Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesenjangan Semua
Leerant mengikuti kuliah Katerina dengan wajah masih tidak percaya jika gadis yang dia incar adalah dosennya sendiri! Leerant tidak habis pikir bagaimana gadis yang lebih muda darinya sudah bergelar profesor?
Dia mulai mengetik di laptopnya, mencari tahu tentang Katerina Reeves. Matanya terbelalak saat baca data LinkedIn dan Instagram Katerina.
Katerina Reeves, Ph.D, born Jakarta 28 years ago. Study of English Literature from Oxford University.
Leerant membaca daftar kampus-kampus yang pernah diajar Katerina. Juga jurnal-jurnal yang diterbitkan Katerina. Leerant beralih ke Instagram Katerina yang tidak di private. Ada foto-foto Katerina bersama kedua orang tuanya saat wisuda dan pria bule. Leerant membaca lagi dan matanya terbelalak.
"Haaahhh! Adiknya Aleksei!" seru Leerant sambil berdiri heboh. "Dan lebih tua empat tahun dari aku?"
Semua orang menoleh ke arah Leerant yang terdiam termasuk Katerina yang menatap bingung ke pria itu.
"Mr Quan ... Apa ada kucing mencakar tangan Anda?" senyum Katerina.
"Kamu ... Eh, Prof .. Eh ... Kenapa kamu lebih tua dari aku?" seru Leerant heboh.
Katerina mengernyitkan dahinya. "Oke, Mr Quan. Sepertinya Anda kena kejutan banyak jadi aku persilakan untuk keluar dan cuci muka ...."
Suara bel berbunyi tanda kuliah selesai. Semua mahasiswanya sudah bersiap untuk pergi ke kelas berikutnya.
"Ohya, jangan lupa buat paper tentang novel yang kalian suka dalam POV kalian sendiri," ucap Katerina sebelum mahasiswanya pergi.
"Miss, novel apa saja? Harry Potter boleh?" tanya salah satu mahasiswinya.
"Boleh. Yang tidak boleh novel meshum ya! Kalian mau ambil novel karya author lokal juga boleh. Kumpulkan pada hari Jumat. Jumlah kata minimal seribu lima ratus maksimal lima ribu. Tidak boleh pakai chatgpt atau AI lainnya! Aku bisa tahu!" Mata coklat Katerina menatap tajam ke mahasiswanya.
"In English?" tanya Bambam.
"Mr Bambam, kita kuliah apa?" senyum Katerina.
"English. Maaf, Ma'am." Bambam menggaruk kepalanya dengan cengiran di wajahnya.
Teman-temannya tertawa dan ada beberapa yang mengatakan bodoh ke Bambam dengan nada bercanda.
"Mài kàu chē, sim tio chē," ucap Katerina membuat semua orang terdiam. "Jangan banyak bicara, banyaklah memahami."
"Anda tahu peribahasa itu?" tanya Bambam.
"“Fāwèn de rén kàn sì yúchǔn wǔ fēnzhōng, dàn bù fāwèn de rén què yúchǔn yībèizǐ.” Katerina menatap lagi. "Ia yang bertanya kelihatan bodoh lima menit, tetapi ia yang tidak bertanya menjadi bodoh seumur hidup."
"Whoah! Laoshi, wǒ juédé nín bù zhīdào nà jù zhōngwén yànyǔ ( guru, aku kira Anda tidak tahu soal itu )!" seru para mahasiswanya.
"Apakah lidah aku cocok?" senyum Katerina.
"Bisa dipahami," kekeh para mahasiswanya.
"Okay, see you on Friday! Jangan lupa tugasnya. Bisa kalian print atau tulis di tab! Tapi aku lebih prefer print ya jadi mataku tidak capek!" ucap Katerina ke para mahasiswanya yang keluar dari ruang kuliah.
Leerant menunggu sampai teman-temannya pergi. Dia pun menuju Katerina yang sedang menyusun bukunya dan hendak ke kelas selanjutnya.
"Jadi kamu anaknya Oom Kaivan?" tanya Leerant.
"Iya. Kenapa Leerant?" jawab Katerina.
"Kamu tidak pernah kelihatan bersama Oom Kaivan dan Aleksei kalau urusan bisnis," balas Leerant.
"Karena aku memang lebih suka mengajar, Leerant. Aku tidak terlalu tertarik dengan bisnis keluarga meskipun tahu isinya," senyum gadis itu.
"Kamu habis ini ngajar di fakultas apa?" tanya Leerant. "Aku antarin deh! Kan kamu belum terlalu hapal."
"Ke gedung sastra. Aku ada jadwal mengajar setengah jam lagi. Tapi aku agak sedikit lapar. Apakah kita melewati kantin?" tanya Katerina.
"Lewatin! Nanti aku belikan roti halal ... Aku tahu kamu muslim kan?" jawab Leerant.
"Ah, Xie Xie." Katerina memasukkan semua buku, laptop dan barang-barang lainnya ke dalam tas ranselnya. Dia pun menyampirkan tasnya ke bahunya. Tangannya hanya menggenggam ponselnya.
"Boleh aku minta nomor kontak kamu?" tanya Leerant.
"Kenapa?" Katerina menoleh ke Leerant. Mereka berdua jalan bersama keluar dari ruang kuliah.
Leerant menatap Katerina dengan wajah serius. "Kamu anaknya Oom Kaivan. Kita saudara apalagi kamu tinggal sendirian di Taipei. Jadi ... wajar dong aku minta nomor kontak kamu?"
Katerina tersenyum. "Oke."
Mereka saling bertukar nomor ponsel dan berjalan lagi. Leerant merasa Katerina sangat tinggi dan dia tidak heran karena ibunya keturunan Russia.
"Tinggi kamu berapa?" tanya Leerant yang merasa mereka sama tingginya meskipun Katerina memakai sepatu Converse.
"178. Kenapa?"
"Oh, beda lima senti sama aku. Aku 183."
"I see. Dan kamu lebih muda empat tahun dari aku lho," kekeh Katerina.
Wajah Leerant langsung merah padam. "Professor, kenapa Anda lebih tua?" keluhnya.
"Memang kenapa?" tanya Katerina.
"Aku naksir kamu," jawab Leerant blak-blakan.
Katerina menghentikan langkahnya. "Nǐ ànliàn wǒ ma ( kamu naksir aku )?"
"Kenapa? Tidak boleh?" balas Leerant sambil menghela punggung Katerina yang tertutup tas ransel.
"Bukan gitu. Tapi aku sudah punya pacar," jawab Katerina kalem.
Leerant melongo. "Shénme ( Apa )? Kok kamu sudah punya pacar?"
Ini tidak bisa dibiarkan! Aku kena double kill hari ini! - batin Leerant.
"Lho? Memang tidak boleh?" balas Katerina bingung.
"Memangnya, pacar kamu orang mana? Dosen juga?"
"Orang Korea. Dan dia dokter di sebuah rumah sakit di Seoul," jawab Katerina.
Leerant teringat foto Katerina dan seorang pria asing sedang berpelukan di depan rumah sakit.
Visualnya Katerina dan Tristan
***
Leerant berjalan sambil manyun karena tidak menduga jika cewek yang ditaksirnya, masih ada hubungan kekerabatan dengannya. Itu yang pertama. Kedua, dia lebih tua dari Leerant empat tahun. Ketiga, kesenjangan pendidikan. Katerina sudah PhD sementara dirinya, S2 nggak lulus-lulus hanya karena dia sebal sama dosen bahasa Inggris dan pundung dengan dosen pembimbingnya. Keempat, Katerina sudah punya pacar dan dokter pula!
"Itu mah bukan double kill tapi kwartet kill!" gerutunya.
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul lengannya. Leerant hanya mengacuhkan.
"Sayang, kenapa kamu murung? Apakah dosen kamu menyebalkan?" tanya Emerald.
"Iya. Sangat menyebalkan karena menimbulkan kesenjangan!" balas Leerant kesal.
"Kesenjangan apa?" tanya Emerald lagi.
Leerant menoleh ke arah gadis itu. "Dengar bebatuan, aku harus ketemu dengan Judge Bao jadi lepaskan tanganmu."
Pria itu menyingkirkan tangan Emerald dan bergegas meninggalkan gadis itu. Emerald menatap kesal ke arah Leerant.
"Dia itu kenapa sih? Apa aku kurang cantik kah?"
***
Yuhuuu up Siang yaaaaaa
Maaf ya ... Aku agak gak well beberapa hari ini karena stress mau — Alhamdulillah dan insyaallah — akan cetak buku. Harap maklum.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kl ga ada dia,mngkn bkln trjdi ssuatu yg bkin km jauh sm kate....
hrusnya kluarga tristan tau gmna kluarganya kate,hnya dmi hrta smp rela mnykiti ank,cucu,dn mnantunya sndri....aku ga sbr nunggu hkumn buat mreka....😡😡😡
Tabur tuai itu ada 😏😏👊👊👊👊👊
benar miu miu....
jangan biarkan Lee ke Jakarta karena akan makin memperburuk suasana
mungkin maksd kak Hana
bergabung=berkabung
engga muter-muter. keren ..