NovelToon NovelToon
Change Me

Change Me

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Action / Teen School/College / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dsmbr happier

Hanna Az Zita Abdullah. Gadis ceria dan penuh semangat itu seketika menjadi gadis dingin datar dan tertutup gara-gara dia kehilangan sosok yang paling berharga dalam hidupnya.

Kemudian dia pindah ke Yogyakarta, membuatnya bertemu dengan orang yang mampu mengubahnya seperti sedia kala. Siapakah dia? Bagaimana dia merubah Zita menjadi gadis yang periang dan melupakan kenangan bersama seseorang yang telah meninggalkan Zita?

Baca kisah perjalanan masa remaja yang seru
di sini.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dsmbr happier, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Empat

Dorrr Dorr Dorr

Bizal berkali-kali menembak papan sasaran yang berada dua ratus meter di depannya. Namun dari ketiga tembakan itu, tidak ada satupun yang melesat sempurna mengenai titik sasaran. Zita yang melihat nya hanya bisa tersenyum.

"Kunci utama dalam menembak itu adalah rileks."

Bizal tersentak saat tiba-tiba Zita berdiri di belakangnya dengan jarak yang sangat dekat di sisi kanan wajahnya. Gadis yang tingginya tidak terpaut jauh dari Bizal itu sedikit membungkukkan tubuhnya, dan menjulurkan tangannya untuk membetulkan posisi tangan Bizal yang cukup melenceng cukup jauh dari titik sasaran.

"Lihat titik merah disana, fokusin pikiran lo kesana. Terus arahkan semua fokus itu ke tangan lo. Konsentrasi---jangan lihat ke arah gue."

Bizal cepat-cepat mengalihkan kedua matanya ke titik sasaran sambil menelan salivanya gugup. Berdekatan dengan gadis itu membuat kinerja jantungnya tidak baik.

"Tembak!''

Dorr

Suara tembakan itu menggema hingga ke ruangan tengah rumah itu yang hening. "Bagus!"

Zita menoleh menatap manik mata hitam Bizal. Jarak mereka cukup dekat, hingga Zita dapat merasakan hembusan nafas Bizal di permukaan wajahnya. Pandangan mereka terkunci, saling larut dengan sorot mata masing-masing.

Tangan Bizal terkulai ke bawah, menggantung di sisi kanan tubuhnya tanpa beralih dari memandangi mata Zita. "Lo tahu nggak, kalau lama-lama gue deket lo. Yang ada gue jadi berumur pendek." Bizal bersuara.

"Lo mau tahu kenapa? karena jantung gue berdetak liar setiap deket sama lo" ujar Bizal, tidak memutuskan pandangannya dari wajah Zita.

Zita mengerjabkan matanya, sebelum memutuskan pandangan mereka. Entah kenapa ia juga merasakan hal yang sama. Ia sulit sekali untuk mengontrol dirinya saat bersama Bizal, ia benci itu. Ia tak mau terjerat oleh pesona Bizal.

Zita menggelengkan kepalanya, "Gu gue pergi ke kesana sebentar" lalu melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Bizal tersenyum di tempatnya. Mengusap wajahnya yang terasa panas, mungkin wajahnya sudah merah sekarang. Ia seperti bukan Bizal 'sang raja wanita' , tadi itu ia seperti anak remaja yang baru mengenal cinta. Dan itu semua karena Zita.

Hari itu mereka habiskan untuk berlatih, Bizal lebih tepatnya. Zita mengajarkannya teknik beladiri yang belum dikuasai oleh Bizal. Walaupun Bizal masih baru mengenal bidang ini, tapi Zita merasa Bizal mudah mengerti dan memahami apa yang diajarkan oleh Pak Willy padanya. Not bad.

...****************...

Tiga hari berlalu, namun pergerakan Suryo masih belum ada apa-apa. Mereka pikir Suryo akan kembali menculik Zita dengan berbagai cara, tapi sampai sekarang tidak ada pergerakan sama sekali dari Suryo. Malah orang suruhan Malik untuk memata matai Suryo melapor bahwa ia tidak melihat Suryo melakukan apapun. Ia beraktivitas seperti biasa, bekerja kemudian kembali ke rumahnya. Begitu yang mereka lihat.

"Pa, gimana sih masa kita diem gini aja?" Zita membuka pintu ruang kerja ayahnya dan duduk disana.

Sedangkan Malik masih khusyuk menatap layar monitor dengan tumpukan kertas di tangan kirinya, sedang tangan kanannya menggerakkan mouse. Ia harus menyelesaikan dokumen penting sore ini karena dokumen itu harus segera dikirim ke Hongkong. Perusahaan nya berencana merambah ke luar Asia karena ia harus mencari pasaran bisnisnya karena sepertiga pusat nya diambil oleh Suryo.

"Pa!" Zita menatap kesal ayahnya itu.

"Iya Zita, mau apa sayang?"

Zita mendengus mendengarnya, ayahnya pikir ia anak kecil yang sedang minta permen apa. "Udah lah Zita samperin aja si Suryo, aku juga bisa bunuh dia langsung tanpa bantuan Papa!"

Mendengar perkataan Zita membuat Malik menghentikan aktivitas nya. "Jangan Zi, Papa kan sudah bilang sama kamu. Kita harus bersabar. Jordan bilang Suryo sudah tidak bertindak lagi."

"Ya terus? Papa mau nerima dengan lapang dada aja semua itu?!"

"Bagi Papa selama dia sudah tidak berulah lagi, sudah cukup Zi. Jangan lagi ada korban selanjutnya" Malik menatap lembut Zita.

"Pa, bisa aja mereka sedang nyusun rencana lagi. Nggak mungkin mereka puas dengan hasil nya yang sekarang"

Malik menghela nafasnya, ia tidak mau sebenarnya Zita terlibat dalam masalah ini. Terlalu bahaya untuknya. "Baiklah, Papa akan buat rencana. Kamu jangan berbuat dahulu tanpa perintah dari Papa."

"Dari dulu nyusun terus, Zita aja deh yang nyusun" ujar Zita melipat kedua tangannya di dada.

"Maafin Papa ya, Papa kan harus urus perusahaan juga. Kamu tenang saja." Zita tidak menjawab nya lagi.

Tak lama Naya muncul di ruangan tersebut menenteng sebuah tas belanja. "Zita sayang, Mama mau ke pasar dulu ya nemenin Bi Sum. Kamu mau dimasakin apa nanti malem?" ujarnya menghampiri Zita.

"Zita ikut ya?"

Naya tersenyum lembut, membelai rambut sebahu Zita dengan sayang. "Nggak usah, kamu di rumah aja sama Papa."

"Yaudah, nanti Zita masakin ayam mentega ya Ma?"

"Iya. Kamu di rumah aja jangan kemana-mana" Zita mengangguk.

Zita ikut keluar mengantarkan Mama nya dan Bi Sum pergi. Entah kenapa perasaanya tidak enak saat ini, mungkin karena hubungannya dengan orangtuanya yang sudah membaik. Jadinya ia ingin selalu dekat dengan Mama nya.

Tepat setelah Naya pergi, Bizal datang membuka pagar dan masuk ke rumah Zita. Ia menatap malas cowok itu yang tiap hari selalu datang ke rumahnya. Mengajaknya pergi dan bermain basket.

"Halo tetangga!" sapa Bizal sambil tersenyum manis.

"Maaf rumah ini tidak menerima gelandangan" setelah mengucapakan itu Zita langsung masuk ke dalam rumahnya.

Bizal pun mengikuti Zita masuk ke dalam rumah. Ia sudah biasa langsung nyelonong, bahkan Naya sudah berkata untuk datang saja menemani Zita di rumah jika sedang sendirian.

"Nyokap lo pergi ke mana?"

"Ke pasar."

Bizal mencomot keripik kentang di tangan Zita tanpa dosa. Zita langsung menatap tajam ke arah nya. Bahkan Bizal kembali mengambil keripik itu tanpa merasa terintimidasi oleh tatapan tajam Zita.

"Kenapa?" ucap Bizal dengan sebelah alisnya terangkat.

"Bener-bener ya lo!"

"Apa? nggak tahu malu? udah basi kata-kata lo!"

"Ya itu lo udah tahu"

"Kan nyokap lo sendiri yang bilang, 'Gapapa Zal, anggep aja rumah sendiri' gitu" ucapnya sambil tersenyum.

Zita menghela nafasnya, ia selalu saja kalah jika berdebat dengan cowok ini. Makanya ia lebih memilih mengalah.

Naya turun dari mobilnya. Masuk ke dalam pasar tradisional yang cukup luas. Pasar tradisional identik dengan kumuh, kotor dan tidak higienis. Namun lain halnya dengan pasar ini, bersih terawat dan rapih adalah gambaran yang cocok untuk pasar ini. Bahkan Naya pun dibuat kagum.

"Pasarnya bagus ya Bi" ucap Naya.

"Iya Nyonya, pasar ini dikenal bersih dan nyaman di Jogja" balas Bi Sum.

"Pantes aja."

Mereka berdua masuk ke dalam pasar untuk membeli bahan makanan. Sebelum masuk Naya kembali ke mobil untuk mengambil dompet yang tertinggal. Namun ia merasa seperti diawasi oleh seorang di sana, ia mengedarkan pandangannya tapi tak menemukan adanya orang yang mencurigakan.

Bahunya ditepuk dari belakang oleh seseorang membuatnya tersentak. Ia langsung menoleh ke belakang.

"Sudah belum Nyonya?"

"Ehh--iya Bi sebentar" Naya bernafas lega, mungkin tadi hanya perasannya saja. Setelah mengambil dompet mereka pun masuk ke pasar.

-Di sisi lain.

"Boss, saya sudah menemukan targetnya" lapor orang tersebut.

"Bagus. Pastikan tidak ada putrinya disana!"

"Siap, aman Bos. Dia sedang bersama pembantunya saja"

"Baik. Jangan sampai gagal!"

"Iya Bos."

Orang tersebut langsung memakai maskernya dan melangkah masuk ke dalam pasar. Beberapa temannya berpencar agar tidak menjadi kecurigaan orang-orang disana. Bagaimanapun mereka harus memakai cara yang halus agar tidak terendus.

...****************...

...----------------...

1
Little Peony
Semangat selalu thor 🌻
Little Peony
Like like like
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO ya 🌻🌻🌻🌻
Pink Panther
12 like mendarat👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
Pink Panther
5 like👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
Pink Panther
10 like👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕

dan minta tolong komen di sana ya, sebagai absen aja sih hehe, makasih😅
Pink Panther
10 like👍
kutunggu likebacknya di karyaku Who is He? dah UP lho😄💕

Saling dukung yah🌹
My
Semangat 💛😉
My
seru
My
bagus
My
keren
My
jempol
My
suka
My
Like
My
Mampir disini 😉💛
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
baca ni dlu ya😘👌
Pink Panther
5 like👍
kutunggu likebacknya di Who is He? dah UP juga lho😄💕
Othor Santai Maksimal❤🖤
hai kk, aku hadir untuk mendukungmu

ditungu feedback nya ya😘😘
Kayuni"
Dunia kita berbeda dengan ketentuan Nasib menunggu 😍
🌻Ruby Kejora
D tgu next eps nya
Sukses slu
Salam dr
JANJI SUCI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!