NovelToon NovelToon
The Delayed Of Love Stories

The Delayed Of Love Stories

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: rehuella

Hati Riella kembali hancur saat sang tunangan menghamili sahabatnya sendiri. Kejadian itu membuatnya terpaksa menerima perjodohan yang direncanakan oleh orang tuanya. Dia harus menikah dengan Kenzo Abyan Pratama, yang tak lain adalah pria yang sangat dia benci.

Tinggal satu atap dengan Kenzo, membuat Riella tahu alasan kenapa pria itu pergi tanpa pamit. Apakah cinta yang dulu pernah hadir bisa tumbuh lagi di hati Riella. Atau dia justru memilih berpisah karena rasa cintanya pada Kenzo sudah menghilang tanpa bekas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto Galeri

Tiba di dalam kamar mandi Riella mengeluarkan isi dalam perutnya, karena merasa tidak nyaman setelah mencium aroma dari mandai yang dibawa Lintang. Ia terus bersuara membuat Kenzo yang tengah menikmati makanan di meja makan, tertarik untuk segera mendatanginya.

Kenzo yang berdiri di belakang tubuh Riella membantu Riella mengusap punggung istrinya. Terus mengusap hingga tidak terdengar lagi suara Riella yang mengeluarkan isi perutnya.

“Kamu sakit? Wajahmu pucat, kita pulang saja, ya?” tanya Kenzo panik, saat mendapati Riella lemas dengan wajah memucat. Riella tidak mampu menjawab pertanyaan Kenzo, karena ia kembali mengeluarkan isi perutnya.

Setelah merasa tidak lagi mengeluarkan isi perutnya, ia berbalik, menghadap Kenzo, dengan tubuh tidak bertenaga dan wajah yang sudah berubah seperti mayat berdiri.

“Aku nggak papa, aku cuma tidak menyukai aroma makanan apa itu tadi namanya ….” Riella menunjuk ke arah meja makan.

“Kita pulang, biar kita lanjutkan makan di rumah,” ajak Kenzo menahan pundak Riella yang tampak lesu.

Riella mengangguk, menyetujui permintaan Kenzo, ia berusaha keluar dari kamar mandi, dengan kaki yang lemas seperti kehilangan tulang. Kenzo yang paham dengan kondisi Riella, ia segera mengangkat tubuh Riella, membawanya keluar dari kamar mandi dan masuk ke mobil. Saat ia hendak menutup pintu mobil, terdengar suara Lintang memanggil namanya.

“Kak Ken, ini dibawa saja mandai nya.” Lintang menyerahkan box kecil ke tangan Kenzo. Namun, Kenzo kembali menyerahkan box makan itu ke Lintang.

“Biar di sini saja, istri kakak tidak menyukai aromanya, lain kali kakak bisa mengulanginya lagi, memakan mandai nya,” kata Kenzo menolak pemberian Lintang.

“Baiklah,” kata Lintang terlihat wajah kecewa saat mendengar penolakan Kenzo.

Kenzo lalu masuk ke dalam mobil, melajukan mobilnya meninggalkan area panti, jarak rumah dan panti tidak terlalu jauh hanya 50 meter, tapi Kenzo lebih memilih membawa pulang mobilnya, dari pada harus membuat Riella berjalan lebih lama lagi.

Tiba di rumah, Kenzo yang ingin kembali membantu Riella ia urungkan karena Riella sudah lebih turun dari mobil. Ia mengekor di belakang tubuh Riella takut jika istrinya terjatuh.

“Apa perlu aku panggilkan dokter? Wajahmu pucat sekali,” tawar Kenzo mengikuti kaki Riella yang berjalan masuk ke dalam kamar.

“Nggak perlu, aku hanya mual biasa. Aku istirahat nanti juga sudah kembali pulih. Nggak usah terlalu pedulikan aku, aku bisa jaga diriku baik-baik.” Riella berjalan ke arah koper, mengambil baju untuk mengganti pakaian.

“Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku suamimu, sudah kewajibanku untuk menjagamu.” Kenzo yang merasa diabaikan mulai angkat suara.

Riella menghentikan langkahnya, memejamkan mata sambil menarik nafasnya dalam, setelah itu berbalik menghadap Kenzo, “please Ken, bersikaplah seperti dulu. Aku benci dengan status kita saat ini! Kamu yang selalu mengatakan tentang kewajibanmu sebagai suami. Aku merasa tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu! Aku merasa gagal Ken, aku belum bisa menjadi yang baik untukmu. Jangankan untuk melayanimu, menyambutmu pulang seperti Lintang saja aku belum mampu. Karena kamu tahu sendiri bagaimana hatiku.” Riella mengatakan dengan nada marah, seperti seorang istri yang tengah cemburu karena suaminya jalan dengan wanita lain.

“La … semua akan mengilang seiring berjalannya waktu. Buang dia dalam hatimu, tulislah cerita baru untuk kisah kita.”

Riella kembali membalikkan tubuhnya, berjalan menuju ranjang, niatnya untuk mengganti baju ia urungkan. Ia tidak ingin menyahut apa yang diucapkan Kenzo, memilih merebahkan tubuhnya, dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal, “aku ingin istirahat, jangan mengangguku!” kata Riella sambil memejamkan matanya rapat.

Kenzo yang mendengar ucapan Riella berjalan ke arah kursi, menjatuhkan tubuhnya di sana. Matanya terus mengamati Riella yang ia tahu tengah kesusahan menutup mata. Karena tubuhnya terus berguling ke kanan dan ke kiri.

“Kalau nggak bisa tidur, keluarlah kita makan siang bersama. Aku tadi membeli makan siang untukmu,” kata Kenzo yang masih memperhatikan Riella.

“Aku nggak lapar. Makanlah sendiri!” sahut Riella tanpa membuka matanya, hanya tubuhnya saja yang bergerak kembali membelakangi posisi Kenzo duduk.

Kenzo yang sudah kesal dengan Riella, segera bangkit dari duduknya, “aku akan kembali ke kantor. Jika aku tidak segera kembali, cepatlah tidur jangan menungguku!” pesan Kenzo tanpa menjawab sahutan dari Riella ia segera pergi dari kamar, meninggalkan makan siang yang tadi sudah ia beli dan meletakkannya di meja makan. Berharap Riella akan segera memakannya.

Setelah kepergian Kenzo, Riella mendudukan tubuhnya, menyandarkan kepalanya di kepala ranjang. Ia memijit kepalanya yang berdenyut nyeri memikirkan masalahnya dengan Kenzo. Ia lalu meraih ponselnya. Kembali membuka geleri foto yang sudah lama tidak ia buka. Galeri foto yang menggunakan password dan hanya dia yang bisa membukanya, bahkan Emil pun tidak tahu mengenai foto-foto itu. Seperti mengingat luka lama yang kembali hadir, ia menitihkan air matanya saat menatap galeri foto yang ditampilkan di layar.

“Nggak, dulu aku nggak cinta denganmu. Itu hanya obsesi ku saja untuk terus bersama denganmu. Aku memang bodoh Ken. Yah … bodoh! Kalau bukan karena foto ini mungkin saja aku masih berada di bawah kuasamu! Lebih baik kita seperti ini. Hidup dalam kebencian,” kata Riella yang terus berbicara sendiri. Ia terus menatap ke arah foto pasangan yang ada di ponselnya. Itulah sebabnya ia semakin kuat untuk berhenti mengharapkan Kenzo setelah penantiannya 5 tahun yang lalu. Ia mulai melupakan Kenzo dan membuka kisahnya yang baru.

Riella lalu melempar ponselnya kesembarang arah merasa kesal dengan apa yang ia lihat saat ini. Dua kali ia jatuh cinta dua kali pula dia dikecewakan. Itu sulit untuknya membuka lagi hatinya lagi, apalagi dengan orang yang sama.

Saat Riella tengah tenggelam dalam pikiran masa lalunya, ponselnya berdering nyaring memenuhi ruangan. Ia segera mengangkatnya ketika membaca nama penelepon.

“Gila kamu ya, pergi tanpa pamit. Sudah lupa mentang-mentang punya suami!” Eva mengoceh saat Riella menekan tombol hijau, memperlihatkan wajahnya.

“Maaf. Aku pergi mendadak kemarin, jangan khawatir aku tidak lama berada di sini. Kita akan segera bertemu.” Riella menampilkan wajah datar ke arah Eva, supaya sahabatnya itu tahu dia baik-baik saja.

“Aku justru berharap kamu betah berada di tempat suamimu. Supaya kamu bisa segera melupakan dua manusia lucknut itu.”

“Sulit Va.” Riella menunduk tidak ingin menunjukkan ekspresi wajahnya pada Eva.

“Move on, La. Ada Kenzo yang menyayangimu. Jangan menyia-nyiakan dia. Sebelum kamu menyesal nantinya.”

“Entahlah, Va. Aku semakin bingung.”

“Coba kalian itu duduk berdua, bicara dari hati ke hati, selesaikan masa lalu kalian yang belum tuntas itu. Siapa tahu bisa memperjelas semua. Dan kamu bisa memulai semuanya dari awal.”

Riella yang mendengar ucapan Eva, memijit kepalanya yang kembali terasa berdenyut.

“Yah, nanti akan ku coba. Sudah ya aku tutup teleponnya, aku lelah.”

“Ya, jaga dirimu di sana. Jangan merencanakan hal buruk yang akan merugikan dirimu sendiri.” Eva mengakhiri ucapannya dengan kekehan kecil, mengingat kelakuan Riella yang akan menyuntikkan cairan pelupa ingatan.

“Ya, bawel!”

“Bye, besok aku telepon lagi. Jaga dirimu,"

“Bye ….”

Setelah menutup teleponnya, Riella memikirkan perkataan Eva. Memang benar sejak mereka bertemu lagi, ia tidak pernah membicarakan kenapa dulu Kenzo tidak datang ke Korea. Ia berniat untuk membicarakannya dengan Kenzo nanti malam, semoga dengan bicara baik-baik dengan Kenzo ia bisa membuka hatinya lagi untuk Kenzo.

🚑

🚑

🚑

🚑

Like, komentar dan masukkan ke daftar favorit.

1
meutia candra
lanjutannya di app KBM, judulnya menanti garis dua
Kartina Alfa rizki
yah dapet seken dong Kenzo...orang mkn nangka Kenzo dapet getah nya...
Lenni Namora
Luar biasa
Zia Sazia
bagus
dini0532
Agak aneh sih ya knp tiba2 Riella jd ngerasa bersalah bgt dan Kenzo ngerasa jd pihak yg tersakiti bgt. Seolah2 masalah yg bikin Riella mau kabur ke Bandara itu lenyap gitu aja. Krn jelas itu kesalahan Kenzo yg fatal jg
dini0532
POV nya knp seolah2 masalah ini krn salah Riella ya? Pdhl wajar bgt Riella ngamuk. Kenzo lemah bgt jd laki, tiap ribut sm istri trs istri kabur malah di diemin. 2x Riella masuk RS gara2 Kenzo. Ternyata emg sedari awal Kenzo kaya cowo lemah, pantesan di novel selanjutnya dia ga bs bantah mamanya sm sekali
dini0532
Alby salah, tapi Reva lebih salah. Kalopun Alby cerita krn merasa Reva pasangannya, bukan brarti Reva bisa cerita2 ke orang lain apalagi dijadiin gosip umum di perusahaan. Ga tau dh nih kalo papa Erik tau bakal kaya gmn dia
dini0532
Wah ngaco sih Kenzo kalo sampe hal pribadi kaya gitu diceritain detail ke mantan pacar pula
dini0532
Wah jauhin alkohol dh Ken. Disini mabok trs tidur di rumah Reva. Disana mabok trs akhirnya malah having sex sama istri muda
dini0532
Segini Erik sm Kalun cuma marah krn lo ngabain Riella. Gatau dh kalo mereka tau lo sempet ga pulang stlh pergi kondangan berduaan dan paginya malah keluar dr rumah mantan. Entah apa reaksi Papa Erik sm Kalun kalo tau
dini0532
Ya jelas Kalun marah kalo lu ngeluh soal Riella yg blm cinta. Itu kan udah resiko lo nikah sm cewe yg ga cinta sm lo. Gmn sih?!
dini0532
Walaupun ga ada permasalahan ttg itu bayi siapa, tp dgn masalah Kenzo ga pulang ke rumah malah pagi2 keluar dr rumah mantan ini jg udah cukup fatal sih
dini0532
Nangis bgt part Riella sm papa Erik 😭😭😭
dini0532
Feeling gue sih Kenzo mabok trs Reva bawa ke rumahnya. Mereka pasti ga ngelakuin apa2, Kenzo marah knp ga dibawa ke rumahnya. Tp krn Riella liat kejadian itu ya pasti bakal salah paham. Kenzo bakalan nyesel kalo sampe dia tau itu beneran bayinya dan bakalan ada apa2 sm bayinya
dini0532
Gue mewajarkan sikap Kenzo yg ragu sm bayinya. Krn dia bener2 clue-less. Tapi kalo dia ngebales lagi dengan selingkuh sih gue ga terima bgt ya. Pdhl dia bisa aja bicara baik2 sm Riella. Dan tinggal tentuin nanti kedepannya gmn, bukan malah jd selingkuh. Tp semoga aja ga selingkuh ya
dini0532
Kasian Riella, sedih bgt bacanya. Tapi ga bisa nyalahin Kenzo sepenuhnya jg sih. Krn apa yg dia pikirin emg masuk akal bgt
dini0532
Lintang ini umur brp sih? Kayanya blm sempet dibahas umur nya ya? Kalo udah lulus SMA mah bahaya
dini0532
Walaupun Riella blm cinta lg sama Kenzo dan nikah krn terpaksa, ya tetep aja males sih ada cewe lain yg deket ky gitu sama suaminya. Panggil papa mama jg, trs ngebayangin nikah tidur bertiga. Ya siapa jg yg ga emosi liat dan dengernya?
dini0532
Eva : jaga baik2 dia bung, jangan sakiti dia. Iya, Kenzo ga nyakitin Riella. Yg nyakitin Riella justru elu nanti Va! 💣
Rosmery Napitu
lama " nyebelin si Riella, gk sadar diri banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!