Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita
" Sebagai penebusan rasa bersalah mama, setelah aku dan Santana putus, mama sewa detektif buat cari tahu semua tentang Santana termasuk dimana dia besar dan keberadaannya saat itu.. " Senjana mengawali ceritanya. Cerita tentang apa yang dibicarakan mamanya sebelum sang mama menyusul papanya.
" Begitu tahu Santana besar di panti asuhan Bunda Elgan, mama mulai jadi donatur tetap di panti itu. Bertahun-tahun sambil mama rawat aku, mbok... "
Mbok Jumi mendengar dengan seksama. Mungkin momen ini adalah momen dimana Senjana dan mamanya mengurung diri di dalam kamar utama yang sekarang dibiarkan kosong itu, kemudian paginya mama Senjana ditemukan sudah tak bernyawa.
Mbok Jumi sangat ingat, di wajah nyonyanya tidak ada sama sekali kesedihan, beliau meninggal dengan senyum yang menghiasi wajah ayunya. Mbok Jumi lah yang waktu itu menemukan mama Senjana sudah tak lagi bernyawa, padahal niatannya ingin mengelap badan nyonyanya.
" Mama cerita banyak, mbok. Semua tentang Santana kecil sampai Santana yang masuk agen model di Milan, Italia. Gimana Santana berusaha bersaing sama model-model cowok di sana dan akhirnya bisa mendapatkan tempat, meski awalnya cuma untuk model catwalk... " antara bangga dan miris, perasaan yang dirasakan Senjana saat menceritakan ini.
" Mbok kan tahu, Santana itu ganteng, tinggi, ada keturunan bulenya, sama yang bikin cewek-cewek jatuh cinta sampai nyungsep, senyum miringnya sampai dimple di pipi kanannya kelihatan. Aduh mbok, auto njungkel deh. " keduanya lalu tertawa bersama.
" Iya sih, non.. Waktu pertama kali non Senja bawa mas San ke rumah, mbok aja langsung terpana. Kok ada yang ganteng begini, ya. Cocok sama non yang cantik imut. " Senjana mengangguk-ngangguk setuju.
Secocok itu mereka berdua dulu, dari segi fisik maupun sifat. Hanya saja kecocokan itu akhirnya tidak membuat mereka bisa terus bersama. Ternyata kecocokan pada pasangan tidak bisa dijadikan acuan mereka bisa bersama-sama terus. Faktor X selalu bisa menjadi alasan para pasangan itu berpisah.
" Lanjut ya, mbok.. Kalau nggak dilanjutin ntar pada penasaran trus nggak bisa bobo deh.. "
Mbok Jumi cekikikan, " Si non bisa aja. "
" Begitu mama meninggal, aku ngerasa kalau aku harus meneruskan apa yang mama lakukan. Demi menebus dosa, mbok.. Karena rasanya tetep nggak adil untuk Santana dan keluarganya harus menjadi seperti ini karena ambisi papa... "
" Sampai suatu hari, pas aku balik ke kota buat ketemu dokter Zahra buat sesi pertemuan pasca pengobatan, aku nggak sengaja ketemu sama bu Mi.. Mamanya Welly, sekaligus mama angkatnya Santana.. "
" Kok bisa ketemu di rumah sakit sih, non.. Pas banget.. " komentar mbok Jumi yang merasa semua ini seperti sudah ada yang mengatur.
" Nah iya, mbok.. Aku aja juga kaget, awalnya aku pikir salah lihat, nggak tahunya emang bener. Aku deketin lah, tanya-tanya sekedar basa basi.. Eh..... nggak tahunya mbok... ck.. ck.. ck.. " Mbok Jumi langsung meringsek ke samping, mendekat sangat dekat posisi duduknya dengan Senjana. Rasa penasaran membuatnya sampai tidak sadar kalau hampir saja Senjana terjatuh ke samping karena gerakan mbok Jumi yang tiba-tiba.
" Trus non... Langsung lah, jangan bikin mbok penasaran. "
Senjana ngakak, suka senang sih ngerjain mbok Jumi, " Dia disana mau donor ginjal, bi.. Buat siapa lah katanya terserah yang penting dia dapat uang. Soalnya dia kena tipu agen bodong yang bilang bisa bikin Santana dapat proyek di sini, nggak tahunya dia ditipu bi.. Mana katanya itu uang tabungan Santana sendiri dari kerja sampingan sambil kuliah... "
Wajah mbok Jumi terkesiap, kulit wajahnya berubah pucat saking shocknya mendengar cerita Senjana. Malang bener nasib hidup anak orang, sampai pengen sukses aja banyak banget halangannya.
" Biasa aja deh mbok wajahnya.. Udah pucat itu.. "
" Mana bisa biasa aja sih, non. Sampai segitunya lho, non. Itu pasti mamanya temen non udah buntu itu. " Senjana pun berpikiran sama dengan mbok Jumi saat itu.
Dari sanalah, Senjana membuat keputusan tergila dari hidupnya. Tanpa berpikir lagi, dia jual semua warisan kedua orang tuanya termasuk perusahaan Radiyaksa yang saat itu sedang terpuruk karena tidak adanya pemimpin yang mumpuni.
Saham miliknya, saham papa dan mamanya pun ikut dia jual. Apartemen mewah milik kedua orang tuanya, bahkan rumah besar miliknya, semua usaha yang dimiliki mamanya bahkan koleksi mobil mewah papanya sekalipun. Pokoknya semua harta benda milik keluarganya, dia jual semua.
Yang disisakan oleh Senjana hanya rumah ini, rumah yang sekarang ditinggali oleh mbok Jumi dan pak Seno, juga beberapa hektar sawah yang dibeli mamanya setelah papanya meninggal dunia. Hanya ini yang disisakan oleh Senjana, karena rumah ini punya sejuta kenangan bersama mamanya.
Semua hasil penjualan itu, 70% nya Senjana berikan pada bu Mi lalu sisanya dia simpan di bank. Sisa 30% itu adalah harta kekayaan pribadi milik mamanya, sedangkan yang diberikan kepada bu Mi adalah harta yang dihasilkan papanya setelah memenangkan tender besar itu, yang mengakibatkan meninggalnya kedua orang tua Santana.
Mbok Jumi sudah tidak kaget, karena diapun tahu Senjana menjual semuanya saat itu, bahkan dia dan suami yang mengawal Senjana. Tapi mbok Jumi tidak pernah tahu kalau ternyata, sebagian besar hasil penjualan itu diberikan Senjana pada bu Mi. Mbok Jumi pikir, semuanya disimpan di bank.
" Mbok pikir semuanya non simpan di bank. Nggak tahunya sebagian besarnya non kasih ke bu Mitha? " Senjana tersenyum kecut.
" Bukan aku kasih, mbok. Tapi aku kembalikan. Semua itu milik Santana, kalau papa yang buat kedua orang tua Santana meninggal semua kemewahan yang aku rasakan, pasti juga di rasakan oleh Santana.... "
Keputusan yang gila, keputusan yang mengubah hidup Senjana saat itu. Karena setelah dia mengembalikan apa yang menjadi hak Santana, dia pun menghilang baik ditelan bumi. Padahal begitu Santana sukses debut sebagai model terkenal dengan modal yang diberikan Senjana, niat hati bu Mi ingin menemui Senjana dan berterima kasih.
Sayang seribu sayang, Senjana tidak pernah berhasil dia temukan. Sampai waktu dimana Welly mengatakan padanya, jika Santana bertemu dengan Senjana yang ternyata adalah Sekretaris kakak Miyara, yang merupakan tunangan Santana.
Santana tidak pernah tahu, baik tentang bu Mi yang ditipu orang sampai bantuan dari Senjana. Selama bertahun-tahun bu Mi tutup mulut karena dia sudah berjanji pada Senjana. Saat itu bu Mi pikir jika memang kedua anak ini tidak bisa lagi bersama karena masa lalu yang tidak bisa dilupakan.
Tapi semua pikiran bu Mi saat itu langsung hilang, begitu melihat sendiri dengan kedua matanya jika baik Santana maupun Senjana, keduanya masih saling menyayangi satu sama lain. Bahkan Santana pun langsung luluh begitu melihat Senjanya.