“Tidak ada yang mustahil bagiku!”
Yun Tian adalah anak dari seorang dewa. Yun Tian memiliki bakat tinggi, Namun bakatnya tidak berfungsi dan dia menjadi bahan ejekan oleh orang lain.
Dia ditinggalkan di alam fana karena ayahnya adalah seorang buronan di Alam Dewa. Ayahnya tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Yun Tian dan istrinya di alam fana untuk tidak melibatkan mereka.
Suatu ketika Yun Tian menyadari bahwa dia memiliki sebuah kalung, dan kalung itu adalah warisan dari dewa terkuat yaitu Dewa Perang.
Dengan bantuan Warisan Dewa Perang, dia dengan cepat berkembang dari alam fana naik ke alam ilahi dan menuju alam dewa menjadi Dewa Perang selanjutnya.
Genre : Xuanhuan, Martial Arts, Fantasi, Romance, Harem, Petualang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rassya Kh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 35 - Turnamen Seleksi Sky Sword Sect (4)
"Hmmm? Mengapa bisa ada Ras Demi Human di sini?" tanya Yun Tian.
"Aku juga tidak tahu... Mungkin di Benua Tian Wu hanya dia satu - satunya ras Demi Human." jawab Xia Jingyu.
"Mengapa hanya dia sendiri? lalu dimana orang tuanya dan keluarganya?" tanya Yun Tian.
"Bagaimana aku tahu hal tersebut? Mungkin dia adalah seorang anak buangan, bahkan mungkin dirinya juga tidak tahu bahwa dia sendiri bukan ras manusia melainkan ras Demi Human." jawab Xia Jingyu.
Yun Tian mendengar itu langsung tersenyum sendiri dan ia berkata, "Menarik... Kondisinya sama sepertiku yang tidak menyadari bahwa ayahku adalah seorang dewa."
<--------->
Kembali ke duel arena Yuan
Yuan He sedang memandang lawannya, ia berkata dengan nada meremehkan, "Walaupun budidaya kita sama, cukup bagiku mengalahkanmu hanya dengan beberapa gerakan, karena teknik beladiri ku pasti lebih unggul darimu."
"Oh? Jika begitu... majulah dan lihat bagaimana kamu bisa mengalahkanku dengan teknik beladiri yang kau katakan kuat itu." jawab Mo Lanlu.
Yuan He menggerakan giginya kesal, ia menjawab dengan nada sombong, "Hmph! Lihat saja nanti bagaimana kau merengek untuk meminta menyerah!"
Dong!
Tiba - tiba suara lonceng dengan keras terdengar, pertanda bahwa pertandingan di duel arena telah di mulai.
Yuan He melangkah pertama, dia menyilangkan lalu mengangkat pedangnya ke arah Mo Lanlu sambil berkata, "Lihat ini, teknik bela diri keluarga Yuan kami!"
Mo Lanlu hanya berdiam diri dengan bosan, bahkan terlihat dia menguap sesaat.
Yuan He sangat kesal dan geram melihat tingkah lakunya, dia menghunuskan pedangnya dan mengayunkannya dengan kencang ke arah Mo Lanlu.
"Rasakan ini... Hyaaa...!!"
Merasakan serangan Yuan He mengarah dengan cepat ke arahnya, pandangan Mo Lanlu tiba - tiba menjadi serius.
Dia memutar langkah kakinya, dan memegang gagang pedang besar tersebut, lalu dia melompat dan menebasnya ke arah serangan Yuan He.
Boom!
Boom!
Dua serangan kuat beradu, Mo Lanlu masih berdiri diam di tempatnya sedangkan Yuan He sudah terlempar beberapa meter dan mengeluarkan banyak darah di tubuhnya.
"Ba-bagaimana mungkin seranganku bisa di balas semudah itu?!" ucap Yuan He terkejut.
Para penonton - penonton juga sangat terkejut melihat hal tersebut.
"Oh? Fisik anak ini lebih kuat dari manusia biasa..." ucap Huan Ziling sedikit terkejut.
Dia tidak mengetahui bahwa Mo Lanlu adalah ras Demi Human, wajar bagi orang sepertinya tidak mengetahui hal tersebut. Karena di benua Tian Wu tidak ada ras lain selain ras manusia yang menetap.
"Yuan He kau tidak apa - apa?" teriak Yuan Wu dari area peserta.
Yuan Wu sebenarnya ingin maju menyelamatkan adiknya, namun karena duel arena masih berlanjut, dia tidak berani bertindak gegabah, dia hanya menatap Mo Lanlu dengan dingin.
"Jika pertandingan selanjutnya aku bertemu denganmu, pasti aku tidak akan membiarkanmu pergi!" batin Yuan Wu dengan geram.
Mo Lanlu yang menatap Yuan He terluka, ia pura - pura tersenyum canggung dan berkata, "Oh maaf... Sepertinya aku berlebihan, padahal aku sudah menahan diri."
Mendengar hal itu wajah Yuan He langsung memerah, dia menggerakkan giginya dan memaksakan dirinya bangun.
"Mo Lanlu! Jangan sombong! Apakah kau pikir aku sudah kalah?" ucap Yuan He yang baru saja bangkit.
"Oh kau masih bisa bangun? Jika begitu cepatlah serang aku. Sepertinya aku harus lebih menahan diri." ucap Mo Lanlu dengan wajah datar sambil menguap.
Mendengar hal itu para penonton banyak yang tertawa, melihat kelakuan Mo Lanlu seperti orang tidak bersalah, dan hanya mempermainkan Yuan He.
Wajah Yuan He semakin memerah, dia sudah tidak bisa menahan rasa malu dan marahnya kali ini.
"Mo Lanlu! Aku pasti akan membuatmu menyesal!" ucap Yuan He geram.
Dia mengangkat pedangnya kembali, lalu melompat dan melintas dengan cepat ke arah Mo Lanlu.
"Lihat langkah serangan terkuatku! Tebasan Membelah Bumi!" teriak Yuan He.
Yuan He mengeluarkan teknik skill beladiri terkuatnya menyerang tepat ke arah Mo Lanlu.
Boom!
Namun lagi dan lagi serangan Yuan He berhasil di tangkis olehnya hanya dengan 1 sambaran pedang.
"Hah? Itu serangan terkuatmu? Padahal aku sudah siap untuk melakukan yang terbaik ternyata hanya selemah itu... Baiklah sekarang aku yang bergerak."
Sehabis menahan serangan Yuan He dengan mudah. Mo Lanlu tidak diam saja, dia langsung maju ke arah Yuan He dan dengan cepat jarak mereka berdua langsung menipis.
Mo Lanlu mengangkat pedang besarnya, ia dengan santai mengayunkan pedang itu ke pinggang Yuan He.
Yuan He langsung panik, dia mengira dirinya akan mati terbelah dua akibat serangan tersebut.
Para penonton dan bahkan peserta - peserta lain juga mengira Mo Lanlu akan membunuh Yuan He, namun saat jarak pedang itu semakin dekat, Mo Lanlu langsung membalikan pedangnya dan memukul Yuan He dengan kencang seperti bola baseball.
Boom!
Yuan He terlempar puluhan meter jauhnya dan menabrak sebuah dinding yang membatasi area penonton dan area duel. Dia langsung terkapar pingsan di tanah.
Yuan Wu dengan cepat melintas untuk menyelamatkan adiknya dan membawanya kembali ke area peserta, namun sebelum itu dia menatap melotot ke arah Mo Lanlu.
"Mo Lanlu! Kau sudah berlebihan melukainya seperti itu!" teriak Yuan Wu dengan geram sambil menunjuk Mo Lanlu.
Mo Lanlu hanya membalas menatapnya dengan bingung, "Hmm? Padahal aku sudah menahan diri dan membalikan pedangku sebelum seranganku mendarat di tubuhnya." jawabnya dengan nada tampak tidak bersalah.
Yuan Wu dengan geram langsung mengalihkan pandangannya ke tuan kota Mohey.
Tuan Kota Mohey bernama Leng Nanfeng adalah orang yang mendirikan turnamen seleksi ini, jadi bisa dibilang dia adalah wasit dari pertandingan turnamen ini.
Merasakan tatapan dari Yuan Wu, Leng Nanfeng hanya membalas dengan tenang, "Pemenangnya tetaplah Mo Lanlu, kecuali lawannya lumpuh atau mati, para peserta tidak akan di diskualifikasi."
Yuan Wu menjadi semakin kesal, namun dia hanya menahan amarahnya. Leng Nanfeng adalah kultivator tingkat Nescent Soul, dia tidak berani bertindak gegabah terhadap orang tersebut, dan juga perwakilan dari Sky Sword Sect Huan Ziling dan Gong Muzi sedang menonton, jadi dia tidak mau reputasinya memburuk karena ini.
Dia hanya menghela nafas sambil membawa adiknya Yuan He yang sedang pingsan ke area peserta dan menyembuhkan lukanya.
"Mo Lanlu! Di duel nanti aku pasti akan mencabik - cabik dirimu!" batin Yuan Wu.
Yun Tian menatap Mo Lanlu dengan serius dan dia bergumam, "Walaupun budidayanya berada di ranah Origin Realm tingkat pertama. Aku bisa merasakan bahwa kekuatannya seimbang dengan Origin Realm tingkat 2."
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.