dia merasa kesepian dan marah ketika mengingat perbuatan Ifan
Selama 1 Minggu tersebut, Ifan hanya menemui Tasya 2 kali, itupun dia hanya bertanya akan keadaan bayi yang ada di dalam kandungan nya
Tasya yang tadinya bekerja di perusahaan Ifan memutuskan untuk berhenti, dia tak mau berada di dekat Ifan sedikit pun
Ketika Tasya keluar untuk membuang sampah, dia terhenti melihat raya yang tengah berdiri di depan pintu rumah nya
Penampilan raya berubah drastis setelah semuanya terbongkar
"Hay" ucap raya lalu masuk ke dalam rumah begitu saja
"Untuk apa kau datang ke sini" timpal Tasya lalu menarik tangan raya dengan keras
"Lepaskan!" Timpal raya lalu menepis tangan Tasya
Tasya berjalan masuk dan berhenti di ruang tamu sambil melihat ke sekeliling nya. Dia melihat buah yang berada di atas piring beserta dengan pisu untuk mengupasnya
"Kau bertanya kenapa aku datang ke sini kan" ucap raya lalu berjalan mendekati Tasya dan menatap dirinya sambil tersenyum meremehkan
"Tentu saja untuk melihat keadaan anakku" timpal raya
Tasya langsung memundurkan tubuhnya, dia memegang perutnya dan mengatakan jika dia tidak akan memberikan anaknya pada raya
"Jangan berharap! Aku tidak akan memberikan anakku pada mu. Tidak akan aku biarkan anakku di sentuh oleh wanita iblis seperti mu" ucap Tasya
Raya langsung tertawa mendengar ucapaan Tasya, dia tertawa sampai air matanya keluar
"Bodoh! Apa kau lupa, jika kau tidak memberikan anak mu, maka nenek mu akan aku lenyapkan" balas raya
Raya berbicara sambil menatap Tasya dengan tatapan tajam, berbicara dan mengancam nya, mencoba untuk menyudutkan Tasya
Tasya hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. setelah raya berhenti berbicara, Tasya menutup matanya lalu menarik nafas panjang dan berbalik menatap raya
Sambil melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki, Tasya tersenyum miring menatap raya
"Apa kau tau, seorang wanita yang tak bisa memiliki anak tidak akan pernah bisa disebut sebagai seorang ibu sampai kapanpun. Walaupun mereka mengadopsi sekalipun, mereka tidak akan bisa menghilangkan hubungan darah seorang ibu dan juga anaknya" ucap Tasya lalu memberikan smirk pada raya
Raya terdiam, dia tak bisa berkata kata. Mulutnya seperti terkunci tak bisa membalas ucapaan Tasya
Karena geram, raya menarik rambut Tasya sampai membuatnya menjerit kesakitan
"Beraninya kau berbicara seperti itu!!" Ucap raya. Tiba tiba Ifan datang dan masuk ke dalam rumah, lalu dengan cepatnya raya menjatuhkan dirinya sendiri ke lantai
"Kenapa kau mendorong ku" ucap raya sambil merintih kesakitan. Tasya hanya terdiam bingung, dia belum sadar jika Ifan datang
"Aku hanya ingin memeriksa keadaan mu saja" timpal raya. Ifan langsung menghampiri raya dan membantunya untuk berdiri
"Apa yang kau lakukan! Kenapa kau bersikap kasar seperti itu" ucap Ifan
"Mas, kau tidak perlu marah padanya. Aku tau dia benci padaku, tidak papa aku mengerti mas jadi jangan marahi dia mas. Aku baik baik saja"
Tasya semakin geram ketika melihat raya yang berpura pura baik padanya, karena kesal dia pun berjalan mendekati raya dan juga Ifan
"Benar, kau mengatakan kenapa aku bersikap kasar padanya. Akan aku beri tahu, aku sangat membenci kalian berdua" ucap Tasya lalu menampar pipi kiri Tasya dengan sangat keras
"Wanita gila!" Teriak Ifan ketika melihat Tasya menampar raya dengan begitu keras
Raya merintih kesakitan sambil menatap Tasya dengan tajam, dia ingin membalas tamparan Tasya namun tak berani karena ada Ifan di antara mereka
"Pergi, sebelum aku mengusir kalian dengan paksa" ucap Tasya dingin
"Tasya!!" Teriak Ifan lalu berjalan mendekati Tasya dan menatap nya dengan penuh amarah
Tasya dan Ifan saling berhadapan satu sama lain, begitu dekat sampai Tasya bisa mendengar detak jantung Ifan yang tengah berdiri di hadapannya
"Pergi" ucap Tasya dingin. Ifan dan raya terkejut saat Tasya meminta mereka untuk pergi sambil menodongkan pisau yang dia ambil secara diam diam di piring buah yang ada di atas meja, dia menodongkan pisau tersebut tepat di perut Ifan
"Kau..."gumam Ifan tak percaya sambil menatap Tasya
Tasya hanya tersenyum miring membalas tatapan Ifan padanya
Dengan perasaan yang marah, ifan menarik tangan raya dan pergi dari rumah
BERSAMBUNG.......
Maaf karena autor tiba tiba demam, autor jadi telat up😷
Jangan Lupa like komen and vote nya ya