"Akhh.. bagaimana bisa aku seceroboh ini. Dua kali sudah aku menggangu ketenangan pria itu dan pria itu adalah bos ku sendiri." Ucap Stela frustasi.
Stela (22 Tahun), baru lulus kuliah dan yatim piatu.
"Dasar perempuan ceroboh. Apa dia tidak mengenali wajahku?" Batin Daniel.
Daniel (28 tahun) satu-satunya anak dari Darren maxwel dan Isabelle Morgan Maxwel. Siapa yang tidak mengenal nya. Wajah tampan, jenius, disiplin, tegas dan punya beberapa perusahaan dan sudah mendunia. Namun wajahnya selalu dingin, hampir tidak pernah tersenyum.
||||••••|||||||
Simon (28 thn) merupakan tangan kanan Daniel. Wajahnya tak kalah jauh dari Daniel. Namun dia memiliki sifat kejam, bahkan tidak segan-segan akan menghabisi nyawa yang membuat kesalahan yang fatal. Dia dipertemukan dengan Chathy (22 thn) yang memiliki sangkut paut dengan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Ingin Dekat-dekat
Daniel melangkahkan kakinya menuju kamarnya, Stella mengikutinya dari belakang.
"Untuk sementara kita berdua tidur disini dulu, kamar yang lain nya belum dibersihkan karena aku tinggal disini sendirian sebelumnya. Pelayan yang aku pekerjakan hanya bekerja untuk bersih-bersih dan memasak saja. Jadi dia datang di pagi hari dan sorenya pulang. Kebetulan aku lupa menyuruhnya untuk membersihkan kamar tamu" jelas Daniel. Sebenarnya semua kamar yang ada di penthouse nya selalu dibersihkan, Daniel berbohong karena selalu ingin dekat-dekat dengan Stella, meskipun dia tidak bisa mengontrol dirinya saat bersama Stella.
"Biar aku bersihkan saja, aku tidak enak jika kita tidur dalam ruangan yang sama, "
"TIDAK!" ucap Daniel tegas. "Kamu tidak akan tidur di kamar lain, kalau kamu yang membersihkannya untuk apa aku menggaji pelayan itu. Lagi pula kan hanya satu malam ini saja. Aku tidak akan melakukan yang tidak-tidak dengan mu. Percayalah. Ayolah Sweetheart, ini sudah jam 2 pagi. Apa kamu tidak lelah". Daniel lalu merebahkan badannya di kasur.
"Dia seenaknya saja memanggilku Sweetheart. Ini yang kedua kalinya". Stella sedikit bersemu karena panggilan itu.
Dengan berat hati Stella menaiki ranjang dan merebahkan badannya di samping Daniel. Dia tidur membelakangi Daniel. Stella terkejut karena Daniel melingkarkan tangannya di pinggangnya.
"jangan memunggungi ku, tolong biarkan seperti ini, aku sangat suka tidur memelukmu, rasanya nyaman dan tidurku jadi nyenyak" ucap Daniel mengeratkan pelukannya dan tidur pulas.
"Apanya yang nyaman, aku sesak dan keringatan disini. Jantungku bahkan ingin keluar karena posisi kami yang seperti ini" ucap Stella dalam hatinya.
"Non, nona" panggil seorang pelayan sambil mengguncang badan Stella. Daniel sengaja mencari pelayan di penthouse nya yang bisa memakai bahasa indonesia tentunya.
Merasa ada yang membangunkannya Stella lalu membuka matanya dan melihat seorang perempuan yang usianya kira-kira setengah abad.
"Saya adalah pelayan di sini, panggil saya Bibi Emma saja nak" ujar pelayan dengan lembut.
"Maaf saya membangunkan nona, tapi ini perintah tuan. Tuan menyuruh saya untuk menyiapkan sarapan. Saya juga sudah menyiapkan pakaian nona".
"Terimakasih Bibi Emma, maaf sudah merepotkan mu"
"Ini sudah menjadi tugas saya nona" ucap pelayan tersebut.
Drtt..drttt, ponsel Stella berbunyi. Nama Daniel tertera disana.
"Apa kamu sudah sarapan?"
"Ya, aku sudah sarapan"
"Sepertinya aku akan pulang malam, kalau kamu bosan kamu bisa mengajak bibi Emma untuk membawamu keluar, atau jika kamu mau kamu datang saja ke kantorku, aku akan menyuruh supir ku untuk menjemputmu".
"Tidak, aku di rumah saja".
"Baiklah jika kamu tidak mau, tadi mom menghubungiku, katanya kamu tidak mengangkatnya. Mommy ingin bicara dengan mu, katanya dia rindu dengan mu"
"Mungkin tadi aku masih tidur saat mommy menghubungi ku. Aku akan menghubunginya setelah sarapan".
"Ya, aku ada meeting sebentar lagi, bye". Daniel memutuskan panggilannya.
Daniel pulang tengah malam dan tidak mendapati Stella ada didalam kamarnya. Dia memangil-manggil nama Stella namun tidak ada jawaban dari orang yang sedang dipanggilnya. Dicarinya di semua kamar dan saat masuk ke kamar terakhir dilihatnya Stella tidur di sana.
Daniel melangkahkan kakinya dengan pelan agar tidak menggangu tidur Stella.
"Ternyata kamu ada disini. Kamu membuat ku takut Sweetheart" ucap Daniel lalu mengecup lama kening Stella.
bahasnya pemeran utama dlu napa thor.