NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Dua jam kemudian, Paviliun Matahari Terbit berubah menjadi markas komando darurat.

Lord Hemlock sang Menteri Upacara dan Kepala Penjahit Istana dipanggil dengan tergesa-gesa. Mereka berdiri di tengah ruangan, tampak bingung melihat Elara yang sedang menggambar pola di atas papan tulis besar, sementara Nira menumpuk kain-kain perca di meja.

"Selir Elara," ucap Kepala Penjahit, seorang wanita tua yang sangat tradisional. "Hamba mengerti kita butuh jubah musim dingin. Tapi membuat jubah berlapis bulu untuk dua puluh ribu prajurit dalam waktu tiga hari adalah hal yang mustahil. Kita tidak punya cukup bulu angsa atau domba."

"Kita tidak akan membuat jubah bulu," Elara mengetuk papan tulisnya dengan kuas. "Di desa kuno saya, ada konsep bernama Layering System atau Sistem Pelapis. Kalian semua berpikir bahwa satu lapis jubah tebal yang besar akan menahan dingin. Itu salah. Udara dingin akan masuk melalui celah-celahnya, dan kalau prajurit berkeringat saat berperang, keringat itu akan membeku dan membunuh mereka dari dalam."

Elara menggambar tiga kotak bertumpuk di papan tulis.

"Lapisan pertama yaitu Base Layer atau Lapisan Dasar. Ini menempel di kulit. Fungsinya bukan menghangatkan, tapi menyerap keringat agar kulit tetap kering. Gunakan kain linen tipis atau katun halus. Jahit ketat di pergelangan tangan dan leher."

Kepala Penjahit mengangguk pelan, mulai mencatat. "Linen tipis... mudah. Kita punya stok ribuan."

"Lapisan kedua," lanjut Elara, menunjuk kotak tengah. "Insulation Layer atau Lapisan Isolasi. Ini yang memerangkap panas tubuh. Kita tidak butuh bulu utuh. Kita akan menggunakan kapas kasar atau bulu domba yang dicacah halus, lalu dijahit di antara dua lapis kain tipis. Buat seperti... bantal kecil-kecil yang dijahit menyatu."

Elara menggambar pola kotak-kotak kecil di kain. "Ini namanya Quilting atau Jahit Perca. Dengan menjahit kapas di dalam kotak-kotak kecil, isolasi tetap merata bahkan jika jubahnya basah atau tertekan oleh zirah."

Mata Kepala Penjahit membelalak. "Itu... itu brilian. Kapas yang dicacah jauh lebih murah dan lebih banyak tersedia daripada bulu utuh. Dan jahitan perca akan mencegah kapas menggumpal di bagian bawah!"

"Dan lapisan ketiga," Elara menunjuk kotak luar. "Shell Layer atau Lapisan Luar. Ini yang menahan angin dan air. Gunakan kain kanvas yang dilapisi lilin lebah atau minyak ikan. Pastikan bagian depannya ada penutup angin di atas kancingnya, dan tudungnya harus cukup besar untuk menutupi separuh wajah."

Elara meletakkan kuasnya, menatap mereka bertiga.

"Kita tidak butuh satu jubah tebal. Kita butuh tiga lapis pakaian yang bisa dipakai bersamaan. Lapisan dalam untuk keringat, lapisan tengah untuk panas, lapisan luar untuk angin. Jika prajurit berkeringat, mereka bisa melepas lapisan luar. Jika badai datang, mereka memakai ketiganya. Itu namanya Modular Winter Gear."

Lord Hemlock menatap gambar itu dengan mulut terbuka. "Selir Elara... ini akan merevolusi cara pasukan kita bertahan di musim dingin. Tapi... kita butuh puluhan ribu set dalam waktu tiga hari. Penjahit istana tidak akan cukup."

"Kita tidak akan memakai penjahit istana," Elara menyeringai tipis. "Nira, ambilkan amplop dan lilin segel. Kita akan memanggil Guild Penjahit dan Kongsi Kapas. Ingat aturan lelang buta kemarin? Kali ini kita tidak akan membayar mereka dengan hak monopoli."

Elara menatap Lucian yang sejak tadi mengamati dengan tatapan penuh kekaguman.

"Yang Mulia. Berikan pada mereka Sertifikat Penghargaan Kaisar untuk Kontribusi Perbatasan. Dan beritahu mereka bahwa nama Guild mereka akan dijahit di lapisan luar setiap jaket. Dua puluh ribu prajurit akan memakai nama mereka setiap hari selama musim dingin. Itu adalah iklan berjalan yang nilainya jauh lebih tinggi dari emas."

Lucian tersenyum, sebuah senyum yang sangat bangga dan sangat berbahaya. "Kau menggunakan ego mereka untuk menyelamatkan nyawa dua puluh ribu orang."

"Saya menggunakan efisiensi, Yang Mulia," koreksi Elara, menarik selimutnya lebih rapat karena rasa dingin di dadanya masih belum hilang. "Sekarang, permisi. Saya harus pergi ke kasur saya. Menggambar pola jaket membakar kalori, dan saya merasa seperti baru saja disiram air es dari dalam."

***

Malam itu, Elara berbaring di kasurnya, namun rasa dingin itu tidak hilang.

Teks bercahaya merah masih berkedip di sudut penglihatannya.

[System Override: 80% complete. Blizzard intensifying.]

[Plot Point: Duke Adrian's frostbite probability: 98%.]

Elara mencengkeram selimutnya. Sistem itu kuat. Ia sedang memaksakan cuaca untuk membunuh Duke Adrian demi plot romansa.

Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka. Lucian masuk, membawa sebuah baki berisi botol kaca kecil berisi cairan merah gelap.

"Tabib Morvan membuat ini," ucap Lucian pelan, duduk di tepi kasur. "Ekstrak akar api dari pegunungan selatan. Ini akan menghangatkan darahmu."

Elara meminumnya. Rasanya seperti menelan bara api, namun rasa dingin di dadanya perlahan mereda. Teks merah di penglihatannya memudar sedikit.

"Elara," Lucian menatapnya, suaranya terdengar sangat lembut namun penuh tekanan. "Cuaca di perbatasan memburuk setiap jam. Dan kau... kau semakin sering menggigil. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah takdir yang kau sebut itu... menyakitimu secara fisik?"

Elara menatap Lucian. Ia terlalu lelah untuk berbohong lagi.

"Ya," bisik Elara. "Dunia ini... sedang mencoba memaksakan ceritanya. Dan setiap kali aku mengubah ceritanya, dunia ini akan menekan balik. Kadang lewat cuaca, kadang lewat penyakit. Kali ini, dia membekukan perbatasan supaya aku gagal menyelamatkan Duke Adrian."

Lucian menggenggam tangan Elara yang masih terasa dingin. Genggamannya sangat erat, hangat, dan menenangkan.

"Kau tidak sendirian dalam perang ini, Elara," ucap Lucian, matanya menatap lurus ke manik mata Elara. "Jika dunia ini mencoba membekukanmu, aku akan menjadi apimu. Jika takdir mencoba mengambil Duke Adrian, kita akan mengirim jaket-jaket itu dan menyelamatkannya. Kau tidak akan membiarkan alur cerita itu terjadi, kan?"

Elara menatap tangan Lucian yang menggenggamnya. Kehangatan itu merambat ke lengannya, ke dadanya, dan untuk pertama kalinya, rasa dingin dari Sistem itu benar-benar kalah.

"Tentu saja tidak," gumam Elara, sudut bibirnya terangkat sedikit. "Kalau Duke Adrian pingsan karena kedinginan, siapa yang akan mengirim saya daging rusa bulan depan? Saya sudah terbiasa dengan protein gratis."

Lucian tertawa kecil, lalu mencondongkan tubuh dan mencium kening Elara. Kali ini, ciuman itu tidak terasa seperti formalitas. Itu terasa seperti janji.

"Tidurlah," bisik Lucian. "Besok, jaket-jaket itu akan dikirim. Dan aku akan memastikan tidak ada satu pun badai buatan dewa atau buatan sistem yang bisa menyentuhmu."

Ketika Lucian pergi, Elara memejamkan matanya. Rasa dingin di tubuhnya telah hilang, digantikan oleh kehangatan yang aneh dan sedikit merepotkan.

Sial, batinnya, menarik selimut hingga ke dagu. Dia benar-benar membuatku sulit untuk tetap menjadi ikan asin yang tidak punya perasaan. Besok aku harus minta bonus. Atau setidaknya, minta selimut yang dipanaskan di atas perapian.

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!