Gua bingung gua harus bersikap gimana terhadap lo. Gua suka sama lo dan lo suka sama gua, tapi gua takut saat lo ingat dia lo lupain gua!!
"Tania Azza Lea, gua suka sama lo!!"
Gua berharap kata-kata itu akan terucap dari mulut lo dengan tulus. Gua akan mencari tahu semua nya karena gua gak mau saat kita menjalin hubungan lo teringat bayangan masa lalu.
____________
Follow IG owner: @whylutfi.
jangan lupa like'coment dan vote tentunya.
thank you all😎👍🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whylutfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part33
Alvin merasa Tania menghindari nya, entah lah ini perasaan Alvin saja atau memang Tania sedang menghindari nya.
Pulang sekolah Tania sudah bilang bahwa dia ada urusan dan tidak ingin diantar oleh Alvin.
"Mau kemana?" Tanya Alvin.
"Urusan sebentar." Jawab Tania.
Tania segera menemui Selly karena ia sekarang benar-benar curiga dengan Selly.
"Datang juga loh Tan," ucap Selly.
"Gua mau nanya tadi lo ngomong apaan sama Bagas?" Tanya Tania.
Selly tak menyangka bahwa Tania akan mendengar omongan nya dengan Bagas.
"Lo tau dari mana?" Tanya Selly. Selly berusaha terlihat tenang agar Tania tak curiga dengannya.
"Gak usah banyak omong. Lo punya maksud apa sama Alvin?" Ucap Tania dan menatap Selly dengan tatapan mautnya.
"Maksud? Maksud lu apa sih Tan," jelas Selly.
"Gua disini ketemu sama lo gua mau ngasih lo coklat," tambah Selly.
"Coklat? Buat gua?" Ucap Tania. Sekarang Tania lah yang bingung.
"Yah masa buat orang lain," ucap Selly untuk menghindari kecurigaan Tania kepadanya.
"Gak usah bikin topik baru deh, jawab aja lo ada urusan apa sama Bagas," ucap Tania. Melihat ekspresi Selly yang membuat pola pikir Tania berubah karena Selly sekarang seperti orang yang tak mengerti apa yang di maksud Tania. Sekarang Tania merasa bersalah telah mengomong seperti tadi, tapi entah kenapa Tania merasa ada yang janggal di antara Selly dan Bagas.
"Maaf tadi gua udah ngomong kayak gitu. Tapi gua nanya serius lo sama Bagas ngomong apa?" Tanya Tania.
Selly tak percaya Tania masih menanyakan hal yang sama setelah dirinya melakukan ekting.
"Oh tadi si Bagas mau ribut sama Alvin terus gua halau deh.... Udah dulu ya Tan, gua ngeri pulang kemalaman," ucap Selly.
Sekarang Tania tau bahwa Selly bermuka dua, jelas-jelas Selly sedang menutupi sesuatu untung saja tadi Tania mendengar ucapan Selly dengan Bagas dan tak mudah tertipu oleh omongan Selly.
Tapi Tania masih penasaran ada apa dengan masa lalu Alvin.
Sedangkan itu di mobil Selly menatap Tania dengan tatapan benci, bagaimana Tania masih mengeluarkan ekspresi yang tak percaya dengan omongan nya tadi.
"Tan, mau lo sekeras apapun mau tau semuanya. Dan mau lo tau tadi gua ngomong sama apa sama Bagas lo gak bisa buat apa-apa..... Alvin lo tunggu aja lo milik gua dan akan terus menjadi milik gua," batin Selly.
"Pak jalan!" Ucap Selly.
Diperjalanan Tania memandang coklat yang di beri Selly. Setelah ayahnya Tania meninggal Tania dan keluarga balik lagi ke rumah nya seperti semula. Tania melihat di gerbang pintu sudah ada Alvin.
"Vin ngapain?" Tanya Tania heran.
"Nungguin lo. Lo kemana? Dan itu coklat dari siapa?" Tanya Alvin sambil memandang coklat yang ada di tangan Tania.
"Dari Selly, mau?" Tanya Tania.
"Boleh," ucap Alvin.
___________________
"Potek nya yang rata," ucap Alvin.
"Iya ilah," saut Tania.
"Nih!" Ucap Tania sambil mengasih coklat.
"Kok gak lo makan?" Tanya Tania karena Tania hanya melihat Alvin memandangi saja coklatnya.
"Entar aja di rumah, pasti Muti juga mau," ucap Alvin.
"Wkwkwkw... Kakak yang pengertian," saut Tania.
__________________
Kebesokannya Lingga sudah siap memberikan surprise kepada Maya. Lingga berencana ke rumah Maya karena menurut Lingga itung-itung kenal dengan keluarga Maya.
Sejujurnya Lingga sangat takut untuk ke rumah Maya, di tambah lagi banyak rumor yang mengatakan bahwa orang tua Maya tidak suka bersosialisasi. Rapot saja Maya diambil oleh pembantu nya.
Di perjalanan sudah banyak hal negatif dan positif yang terlintas di otaknya, bagaimana ekspresi Maya nanti atau bagaimana keluarga Maya melihat dirinya nanti.
"Sudahlah yang penting coba aja dulu," batin Lingga.
Dan sekarang Lingga sudah berada di depan rumah Maya. Memang Maya adalah anak orang kaya yang sangat bergelimang harta bagaimana tidak keluarga nya termasuk orang terkaya di negara nya.
"Permisi," teriak Lingga. Memang rumah orang kaya satpam di sana segera datang.
"Ada urusan apa?" Tanya satpam itu.
"Maaf pak saya temen nya Maya. Saya ada urusan dengan Maya," jelas Lingga.
"Maaf nona Maya sedang tidak ingin di ganggu, mas bisa pulang," ucap satpam tentu saja Lingga terkejut menurut Lingga tadi di sekolah Maya tampak baik-baik saja.
"Maya kenapa? Ini kan hari ulang tahun nya," ucap Lingga.
"Nona Maya tidak suka dengan hari ini," ucap satpam itu dan segera meninggalkan Lingga di gerbang.
"Pak tolong pak buka," teriak Lingga tapi satpam itu tampak acuh dengan Lingga.
"Masa iya gua harus mohon-mohon kayak telat upacara aja nih satpam," ucap Lingga sambil menatap rumah Maya.
"Mungkin gua harus sedikit lebih nekat," batin Lingga.
Lingga tak menyangka bahwa rumah Maya sangat besar bahwa Lingga bisa dari mana saja manjat tapi cctv lah yang membuat Lingga harus waspada.
Lingga bisa saja menelpon Maya tapi itu membuat nya tidak menjadi surprise.
"Gila nih ortu nya Maya bikin tembok tinggi bener, kata gua ninja kali. Gak papah Lingga abis ini Maya tersentuh dengan cara lo memberikan surprise," ucap Lingga.
Lingga mencoba manjat tembok nya Maya siapa sangka ini lebih sulit dari berantem sama Bagas.
"Weh gila gua gimana naiknya," ucap Lingga yang sudah berkali-kali mencoba tetapi gagal. Lingga melihat sekitar ada pohon beringin di samping tembok Maya.
Sejujurnya Lingga sudah kepikiran dari tadi untuk memanjat pohon beringin hanya saja Lingga tak berani, apalagi kalo denger rumor tentang pohon beringin lebih baik dirinya mendengarkan ocehan mamahnya dibandingkan rumor pohon beringin.
"Gua cari tempat lain deh," pikir Lingga.
Setelah Lingga mengelilingi rumah Maya yap ada satu tempat yang aman.
"Gak pohon beringin sih, cuma kenapa pohon pisang. Ini juga gua pegang patah batangnya," protes Lingga.
Sekarang Lingga benar-benar bingung dan ia melihat motor nya.
"Gua coba aja kali ya," pikir Lingga.
Lingga segera naik ke motornya tentu saja ia rada-rada takut jatuh, apalagi bila motor nya jatuh dan kaca spion nya pecah Lingga bisa nangis darah.
"Tenang tenang jangan panik," ucap Lingga.
Dan yap akhirnya Lingga bisa masuk ke rumah Maya. Dan bodohnya sekarang dirinya saja tidak tau ada dimana. Liat melihat pintu kaca di samping nya dan masuk ke pintu itu.
Setelah Lingga masuk betapa terkejutnya dirinya melihat dapur Maya, bahkan dapur Maya bisa menjadi 2 kamar dirumahnya.
Lingga mendengar suara langkah kaki dan segera buru-buru mengumpat.
"Nona Maya gimana? Udah keluar dari kamar nya,"
"Ulang tahun nya bukan nya setiap tahun begini,"
"Ya cukup menyedihkan,"
Lingga mendengar obrolan pelayan itu saat pelayan itu pergi Lingga segera mencari Maya.
Hampir setiap sudut Lingga mencari Maya tapi tidak juga menemukan Maya bahkan Lingga sempat menemukan kamar Maya yang di pintunya bertulis "Nona Maya" tapi tidak ada Maya.
Lingga menuju ke ruang atas dan disitu dirinya melihat Maya sedang menatap sebuah foto yang sangat besar, bisa dibilang itu foto Maya masih kecil dan keluarga nya.
"Akhirnya ketemu," ucap Lingga dan membuat Maya terkejut.
Maya segera menoleh ke arah Lingga.
"Lo ngapain?" Tanya Maya yang masih kaget bahwa Lingga sekarang berada di depannya.
"Happy birthday," ucap Lingga sambil mengeluarkan coklat yang ada di kantongnya.
Kali ini air mata Maya tak kuat menahan nya ini pertama kali nya ada orang yang mengingat ulang tahunnya selain ibunya.
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa Jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
aku mohon
aku suka ceritanya♡
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
jdi pusing bacanya..
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
mampir juga ya kak
mampir juga yahh
Salam dari
•Cinta Terlarang
•Mencintai Pelayanku
-AKU BUKAN LESBIAN.