NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA

TAKDIR CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: violla

Sequel Mantan Tercinta, biar gak bingung, boleh baca Mantan Tercinta.

Season satu (Sudah tamat di bab 50)

Suci khaidar mengejar cinta laki-laki dewasa yaitu Fery Irawan yang pernah menjadi calon suami sepupunya Anggun.

Awalnya Fery irawan menerima cinta Suci hanya untuk menghilangkan rasa traumanya, namun karena kebersamaan yang mereka jalani, benar-benar membuat Fery mencintai Suci.

Namun sayang disaat keduanya sudah sama-sama saling mencintai, takdir memisahkan dan mempermainkan CINTA SUCI FERY.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Masih bisakah CINTA SUCI FERY bersatu?
Peringatan!! Banyak bersabar ya!


Season dua

Pertemuan di malam pertama dengan orang asing di malam itu, membuat Dinda kehilangan kesuciannya, laki-laki yang sudah punya istri itu merenggut kehormatannya dengan paksa.

Kenyataan pahit itu mengubah hidupnya, ternyata benih itu tumbuh di dalam rahimnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Mungkinkah Dinda rela menjadi istri kedua Lucas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CSF 35

Fery melihat keluar jendela kaca rumah itu, sudah tidak ada mobil di luar sana, itu artinya Suci masuk ke dalam rumah seorang diri, mungkin saja rivalnya itu sudah pergi, pikirnya, lalu Fery melirik paper bag yang dipegang Suci, tampak sekilas gaun yang terlihat cantik, Fery yakin kalau itu pemberian dari laki-laki yang datang beberapa saat yang lalu.

Bagaimana pun juga, keduanya sudah lama tidak bertemu, Fery tidak tahu saat ini seperti apa perasaan Suci, dan ia tidak mau membuat Suci merasa tidak nyaman dan menghindarinya.

Jadi laki-laki itu yang akan menikah dengannya?

Maksud hati ingin jujur dan mengatakan yang sebenarnya tentang Ferel terpaksa ia urungkan, saat ini prioritas utama hanya ingin membawa Suci kembali ke Indonesia dan menikahinya di sana.

"Aku tidak mau membahas masa laluku, kalau itu hanya akan menyakitimu, tapi aku juga tidak bisa menghapus bagian dari masa laluku, karena sekarang dia juga sudah menjadi masa depanku."

Fery mulai mancing keadaan, ia ingin tahu seperti apa reaksi Suci tentang Ferel, ia masih menyembunyikan kebenaran tentang Ferel yang bukan anak kandungnya, apakah Suci masih mau menerimanya? Fery sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, meskipun itu akan menyakitkan, ia tidak mau egois dengan memaksa Suci menerima dirinya lagi, Fery sadar diri akan hal itu, karena ia sudah penuh noda di mata Suci.

Suci masih enggan bersuara, berada sedekat ini dengan Fery masih membuatnya salah tingkah, tanpa sadar Suci terus memandang wajah Fery yang terlihat lebih dewasa, terdapat bulu-bulu halus dirahangnya, matanya yang tajam menambah aura ketampanannya, ia jadi salah tingkah saat Fery memegang tangannya.

"...kak..." lirih Suci, ntah mengapa kali ini, ia tidak berniat menghindar sedikitpun, saat ini Fery menggengg erat kedua tangannya sampai Suci menjatuhkan paper bag itu.

"Aku ada disaat Ibunya bertaruh nyawa, aku menggendong bayi yang tidak berdosa itu, selama ini aku merasa sendirian sejak kamu tinggalkan, tapi aku sadar kalau sebenarnya bayi itu yang sudah kehilangan semuanya, setiap hari kami habiskan bersama, tapi tetap saja hatiku hampa tanpa kamu, aku mengatakan kepada Tasya niatku untuk menikahinya, tapi tetap saja setiap hari aku memikirkanmu, hanya ada namamu di hatiku."

Fery memandang lekat wajah Suci yang putih bersih, wajah yang pernah direngkuhnya, bibir yang pernah dikecupnya, aroma tubuh yang pernah memabukkanya dan semua itu akan dimiliki orang lain, mampukah ia merelakannya? Fery membelai mesra pipi Suci dengan satu tangannya.

"Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu lagi, tapi aku juga tidak mau memaksamu, namun aku tahu kalau kamu juga masih punya rasa yang sama, kamu masih mencintai aku." Fery mendekatkan wajahnya, menghapus jarak diantara mereka.

"Kak...."

Suci memejamkan mata, saat Fery menyatukan kedua keningnya, ingin berlari dan menghindar, tapi hati dan pikirannya mendukung agar ia tetap diam. Suci terkejut dan membuka mata, saat Fery mengecup sekilas bibirnya.

"Percayalah, aku sangat mencintaimu, harus dengan cara apa aku menghapus noda yang sudah aku ciptakan di cinta kita yang dulu?" Fery terus meyakinkan, semoga saja kali ini takdir menyatukan cinta mereka lagi.

Suci menoleh kesembarangan arah, ia tidak sanggup menatap mata Fery yang masih membuat debaran jantungnya berdetak lebih cepat, namun Fery memegang dagunya sehingga mau tidak mau, Suci membalas tatapan mata Fery.

Saat ini Fery sudah mencium lagi bibir Suci, "kau masih mencintaiku, kan?" Suci masih diam, seolah mengijinkan Fery menciumnya.

Suci tersadar saat samar-samar mendengar pagar kayu itu terbuka, ia mendorong Fery dan berlari masuk ke dalam kamar, sesaat kemudian Ibu Suci dan Hani membuka pintu rumah, Fery tersenyum mengingat apa yang baru saja terjadi, ia yakin Suci masih mencintainya.

"Sudah pulang, Bu?" Fery mengambil alih keranjang berisikan bahan dapur itu dan memberikannya kepada Hani, "tolong kamu bawa ini ke dapur," titahnya.

"Di mana Suci?" tanya Ibu.

"Ada di kamar, Bu, sebenarnya ada yang mau Fery bicarakan sama Ibu."

Fery menggandeng tangan Ibu Suci dan mengajaknya duduk di sofa.

Sebenarnya siapa sih tuan rumah di sini?

Hani berjalan dan cuma bisa membatin padahal kedua tangannya juga sudah penuh dengan kantong belanjaan, tapi dengan terpaksa Hani mengerjakan perintah mantan bosnya.

"Mau bicara apa?" tanya Ibu Suci yang sudah penasaran, ia menatap lekat pada laki-laki yang sudah dianggapnya anak sendiri.

Fery menjadi gugup setengah mati, padahal ia sudah biasa berhadapan dengan para pengusaha bahkan berhadapan dengan Ariel juga tidak setakut ini, tapi sekarang Fery merasa ruangam ini begitu mencekam untuknya.

"Kenapa diam? Mau bicara apa?"

Fery kembali menegakkan punggungnya, dan memberanikan diri menatap wajah Ibu Suci.

"Saya mau mintak maaf sama Ibu, karena saya sudah menyakiti hati anak Ibu, mungkin ibu belum tahu, kalau sebenarnya saya sudah menggoreskan luka di hati Suci, saya sudah mengkhianati Suci, Bu. Karena itu juga Suci sampai di sini."

Fery semakin gugup, menunggu reaksi Ibu Suci.

"Lalu...?"

"Saya sadar, sulit untuk memaafkan kesalahan dan kebodohan saya di masa lalu, tapi saya janji akan membahagiakan Suci di masa depan, saya ingin membawanya kembali ke Indonesia, saya ingin menikahi Suci di sana, Bu. Saya mohon restui saya untuk menjadi suami Suci."

Ibu Suci membuang napas berat, tampak sekilas menyeka air matanya, lalu ia kembali memandang Fery.

"Setiap orang punya masa lalu, jadikan itu sebagai pelajaran hidup, Ibu tidak tahu ada apa diantara kalian berdua, tapi Ibu tahu kalau ada yang disembunyikan Suci selama ini, bukankah kamu sudah punya anak?" Fery tampak terkejut, "sebagai seorang Ibu, Ibu cuma bisa mendukung semua keputusan Suci, kamu harus terima apapun keputusannya nanti, yang Ibu tahu Suci sudah yakin kalau dia akan menetap menjadi warga negara Kanada."

"Suci akan mengubah kewarga negaraannya?" Fery hampir tidak percaya, Ibu Suci berdiri dan menepuk punggung Fery.

"Ibu akan merestui, apapun keputusan Suci, kalau pun nanti dia akan memilihmu, kita akan kembali ke Indonesia, dan kalian bisa menikah di sana," ucap Ibu dan kembali menuju dapur, meninggalkan Fery sendiri di dalam kebingungan.

Setelah mengatakan maksud dan tujuannya kepada Ibu, Fery masuk ke dalam kamar, ia resah dan gelisah, kata MEMILIH terus berputar dipikirannya, semua keputusan ada di tangan Suci.

Siapa yang akan dipilih Suci? dirinya atau laki-laki yang masih muda itu? Pikiran Fery benar-benar kacau.

"Suci tidak menolak ketika aku menciumnya, berarti dia sudah memilih aku, kan? Suci sudah menerimaku, iya aku yakin Suci sudah menerimaku lagi."

Fery menjadi lebih semangat, ia menghubungi Sekretarisnya untuk menyiapkan kepulangannya ke Indonesia, semoga saja Suci bersedia ikut dengannya.

1
Hani Purwanti
bagus
Adelia ZahrotusShifa
seruuuuu
Anisa Lestari
cih ferel anak haram sok" an menjijikkan
udin si otak anjay
kalo gabut mending baca novelku, dijamin auto ngamuk:v😗🗿
kavena ayunda
kasih tau emak lu bahwa cucunya bkn cucunya biar stroke emak lu jijik liat laki.bodoh gini tasya uda ke neraka kali
kavena ayunda
aneh pada dukung fery hadeh🙄😂 menjijikan meski di jebak.q kasian suci nya lah mending kasih jodoh lain
kavena ayunda
suci.goblok🙄😂
Agustin Ria Astuti
mau dong dipeyuk ☺😍😍😘😘😘
Agustin Ria Astuti
aku jg dah ngantuk tp kutahan😌😌😌
Agustin Ria Astuti
si othor kok tau badan aku bulett 😄😄😄pede dikit napa cerita dah banyak bagus pula ceritanya😍😍😍 kok bilang ndak bisa ngarang, semangat2 aku pasti baca kok
Agustin Ria Astuti
tebak tebak buah manggis si othor suka banget bikin nangis
Agustin Ria Astuti
beugh othor nggak tau ya bawang lg mehong ini😭😭😭
Agustin Ria Astuti
lah klo nggak mau pening tidoorr aja sono, klo aku baca nopel justru hiburan daripada keluar rumah ngibahin orang malah nambah dosa, ceritanya dah keren thor tetap semangat ya👍👍👍
Agustin Ria Astuti
klo menurut aku semua yg aku dah baca 👍👍👍👍👍semangat terus ya thor
Agustin Ria Astuti
aku mampir lagi thor
✨viloki✨
Udaaaah biarkan Ferel sama bapaknyalaah, biar dia jg tanggung jwb.
Suci sama fery ntar bikin anak sendiri aja 😝
✨viloki✨
Aaarrggghhhh
✨viloki✨
Lieur ah
✨viloki✨
Suci nih gemana seh katanya cinta metong ma fery
Ngeselin ah
Neneng cinta
nyesel psti nih rendra....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!