sebuah jebakan dilakukan Ghiffarry Azzam terhdap Lovena Saraswati, Ghiffary seorang pria kaya yang mengalami perampokan dirumah mewahnya, para perampok itu juga membunuh istri dan anak Ghiff yang masih bayi.
meski para perampok sudah tertangkap dan dihukum mati, namun tidak membuat dendam Ghiff hilang begitu saja, sakit hati karena kehilangan dua wanita yang ia cintai membuat hatinya dipenuhi dendam.
Lovena Saraswati adalah putri salah satu perampok yang mendalangi perampokan dirumah Ghiff.
Ghiff akan menikahinya dan membalaskan dendam yang pada gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab35 Menyesal
Kepalanya bersandar lemas di sofa.
"Mama tega!. Ternyata Mama dan Papa yang membuat hubungan Ammar dan Lovi memburuk."
Wanita tua itu tersenyum sinis
"Lovi tidak pantas untukmu..! meski Kita Miskin Mama tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan anak penjahat itu!"
Ammar melihat kedua orang tuanya kesal.
" Mama keterlaluan, Ammar tidak perduli! bila perlu Ammar akan kawin lari dengan Lovena.semoga Mama tidak lupa Ternyata wanita pilihan Mama jauh lebih buruk dari Lovena, Jangan selalu menilai orang dari sampulnya.
"Kau menjadi bodoh setelah bertemu kembali dengan gadis itu, Lupakan dia masih banyak wanita lain di dunia ini yang jauh lebih cantik dan baik.."Sahut Ayah tak mau kalah.
Tekad Ammar sudah bulat, sekian lama dia kehilangan gadis yang dia cintai. Ingat bagaimana selama ini Lovi terus menghindar, bahkan ibu lovena kerap mengusir nya saat dia bertandang Kerumah.
" Ammar hanya mencintai lovena, sampai kapanpun, merasa bersyukur kita dipertemukan kembali, Ammar bertekad tidak akan pernah melepaskan dia lagi, Setelah perusahaan berjalan normal Ammar akan melamarnya"
Tanpa menunggu jawaban kedua orang tuanya Amar meninggalkan kediaman mereka.
Selesai makan malam seperti biasa menjadi tugas lovena membereskan sisa piring kotor dirumah itu.
Ketika sedang menyibukan diri.Dia dikejutkan dengan suara Bass Ghiffary di dibelakang.
" Buatkan aku secangkir kopi, bawakan ke ruangan kerja.."
Hampir saja Lovi menjatuhkan piring yang ia pegang karena terkejut.
Dia berbalik melihat Sumber suara.
" Baik Tuan.." Kata Lovi gugup melihat Ghiff yang Hanya memakai Celana pendek dipadukan Sebuah kaos hitam oblong tanpa lengan.
Pria itu persis seorang mahasiswa bukan pria dewasa dengan usia 28 tahunan.
"Jangan lama- lama.." Lanjut Ghiff sebelum pergi.
Setelah menyelesaikan membasuh semua piring dan menyusunnya di rak lovena melanjutkan membuatkan Kopi pesanan Ghiff.
Sebelum masuk Lovena mengetuk pintu setelah mendapat ijin masuk dari Ghiffary, Lovena pun masuk.
Ghiff duduk tenang dibelakang meja dengan tatapan mata fokus sepenuhnya pada layar laptop didepannya.
"Letakan saja kopinya disitu" tunjuk Ghiff tanpa melihat lovena hanya jarinya yang menunjuk ke arah seperangkat sofa yang ada di ruangan itu.
" Saya permisi tuan.."pamit lovena, setelah meletakan kopi pesanan Ghiff.
Tubuhnya sudah sangat lelah dan matanya sangat mengantuk.
Malam kemarin terjebak banjir, Terjaga sepanjang malam karena Ghiff memeluknya sepanjang malam. Sepanjang hari kembali disibukkan dengan gorden - gorden berukuran besar serta sangat berat.
" Temani aku bekerja.." Ucap Ghiff menghentikan gerak lovers, Pria masih fokus tanpa melihat lovi.
" Maksud tuan..!?"
" Duduk di sofa itu dan temani aku.."ulang Ghiff. mendongak wajahnya terlihat serius di balik temaram lampu.
Lovena mengakui betapa menariknya pria itu malam ini.
Tetapi tetap saja dia merasa kesal.
Karena kantuknya semakin menjadi.
Hanya duduk diam bagai patung disana sementara Ghiff masih sibuk bekerja didepan laptop tanpa tahu kapan pekerjaanya akan selesai.
Beberapa menit berlalu dalam hening, Rasa kantuk semakin kuat menyerang lovena.
Tanpa ia sadari kepalanya sudah terkulai di atas sandaran sofa.
Akhirnya Ghiff menyelesaikan pekerjaanya lalu menghampiri lovi yang sudah lelap.
Menatap wajah Love berlama- lama sambil tersenyum.
Beberapa hari belakangan Pikiran Ghiff mulai dipenuhi oleh gadis itu. Tubuhnya sering bereaksi aneh bila berada di dekatnya.
Ghiff menatap lekat wajahnya. Bibir dengan volume sedang,bulu mata lebat nan lentik, rambut panjang sepunggung yang terlihat berjuntai secara asal dipipi,Ghiff menyentuh dan merapikannya.
Bayangan Dirinya menyiksa Lovena berputar di kepala. Wajahnya imut dan menggemaskan.
kenapa dia bisa sekejam itu pada Gadis sebaik Lovena. Dia tidak pernah mengeluh, tidak pernah menunjukan perlawanan, Ghiff Tahu Lovi bukan gadis lemah, dia melakukanya demi melindungi keluarga.
" Kau luar biasa lovi demi melindungi keluargamu kau rela memgorbankan diri menanggung semua sendiri. aku jadi berpikir jika selama ini kau juga tersakiti oleh perilaku Ayahmu.." Ghiff mengelus lembut pipi gadis itu.
Ghiff sudah membaca semua hasil pemyelidikan Robby, Sejak kecil lovena sudah belajar mengambil alih tanggung jawab keluarga. Belajar mencari nafkah, bahkan rela bekerja di klub malam demi membiayai sekolah kedua adiknya, Abai pada segala gunjingan orang- orang."
Tetapi Love tidak seperti yang mereka pikirkan. Kenyataannya love masih bisa menjaga diri dan kehormatannya.
Anggia saja saat menikahi Ghiff sudah tidak suci.Gadis itu sudah melakukan hubungan terlarang sejak SMU, karena termakan bujuk rayu mantan pacarnya.
Sesuatu yang lembut dan kenyal menempel dibibir lovena membuatnya sangat terganggu.
Setengah sadar dia membuka matanya malas, karena kantuk masih mengusai lovena sepenuhnya
Bertapa terkejutnya love, Mendapati seseorang sedang bermain- main dengan bibirnya.
Spntan Dia mendorong pria itu menjauhinya.
" Tuan Ghiff...!" Pekik lovena bergegas berdiri.
Ghiff ikut bangun dan menggaruk kepalanya salah tingkah
" Maaf aku menggangu Tidurmu..."
.
Dia berjalan mendekati lovena.
"Lovi.." panggil Ghiff lirih sedikit ragu.
Situasi terasa aneh bagi lovena merasa ada yang berbeda dengan laki- laki itu.
Ghiffari menyebut namanya.
pria itu tak pernah sekalipun memanggil nama Asli lovena setelah mereka menikah.
Ghiff meraih kedua tangan kemudian memandang wajah nya lekat.
Matanya bersinar lembut.
" Ku..ku..kurasa aku jatuh cinta padamu.." Ghiff terbata- bata..
Lutut Lovena goyah. bagai dihantam ledakan bom, dia meledak oleh rasa terkejut luar biasa.
Apakah kupingnya tidak salah dengar?
" Aku ingin kita menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya.."
Sejenak lovena hilang akal, otaknya berhenti berpikir merasa semua yang dia dengar hanyalah Mimpi.
" Rencana apa lagi yang sedang disusun Ghiff untuk menyakiti dirinya."
Ghiff melanjutkan kalimatnya
"Entah bagaimana, Aku menyesal sudah mencambuk hingga membuat punggungmu cendera, hatiku mulai merasa tak rela melihat kau tersakiti.
Aku terus memikirkanmu."
memandang Lovena dengar penyesalan serta penuh harap.
air mata Lovena luruh tanpa sadar.
Ghiff menyekanya lembut
" Kau benar love aku menyesal sudah menyakiti hatimu. maafkan aku...."
Lovena mneggeleng kan kepalanya keras
" Tidak..!.."
" Tidak! Apa maksudmu? apakah kau
benci padaku?" Sahut Ghiff mulai panik.
Lovena menunduk menyembunyikan wajahnya Khawatir jika Ghifelihat seluruh rasa bencinya terhadap pria itu.
'
" Aku sudah menghapus rasa cintaku padamu sejak kau melakukan banyak kekejaman padaku Tuan..."
Wajah Ghiff berubah pucat pasi
" Kumohon Lovi maafkan aku..." Air mata Ghiff hampir saja terbit.
" Aku Khilaf! perasaan sakit kehilangan anak dan istriku Anggia. hatiku terluka demikian dalam hingga yang tersisa hanya sakit, kumohon maafkan aku"
Lovena tersenyum getir.
" Apakah kau lupa, Kau juga sudah membunuh ayahku dengan tuntutan hukuman mati..bukankah seharusnya dendammu sudah impas..Apakah kau tidak tahu bertapa menyakitkan kehilangan Orang tua..hatiku juga sakit saat ayah meninggal, kau tidak tahu bertapa menderitanya aku selama ini dan kau memanfaatkan aku untuk memuaskan egomu. sudah terlambat.
Aku sudah menerima keadaanku Tuan ...jika ingin menyiksaku sampai mati aku rela tapi jangan coba menipuku dengan permainan cinta palsu."
lemas sekujut tubuh Ghiff mendengar jawaban Lovena.
Dia pria sempurna, tak ada wanita manapun yang pernah menolaknya. Tidak menduga lovena menolak perasaan Ghiff.
"Apakah kau masih mencintai Ammar.?" Tanya Ghiff kesal
" Saat Menikah dengan mu aku mencintaimu segenap hatiku" Jawab lovena, tentu saja hanya dalam hati. kenyataanya dia hanya diam sambil menunduk menatap ujung kaki.
" Sayangnya cintaku sia- sia..."
" Katakan apakah kau masih mencintai Ammar" Tanya Ghiff kalut
Lovena tetap bungkam, Biar saja Ghiff berpikir demikian.
Ingatan saat disekap digudang, perasaan takut, kelaparan, bahkan hampir mati karena sakit DBD. seolah menari- nari mengejek Lovena.
Ghiff membuat semua orang yang tinggal dirumah itu menghina dan menindasnya sesuka hati,
Bahkan pelayannya memperlakukan Ibu dan adiknya dengan buruk.
Diperlakukan tak manusiawi oleh seluruh penghuni rumah bukan masalah, Tetapi saat Bi Marni menyakiti hati ibunya Perasan lovena sangat terluka.
yang paling menyakitkan dari semuanya.
Cinta tulus Lovena bagi Ghiff hanya sebuah permainan.
Ghiff melepaskan pegangannya putus asa menatap tepat kedalam manik lovena. Jelas terlihat Gurat kebencian didalamnya.
Sebelumnya Ghiff mengira, Masalah akan selesai hanya dengan meminta maaf. Sama sekali tidak menduga lovena menolaknya.
Ghiff duduk lemas di sofa
" keluar!" usir Ghiff dengan nada tinggi.
Hatinya sakit dan berdenyut.
Dengan patuh Lovena menuruti perintah Ghiff
Jika Ghiff tahu Hati lovena jauh lebih sakit dari kelihatanya. hatinya sudah membeku karena rasa sakit yang sering diberikan Ghiff selama ini.
Hari- hari selanjutnya Ghiff menjadi sangat murung.
Menatap semua foto- foto Anggia tak lagi mampu menenangkan hatinya. Bahkan Ghiff kini merasa terganggu dengan semua foto- foto Anggia yang terpajang dihampir seluruh bagian dinding rumah.
Dia mulai membanding- bandingkan antara Anggia dan Lovena.
Seringkali Ghiff menatap istrinya diam-diam. hasratnya terkadang datang begitu saja, sekedar memegang tangan atau memeluk sudah membuat hati Ghiff bahagia.
namun Lovena semakin menjaga jarak sikapnya tetap dingin dari hari ke hari.
Ghiff sangat tersiksa dengan perasaannya.
" Tuan Ghiffary!" panggilan Robby menyadarkan Ghiffary dari lamunan.
"Apakah anda setuju dengan produk yang direkomendasikan oleh bagian produksi?"Robby mengulang pertanyaan kedua kali.
Kesekian kalinya Dia memergoki Bosnya tak fokus bekerja
" Maaf Rob..Aku sedang banyak pikiran. bisakah kita bahas besok saja?"
Robby memperhatikan Bosnya sesaat
" Ceritakan pada saya bos, siapa tahu saya bisa membantu."
Ghiff melihat Robby ragu. menimbang perlukah dia jujur saja pada asistennya.
" Robby, Apakah salah jika aku mencintai Lovena?" Tanya Ghiff.
Robby tertegun karena kaget.
"jangan coba- coba meledek..aku juga tidak menyangka bisa mencintai anak pembunuh Istri dan anakku" Kata Ghif melihat Robby kesal
Robby tersenyum jahil
" Aku tidak melakukan apa- apa.." Kata Robby.
"Aku tahu kau tertawa dalam hatimu, kau memgejekku"
Robby tertawa lebar
" Aku sudah menduga Saat menangkap basah boss tidur memeluknya dimalam banjir itu, dipondok"
" Jika Tuan mencintainya tinggal katakan saja,Saya yakin tak ada wanita yang bisa menolak Boss. Bukanya selama ini wanita gencar mencari perhatian anda, apalagi hanya seorang gadis seperti Lovena, Dulu,dengan mudah anda mengajakanya menikah ."
" Masalahnya dia sudah menolakku, Rob.."
mata Robby terbuka sempurna
" Dia menolak tuan!? Yang benar saja,!?Saya ingat persis, Saat pertama bertemu anda Di Klub dia tidak bisa berpaling menatap anda. Sama seperti para Gadis lainnya dia tidak bisa menolak pesona seorang Ghiffary."
.
"Itu dulu...Sekarang malah terkesan tidak perduli padaku. Sikapku yang buruk sepertinya membuat lovena membenciku" Ghiff menghela nafasnya kesal.
Robby diam dan berpikir sebentar, sebuah ide terlintas dikepalanya
" Kenapa Tuan tidak mencoba membuat dia hamil, Jika memiliki anak kalian akan terikat selamanya.
Saya yakin, istri anda akan terikat sepenuhnya pada anda"
Wajah Ghiff berubah cerah
" Kurasa idemu sangat brilian rob.."
Robby tertawa sambil mengancungkan jempolnya
Di dalam hati Robby merasa bahagia jika bosnya menyukai a
gadis sebaik lovena, Robby tahu dengan baik jika Ghiff akan bahagia bila hidup bersama lovena
apa yg ko takutkan dr nadya kah??
bos bodoh.
istri sj terus disakiti hatinya