NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:236
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal Tidak Terduga

“Tak kusangka Spell Wind Blade akan sekuat ini, sama saat seperti Fireball waktu itu, aku jadi teringat saran sistem yang menyuruhku untuk tidak terpaku pada game, namun—”

Akira melihat sistem di depannya yang menunjukan Cooldown Spell Wind Blade 3 hari.

“Ya… Cooldown selama ini pun tidak ada di dalam game, lalu—"

Akira melihat Lumina, Amamiya Dan Kato dari Kejauhan.

“Syukurlah mereka tidak kenapa-napa, kalau begitu, karena invasinya sudah seles—”

Ding...

Panel Sistem Hitam tiba tiba muncul membuatnya beralih fokus.

[Peringatan! Peringatan! Peringatan!]

[Terdeteksi Energi Berbahaya!]

[Bos Monster Rank C Telah Berubah menjadi Rank A]

[Mencoba memberi Saran...]

[Saran:Tidak Ada]

“A-apa ini?”

Akira kebingungan dengan peringatan yang diberikan sistemnya, tak lama semenjak peringatan itu muncul, suara keras terdengar dari arah Monster Tikus yang sudah tewas dengan kepala terbelah.

Akira melihat kearah monster itu, dan mendapati sesuatu yang mustahil, ia melihat kepala monster itu mulai menyatu dengan sesuatu berwarna hitam yang keluar dari lehernya.

Perlahan kepala dan tubuhnya tersambung kembali seperti ditarik oleh sesuatu berwarna hitam, monster itu masih terbaring tak terbangun, lalu sesuatu berwarna hitam yang tak diketahui seperti melahap seluruh tubuh Monster itu termasuk perlengkapan yang dipakainya, membuat sekujur tubuh monster itu berubah sepenuhnya menjadi hitam mirip dengan Blade Tail yang pernah dilawan Akira dan Lumina.

Monster itu perlahan berdiri dan setiap detiknya, membuat tanah disekitarnya bergetar kuat, setelah monster itu berdiri sepenuhnya, ia mengambil pedangnya dan menatap tajam ke arah Akira dengan mata merahnya yang menyala terang.

Seketika Akira gemetaran dan berkeringat dingin karena tatapan monster itu.

[Skill Mental Stability:Aktif]

[Mental Stability:Saat individu sedang merasa terancam, Skill ini akan otomatis aktif dan membuat individu lebih tenang]

“Sepertinya skill ini cukup membantu, tapi... entah kenapa dia terlihat mengincar ku,” pikir Akira.

Monster yang sebelumnya hanya menatap Akira tiba-tiba berlari kencang seolah tubuhnya ringan, setiap langkahnya disertai suara hentakan yang keras menghancurkan pohon pohon dan tanah yang dipijaknya.

BUM! BUM! BUM!

“Bagaimana ini… mana ku tinggal sedikit, Spell ku pun masih Cooldown,” pikir Akira yang hanya bisa diam karena tubuhnya lemas.

WUSSHH!

[Skill Heavy Slash:Aktif]

Dengan cepat Lumina muncul dari sisi kanan monster itu dengan melompat tinggi mengincar kepalanya.

TANG!

"???"

Berbeda dari sebelumnya serangannya tidak membuat Monster itu terpental, sebaliknya Tikus itu menatap Lumina lalu memukulnya dengan keras.

BRAKK!

Pukulannya membuat Lumina terpental jauh ke bawah menghancurkan seluruh pohon yang tertabrak olehnya.

Disisi lain, Amamiya dan Kato mencoba mengincar kaki Monster itu, namun hal itu tidak berguna, Monster itu berlari kencang menghiraukan mereka berdua dan terus bergerak ke arah Akira.

Sedangkan Lumina yang terpukul jauh dan tersandar di pohon dengan tubuh penuh Luka mencoba berteriak memanggil Akira, tapi, suaranya tidak keluar.

Tak lama, monster itu berhenti tepat didepan Akira, sambil bernafas berat monster itu menatap Akira dengan tajam.

“Gawat…” pikir Akira.

Kemudian tikus itu mengangkat senjatanya dan menghantamnya ke tebing tempat Akira berdiri.

BRAKK!!!

Tebing itu hancur bersamaan munculnya debu yang menghalangi hingga tidak terlihat apa apa.

“Ti-dak mungkin…” Lumina berbicara dengan suara lemas tak berdaya dengan mata membulat serta pupil matanya mengecil melihat ke arah hancurnya tebing tempat Akira berada.

Ding...

[Karena Efek Set Pakaian Raja Pahlawan, Skill Bifurcation meningkat]

[Skill Bifurcation (20%) :Aktif]

[Syarat Set Pakaian Raja Pahlawan terpenuhi]

[Membuka Efek:Individu dapat Skill Synthesis secara permanen]

[Karena Skill Bifurcation mencapai 20% Tubuh anda akan dikendalikan sementara oleh #####]

NGINGGG!!!

Suara dengung keras terdengar keras hingga ke seluruh penjuru hutan.

AAAAGGHH!!!

Suara itu membuat Monster itu menjatuhkan senjatanga dan menutup telinga dengan kedua tangan sambil berteriak kesakitan.

“H#al.” Di dalam debu yang menghalangi, Akira menggunakan Spell Heal pada Dirinya sendiri dengan suara yang terdengar aneh.

[Peringatan! Mana Individu Habis]

[Pinalti:Individu tidak akan bisa bergerak untuk sementara waktu]

[Efek Kalung Samudera:Aktif]

[Efek:Saat pengguna kehabisan Mana, Mana akan dipulihkan kembali sebesar 50%]

[Skill Synthesis:Aktif]

[Skill Synthesis:Dapat menggabungkan Skill yang dimiliki untuk membuat sesuatu yang baru]

[Skill yang dipilih:Spell Fireball+ Spell Wind Blade]

[Skill baru terbuat: Spell Fire Blade]

Dari dalam debu, Akira dengan wajah yang tertutupi oleh garis-garis hitam membuka telapak tangan kanannya bersamaan dengan munculnya api yang panas dan terlihat tajam di tangannya.

“F#re Bl#d#”

WUUSSSHH!

Akira menebas cepat Monster di depannya dari bawah ke atas dengan tangan kanannya yang menggunakan Spell Fire Blade, dalam sekejap lintasan serangannya membuat debu yang menghalangi menghilang lalu membelah tanah begitu dalam dan awan di langit serta Monster di depannya terbelah menjadi dua.

Perlahan tubuh Monster itu terlihat berasap hitam dan hilang seperti tertiup angin bersamaan dengan tutupnya Retakan Portal dan langit kembali cerah.

Ding...

[Pengumuman kepada seluruh Pahlawan Bumi]

[Bos Monster telah Dikalahkan]

[Selamat, kalian berhasil menyelesaikan tahap pembukaan]

[Invasi dari Benua Nox akan berhenti dan Dungeon akan muncul untuk perkembangan Pahlawan]

[Pemberitahuan lebih lanjut akan diberitahukan nanti]

[Skill Bifurcation:Nonaktif]

Akira kembali sadar, melihat tangannya sedang mengangkat ke atas, ia kebingungan dengan apa yang terjadi padanya.

“Apa yang kulakukan?” Akira melihat ke hadapannya menyadari Tikus yang menyerangnya sudah menghilang bersamaan dengan tutupnya Retakan Portal.

Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki sedang berlari, suara langkah kaki itu adalah Lumina yang terluka sedang berlari pincang sambil memegangi lengannya dan terlihat ada darah di kepalanya.

“Tuan!” Lumina berhenti tepat di depan Akira nafasnya terengah-engah,

“Syukurlah anda tidak apa-apa.”

Akira mendengarkan, namun disisi lain fokusnya terganggu karena melihat Lumina yang terluka parah malah mengkhawatirkannya.

“Jangan banyak bergerak, kau terluka parah.”

“Tidak apa-apa, saya baik-baik saj—”

Brak!

Tiba-tiba tubuh Lumina jatuh, namun berhasil ditahan oleh Akira.

“Jangan berpura-pura,” ucap Akira dengan muka datar walau dibaliknya wajahnya ia sebenarnya khawatir.

“Maaf…” ucap Lumina dengan suara lemas dan sedih.

Tak lama setelah itu Akira membantu Lumina berjalan dan berkumpul dengan yang lain, setelah berkumpul mereka segera kembali ke gedung GCF.

Beberapa Waktu Berlalu...

Akira sedang berjalan di koridor gedung GCF lalu berhenti tepat di depan sebuah pintu.

Cklek...

Saat ia membukanya, terlihat seperti ruangan rumah sakit, di ruangan itu Lumina sedang duduk di atas kasur, sebagian besar tubuhnya dibalut perban, ia terlihat diam menatap ke bawah seperti memikirkan sesuatu.

Sadar pintu ruangan terbuka Lumina melihat ke arah pintu.

“Tua—”

“Maksudku Akira, ada apa datang kesini?”

Wajahnya menunjukkan ekspresi biasanya, namun terlihat dia sedang membunyikan sesuatu.

Akira berjalan dan duduk di kursi dekat kasur tempat Lumina berada.

“Hanya menjenguk saja, lalu, apa ada yang ingin kamu bicarakan?” ucap Akira.

Lumina yang mendengar hal itu raut wajahnya langsung berubah terlihat sedih, perlahan dia menghindari tatapan Akira, menatap kasurnya, tidak seperti biasanya yang selalu tegas.

“Maaf…” ucap Lumina dengan suara lemas.

“Kenapa?” tanya Akira.

“Aku lemah, seandainya pahlawan lain yang dikirim lebih dulu, mungkin hal seperti itu tidak akan terjadi.”

Lumina mengigit bibir bawahnya dan memegang erat selimut di kasurnya karena ia merasa kesal dengan dirinya sendiri.

“Tidak, kalau itu aku, aku akan memilihmu, jadi jangan menyalahkan dirimu.”

Lumina tetap tidak menatap mata Akira dan berkata.

“Entah kenapa... anda sangat berbeda dengan Raja Pahlawan yang saya kenal, padahal kalian satu orang yang sama.”

“Apa maksudnya?” pikir Akira dengan bingung.

PLAK!

"Eh?"

Lumina tiba tiba menampar kedua pipinya dengan keras hingga memerah, membuat Akira terkejut walau tidak menunjukannya.

Lumina kembali menatap Akira dengan tegas dan polos sambil berbicara,

“Kedepannya! saya akan menjadi lebih kuat dari sekarang!"

“Aku tidak tau maksudnya tapi—”

Akira sedikit tersenyum dan berbicara,

“Aku tau kau akan menjadi lebih kuat, Lumina.”

“Yaa… karena kedepannya aku memang tau dia akan menjadi lebih kuat dari siapapun." pikir Akira.

Lumina yang sedang menatap Akira tiba tiba terdiam ketika melihat Akira sedikit tersenyum.

"Kalau begitu aku pergi dulu, aku akan datang lagi besok,"

Akira berdiri dan pergi keluar dari ruangan, meninggalkan Lumina yang masih terdiam dalam heningnya ruangan, tidak lama kemudian ia bergumam,

"Kenapa tiba-tiba jantungku terasa berdetak kencang."

Lumina pun mencoba memastikan kembali detak jantungnya dengan tangan, setelah memastikannya ia bergumam,

"Apa aku terkena luka dalam juga ya?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!