NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 Suami Penggoda

Ezra ternyata sudah mengganti pakaiannya di kamar, Refisha mengganti pakainya di kamar mandi dan saat ini terlihat Ezra yang berada di atas ranjang bersandar di kepala ranjang dan Refisha baru saja keluar dari kamar mandi sudah menggunakan piyama tidur yang biasa dia gunakan tetapi tetap memakai hijabnya.

Refisha melihat suaminya itu sedang membaca buku.

Refisha berusaha untuk tenang mendekati ranjang dan kemudian duduk di pinggir ranjang.

"Kamu membaca buku saya?" tanya Refisha.

"Iya, kebetulan saya melihatnya, kamu sudah membaca buku ini?" tanya Ezra.

"Sudah, ketika menjelang pernikahan, pamali jika calon pengantin wanita keluar dari rumah, jadi saya menghabiskan waktu untuk membaca buku tentang pernikahan," jawab Refisha.

"Lalu kamu sudah membaca sampai selesai?" tanya Ezra.

"Belum," jawab Refisha.

"Bagaimana jika kita baca bersama, kebetulan sekarang saya sudah memasuki cara istri melayani suami di atas ranjang sesuai dengan syariat Islam," ucap Ezra.

"Uhuk-uhuk-uhuk!"

Refisha langsung tersedak padahal tidak sedang makan dengan Ezra bener-bener mesum sangat jahil kepada istrinya.

Ezra senyum senyum sendiri kembali membaca buku tersebut padahal itu hanya candaannya saja, mana mungkin dia sudah sampai ke bab yang cukup jauh, mungkin saja Ezra lebih tertarik untuk melihat daftar isinya daripada memahami isi bukunya.

"Saya mengantuk dan mau tidur," ucap Refisha mengalihkan situasi yang menegangkan itu dan kemudian memilih untuk berbaring di atas ranjang dengan menarik selimut membelakangi Ezra.

"Jangan terlalu pinggir Refisha, nanti kamu bisa jatuh!" tegur Ezra melihat bagaimana istrinya itu benar-benar menghindarinya.

Refisha berusaha dengan cepat memejamkan mata, lebih baik tidak mendengar apapun dari Ezra yang terus saja menggoda dirinya dengan sesuka hati membuatnya benar-benar mati gaya.

"Huhhhh, saya juga mengantuk, padahal ini adalah malam pertama, seharusnya pasangan suami istri harusnya lebih intens malam ini, tetapi sepertinya istriku sedang kelelahan," ucap Ezra.

Refisha tidak merespon apapun dan sengaja memejamkan matanya dengan cepat yang berusaha untuk tidak mendengar apapun dari Ezra.

******

Ezra sarapan pertama kali di kediaman rumah mertuanya, Ezra harus beradaptasi meski hanya satu hari berada di sana.

Refisha terlihat mengambilkan nasi goreng kepada sang suami yang benar-benar melayani suaminya dengan sangat baik.

"Mau telur mata sapi atau telur dadar?" tanya Refisha.

"Mau kamu," jawaban itu tanpa suara tetapi mulutnya berkoar yang membuat Refisha mengerutkan dahi dengan suaminya itu berani menggoda di depan kedua orang tua.

Refisha kemudian mengambil kedua jenis telur tersebut, Ezra lagi-lagi hanya tersenyum.

Untung saja Mila dan Tio tidak melihat tingkah pasangan pengantin baru itu karena mereka juga saat ini sibuk dengan sarapan mereka tetapi justru Laudya bisa melihat bagaimana Ezra menggoda istrinya.

"Apaan sih, benar-benar sangat kampungan," batin Laudya terlihat kesel sendiri.

Setelah melayani suaminya dengan menyiapkan sarapannya Refisha ikut sarapan yang duduk di samping suaminya.

"Ezra kamu jangan sungkan-sungkan ya, anggap saja rumah ini rumah kamu," sahut Mila.

"Iya Tante," sahut Ezra.

"Kamu juga jangan panggil saya Tante, saya ini juga merupakan ibu kamu jadi panggil saja Mama seperti Refisha memanggil saya," sahut Mila.

"Baiklah. Ma," sahut Ezra.

"Hmmmm, jadi Refisha akan kamu bawa pergi hari ini?" tanya Tio.

"Ya, Refisha akan ikut bersama saya tinggal bersama saya," jawab Ezra.

"Kalian tinggal mandiri atau masih bersama orang tua kamu?" tanya Mila.

"Untuk sementara Refisha dan saya akan tinggal bersama orang tua dulu, di rumah juga tidak banyak orang, hanya ada mama dan papa dan juga para pekerja di rumah, mama dan papa akan merasa kesepian jika saya Refisha memilih tinggal berbeda dari mereka, tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti kami juga pasti akan tinggal mandiri," sahut Ezra.

"Mana yang terbaik saja menurut kalian berdua, kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik dan semoga saja pekerjaan kamu juga semakin baik," ucap Mila.

"Terima kasih untuk dukungannya," sahut Ezra.

********

Akhirnya Refisha dibawa oleh suaminya ke kediaman istana Ezra yang pasti rumah itu lebih besar daripada rumah Refisha.

Refisha sudah pasti sangat gugup ketika berada di ruang tamu bersama kedua mertuanya.

"Refisha kamu anggap saja rumah ini seperti rumah kamu sendiri dan jika kamu membutuhkan bantuan apapun itu, kamu bisa tinggal katakan kepada orang-orang yang bekerja di rumah ini," ucap Dion.

Refisha hanya menjawab dengan menganggukkan kepala.

"Tetapi tetap segala sesuatu harus disesuaikan rumah ini memiliki aturan dan orang yang tinggal di rumah ini harus mengikuti aturan, jadi kamu harus berusaha untuk menyesuaikan diri kamu dengan rumah ini," sahut Rami.

Refisha lagi-lagi hanya menganggukkan kepala.

"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita langsung ke kamar saja. Ayo!" ajak Ezra mengajak istrinya untuk pergi menuju kamar mereka karena sebelumnya koper Refisha sudah dibawa oleh asisten rumah tangga.

******

Ezra membawa Refisha memasuki kamar dengan Ezra yang memegang kanopi pintu dan mendorong pintu itu masuk dengan Ezra terlebih dahulu masuk dan disusul oleh Refisha.

Kepala Refisha berkeliling melihat kamar yang sangat luas itu dan bahkan lebih luas dibandingkan kamarnya. Terdapat tempat tidur king size dengan sprei berwarna navy, juga terlihat lemari yang cukup besar dengan banyak pintu.

Ada TV dan juga sofa di depannya dan ada juga sofa di ujung bagian ranjang yang juga bisa ditiduri, terdapat teras kamar dan juga terdapat meja kerja yang disandarkan pada dinding berlapis kaca.

"Saya akan meminta asisten rumah tangga untuk menyusun pakaian kamu di lemari," ucap Ezra.

"Saya akan menyusun sendiri tidak perlu memanggil asisten rumah tangga," ucap Refisha.

"Baiklah, kalau ada apa-apa kamu katakan saja kepada saya dan kamu juga bisa tanyakan langsung pada Mama atau juga pada orang-orang yang bekerja di rumah ini," ucap Refisha.

"Baiklah," sahut Refisha.

"Refisha kamar saya sudah menjadi kamar kamu, jadi anggap juga ini kamar kamu dan kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, tetapi juga pasti ada batasan karena saya juga tipe orang yang tidak suka privasi saya disentuh oleh siapapun dan bukan berarti ada rahasia apa-apa," ucap Ezra.

"Saya juga tahu batasan dan tidak mungkin menyentuh segala sesuatu yang bukan menjadi hak saya, meski menjadi suami istri tetapi pasangan suami istri juga ada batasan baik kamu kepada saya dan begitu juga dengan saya kepada kamu," ucap Ezra.

"Hmmmm dan satu lagi, kamu kembali mengingatkan bahwa kita adalah pasangan suami istri dan sepengetahuan saya pasangan suami istri tidak berbicara terlalu formal seperti ini, apa kita akan seterusnya memanggil saya saya seperti ini," ucap Ezra.

"Lalu harus memanggil apa?" tanya Refisha.

"Refisha kamu menyebutkan diri kamu saya dan itu sama saja sangat formal, jadi harus ada panggilan di antara kita, karena kamu lebih tua dibandingkan saya dan tidak mungkin kamu memanggil saya Kakak, Bang, atau Mas, panggilan terakhir yang bisa kamu ucapkan adalah sayang," ucap Ezra terdengar menuntut membuat Refisha mengerutkan dahi.

"Itu sih, maunya kamu dipanggil seperti itu," sahut Refisha.

"Memang kamu melewatkan dari buku tuntutan pernikahan yang kamu baca jika pasangan suami istri itu memiliki panggilan romantis adalah sebuah ibadah," ucap Ezra kalau masalah hal seperti itu saja sudah pasti dia paling ingat.

"Ada waktu dan kenyamanannya kapan harus mulai memanggil dengan perkataan seperti itu, tetapi bukan berarti harus sekarang," ucap Refisha.

"Baiklah, saya akan menunggu," sahut Ezra sangat santai.

Bersambung.....

...Saya ucapkan terima kasih untuk para pembaca yang setia bergabung dalam novel saya. Komentar dari kalian menjadikan motivasi untuk saya terus belajar, saya mohon dukungan kepada para pembaca untuk selalu membaca novel-novel saya, apa yang kalian berikan merupakan apresiasi untuk membuat saya lebih semangat lagi....

...Untuk itu saya juga tidak lupa menyarankan para pembaca untuk mampir ke novel terbaru saya....

...Besar harapan saya novel terbaru saya bisa disukai banyak orang dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak komentar vote dan membaca dari bab 1 sampai bab akhir....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!