Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.
Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.
Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.
"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.
Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )
Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.
"Sial!"
Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Melaporkan
Manager Ling terpaksa harus menghentikan kegiatannya di kamar mandi, karena seseorang memanggilnya dan mengatakan terjadi ke ributan di lantai satu.
Manager Ling berjalan masuk Restoran dengan mulut yang terus menggerutu. Dia sangat marah, karena hampir setiap hari ada saja masalah yang terjadi dengan para pelanggan.
Dan kali ini, Manager Ling tidak ingin mendengar alasan mereka lagi. Dia akan mengusirnya keluar, jika perlu diblokir saja.
Tapi dia dibuat takut, karena orang yang membuat keributan malah menyinggung Nan Wei. Rekan kerja Tuan Bai yang tidak bisa diusik sama sekali, Tuan bai bahkan sangat menghormatinya.
"Apa yang terjadi? Eh Nyonya Xia Anda datang! Maafkan saya karena tidak menyiapkan ruangan untuk Anda!"
Manager Ling sangat menyesal setelah melihat mekanan di meja sudah habis, itu tandanya Nan Wei sudah datang sejak tadi. Tapi kenapa tidak ada yang datang mencarinya? Dia benar-benar sangat marah.
"Manager Ling! Wanita itu menampar kami!" sahut Nyonya Lan tanpa menyadari sikap sang Manager.
Manager Ling mendengus, jika Nan Wei menampar mereka pasti ada sebabnya. "Oh, apa yang telah kau perbuat? Sampai Nyonya Xia menamparmu?"
Nyonya Lan tertegun, dia akhirnya sadar dengan sikap Manager Ling yang lebih berpihak ke Nan Wei.
"Saya hanya mengingatkannya untuk tidak makan di sini, karena dia pasti tidak bisa membayarnya. Tapi dia malah marah sampai main tangan!" jelasnya.
Mata Manager Ling bergetar, tidak sanggup bayar apanya? Pendepatan Nan Wei sehari setara dengan gajinya dalam setahun.
Dia menatap Nyonya Lan dan berkata. "Lebih baik kau diam! Daripada sibuk ikut campur urusan orang lain. Wajar saja Nyonya Xia menampar kalian berdua, karena kalian tidak punya etika!"
"Saya hanya ingin membantu, agar Restoran Bai Ming tidak rugi karena kedatangan pengemis seperti mereka.!" Nyonya Lan masih berusaha menyudutkan Nan Wei.
"Benar! lebih baik kita lapor ke pengadilan. Jangan biarkan mereka pergi begitu saja, dia harus bertanggung jawab. Meski dia pernah jadi istri Pamanku, tapi sekarang kami sudah putus hubungan!" Sela Anak Nyonya Lan.
"DIAM.. Kalian ini, bukannya minta maaf malah jadi tidak tahu malu.!" bentak Manager Ling.
Nan Wei hanya diam, tapi bukan berarti dia tidak mau meladeni mereka. Karena sudah bertemu, jadi sekalian saja balas dendam untuk pemilik tubuh.
"Ya. Mari kita lapor ke pengadilan. Seseorang, segera pergi ke kantor Biro keamanan,!" pinta Nan Wei dengan santai.
Semua orang terkejut, bukannya takut karena mau dilaporkan, Nan Wei malah setuju. Dia bahkan tidak takut sama sekali.
Nyonya Lan dan Anaknya begitu heran, dia sebenarnya hanya menggertak untuk menakuti Nan Wei, agar dia memohon dan meminta maaf kepadanya.
"Cihh.. Pasti kau hanya berpura-pura tenangkan? Jangan sampai petugas datang kau malah nangis!" katanya dengan nada mengejek.
Nan Wei mengabaikannya, dia sudah duduk kembali dan memintanya mereka berempat untuk tidak takut.
"Aku tidak takut! Aku hanya marah saat dia menjelek-jelekkan Ibu!" kata Zhao Xu dengan sedih bercampur marah.
"Ibu, tunggu aku dewasa! Aku pasti membalas mereka!" kata Zhao Xi dengan dingin. Dia masih ingat siapa Nyonya Lan, meski sudah lama tidak bertemu.
Nan Wei tersenyum, dia merasa tersentuh melihat perhatian anak-anaknya. "Ibi tidak apa-apa. Itu malah bagus, karena Ibu bisa melaporkannya.!"
"Bibi! Apa kamu ingin melapor karena mereka sudah mencemarkan nama baik?" tanya Xia Bao seraya menebak.
Nan Wei menatapnya sambil tersenyum puas, selama ini, bukan dia tidak peka dengan Xia Bao yang diam-diam mengawasinya.
"Kamu cukup teliti!" puji Nan Wei.
Nyonya Lan sangat marah melihat Nan Wei yang mengabaikannya. Dia duduk kembali di tempatnya sambil menunggu petugas.
Sedangkan Manager Ling meminta pelayan untuk membuat Teh hangat dan beberapa kudapan untuk disajikan di meja Nan Wei.
Nan Wei tidak menolak, dia berterima kasih dan juga meminta Manager Ling untuk tidak khawatir.
***
Selang beberapa menit, dua orang petugas benar-benar datang. Mereka masuk ke Restoran dan langsung menanyakan apa yang terjadi.
Nyonya Lan dan Anaknya langsung mengadu jika mereka dianiaya oleh Nan Wei. Padahal mereka hanya berniat baik untuk mengingatkannya.
Kedua petugas itu sedikit heran, "Kau tau dari mana, kalau Nyonya itu tidak bisa bayar pesanannya?"
"Tentu aku tahu. Dia itu mantan adik iparku. Dia hanya mendapat beberapa perak saja, dan saat ini dia tinggal di kampung halamannya, dia sangat boros sampai uang itu habis hanya untuk dirinya sendiri!"
"Itu uang sudah jadi milikku. Mau aku boros atau tidak, apa urusannya denganmu?" tanya Nan Wei dengan jijik.
"Aku hanya mengingatkanmu, karena mencari uang itu sangat susah!" ucapnya dengan bangga seolah-olah dia sudah melakukan hal yang benar.
Nan Wei mengangguk lalu menatap kedua petugas. "Jika aku bisa membayarnya, apa mereka berdua bisa dikatakan memfitnah?"
"Ya.!"
"Apa hukumannya?"
"Mungkin dipenjara beberapa bulan!"
Nan Wei mengangguk, dia tersenyum menantang melihat Nyonya Lan yang sudah mulai gelisah dan takut.
"Tapi sebelum itu di juga sudah merusak nama baikku! Katanya aku seorang janda yang keluar untuk merayu pria kaya! Mereka semua saksinya, silahkan Tim penyidik menyelidikinya! Apakah aku wanita seperti yang dia katakan!"
Kedua petugas saling tatap, ini sudah bukan masalah kecil. Mereka tidak bisa lagi memutuskan.
"Kami akan menyampaikan laporan ini kepada hakim. Jadi Nyonya Xia, silahkan buktikan jika tuduhan itu tidak benar! Maka kami akan proses laporan Anda!"
Nan Wei memanggil pelayan dan menanyakan total semua pesanannya, termasuk teh dan kudapan yang dipesankan Manager Ling.
"Total 2 tael perak tambah 400 koin tembaga!" suara pelayan terdengar sangat jelas sehingga orang lain bisa mendengarnya.
Nan Wei merogoh kantong uangnya dan meletakkan satu keping batangan perak yang bernilai 5 tael.
"Sisanya ambil untukmu!" pinta Nan Wei sambil meletakkannya di atas meja dengan suara sedikit keras.
"Terima kasih!" pelayan mengambil peraknya dengan semangat. Dia rasanya ingin berterima kasih pada Nyonya Lan, karena sudah membuat keributan.
Nyonya Lan dan Anaknya sangat terkejut melihat Nan Wei yang begitu mudah mengeluarkan uang.
"Mana mungkin? Kau.. Kau dapat uang dari mana?" tanya Nyonya Lan dengan raut wajah tidak terima.
"Lihat kan? Dia kembali ingin mencampuri urusan orang lain.!" sahut Nan Wei sambil menggeleng pelan seperti melihat orang bodoh.
"Hmm dasar tidak tahu malu!" hardik salah satu pelanggan.
"Benar! Orang yang sering ikut campur, biasanya orang yang suka iri dengan kehidupan orang lain karena hidup lebih baik darinya!"
"Tidak,, tidak.. Bukan seperti itu!" kata Nyonya Lan dengan panik. "Dia dan keluarganya hanya seorang petani, mana mungkin bisa punya uang. Pasti selama ini, kau menyembunyikan uang Zhao Gan!" lanjutnya dengan tak tahu malu.
"Tuan petugas! Lihatkan, bukan cuman suka ikut campur. Tapi dia juga sangat suka memfitnah tanpa bukti.!"
"Nyonya Xia Anda tenang saja! Pengadilan pasti akan menyelesaikan masalah ini dengan baik!" katanya dengan tegas sambil beranjak.
Mereka menatap Nyonya Lan dengan datar. Orang seperti ini sebenarnya sangat banyak, tapi tidak ada yang berani melapor. "Kau ikut ke kantor Biro keamanan!"
"TIDAAAAK.. Saya tidak ingin pergi. Aku tidak bersalah. Ini cuman salah paham!"
"Nan Wei tolong kami..Aku aku minta maaf!"
"Bawa Mereka pergi!"
.
.
.
.
.