Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercengkrama
Sebelum membaca, Please klik tombol Like dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian🌹Mohon dengan sangat untuk Like dan Vote nya juga 🙏
☘️ Hospitality☘️
Nampak Bu lili sedang mengusap lembut telapak tangan suaminya, sembari menciumnya lembut dan berharap agar suaminya kelak sadar dan bisa berkumpul kembali dengannya dan juga Raina. Bu lili sangat merindukan suasana rumah dan kebahagiaan mereka yang lalu, sebelum Burhan menghancurkan keluarganya.
Terlihat tangan pak Indra bergerak pelan, Bu lili yang menyadarinya segera mengusap air matanya dan tersenyum penuh arti serta dengan cepat memencet tombol darurat.
"Apa kau sudah sadar yah?" Lirih Bu lili mengusap pergelangan tangan suaminya
Tak lama seorang dokter dan beberapa perawat lainnya datang dan meminta Bu lili untum keluar ruangan, agar dokter lebih leluasa untuk memeriksanya.
***
Leo memakirkan mobilnya diarea halaman rumah sakit, nampak sepasang muda-mudi yang keluar dari dalam mobil Tesla hitam keluaran terbaru, canggih serta didesain sangat modern. berjalan menuju pintu utama rumah sakit dan diikuti Leo yang mengekor dibelakangnya.
Dave menggenggam tangan Raina dengan lembut dan sesekali menciumnya dan merangkul bahunya dengan hangat.
"Astaga Dave, ku mohon tau lah tempat." Bathin Leo
Dave, Raina dan juga Leo berjalan dikoridor rumah sakit dan semua staf bahkan dokter yang berlalu-lalang membungkukkan badannya dan memberikan hormat kepada pemilik rumah sakit tersebut.
Semua mata tertuju kepada Dave, yang nampak gagah, berwibawa dan juga tampan serta Leo yang mengekor dibelakangnya dengan tatapan tajam dan juga dingin. Sedikit yang tau jika Leo adalah tangan kanan Dave kecuali para pimpinan rumah sakit, yang mereka tau adalah sang pemilik rumah sakit bernama Tuan Dave Grissham dan semua mata memandang kearah mereka.
"Itu bukanlah pria tempo lalu." Bisik karyawan sekretaris
"Iya benar, mungkin dia kanan tangan tuan Dave."
Raina yang menyadari tatapan tajam dari semua orang, kini mulai mendekatkan bibirnya ditelinga Dave dan membisikkan sesuatu.
"Tuan, kenapa mereka melihat kita seperti itu." Lirihnya
Dave hanya tersenyum simpul dan mengeratkan genggaman tangannya.
Setelah sampai didepan ruangan VVIP, Raina melihat ibunya yang sedang duduk diruang tunggu. Dengan cepat Raina melepaskan genggaman tangan Dave dan berlari memeluk ibunya.
"Ibu apa kabar, Raina sangat merindukan ibu." Tangisnya pecah
"Sudah, sudah ibu juga merindukanmu." Bu lili membalas pelukan anaknya
"Bagaimana keadaan ayah ibu?"
"Ayahmu sudah sadar dan ibu sedang menunggu dokter yang sedang memeriksanya."
Mata Bu lili beralih pada dua sosok pria tampan yang sedang berdiri tidak jauh darinya, nampak seorang pria asing yang sedang berdiri didepan asisten Leo yang sedang membungkukkan badannya dan memberikan hormat kepada Bu lili, Bu lili menganggukkan kepalanya dan memberikan senyumannya.
"Siapa dia?" Tanya Bu lili
"Dia, adalah --!"
"Saya adalah Dave Grissham ibu." Potong Dave
"Oh anda adalah Tuan Dave." Bu lili bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Dave serta memeluknya dengan erat
"Terimakasih nak, sudah membantu keluarga ibu." Bu lili memeluknya dan mengusap lembut punggung Dave
"Sama-sama ibu." Dave membalas pelukan Bu lili
Raina yang melihat kejadian tersebut, hanya berdecak kesal karena ibunya bersikap berlebihan kepada Dave, padahal dirinya dijadikan sebagai pelayan didalam Mansion tersebut, namun dirinya menyadari jika tidak ada Dave ditengah-tengah mereka bagaimana dengan nasib ayah dan juga ibunya. Dilubuk hatinya yang paling dalam, Raina mensyukuri akan hadirnya Dave dalam kehidupannya.
Bersambung!
Hai guys, maaf banget kalau author tidak seberapa maksimal dalam menyajikan isi cerita, lantaran author masih sedikit repot dengan keadaan Real Life yang ada. Mohon pengertiannya 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, Like, Vote dan dukung selalu karya author ini serta nantikan episode-episode selanjutnya!
Happy Reading and thank you so much ❣️
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa