"Mulai besok kamu akan di pindahkan ke apartemen CEO, kamu bisa melakukan tugas mu disana. Gajimu akan dinaikan dua kali lipat. Dan ingat, jangan sampai membuat kesalahan. Ada yang ingin di tanyakan?" ucap Diki pada Kirana
"Maaf, Pak. Jika saya menolak apa konsekuensi nya?" tanya Kirana
"Tidak ada penolakan, karena kamu sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Yang diperbolehkan, kamu hanya menyetujui dan menjalankan tugas mu dengan benar. Dan ingat, jangan ceritakan ke staff yang lain" ucap Diki
"Peraturan macam apa ini" ucap Kirana seraya membaca lembar demi lembar peraturan yang tertulis pada kertas di hadapan nya
Dari kantor CEO Steven menatap layar monitor cctv dari ruangan nya, menatap ekspresi Kirana seraya berkata
"Ide cemerlang ku bagus juga, aku jadi lebih leluasa menatap mu setiap hari. Kirana"
Senyum nakal menyeringai dari bibir seksi nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kampung Halaman
" Sayang aku nggak berani balas pesan Ibu sampai sekarang, aku takut beliau marah "
ucap Kirana yang terbaring menyandarkan kepala nya ke dada Steven
" Besok kita ke rumah Ibu " jawab Steven
" Ah benarkah, memang kamu berani menemui Ibu ku " tanya Kirana
" Setampan ini menantu nya apa Ibu mu akan menolak nya ? " ucap Steven seraya mengangkat dagu Kirana dan mulai mencium nya..
" aaa... ya.. ya... " jawab Kirana. Karena Kirana apa yang ingin dilakukan suami nya dia mencoba berlari tapi Steven dengan cepat meraih pinggang nya dan melingkarkan tangan nya memeluk pinggang nya
" Mau lari kemana sayang, aku sudah ingin meminta nya lagi " ucap Steven seraya melakukan aksi nya lagi
Dan... terjadi lah malam yang seharusnya terjadi sebagai sepasang suami istri..
Pagi hari minggu
" Pesawat sudah siap Pak " ucap Diki
" Hem... " jawab Steven melalui sambungan telepon yang mulai bersiap melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi. Melihat Kirana yang masih terlelap, Steven mulai memberikan kecupan membangunkan istri nya
" Hoammm... sudah bangun sayang " ucap Kirana yang perlahan membuka mata nya
" Ayo mandi sayang, kita harus segera " ucap Steven
" Baiklah.. " ucap Kirana
Setelah semua nya siap, mereka berjalan ke lobby apartemen. Terlihat Diki yang sudah berdiri menunggu nya di samping mobil
Mereka menuju arah bandara, dan segera menuju pesawat pribadi milik keluarga Steven.
" Sayang, kenapa nggak naik pesawat ekonomi saja kan lebih murah " ucap Kirana
" Hahaha... kamu ini istri seorang CEO sayang " jawab Steven sombong
" Ahaha.. dasar sombong " seraya tersenyum Kirana berjalan memasuki pesawat bersama Steven
" Hati hati Tuan Muda " ucap Diki seraya melangkah meninggalkan landasan bandara
Saat di pesawat
" Hoek... Hoek... " Kirana merasakan ingin muntah, tapi tidak memuntahkan makanan yang dia makan selama di pesawat
" Sayang, kamu sakit " tanya Steven
" Nggak tahu, rasanya mual dan mulutku nggak enak " ucap Kirana
" Baiklah, sesampai nya di rumah . Kita ke dokter ya" jawab Steven
45 menit penerbangan dan mereka sampai di kota di mana Kirana dilahirkan
" Kamu kenapa sayang " tanya Kirana seraya menatap Steven yang terlihat gugup
" Kamu takut Ibu nggak merestui atau kamu takut Ibu ku mengusir mu. hahahha " ucap Kirana mengejek
" Hem... " jawab Steven yang terlihat masih gugup
" Ibu ku orang yang baik dan penyayang, kamu tenang saja sayang " ucap Kirana seraya menangkan Steven
Tok.. Tok...
" Kenapa sepi sekali rumah " tanya Kirana dalam hati
" Eh nak Kirana sudah pulang, Ibu mu di sawah nak " salah seorang tetangga melintas dan memberitahu Kirana
" Wah ini pacar mu ya Kirana, tampan sekali seperti artis korea " Imbuhnya
" Tuh kan benar, suami mu ini tampan Kirana. Kamu beruntung mendapatkanku " gumam Steven dalam hati dan reaksi wajahnya menjadi sombong
" Mulai wajah sombong nya, dasar " ucap Kirana dalam hati seraya melihat ke arah Steven. Steven yang membalas tatapan Kirana tampak puas dan menaik turun kan alis nya seraya tersenyum bangga
" Oh baik bu, terimakasih sudah memberi tahu " ucap Kirana
" Sayang kamu tunggu dulu di sini ya, aku mau menyusul Ibu ke sawah " ucap Kirana
" Ah nggak mau, nanti kalau ada yang menculik suami mu yang tampan ini bagaimana " ucap Steven lagi dengan bangga
" Ahahaha... aku serahkan dengan sukarela tanpa perlu orang lain menculikmu " ucap Kirana seraya melangkah meninggalkan Steven
" Huh.. aku ikut " Steven melangkah mengikuti Kirana
sampe traveling kmna mana hahaaa