NovelToon NovelToon
CINTA LUAR BIASA

CINTA LUAR BIASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Khoirun Nisa

Askana sangat benci pada sosok pria yang sudah menodainya. Sampai pria bernama Rafan itu ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, sayangnya Askana menolak karena terlalu benci.

Mampukah Rafan mengambil hati Askana? Dan Membuatnya jatuh cinta, akan seperti apa kisah cinta mereka yang diawali sebuah kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khoirun Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35.

"Akhirnya sampai juga gue di kontrakan lo, gue ngantuk Don mau tidur! Pusing kepala gue," ujar Rafan.

"Tidur aja deh lo sepuasnya." Doni pun membaringkan tubuhnya dan ia pun ikut terlelap.

* * * *

Safira terus saja membujuk ibu Assyifa untuk mau diajak jalan-jalan nanti malam, ia terus menolak. Karena sebenarnya ibu Assyifa sedang merasakan sakit di dada-nya, namun rasa sakit itu tidak ia Perlihatkan kepada Askana. Karena melihat Safira yang terus saja memohon dan memaksanya akhirnya ibu Assyifa pun mau diajak untuk jalan-jalan.

"Yey!... Senang-nya," ujar Safira.

Safira segera mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya ia menghubungi ART di rumah-nya untuk mengantarkan mobil ke rumah Askana dan baju ganti. Baru saja Safira menutup teleponnya terdengar suara mobil yang terparkir di halaman rumah Askana.

"Assalamualaikum!" terdengar suara seorang pria mengetuk pintu, segera Askana membukakan pintu sambil menjawab salamnya.

"Eh!... Mang Ujang! Mari masuk."

"Maaf non Fira, tadi Bapak nyuruh saya untuk mengantarkan baju ganti untuk non Fira."

"Oh iya, Mang! Makasih ya?"

"Sama-sama! Mamang pamit pulang lagi ya Non Fira."

"Tunggu mang, ini mobil yang sekarang mamang bawa mendingan gak usah di bawa pulang lagi karena Safira mau memakainya, mamang pulangnya naik angkot saja atau taksi nanti Fira yang kasih uangnya, dan bilang sama papah Fira mau pakai mobilnya karena mau jalan-jalan nanti malam sama Askana dan juga Bu Assyifa.

Mang Ujang pun terlihat berpikir. "Iya Non, nanti mamang yang bilang sama bapak."

"Makasih ya Mang Ujang," ujar Safira sambil memberikan uang kepada Mang Ujang untuk ongkos pulangnya.

"Iya sama-sama, Non! Mamang pulang dulu." "Assalamualaikum?"

"Waalaikumsalam!" ujar Safira.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya, sore pun berganti menjadi malam. Setelah melaksanakan salat Isya Askana, Safira dan juga Bu Assyifa pergi untuk berjalan-jalan.

Safira mengajak bu Assyifa ke Kota Tua di Jakarta, di sana terlihat bangunan megah ala Belanda membuat kota tua menjadi tempat yang indah dan penuh kenangan bersejarah apalagi di saat malam hari, lampu-lampu penerang membuat kota tua tampak lebih eksotik sekaligus mistis, setiap sudut bangunan ramai berkumpul anak-anak muda dengan segudang aktivitas.

Mereka berkeliling di Kota Tua, terlihat juga banyak atraksi anak muda, ada yang bermain sulap, roller skate atau bermain dance.

"Ini sangat indah Nak Fira!" ujar Bu Assyifa dengan lembut.

Karena merasa lelah bu Assifa pun duduk di bangku taman sambil melihat atraksi anak muda. Safira melihat bu Assyifa yang sedang duduk merasa kasihan. Wajah bu Assyifa sedikit pucat mungkin karena kecapean. Ia pun mengajak Askana dan bu Assyifa untuk pergi ke sebuah kafe dan mereka pun makan di sana.

"Gimana makanannya enak nggak, Bu?"

"Ini enak, Nak!"

"Ini kafe favorit aku lho Bu, dulu aku sama mamah suka ke sini."

Safira memakan makanannya dengan lahap bersama bu Assyifa, namun berbeda dengan Askana ia malah merasa mual dalam pikirnya mungkin maag-nya kambuh lagi, soalnya ia sudah mencoba memakai tespek dan hasilnya negatif. Askana pun meminta izin untuk pergi ke toilet.

"Jangan sampai nyasar ya, An!" ujar Safira sambil tertawa.

"Kenapa sih kok mual aku ada terus nggak hilang-hilang, apakah karena penyakit maag ku sudah terlalu parah sehingga aku makan pun selalu terasa mual dan kepalaku terasa pusing.

Setelah selesai di dalam toilet Askana pun keluar karena terlalu terburu-buru dan jalan sambil menunduk Askana tak sengaja menabrak seorang pria. Ia pun terpeleset karena tumbuh Askana menjadi tidak seimbang sehingga pria itu menangkap tubuh mungil Askana.

"Kamu! Ngapain kamu di sini?" ujar Askana sambil menampakan wajah marah-nya.

"Dan lepaskan tanganmu! Jangan pernah sentuh aku." ujar Askana begitu tegas dengan sorot mata yang sangat tajam ke arah Rafan.

"Apa masalahmu sama aku kenapa stiap kita bertemu kamu selalu memperlihatkan wajah yang sangat marah dan sorot mata yang penuh kebencian terhadap ku."

"Kamu punya otak kan?" pikir saja kesalahanmu itu sendiri, dasar pria mesum.

Rafan terperangah kaget mendengar kata mesum yang dilontarkan oleh Askana terhadapnya. Ia pun menarik tangan Askana dengan kuat sehingga tumbuh Askana tersandar di dinding, kedua tangan Rafan menghalangi tubuh Askana sehingga Askana tidak bisa lari lagi seakan-akan Rafan ingin menerkamnya kembali.

"Kamu ngapain seperti ini, minggir nggak! Kalau nggak minggir juga aku akan teriak kalau kamu mau macam-macam terhadap-ku."

Rafan hanya tersenyum sinis. "Apa yang sudah ku genggam tak akan pernah aku lepaskan lagi."

"Deg!!.....

Jantung Askana berdegup sangat kencang, tubuhnya bergetar mendengar perkataan Rafan yang pernah ia dengar sebelumnya, kata-kata terakhir sebelum Rafan menyentuh tubuh Askana.

Rafan semakin mendekatkan wajahnya sehingga hembusan nafasnya terasa hangat mendarat di wajah putih Askana. Rasa takut semakin dirasakan oleh Askana matanya pun berkaca-kaca melihat sikap Rafan seperti itu terhadapnya.

"Kamu tahu apa arti kata mesum itu!" ujar Rafan.

Askana tak menjawab ia semakin menundukkan kepalanya. Ia pun mencoba mendorong tubuh Rafan namun tenaga Rafan lebih besar dari padanya, apalagi sekarang Askana merasakan tubuh yang terasa lemas dan juga pusing di kepalanya.

"Sekarang bilang kepada-ku apa kesalahan-ku sehingga kamu bisa sebenci dan semarah itu bila bertemu dengan-ku."

"Baik! Aku akan mengatakan kesalahanmu terhadapku, tapi kamu jauhi dulu aku jangan terlalu dekat denganku seperti ini. Aku nggak suka!" ujar Askana dengan tegas.

Rafan menggeser tubuhnya menjauhi Askana. Bukannya bicara Askana malah berusaha untuk lari menjauhi Rafan dari toilet itu. Namun dengan cepat Rafan menarik tangan Askana kembali.

Askana tak mau kalah dengan sikap Rafan maka iapun menginjak kaki Rafan sekuat kuatnya sehingga Rafan memekik merasakan sakit di kaki-nya. Askana lari terbirit-birit seperti sedang dikejar oleh seorang penjahat saja.

Dengan nafas ngos-ngosan Askana menghampiri Safira.

"Fir! Kita pulang yuk?"

"Loh, kok gitu! Kan kamu makannya juga belum selesai Ana!"

"Pokok-nya kita pulang. Kepala aku sakit nih, Fir!"

"Nggak apa-apa kan, Bu, kalau kita pulang!" ujar Askana.

"Iya nggak apa-apa, Nak! Kalau kamu gak enak badan kan jalan-jalannya juga nggak asik."

Dengan terpaksa Safira pun mengikuti permintaan Askana. Dan mereka pun berlalu pergi dari kafe itu.

Rafan dengan cepat mengejar Askana kembali ke dalam kafe namun ia tidak bisa menemukannya, hati Rafan semakin dibuat penasaran dengan sikap Askana.

"Woi, Fan! Lama banget sih lo di kamar mandi, jangan-jangan pacaran lagi lo," ujar Doni Sambil tertawa.

"Berisik lo, Don! Gue lagi cari cewek."

"Nah benerkan apa yang gue bilang, lo malah pacaran lagi di kamar mandi, dasar lo!" teriak Doni.

Rafan kembali berjalan menuju meja yang sudah ia pesan tadi dengan Doni, namun Doni merasa aneh dengan jalan Rafan seperti sedang merasakan sakit di kakinya.

"Kaki lo sakit, Fan?"

"Iya nih gara-gara diinjak cewek."

Doni malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rafan.

"Kok bisa!"...

"Sudahlah! Pertanyaan lo semakin menambah gue stres."

1
Enung Samsiah
hadeeehhh,,, baru pertama beli mobil mlh d curigai polisi disngka hsil nyuri wkwkwk
Enung Samsiah
ko nggk ada maskawin nya ya,, kasihn askana,, apa rapan nggk mmpu ya,,,
Enung Samsiah
jngn sampai rapan dan fandi sukanya sama askana lgi, ksihan fira
Enung Samsiah
iiiiihhh, sirafan knpa bisa sgl siiihh,,,,
anisah
ayolah Thor buat Doni SM Fira bersatu..
anisah
pasti Alex mencari info tentang terjadinya yg menimpah askana ..tunggu saja tgl mainya sofia
anisah
ayo usut masalah ini...cari Sofia bikin perhitungan..
anisah
Sofia tunggu pembalasan untukmu...
anisah
pemanasan aja dulu raf...ingat kata dokter ...sabar...ntar...aja..ya!!!
anisah
bagus Don,....km bisa sama Safira bebas wes ...tp tunggu Safira putus dr Fandi semoga cepat ketahuan belang nya si Fandi...
anisah
Doni klu SM Safira pasti heboh...ayolah Thor jodohin mereka kasihan Fira klu dpt Fandi yg suka celap celup di luar ...
anisah
tunggu saja masa apesmu tiba Fandi....pasti km ampin2
anisah
Thor...aku bacanya kayak orang sinting senyum2sendiri ngeliat kelakuan si Doni..yg lucu ..semoga aja Safira batal tunangan sama Fandi .dan jadian sama Doni .
anisah
Safira km jadian aja sama Doni dr PD Fandi yg suka celao-celup sana sini...LBH baik SM Doni yg gokil...
anisah
papa Safia memang panutan yg baik..selalu bijak ....semoga saja askana setuju dgn rencana rafan ..
anisah
nah....kan SDH plong ...sedikit beban ana....tinggal nunggu rafan ...ini...
anisah
kok aku punya firasat klu Fandi nanti cintanya sama askana..bukan SM Safira...🤔
anisah
ana knp sih ngk jujur aja....biar kalian nikah ...
anisah
nah ..gitu .donk curhat SM bunda biar plong....semoga cepet ketemu sama ana...
anisah
begitu judulnya Fandi...anak kebanggaan si ayah ...ntar dpt karma baru bilang khilaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!