NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Kandung Mama Itu Aku

Minggu sore ini langit kota Jakarta tampak bersahabat. Yudha berencana mengajak Kanaya pergi berkunjung ke rumah orang tuanya.

Sejak menikah, mereka memang belum sempat bertandang ke rumah orang tua Yudha. Sebenarnya ia ingin membuat istrinya itu bisa akrab dengan kedua orang tuanya, terutama dengan sang mama. Apalagi ia merasa Kanaya adalah sosok istri yang baik dan sayang terhadap keluarga. Hanya saja Yudha khawatir Kanaya akan menolaknya, karena bayang-bayang Yogi yang mungkin membuat Kanaya enggan berkunjung ke sana.

"Yank, kita makan di luar aja, yuk!" ajak Yudha ketika mengekor sang istri yang hendak menyiapkan menu untuk makan malam di dapur.

Kanaya menoleh lalu membalikkan tubuhnya menghadap Yudha, mengurungkan niatnya tadi.

"Mau makan di mana?" tanyanya.

"Hmmm..." Yudha tampak ragu mengucapkannya. "Kalau kita,,, numpang makan di rumah orang tuaku, gimana?" Yudha menunggu jawaban Kanaya dengan harap-harap cemas.

Kedua alis Kanaya terangkat, tak mengira akan diajak ke rumah mertuanya. Meskipun secara pribadi tidak ada perang dingin antara dirinya dengan mertuanya, tapi, Kanaya masih berasa canggung jika berada di rumah keluarga Yudha.

"Hmph... Malu-maluin aja numpang makan!" sahutnya mencibir santai.

"Nggak mau, ya?" tanya Yudha memperlihatkan gestur kecewa.

"Siapa yang bilang nggak mau?" Melihat ekspresi Yudha, Kanaya buru-buru mengklarifikasi agar Yudha tidak salah paham dengan candaannya tadi. "Baper banget!" cibirnya kemudian.

"Siapa yang baper?" Yudha merapatkan jarak hingga aroma maskulin di tubuhnya langsung menyeruak indra penciuman Kanaya. Lengan kokohnya pun langsung mendarat di pundak sang istri, menariknya ke dalam dekapannya.

"Nggak baper, tapi mukanya jelek gitu!" Selera humor Yudha tampaknya mulai menular pada Kanaya. Wanita itu kini tertawa renyah, sengaja memancing kekesalan suaminya. Namun, tawa itu langsung berubah menjadi pekikan kaget saat lengan kokoh Yudha yang melingkar di pundaknya kini mulai memiting lehernya.

"Siapa yang kamu bilang jelek tadi, hemm?" Yudha memasang ekpresi pura-pura marah.

"Yudha! Sakit!" Kanaya meronta, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman pria itu. Padahal, Yudha sama sekali tidak menggunakan kekerasan dan sampai membuat istrinya itu kesakitan.

"Mulai berani sama suami, hemm? Bilang nggak ada akhlak, muka jelek..." Yudha menggigit cuping telinga Kanaya sebagai balasan ucapan-ucapan buruk Kanaya padanya.

"Sakit, Yud!" Kanaya menggeliat geli saat bibir Yudha menyentuh telinganya.

"Bikin salah tapi nggak minta maaf?"

"Iya, deh, Maaf...."

"Nggak semudah itu dapat maaf." Seringai tipis di bibir Yudha terbentuk. "Harus dikasih hukuman dulu..." bisiknya kembali.

Kanaya paham ke mana arah ucapkan suaminya. Pasti tak jauh dari urusan ranjang.

"Eh, katanya mau ke rumah orang tua kamu. Aku siap-siap dulu, ya?" Kanaya berusaha menjauhkan tangan Yudha dari lehernya.

"Mau ke mana?" Tapi, Yudha tak mau melepasnya.

"Mau mandi dulu, katanya mau keluar?"

"Ikuuuut... Aku juga mau dikeluarin..." ucap Yudha, mengubah kurungan tangannya menjadi pelukan erat dari belakang. Ia menopang kepalanya di ceruk leher Kanaya, menghirup parfum jasmine yang dipakai Kanaya. "Mandiin, ya?" ujarnya dengan manja

"Astaga, Yudha!" Kanaya mendelik tajam merespon kelakuan konyol Yudha yang bermanja-manja kepadanya.

***

Menjelang Isya, mobil yang dikendarai Yudha sampai di rumah Wirawan. Kanaya menarik nafas dalam-dalam menatap rumah mertuanya itu. Ini kedua kalinya dia menginjakkan kakinya di rumah itu. Sebelumnya dia pernah datang kemari bersama mamanya saat membicarakan rencana pernikahan dengan Yogi beberapa waktu lalu.

Setelah turun dari mobil, Yudha menggenggam tangan Kanaya dan melangkah menuju rumah orang tuanya. Dia sengaja tak mengabari Papa Mamanya soal kedatangannya bersama Kanaya kali ini. Ingin memberi kejutan pada mereka, karena yakin kedua orang tuanya pasti akan senang sangat mengetahui kemunculannya malam ini yang tak terduga.

Yudha menekan bel di dekat pintu. Beberapa menit menunggu, daun pintu rumah pun akhirnya terbuka lebar.

"Assalamualaikum, Papa Mama mana, Bi?" Yudha menerobos masuk dan bertanya pada Entin, ART di rumah orang tuanya.

"Waalaikumsalam. Bapak sama Ibu sedang di ruang makan, Mas," sahut Entin dengan keterkejutan di ekspresi wajahnya.

"Wah, kita telat! Ayo, Yank, buruan!" Tanpa menunggu lama, Yudha menarik lembut tangan Kanaya, menuntun istrinya setengah berlari menuju ruang makan keluarga.

Entin terpaku menatap punggung sepasang pengantin baru itu dengan mata membulat. Dia mengerjapkan mata seolah tak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya.

"Eh, Yank? Sayank? Mas Yudha sama Mbak Kanaya sudah saling jatuh cinta? Kok, Udah sayang-sayangan? Kok, nggak kelihatan kayak orang yang dipaksa nikah, ya?" Entin menggaruk kepalanya yang tak gatal, merasa heran secepat ini hubungan pasangan itu terjalin dengan romantis. Masih membekas dalam benaknya bagaimana alotnya perdebatan Yudha dengan papanya ketika diminta untuk menggantikan posisi Yogi.

"Ngapain dipikirin, sih? Yang penting rumah tangga Mas Yudha bahagia, aku ikut senang." Entin menyusul Yudha dan Kanaya ke ruang makan, tahu betul kehadirannya akan dibutuhkan di sana.

"Assalamualaikum, Pa, Ma! Wah, kita telat, ya? Masih kebagian jatah makan malam nggak nih, Ma?" sapa Yudha riang saat memasuki ruangan.

Wirawan dan Rima yang sedang menyantap makanan seketika menoleh ke arah pintu saat pendengaran mereka menangkap suara familiar menyapa sambil membalas salam.

"Waalaikumsalam...."

"Lho, Kanaya?" Bahkan Rima seketika bangkit dari duduk dan menyambut Kanaya. "Kamu apa kabar, Kanaya?" tanyanya seraya menggenggam tangan Kanaya setelah Kanaya mencium punggung tangannya.

"Alhamdulillah, baik, Ma." sahut Kanaya, "Mama sama Papa sendiri apa kabar?" Kini ia yang bertanya pada mertuanya lalu menyalami Wirawan.

"Kami juga baik, Kanaya." Wirawan yang kini menjawab.

"Mama senang kamu datang kemari, Kanaya." Bagi Rima, tentu saja kunjungan Kanaya ke rumahnya terasa sangat spesial dan membuat ia bahagia. "Kenapa kamu nggak kasih kabar dulu kalau mau kemari? Tahu kamu mau ke sini, Mama bikin masakan spesial buat kamu." Rima memperlakukan Kanaya seperti anaknya sendiri.

"Kalau kasih kabar, namanya bukan kejutan, dong, Ma," sela Yudha.

"Ayo, ikut makan di sini, Kanaya." Rima menuntun Kanaya ke arah kursi di sampingnya. Mengabaikan keberadaan Yudha yang juga ada di sana.

"Tin, ambilkan piring lagi untuk Kanaya!" perintahnya kembali pada Entin.

"Ma, aku juga datang, lho! Kok, aku malah dicuekin?" protes Yudha dengan menggelembungkan pipinya.

"Eh, sejak kapan tingkah kamu kayak anak kecil gitu? Nggak ingat umur? Nggak malu udah punya istri sekarang?" Bukannya mendapatkan perlakuan manis seperti Kanaya, justru omelan yang kini diterimanya dari sang mama.

"Baru sekali aku ajak ke sini aja, Mama udah abaikan aku. Kalau keseringan aku bawa kemari, bisa-bisa Mama amnesia kalau anak kandung Mama itu aku, bukan Kanaya!" protes Yudha memutar bola matanya.

Kanaya menahan tawa karena perhatian Rima kini teralihkan padanya. Dia menyadari, protes yang dilakukan Yudha bukan karena pria itu merasa iri karena diabaikan oleh mamanya sendiri. Itu hanya sandiwara suaminya yang sepertinya ingin menunjukkan jika kedua orang tua Yudha memperlakukannya dengan sangat baik.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
sunaryati jarum
Yogi pulang bukan karena ingat masih punya orang tua ,tapi karena terpaksa dan arahan Yudha.Ayahmu belum memaafkan kamu, apalagi nanti kalau Wulan diajak,apa tidak membuat ayah lama luluhnya.Yogi bila tinggal di rumah orang tuanya akan selalu makan hati dan timbul Penyesalan jika lihat Naya dan Yudha datang yang tidak sungkan mengumbar kemesraan.Naya yang makin glowing dan terlihat berkelas.Apalagi jika Naya nanti hamil ,makin disayang suami dan mertua.Semoga segera hamil ya ,Naya?
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
mom,naya lang di bikin hamil to mom,,,kasian😞
sunaryati jarum: Benar emak kemarin juga usul begitu
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
up'y mana ka🤗
Juwitae
Mak Zha belum update yaa🤔
sunaryati jarum
Mana upnya Thoor
Tia rabbani
Hadeuh, yudha😏
Tia rabbani
jimat nya apa tuh?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
padahal Kanaya udah nikah sama Yudha,kok ya masih aja penampakan Yogi muncul terus dalam rumah tangganya dengan Yudha😂..gak jadi nikah bikin kisruh,udah nikahpun ngerepiti 😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
emang harus mulai tegas.lama2 kalau dibaikin tiap kali butuh selalu dibantu malah jadi ngelunjak, jadi seenaknya sendiri.mikirnya pasti di kasih karena masih sodara.
sekarang kan udah rumah tangga masing2,ya aturlah keuangan masing2 jangan ngandelin sodara.
sryharty
rasanya pengen gaplok kepala Yogi ya nay,,
Tia rabbani
Idiiihhhhh, Yogi, 😏
Tia rabbani
sing sabar yudha
ρυтяσ kang'typo✨
q masih menantikan Yaya manggil Yudha dengan sebutan special🥰🥰🥰🥰
ρυтяσ kang'typo✨
q sependapat sama Yudha....seperti yang q comen di bab sebelum'y, masalah uang itu sangat sensitif apa lagi Yogi ini orang'y agak gimana kan,belum lagi dia sama bapak'y masih belum turunin ego'y buat minta maaf...🙄😌

maaf" ya...kalo hidup dia jadi berantakan itu wajar,apa yang dia tanam akan dia tuai toh....nah ini" salah satu'y,dia mengecewakan banyak pihak jadi ya wajar saja hidup seperti sekarang ini😏😏
ρυтяσ kang'typo✨
maaf ini yaaa...bukan maksud apa" tapi kalo masalah uang ko ya sensitif sekali....ya tau mereka tuh sodarah, tapi kan g adil banget pihak Yudha selalu di susahkan sama Yogi,greget banget 😖😖😖ujung"y mintol kalo mau ketemuan
ρυтяσ kang'typo✨
ko Yaya bilang giyu,q ikutan sedih dech🥺🥺jangan berucap kata pisah napa toh🤧🤧🥺🥺😭😭itu kata keramat
ρυтяσ kang'typo✨
aaaaccccch.......q yang melow dan baper dengan kedatangan mereka,dan teryata Yudha lah yang mengundang mereka berkunjung😭😭😭so sweet u Yud huaaaaaaaaaaaaa
...terhura q
sunaryati jarum
Thoor tolong Naya , segera dibuat hamil agar insecure
sunaryati jarum
Good job Yudha sesuai pendapat jangan dikasih sedikitpun,masa ditransfer biaya pernikahan 100 jt,dari ibumu 50 JT,dan Yudha sendiri 10 jt,masa baru beberapa bulan sudah habis.Dan benar kamu jangan dikasih sepeserpun.Apa istrinya boros, tidak bisa memenet keuangan rumah tangga atau untuk mertuamu juga. Masa dikit- dikit ke adik, nggak malu ,ya Yogi.Yudha saat yang lebih muda sudah bisa Inves rumah,mobil ,dan tabungan.Kenapa kamu yang notabene kakak tidak punya apa-apa.Beruntung Naya tak jodoh sama Yogi.Baru jadi pengantin sudah kesulitan keuangan.
Rika Fitriana
kanaya manggil yudha masih yudha aj sih thor🤭
sunaryati jarum: Iya seharusnya imbangi dengan panggilan sayang atau jika malu hubby.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!