" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13_ berhenti bekerja
Shakira benar benar kelaparan, bahkan tidak ada satupun pelayan yang datang ke kamarnya untuk melihat kondisi nya. Karena tidak kuat lagi menahan lapar akhirnya shakira keluar dengan susah payah.
" nyonya" panggil seorang pelayan panik melihat kondisi shakira yang lemah dan pucat.
Pelayan itu membantu shakira berjalan ke sofa. Dia dengan hati hati mendudukkan shakira di atas sofa.
" nyonya kenapa? Apa perlu kami menghubungi tuan Elio?" tanya pelayan tersebut.
" tidak perlu, aku hanya ingin makan " jawab shakira lemah.
Pelayan itu nampak binggung dan ragu. dia menatap pelayan yang lain yang ada di sana. Mereka seolah sedang berkomunikasi melalui tatapan nya.
" maaf nyonya, tuan melarang kami untuk memasak hari ini"
Apa? Kenapa Elio melalukan itu? Apa Elio ingin membunuh nya dengan rasa lapar? tangan shakira terkepal. Seperti nya Elio benar benar ingin membunuh nya.
" tolong bantu aku keluar" pinta shakira.
Pelayan itu menurut dan memapah tubuh lemah shakira membantu nya berjalan keluar rumah
" mana supir?" tanya shakira tidak menemukan keberadaan supir
" semua supir di liburkan hari ini nyonya, tadi pagi tuan di jemput oleh tuan Steven"
Shakira menghela nafas panjang dia mengambil ponselnya lalu memesan taxi. Dia tidak mau mati kelaparan Disini. Dia harus keluar untuk mencari makan dan juga menemui shakila.
kini shakira sedang berada di jalan menuju cafe tempat shakila berkerja. Begitu tiba di sana shakira masuk dengan langkah gontai dan duduk di kursi dekat dengan pintu.
" itu shakira kan? Kembaran nya shakila" tanya seorang pelayan cafe pada teman nya yang merasa tidak asing dengan shakira.
Yaa, mereka berfikir shakira dan shakila itu kembali. meskipun wajah mereka tidak mirip tapi keduanya terlihat kembar.
" iyaa, biar aku panggilkan shakila"
Wanita itu segera pergi ke dapur untuk menemui Shakila " shakila " panggil wanita itu.
Shakila segera menoleh " ada apa? Kenapa wajah mu terlihat serius gitu" tanya shakila binggung.
" di depan ada shakira, dia... Terlihat tidak baik baik saja " ujar nya.
wajah shakila berubah seketika, dia meninggalkan pekerjaan nya dan segera berjalan cepat menuju area cafe.
Begitu melihat keberadaan shakira, dia segera berlari menghampiri sahabat nya. Dia terkejut melihat kondisi shakira yang sangat memprihatikan. Wajahnya pucat dan tubuhnya terlihat lemas.
" shakira" ujar shakila dengan nada khawatir.
" shakila " balas Shakira menatap sahabatnya. dia tidak bisa berkata kata, air matanya langsung menetes. Shakila yang paham segera memeluk shakira.
" apa yang terjadi Ra? apa dia nyiksa kamu?" tanya shakila menebak.
Shakira mengangguk lirih. Saat mau bercerai seorang pelayan datang membawakan pesanan shakira.
" kamu makan dulu" ujar shakila memilih duduk di samping sahabat nya.
Shakira memakan nasi gorengnya dengan lahap. Air nya matanya terus menetes keluar setiap suapan nya. bahkan tangan nya bergetar karena menangis.
" minum dulu Ra" ujar shakila.
Shakila ikut meneteskan air matanya melihat kondisi shakira. dia merasa bersalah karena dari awal dialah yang salah. dia yang memperkenalkan Shakira dengan Elio. Tapi dia tidak menyangka shakira benar benar nekat hingga dia berakhir seperti ini sekarang.
" kenapa la? Kenapa untuk bahagia saja rasanya sangat susah?" tanya shakira lirih.
Shakira hanya ingin bahagia, mendapatkan cinta dan juga keluarga. tapi mengapa semua itu sangat sulit? dari lahir dia sudah di sambut oleh penderitaan.
Di buang, di abaikan. seolah olah dia memang lahir hanya untuk menderita. Besar di panti asuhan membuat dia terbiasa dengan perpisahan. dari kecil dia sudah mandiri.
Shakira sangat ingin di adopsi, namun tidak ada keluarga yang mau mengadopsi nya. Kebanyakan keluarga hanya ingin mengadopsi anak cowok.
" kita hanya belum mendapatkan nya Ra, semua orang punya kebahagiaan nya masing masing" ujar shakila.
" apa kamu pernah bahagia la?" tanya shakira
" pernah, aku selalu bahagia saat bersama kamu dan juga saat bersama Oliv. Kalian itu sumber kebahagiaan aku, aku tidak butuh yang lain. cukup kalian saja"
Shakira terdiam dengan tatapan kosongnya. dulu dia juga sama seperti shakila. dia bahagia saat bersama Kenny dan shakila. tapi sekarang? Dia sudah kehilangan Kenny dan dia juga berpisah dengan shakila.
" apa yang harus aku lakukan la?"
Shakila diam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Jika dia bilang sabar rasanya itu bukan kata yang tepat. Jika dia meminta Shakira pergi dari kehidupan Elio rasanya sudah terlambat.
" aku yakin kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Ra" ujar shakila.
" pak, ini ada titipan dari shakira " ujar seorang pelayan pria yang kemarin di titipkan amplop oleh shakira.
" apa ini?" tanya Kenny bingung
" saya tidak tahu pak" jawab pria itu
Kenny menerima amplop itu, keningnya berkerut binggung. entah kenapa firasat nya memburuk.
" dimana shakira?" tanyanya
" dia tidak masuk kerja hari ini pak"
" baiklah" jawab Kenny lalu pergi ke ruangannya.
Begitu tiba di ruangannya dia segera duduk dan membuka amplop itu. jantung nya berdegup kencang kaka melihat selembar kertas yang terlipat. Dengan perasaan deg degan dia mulai membuat surat itu dan membacanya.
*Deg*!
shakira menuliskan surat undur diri. Dia berhenti bekerja. Jantung Kenny seolah berhenti berdetak dan terasa sesak kala membaca surat itu. Itu tandanya dia tidak akan bertemu shakira lagi.
" kenapa kamu melakukan ini Ra? apa kamu ingin menjauh dari ku?" gumam Kenny lirih " kalo aku merindukan mu aku harus bagaimana?"
jika Shakira masih bekerja disini setidaknya dia masih bisa melihat nya. Meskipun tidak bisa seperti dulu setidaknya mereka masih bisa bertemu dan juga masih bisa mendengar suara nya.
" apa karena pria itu Ra? Apa karena kekasih barumu itu? Apa kamu sudah melupakan ku?"
Mood Kenny yang tadinya semangat bekerja untuk bertemu shakira kini rusak total. Bahkan kini dia sudah tidak mood lagi untuk bekerja.