NovelToon NovelToon
PANGERAN YANG TERSEMBUNYI

PANGERAN YANG TERSEMBUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Transmigrasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: subspace_illusion

Arya Sena adalah seorang anak yang tidak diketahui publik dari pasangan Tunggul ametung dan seorang wanita yang merawatnya ketika dia mengalami luka parah akibat perintah penguasa Kediri yang memerintahkannya untuk menumpas pemberontakan disuatu daerah, setelah terluka Tunggul Ametung dirawat oleh seorang perempuan didesa bersama beberapa orang setianya, dan disaat itu mereka tidak sengaja jatuh cinta, ketika sudah benar-benar pulih, Tunggul Ametung menyuruh gadis itu untuk melupakannya, ditambah dihatinya hanya ada istrinya Dedes, lalu tanpa diketahui perempuan itu mengandung, setelah kurang lebih sembilan bulan lahirnya anak di kandungnya seorang laki-laki, tapi tak lama bayi itu kemudian meninggal tak kuasa menahan kesedihan tanpa suami sekarang ditinggal anak yang baru dilahirkan, perempuan itu kemudian juga meninggal, lalu jiwa dari timeline modern merasuki tubuh bayi itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon subspace_illusion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CAHAYA LAMPU

Malam telah larut ketika Sena melangkah keluar dari kegelapan hutan pedalaman Ujung Medini. Langkah kakinya tenang, membawa serta aura penaklukan setelah berhasil menundukkan Elga dan seluruh bangsa jin penguasa hutan tersebut. Di belakangnya, suasana hutan yang tadinya angker kini telah patuh di bawah kendalinya.

Namun, begitu matanya menatap ke arah pemukiman bersahaja di tepi pantai tempat rumah kayu sementara yang ditinggali Rimbu, Mpu Sura, dan rombongannya langkah Sena terhenti.

Di sana, beberapa obor kayu berkobar ditiup angin laut yang kencang. Lidah-lidah api itu menari liar, sesekali membumbung tinggi hanya beberapa jengkal dari atap nipah dan dinding bambu yang kering. Sena memicingkan mata, dadanya berdesir cemas.

"Kalau ada satu saja percikan api terpental ditiup angin..." gumam Sena dalam hati. "Seluruh pemukiman kayu ini bisa hangus jadi abu dalam hitungan menit."

Pikiran itu terus mengusik Sena bahkan ketika ia sudah duduk bersila di sudut ruangan rumah kayunya. Mpu Sura dan beberapa prajurit sudah terlelap, tetapi Sena tidak bisa tidur. Obor dan lilin minyak kelapa jelas bukan jawaban untuk sebuah kota masa depan. Obor itu redup, berjelaga, berbahaya, dan tidak efisien.

Sena memejamkan mata, memposisikan tubuhnya dalam ketenangan meditasi yang dalam. Ia menarik napas panjang, menenangkan gejolak energi spiritualnya, lalu mulai menelusuri lorong-lorong ingatan masa lalunya kepingan literasi dari kehidupan modern yang pernah ia baca namun sempat kabur dari benaknya.

Di dalam ruang kesadarannya, Sena memutar kembali visualisasi buku-buku sains dan rekayasa fisik yang pernah melintas di matanya. Ia memperlambat bayangan ingatan itu satu per satu.

Prinsip kelistrikan... arus searah dan bolak-balik... generator kincir air... dan bohlam pijar Thomas Edison.

Sena tersenyum tipis di dalam meditasinya. "Serat bambu terkarbonisasi sebagai filamen... kawat tembaga... tabung kaca pasir kuarsa yang divakumkan. Teorinya sangat sederhana!"

Bukan cuma soal cahaya, ingatan Sena merembet ke masalah sanitasi, tandon air gravitasi, hingga kebersihan warga. Di kepala Sena, skema besar Tumasek mendadak terbentuk dengan sangat presisi.

Ketika mata Sena terbuka, fajar baru saja menyingsing. Sena mengambil selembar kain putih polos dari perbekalan dan membentangkannya di atas meja kayu. Menggunakan tangkai bambu yang dicelupkan ke kuas tinta hitam, Sena mulai menggambar sketsa sederhana secara step-by-step:

Alur kincir air di sungai dan kumparan tembaga penangkap arus.

Wadah kaca tertutup dengan gulungan arang bambu tipis di dalamnya.

Jaringan tandon air di perbukitan dan jalur pipa bawah tanah menuju WC umum.

Ia kemudian melangkah keluar memanggil Elga. Dari balik rimbun pohon, sosok Elga muncul dengan melayang rendah. Berbeda dari bangsa jin lainnya, Elga memiliki wujud unik berbadan tegap seperti manusia, namun berkepala burung elang dengan paruh tajam dan mata keemasan yang dingin. Di punggungnya, bekas sayap raksasa yang dirobek paksa oleh Sena kemarin masih meninggalkan bekas luka spiritual yang menjadi bukti mutlak ketundukannya.

"Elga," ujar Sena dingin namun tegas. "Aku tidak menyuruh bangsa jin menyulap kota ini berdiri secara instan dalam semalam. Tugas kalian jauh lebih penting."

Sena menunjuk kain putih yang berisi daftar material logistik. "Mulai malam ini, kerahkan seluruh pasukanku untuk menambang batu Andesit terbaik dari perbukitan dalam, kumpulkan pasir kuarsa murni dari pesisir, galilah sumur air tawar di titik tertinggi perbukitan, dan bawa bijih besi, tembaga, serta getah damar sebanyak yang kalian bisa. Kumpulkan semuanya di area proyek!"

Elga menganggukkan kepalanya yang berparuh elang dengan patuh, membungkuk rendah sebelum melayang cepat menghilang ke dalam hutan.

Sena kemudian berbalik menghadapi Mpu Sura yang baru saja terbangun dan mengucek matanya. Sena memperlihatkan bentangan kain putih berisikan sketsa teknis sederhana tadi.

"Mpu," kata Sena menyunggingkan senyum misterius. "Mulai hari ini, kita tidak akan lagi bergantung pada obor yang berbahaya untuk menerangi malam. Kita akan membuat 'cahaya abadi' yang tidak akan pernah membakar rumah kita."

Mpu Sura menerima kain putih itu dengan dahi berkerut dalam, menatap garis-garis sketsa tinta buatan Sena dengan napas tertahan. "Sena... bentuk apa ini? Dan bagaimana mungkin air sungai bisa menghasilkan cahaya tanpa ada api?"

Sena hanya menepuk bahu Mpu Sura pelan. "Bersiaplah, Mpu. Dalam tiga bulan ke depan, kita tidak hanya membangun rumah, tapi kita akan melahirkan kota paling canggih yang pernah ada di lautan ini."

Mpu Sura meneliti garis-garis tinta hitam di atas kain putih itu dengan cermat. Tiga pengrajin kepercayaannya mendekat, ikut menunduk memperhatikan sketsa Sena dengan dahi berkerut bingung.

Sena tidak mengumbar istilah-istilah ilmiah modern yang membingungkan. Ia menyederhanakan penjelasannya dengan bahasa yang mudah dipahami Mpu Sura:

Peleburan Kaca: Pasir kuarsa dilebur dalam suhu tinggi untuk ditiup menjadi wadah tabung transparan yang rapat.

Filamen Bambu Arang: Serat bambu pilihan dipotong tipis presisi, lalu dipanggang di dalam wadah tanah liat tertutup rapat tanpa udara sampai berubah menjadi arang hitam murni.

Kawat Tembaga & Ruang Hampa: Kawat tembaga halus disambung ke serat arang bambu itu, lalu udara di dalam tabung kaca dihisap keluar rapat-rapt agar serat arangnya tidak habis terbakar saat dialiri daya.

"Ooh... jadi serat bambu ini kita arangkan dulu di wadah tertutup, lalu dikurung di dalam kaca hampa udara?" ujar salah satu pengrajin mulai mengangguk paham.

Mpu Sura menepuk pahanya. "Mengerti! Kaca ini menahan angin dan udara luar, jadi arang bambunya bisa membara terang tanpa dimakan api!"

"Tepat," Sena tersenyum tipis. "Mpu Sura dan tim fokus pada peniupan kaca dan pengarangan serat bambu."

Untuk proyek kincir air dan penangkap daya, Sena membagi tugas secara khusus. Dua pandai besi ditunjuk untuk menempa poros besi dan bilah kincir utama di tepi sungai, dibantu para prajurit veteran. Sementara itu, Elga bersama anak buahnya bergerak di kegelapan malam mengangkut batu andesit, menambang bijih tembaga, dan mengumpulkan pasir kuarsa dari pesisir.

Proses pembuatan pun dimulai.

Beberapa Minggu Kemudian

Keberhasilan tidak datang dalam semalam. Rasa frustrasi sempat membayangi area kerja. Kaca penutup retak berkali-kali akibat pemicuan panas yang tidak merata, dan serat bambu putus begitu kincir air berputar terlalu kencang. Mpu Sura bahkan sempat mengusap wajahnya yang berjelaga dengan napas berat, mulai meragukan apakah 'cahaya tanpa api' ini benar-benar bisa terwujud.

Namun Sena tidak membiarkan mereka menyerah. Ia mengevaluasi setiap kegagalan, menyetel ulang ketebalan kawat, hingga akhirnya percobaan ke-12 siap diuji.

Sena tidak terburu-buru memasang lampu di seluruh pemukiman. Untuk langkah awal, pengujian hanya dilakukan khusus di dalam rumah kayunya sendiri.

Mengenai jalur kabel tembaga, Sena tidak membiarkannya terbentang acak-adut di atas tanah yang bisa memicu kecurigaan. Kawat tembaga yang sudah dilapisi getah damar dimasukkan ke dalam batang-batang bambu tebal sebagai pelindung.

Di malam hari, bangsa jin bertugas membelah tanah, menanam saluran pipa bambu berisi kawat tembaga itu jauh di bawah tanah dari kincir air sungai menuju bagian bawah panggung rumah Sena, lalu meratakan kembali tanah galian tanpa menyisakan jejak sama sekali.

Malam itu, ruangan rumah kayu Sena terasa begitu hening. Rimbu berdiri di sudut ruangan dengan jemari saling bertautan, menatap penasaran sekaligus waswas. Mpu Sura dan para pengrajin berdiri melingkar mengelilingi meja kayu. Di tengah meja, berdiri sebuah tabung kaca kecil berisikan gulungan arang bambu tipis.

Sena menyambungkan dua kawat tembaga yang keluar dari celah lantai kayu.

Klik.

Seketika, serat arang bambu di dalam wadah kaca itu berpendar! Awalnya merah redup, lalu bertransformasi cepat menjadi pendar cahaya kuning hangat yang terang benderang! Cahaya itu terpancar bersih, tenang, memancar ke setiap sudut ruangan tanpa ada asap mau pun lidah api yang menyambar.

Ruangan kayu yang tadinya gulita mendadak terang benderang bagai siang hari. Rimbu menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya berbinar menatap pancaran cahaya asing yang indah itu. Mpu Sura menahan napas, matanya membelalak tak percaya saat mendekatkan tangannya ke dinding kaca.

"Menyala..." bisik Mpu Sura dengan suara bergetar dan napas tertahan. "Tanpa api, tanpa minyak... cahaya ini benar-benar hidup di dalam kaca!"

Sena menatap pendar cahaya pertama di rumahnya itu dengan sunggingan senyum tipis. Langkah awal teknologi Tumasek resmi hidup tersembunyi rapi di bawah tanah dan di balik dinding rumah kayunya.

1
yeni mahisa
mahisa itu nm kuuu🤭
subspace_illusion
Anu.... hehehe....

Terima kasih banyak atas dukungannya!

Support dari kamu berarti banget buat cerita ini. Enjoy the next chapters!
Dddra
sukak sma ceritanya. alurnya bagus dan mudah dipahami bgt. tpi kesal deh sma tunggul yg se enaknya itu….
blue.rose
Suka banget sama Sena, kelihatannya aja polos dan suka merendah, tapi aslinya diam-diam mematikan. liciknya itu elegan, nggak cuma modal otot tapi pake otak juga. dalang dari segala kejadian deh pokoknya, seru abis.
subspace_illusion: Terima kasih banyak atas dukungannya! Support dari kamu berarti banget buat cerita ini. Enjoy the next chapters!
total 1 replies
Victoria
alur cerita punya pacing yang pas banget. elemen fiksi sejarahnya kuat, tapi dikemas modern dengan konflik emosional dan kejutan plot yang bikin penasaran di tiap bab. karakter utamanya tegas dan punya pendirian.
subspace_illusion: Terima kasih banyak atas dukungannya! Support dari kamu berarti banget buat cerita ini. Enjoy the next chapters!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!