NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.5k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh Lima

Pagi terus bergulir. Cahaya matahari yang masuk dari jendela apartemen membuat suasana ruang tamu terasa hangat.

Di atas meja, berbagai kotak makanan yang dibawa Zoya sudah terbuka. Aroma sup ayam dan ayam kecap memenuhi ruangan.

El sedang mengambil dua piring dari dapur, sementara Zoya sibuk menuangkan sup ke dalam mangkuk.

Di balik senyum mereka, tak ada yang menyadari bahwa sejak Zoya melangkahkan kaki masuk ke apartemen itu, seseorang telah mengawasi setiap gerakan mereka.

Di ruang kerja sebuah rumah mewah, Arsaka berdiri di depan jendela besar. Kedua tangannya dimasukkan ke saku celana.

Tatapannya mengarah ke taman belakang, tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Tak lama kemudian terdengar ketukan pelan.

"Masuk."

Pintu terbuka. Han melangkah masuk sambil membawa sebuah tablet di tangannya. Pria berusia lebih dari lima puluh tahun itu berdiri dengan sikap hormat.

"Pak."

Arsaka tidak langsung menoleh. "Bagaimana?"

Han menarik napas pelan. "Zoya tetap datang ke apartemen Tuan El."

Arsaka akhirnya menoleh. Ingin tahu laporan selanjutnya dari bawahannya itu, orang yang ia percaya lebih dari tiga puluh tahun lamanya.

"Bahkan dia membawa banyak makanan dari rumah." Han memberikan laporan sesuai dengan apa yang dilihat orang suruhannya.

"Sepertinya dia sama sekali tidak berniat bekerja sama dengan kita," ucap Han selanjutnya.

Ruangan mendadak hening. Beberapa detik berlalu. Lalu, sudut bibir Arsaka perlahan terangkat membentuk senyum tipis.

Namun senyum itu sama sekali tidak menunjukkan kehangatan. Justru sebaliknya. Licik.

"Itu artinya ...," gumam Arsaka pelan. "Dia memilih tetap memainkan perannya."

Han menunggu perintah berikutnya. Arsaka berjalan mendekati meja kerjanya. Ia mengambil gelas kopi yang sejak tadi belum disentuh.

"Han."

"Ya, Pak."

"Menurutmu perempuan itu benar-benar tulus?"

Han terdiam sesaat sebelum menjawab hati-hati. "Maaf, Pak. Saya belum bisa memastikan."

Arsaka tersenyum tipis. "Begitu juga denganku." Ia menyesap kopinya pelan. "Tapi satu hal yang pasti ...." Tatapannya berubah tajam. "Dia sedang merencanakan sesuatu."

Han mengangguk tanda setuju. Arsaka meletakkan kembali gelasnya.

"Kalau begitu, kita ikuti saja permainannya," ujar Arsaka.

Han memperhatikan wajah atasannya. "Pak?"

"Kalau dia ingin membuat El semakin bergantung padanya, biarkan." Arsaka tersenyum tipis. "Semakin tinggi seseorang merasa nyaman, semakin sakit ketika kenyamanan itu mulai runtuh."

Han mulai memahami arah pembicaraan itu. "Apa yang harus saya lakukan?"

Arsaka menjawab tanpa ragu. "Saat mereka sedang bersama, kirimkan tagihan kartu kredit El."

Han sedikit mengernyit. "Tagihan yang kemarin, Pak?"

"Iya," jawab Arsaka. "Mintalah orang kita mendatangi apartemen."

Han mengangguk sambil mengingat setiap instruksi.

Arsaka melanjutkan, "Bukankah sebagian besar tagihan itu digunakan El untuk membeli barang-barang yang diminta Zoya?"

"Iya, Pak."

"Bagus."

Arsaka menatap Han dalam. "Tapi ingat satu hal."

Han langsung berdiri lebih tegak.

"Jangan lukai El."

"Baik, Pak."

"Cukup beri tekanan, yang membuat Zoya melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa aku benar-benar menarik semua fasilitas El."

Han mengangguk mantap. "Saya mengerti."

"Pergilah."

"Baik, Pak."

Han segera keluar dari ruangan.

Begitu pintu tertutup, Arsaka kembali menghadap jendela. "Kita lihat saja, siapa yang lebih sabar memainkan permainan ini." 

Han berjalan menuju mobilnya. Begitu duduk di kursi belakang, ia langsung mengeluarkan ponsel.

Nomor seseorang segera dihubungi. Tak butuh waktu lama hingga panggilan tersambung.

"Ya, Pak Han." Suara pria di seberang terdengar pelan.

Han langsung bertanya. "Bagaimana situasinya?"

"Mereka masih bersama."

"Yakin?"

"Iya."

"Perempuan itu baru datang sekitar satu jam yang lalu."

Han mengangguk. "Laksanakan perintah Pak Arsaka."

"Baik."

"Siapkan tagihan kartu kredit Tuan El. Lengkap dengan nominalnya."

"Datangi apartemen. Berpura-puralah sebagai debt collector," ucap Han tegas. "Jangan berlebihan. Hanya beri tekanan. Jangan sampai menyentuh Tuan El."

"Saya paham."

Panggilan pun berakhir. Han menyandarkan tubuhnya ke kursi. Semoga saja semua ini bisa membuka mata Tuan El, batinnya.

Sementara itu di apartemen suasana jauh berbeda. Zoya dan El sedang menikmati sarapan bersama.

"Kamu serius semua ini buat aku?" tanya El sambil melihat meja yang penuh makanan.

Zoya terkekeh kecil. "Sebagian juga buat aku."

El menggeleng sambil tertawa. "Mama kamu pasti mengira aku makan buat sepuluh orang."

"Katanya laki-laki harus makan banyak. Kalau nggak nanti sakit."

El tersenyum. "Mama kamu baik banget."

Zoya ikut tersenyum. "Iya."

Mereka kembali menikmati makanan. Sesekali saling bercanda dan tertawa.

Untuk beberapa saat, El benar-benar melupakan semua masalahnya. Tak ada perusahaan. Tak ada Arsaka dan ancamannya. Yang ada hanya pagi yang tenang bersama perempuan yang ia cintai.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Bel apartemen berbunyi.

Zoya menoleh. "Siapa ya?"

El mengangkat bahu. "Nggak tahu."

"Aku lihat dulu."

"Iya."

Zoya bangkit dari kursinya. Ia berjalan menuju pintu. Begitu pintu dibuka, di depan sana berdiri dua pria berpakaian rapi. Salah satunya membawa sebuah map berwarna cokelat.

"Pagi."

Zoya tersenyum sopan. "Pagi. Ada yang bisa saya bantu?"

Pria itu membalas dengan senyum tipis. "Apakah benar ini apartemen Saudara El?"

"Iya."

"Kami ingin bertemu beliau."

Zoya sedikit bingung. "Boleh tahu dari mana?"

Pria itu mengeluarkan sebuah berkas. "Kami ada urusan mengenai administrasi."

Zoya tidak menaruh curiga. "Sebentar."

Ia menoleh ke arah ruang makan. "El ... ada yang mencari kamu."

El segera menghampiri. "Siapa?"

"Nggak tahu."

El berdiri di depan pintu. "Iya?"

Salah satu pria itu langsung membuka map yang dibawanya. "Selamat pagi. Kami datang terkait tagihan kartu kredit atas nama Saudara El."

Senyum di wajah El perlahan menghilang. Ia tak menyangka akan mendapatkan tagihan.

"Maaf?" Pria itu mengeluarkan beberapa lembar dokumen. "Tagihan kartu kredit Anda telah melewati batas waktu pembayaran. Kami datang untuk melakukan penagihan."

Wajah El langsung berubah. "Bagaimana bisa ...."

Pria itu menyodorkan berkas tersebut. "Silakan diperiksa."

El menerimanya dengan tangan sedikit gemetar. Begitu melihat angka yang tertera di sana. Matanya membelalak.

Di sampingnya, Zoya ikut membaca isi tagihan itu. Napasnya seketika tertahan. Jumlahnya begitu besar.

Dan dalam sekejap, suasana hangat yang sejak tadi memenuhi apartemen berubah menjadi hening mencekam.

1
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
Eka ELissa
dasar matre ntar klau GK sama pasti Mreka marah....🤣🤣🤣kmu slh lagi cari bini frhan ....udh di ksih beneran GK mau....🤣🤣🤣
Eka ELissa
trus ksih yoza gituu....🤣🤣🤣kn dia juga bukn anak Farhan......kmu cumn numpang idup ma Farhan jadi trima aj lah .... takdir mu Diana 🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
Hana GK prlu kmu ksih Farhan dia udh pnya harta bhkn lbih bnyak dri kmu...tau...GK usah Ngadi 2 frhan buat sumbangin ke panti asuhan aj rumh itu di jual Hana juga GK bkln mau rumh pnuh kenangan pahit buat apaan....
Yuliana Tunru
dasar serakah ternyata mmg cm wanita2 matre yg kau miliki farhan tak ada jetulusan ..zoya.loe jg bkn siapa2 farhan jgn serakah dan dendam kau nikamti harta farhan pshl cm ank sambung hana dan chelsea jg ibu x dpt penderitaan pahit dan hinaan yg tak dpt farhan bayar seumur hidup x jgn sampe mrk verkoplot ya farhan amankan ke notaris
Eka ELissa
astagaaa serakah bgt kmu Dina...frhan mau nikah dgn mu aj kmu harus nya bersyukur...
tapi mskipun di ksih harta ma Farhan harta chelsea lbih bnyak yg di ksih Dady anaknya ktimbang pnya bp tiri TPI GK mau nrima knyataan klau dia itu mandul 🫣🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!