NovelToon NovelToon
LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:405
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Septianti

Kisah ini mengikuti perjalanan jiwa seorang wanita yang terjebak dalam siklus reinkarnasi lintas zaman demi mengejar satu cinta sejati yang selalu berujung tragis.
Pada kehidupan pertama (Era Romawi), ia adalah wanita dari kasta rendah yang mencintai seorang putra mahkota. Cinta mereka terhalang status sosial dan berakhir tragis dengan kematian.
Terlahir kembali di era kolonial (kehidupan kedua) sebagai putri gangster kaya raya, ia membawa ingatan masa lalunya dan berhasil menemukan kembali cinta pertamanya. Namun, takdir kembali merenggut kebahagiaan mereka akibat permusuhan darah antar keluarga besar.
Merasa lelah dengan takdir yang selalu menyakitkan, pada kehidupan ketiga (Era Modern) ia terlahir di keluarga biasa yang harmonis dan bertekad untuk menyerah serta menghindari cinta masa lalunya. Sialnya, semesta mempertemukannya kembali dengan pria tersebut yang kini menjadi CEO dingin di perusahaannya. Terikat kontrak kerja tiga tahun dengan penalti besar, ia mati-matian menghindar. Namun, tingkah lucunya justru meluluhkan hati sang CEO. Seiring berjalannya waktu, sang pria juga mulai mengingat kembali memori masa lalu mereka. Dan badai tidak di restu itu kembali menghatam cinta mereka, akan mereka kembali berpisah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 : Diterima di Perusahan Elit

Proses seleksi tahap akhir di gedung pencakar langit Vanguard Global Corporation berjalan dengan tingkat ketegangan yang membuat siapa pun merasa ciut nyali. Hari itu, Clara Pratama harus melalui serangkaian ujian yang sangat menguras mental dan pikiran. Mulai dari tes tertulis berbasis komputer mengenai kemampuan analisis data manajerial tingkat lanjut, uji keterampilan berbahasa asing secara lisan, hingga simulasi penyelesaian krisis korporasi di bawah tekanan waktu yang sangat ketat.

Di dalam ruang ujian berpendingin ruangan dengan suhu rendah, Clara duduk tegap di hadapan layar monitor sambil mengetikkan laporan analisis bisnis dengan kecepatan tinggi. Jemarinya menari lincah di atas papan ketik, mencurahkan seluruh ilmu administrasi yang ia pelajari selama masa kuliahnya. Meskipun suasana di dalam ruangan dipenuhi oleh para kandidat lain dari universitas-universitas bergengsi dunia yang tampak sangat percaya diri, Clara tidak membiarkan rasa minder menguasai dirinya. Ia fokus penuh pada layar komputer, mengerahkan kemampuan terbaiknya demi satu tujuan mulia: mendapatkan pekerjaan layak untuk membanggakan kedua orang tuanya di rumah.

Dua hari berselang setelah tes melelahkan itu, sebuah kejutan besar mendarat di ponsel pintar Clara. Tepat pukul sembilan pagi, ketika ia sedang membantu ibunya menyetrika pakaian di ruang tengah, sebuah panggilan telepon dengan nomor resmi perusahaan masuk ke layarnya. Dengan tangan sedikit bergetar, Clara mengangkat telepon tersebut. Suara ramah namun profesional dari bagian Sumber Daya Manusia (HRD) Vanguard Global Corporation menyampaikan sebuah berita yang seketika membuat napasnya tertahan: Clara Pratama dinyatakan lolos sebagai kandidat terbaik dari ratusan pelamar dan resmi diterima untuk bergabung di perusahaan multinasional elit tersebut.

"Selamat, Nona Clara. Anda diterima sebagai Executive Administrative Assistant di divisi utama korporasi. Kontrak kerja awal dan orientasi akan dimulai hari Senin depan pukul delapan pagi tepat di lantai utama," ucap suara di ujung telepon dengan sangat jelas.

Clara hampir menjatuhkan ponselnya karena rasa terkejut dan bahagia yang meluap-luap. Begitu sambungan telepon terputus, ia langsung memeluk ibunya erat-erat sambil melompat kegirangan, membuat Ibu Rini tertawa terbahak-bahak karena bingung bercampur haru. Kabar bahagia itu langsung disambut dengan derai air mata kebahagiaan di rumah petak sederhana mereka. Bapak Pratama bahkan sengaja membelikan kue tart kecil di sore harinya sebagai bentuk perayaan atas pencapaian luar biasa putri semata wayang mereka.

Hari Senin yang dinanti-nanti pun tiba. Clara melangkah memasuki lobi Vanguard Global Corporation dengan perasaan yang jauh lebih tenang dibandingkan saat pertama kali ia datang untuk wawancara. Mengenakan setelan blazer formal berwarna abu-abu muda dipadu rok selutut yang elegan, ia tampak sangat profesional dan anggun. Setelah melapor kepada petugas keamanan dan mengenakan kartu identitas karyawan tetap berlempeng logam perak, Clara mengarahkan langkah kakinya menuju lift pintar yang membawanya langsung ke lantai 42—pusat komando eksekutif dan ruang direksi utama perusahaan.

Setibanya di lantai 42, Clara disambut oleh Ibu Linda, manajer senior personalia yang menyambutnya dengan senyuman ramah. Ia diberikan pengarahan singkat mengenai tata tertib kantor, kode etik kerahasiaan perusahaan, serta perkenalan singkat dengan beberapa staf administrasi senior yang akan menjadi rekan kerjanya di area luar ruang direktur utama.

"Ruangan kerja utama berada tepat di balik pintu kaca besar di ujung koridor itu," jelas Ibu Linda sambil menunjuk ke arah sebuah pintu kayu mahoni besar berlapis pernis mengkilap yang dijaga ketat oleh sistem pengamanan digital mutakhir. "Itu adalah ruang kerja Chief Executive Officer kita, Tuan Julian Alexander. Beliau adalah sosok pimpinan yang sangat disiplin, perfeksionis, sangat menghargai ketepatan waktu, dan dikenal tidak menyukai kesalahan kecil apa pun dalam laporan administrasi. Jadi, pastikan kinerjamu selalu sempurna, Clara."

Mendengar nama lengkap sang CEO—Julian Alexander—jantung Clara mendadak berdegup kencang secara tidak wajar. Sebuah sensasi dingin tiba-tiba merayap di tengkuknya, memicu getaran aneh di dalam dadanya. Nama depan pria itu bagaikan gema samar dari masa lalu yang sangat ia kenal, memanggil kembali bayangan tentang Julian van Houten di pelabuhan Batavia. Namun, Clara segera menggelengkan kepalanya pelan, menepis jauh-jauh pemikiran konyol tersebut. Di dunia modern ini, nama Julian adalah nama yang sangat umum. Tidak mungkin ada kaitannya dengan reinkarnasi atau takdir masa lalu.

"Baik, Bu Linda. Saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga standar profesionalisme perusahaan," jawab Clara mantap, berusaha menepis segala kegelisahan yang tiba-tiba melanda batinnya.

Ibu Linda menepuk pundak Clara pelan sebagai bentuk dukungan, lalu meninggalkan gadis itu untuk mulai merapikan meja kerjanya yang terletak di ruang administrasi luar, tepat menghadap ke arah pintu utama ruang kerja sang CEO. Meja kerja baru Clara tampak bersih, dilengkapi dengan komputer jinjing kantor berspesifikasi tinggi, tumpukan map arsip digital, dan sebuah kalender meja kayu minimalis.

Clara duduk di kursi ergonomisnya, menarik napas dalam-dalam, dan mulai menyalakan komputer kerjanya. Ia merasa siap menghadapi hari pertama di pekerjaan impian ini. Di dalam hatinya, ia kembali meyakinkan diri bahwa keputusannya untuk melangkah maju dan menutup lembaran masa lalu adalah keputusan yang paling tepat. Ia hanya perlu fokus bekerja, mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk keluarganya, dan menjaga jarak aman dari urusan pribadi atasan.

Namun, takdir agung yang ditulis oleh semesta tidak pernah berjalan sesuai dengan keinginan logis manusia. Pintu kayu mahoni besar di ujung koridor itu perlahan berderit terbuka dari dalam. Seorang pria berpostur tegap dengan setelan jas hitam merek ternama, kemeja putih berkerah kaku, dan dasi sutra abu-abu melangkah keluar dengan wibawa yang luar biasa besar, memancarkan aura dingin dan dominan yang seketika membekukan udara di seluruh ruangan lantai 42.

Langkah kaki pria itu terhenti di ambang pintu. Manik mata hazelnya yang tajam menyapu sekeliling ruangan sebelum akhirnya jatuh terpaku pada sosok gadis berblus abu-abu yang sedang duduk gugup di balik meja kerja baru. Waktu di sekitarnya seolah berhenti berdetik. Di hadapan meja kerja eksekutif itu, sang CEO dingin tertegun kaku, menyadari bahwa gadis yang kini resmi menjadi bawahannya adalah belahan jiwa yang selama ribuan tahun selalu ia cari di setiap reinkarnasi waktu.

*•*

*•*

*•*

*•*

*•*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!