NovelToon NovelToon
HUSH, LITTLE BIRD

HUSH, LITTLE BIRD

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Sepuluh tahun tanpanya adalah sunyi yang menyiksa. Tapi kepulangannya adalah badai yang tak terduga."

Dulu, Alea hanyalah gadis kecil yang menangis tersedu-sedu saat Uncle Bima—sahabat termuda ayahnya—memilih pergi ke luar negeri. Janji untuk memberi kabar ternyata menjadi kebohongan besar selama satu dekade penuh.

Kini, di usia 18 tahun, Alea bukan lagi "burung kecil" yang lemah. Namun, tepat saat ia akan memulai lembaran baru di bangku kuliah, pria yang pernah menghancurkan hatinya itu kembali muncul. Bima kembali bukan sebagai paman yang lembut, melainkan sosok pria dewasa yang posesif, penuh teka-teki, dan gemar melontarkan godaan yang membuat jantung Alea berpacu tidak keruan.

Terpaut usia 15 tahun, Bima tahu ia seharusnya menjaga jarak. Namun, melihat Alea yang kini begitu memesona, "paman" nakal ini tidak ingin lagi sekadar menjadi sahabat ayahnya.

"Sst, little bird... kau sudah cukup bersinar. Sekarang, waktunya pulang ke sangkarmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. Sangkar yang Nyaman

Alea tidak pernah menyangka bahwa menyerah bisa terasa senikmat ini. Sejak kejadian di dalam lift yang menyesakkan itu, dinding pertahanan yang ia bangun dengan susah payah selama berminggu-minggu seolah runtuh, berubah menjadi debu yang tertiup angin.

Rasa takut yang dulu mencekik, kini berganti menjadi kerinduan yang haus akan kehadiran. Ia tidak lagi melihat Bima sebagai ancaman, melainkan sebagai satu-satunya poros tempat dunianya berputar.

Sore itu, langit di atas kediaman Baskara berwarna jingga keunguan, memantulkan cahaya lembut pada hamparan taman belakang yang tertata rapi. Alea duduk di sebuah bangku kayu panjang di bawah pohon ek besar, tempat favoritnya untuk menggambar sketsa bangunan.

Namun, matanya tidak fokus pada kertas di pangkuannya. Ia terus mencuri pandang ke arah pria yang duduk di sampingnya.

Bima sedang sibuk dengan dunianya sendiri, setidaknya begitulah kelihatannya. Pria itu memakai kacamata baca, kemeja putihnya yang lengannya digulung hingga siku memperlihatkan tato yang merayap di kulit lengannya yang kokoh.

Ia tampak serius mempelajari beberapa berkas bisnis di atas tabletnya. Sosok yang dewasa, berwibawa, dan sangat tenang.

Entah dari mana datangnya keberanian itu, Alea menutup buku sketsanya. Ia menggeser duduknya, perlahan namun pasti, hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka. Bima tidak bergerak, namun Alea tahu pria itu menyadari pergerakannya. Dengan gerakan yang ragu namun penuh damba, Alea menyandarkan kepalanya di bahu lebar Bima.

Bahu itu terasa begitu keras namun sangat stabil. Alea bisa mencium aroma cedarwood dan sisa wangi kopi yang menguar dari tubuh Bima, aroma yang kini menjadi candu baginya.

"Uncle..." gumam Alea sangat lirih.

"Hmm?" Bima menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet, namun tangannya yang bebas secara alami bergerak, melingkar di bahu Alea dan menarik gadis itu agar bersandar lebih nyaman.

Hanya sentuhan sederhana, namun efeknya seperti ledakan kembang api di dalam dada Alea. Ia merasa sangat kecil di bawah perlindungan Bima, dan anehnya, ia menyukai perasaan itu. Ia merasa tidak perlu lagi menjadi kuat. Ia tidak perlu lagi menjaga dirinya sendiri, karena ada Bima yang akan melakukannya.

Tak lama kemudian, rasa kantuk mulai menyerang akibat angin sore yang sepoi-sepoi. Alea mengubah posisinya. Ia perlahan merebahkan tubuhnya di atas bangku panjang, menjadikan paha Bima sebagai bantal bagi kepalanya. Ia mendongak, menatap dagu tegas Bima dari bawah.

Bima akhirnya meletakkan tabletnya. Ia menunduk, menatap Alea dengan tatapan yang begitu dalam dan lembut, jenis tatapan yang membuat Alea merasa menjadi satu-satunya wanita di dunia ini. Jari-jari Bima yang panjang mulai bergerak, menyisir rambut pirang Alea dengan gerakan pelan yang menghanyutkan.

"Apa yang sedang aku lakukan?" batin Alea dalam monolog yang menyesakkan. "Dia sahabat Daddy. Dia pria yang pernah membuatku takut setengah mati. Dia adalah Uncle Bima-ku. Tapi kenapa detak jantungku tidak pernah berbohong? Kenapa aku merasa jauh lebih hidup saat kulitnya bersentuhan dengan kulitku? Kenapa aku merasa paha ini adalah tempat tidur ternyaman yang pernah ada?"

Alea memejamkan mata, menikmati setiap usapan tangan Bima di rambutnya. Ia merasa sedang berada dalam sebuah labirin yang indah. Ia tahu ada jalan keluar yang benar, kembali pada Revan, kembali pada akal sehat, kembali pada hubungan paman dan keponakan yang normal, namun ia justru memilih untuk tersesat lebih dalam.

"Aku mencintainya... ya Tuhan, aku mencintainya," bisik suara hati Alea dengan gemetar. "Ini salah. Ini terlarang. Bagaimana jika Daddy tahu? Bagaimana jika dunia tahu? Tapi... jika ini salah, kenapa rasanya begitu benar? Kenapa aku merasa sangat aman di dalam kurungannya?"

Bima seolah bisa membaca pikiran Alea. Ia membungkuk, wajahnya mendekat hingga Alea bisa merasakan napas hangatnya yang menerpa keningnya.

"Kenapa melamun, little bird?" bisik Bima. Suaranya rendah dan penuh rahasia.

Alea membuka matanya, menatap manik hitam Bima yang berkilat. "Aku hanya sedang berpikir... betapa beruntungnya aku memilikimu kembali."

Bima menyeringai tipis, sebuah senyum kemenangan yang tersamar oleh kasih sayang. Ia mengecup kening Alea dengan sangat lembut, sebuah ciuman yang terasa seperti segel kepemilikan.

"Minggu depan kau ulang tahun yang ke-19, Alea," kata Bima sembari terus mengusap pipi Alea dengan jempolnya.

"Kau bukan lagi gadis kecil. Kau sudah dewasa. Dan aku sudah berjanji, aku akan membuatkan pesta terbaik untukmu. Pesta yang paling megah, paling mewah, yang pernah kau bayangkan. Apapun yang kau inginkan, katakan padaku, dan aku akan mewujudkannya."

Alea tersenyum, matanya berbinar haru. "Aku hanya ingin kau ada di sana, Uncle. Itu saja sudah cukup bagiku."

"Tentu," sahut Bima dengan nada yang sangat meyakinkan. "Aku tidak akan melewatkan momen di mana my little bird resmi melebarkan sayapnya sepenuhnya."

Alea memeluk pinggang Bima erat, menyembunyikan wajahnya di perut pria itu. Di dalam sangkar nyaman ini, Alea merasa ia tidak butuh lagi dunia luar. Ia tidak butuh Revan yang selalu curiga, ia tidak butuh teman-teman kampus yang tidak mengerti jiwanya. Ia hanya butuh Bima.

Namun, di balik pelukan hangat itu, Alea tidak melihat wajah Bima. Ia tidak melihat bagaimana senyum pria itu perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi dingin penuh perhitungan. Bima sedang membelai rambut Alea seperti seorang kolektor yang sedang mengagumi barang antik paling berharga dalam simpanannya.

Bima tahu Alea sudah benar-benar masuk ke dalam perangkapnya. Kepercayaan gadis itu sudah 100%. Dan sekarang, ia butuh satu guncangan besar lagi, sebuah ujian akhir, untuk memastikan bahwa Alea tidak akan pernah berani meninggalkannya lagi, bahkan jika ia memberikan kesempatan untuk lari.

"Tidurlah, Alea," bisik Bima. "Mimpikan pesta ulang tahunmu. Karena setelah itu, duniamu akan berubah selamanya."

Alea tertidur dalam buaian tangan Bima, tidak menyadari bahwa pesta ulang tahun yang ia nantikan bukan hanya sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan sebuah siasat jitu yang akan memaksa dirinya untuk bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh jiwa raganya pada sang "Paman" yang kini telah menjadi penguasa absolut di hatinya.

Malam itu, di bawah pohon ek tua, kontrak tanpa kata telah ditandatangani oleh Alea dengan perasaannya sendiri. Dan Bima, sang serigala yang kini berpura-pura menjadi pelabuhan tenang, hanya tinggal menunggu waktu untuk menutup pintu sangkar itu secara permanen.

1
Niaja
anjr serius baskara bilang cinta ke cowo? /Sweat/
Senja_Puan: Kalau ga baca lanjutannya, aku yang buat juga geli kak🤣but, yang dicintai Baskara kan kepintarannya 🤭
total 1 replies
Niaja
sukaa sama ceritanya
Senja_Puan: jangan lupa di like kakak😍
total 1 replies
Anom
Tumpengan Bima
Anom
akhirnya pecah telor 🤭
Anom
kaya ABG anjir🤣
Anom
Good Alea
Yasa
Kak, aku jujur aja ya. kayanya kamu lebih cocok garap novel yang hot/dark gini deh😄 lebih ngena dari pada yang komedi🤣
Yasa
Bima, U bener2 ya. Ini masih hari pertama kah???
Yasa
Gila kak, baru episode pertama udah sat set.
Senja_Puan: thanks kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!